Seorang gadis yang bernama Aileen Tiarani Adinata, dia anak terakhir dari dua bersaudara. Orang tua nya meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat. Aileen harus menggantikan sang Ayah menjadi CEO Adinata Company, Alex sang Abang yang mengurus kantor cabang.
Pada saat itu Aileen yang sedang berada di acara pernikahan rekan kerja nya, di pertengahan acara tiba-tiba kepala Aileen sangat pusing yang pada akhir nya ia pingsan. Dari kejadian itu tidak disangka dia juga mendapatkan sebuah kecelakaan yang mengakibatkan diri nya tengah berbadan dua.
Kenapa Aileen bisa pingsan? Apa ada yang memberikan obat atau karena hal lain?
Dan siapkah laki-laki yang sudah mengakibatkan Aileen berbadan dua?
Apa dia orang yang Aileen kenal atau tidak?
Apakah dia akan bertanggung jawab dengan anak yang di kandung Aileen? Atau dia tidak akan mengakui anak yang di kandung Aileen?
Ingin tahu jawaban nya, ikuti terus cerita nya dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak. Apabila kalian suka jangan lupa klik 💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F_ N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa
Saat Aileen berbalik tangan nya tiba-tiba di pegang oleh Arman dan tidak sengaja kepala Aileen terbentur dada bidang milik Arman.
"Maaf ... maaf banget, gue akan bertanggung jawab." ucap Arman.
"Maaf apa? Memang lo mau apa!?" teriak Aileen tapi sayang nya Arman tidak mendengar, dia langsung mencium bibir ranum Aileen.
Aileen yang mendapatkan serangan tiba-tiba langsung memberontak dan memukul-mukul dada bidang milik Arman dan tidak terasa gadis itu menitikkan air matanya. Arman langsung menggendong ala bridal style dan membaringkan di atas kasur.
"Lo mau apa!" seru Aileen sambil mundur saat di atas kasur.
Karena gairah nya sudah tidak bisa tertahan lagi, Arman langsung menyerang kembali bibir Aileen, dia tidak menjawab ucapan nya.
"Enggak, enggak! Lepas gue bilang lepas." teriak Aileen.
"Tolong ... tolong ...." teriak Aileen kembali.
Arman membuka celana yang di gunakan Aileen hingga tidak ada yang tersisa satu pun.
"Hiks ... hiks, lepas gue salah apa sama lo, lepas!"
Aileen terus memberontak hingga benar-benar tenaga nya habis untuk melawan Arman, yang tenaga nya jauh lebih besar dari Aileen.
"Jangan! Jangan hiks ... gue gak mau, hiks ... hiks ... jangan lakuin itu"
"Lepas ... jangan lakukan itu hiks ... sama gue please."
Arman terus saja berusaha apa yang ia mau, tanpa mendengar ucapan dari Aileen.
"Aah gak bisa!" ucap Arman.
"Jangan!" teriak Aileen sambil mencakar punggung Arman
Aileen tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa menangis dan menangis sampai tubuh nya lelah dan tertidur.
...🍂 🍂 🍂...
Saat Aileen membuka mata nya dia teringat kejadian tadi malam. Ia mencoba berpikir itu hanya sebuah mimpi, tapi bayangan semalam masih sangat jelas di dalam isi kepala nya. Di lihat ke sebelah, cowok yang telah merenggut kesucian nya masih tertidur dengan pulas. Aileen menitikkan kembali air mata.
"Hiks ... hiks kenapa ini terjadi pada aku? Kenapa! Salah aku apa? Hiks ...." ucap Aileen sambil menangis.
"Aku gak mau di sini terus, aku harus segera pergi sebelum cowok itu bangun," lanjut nya sambil berdiri perlahan, tapi baru saja akan menegakkan tubuh nya tiba-tiba
Bruk!
Aileen terjatuh di lantai
"Hiks ... perih, hiks ... perih banget,"
Arman terbangun dari tidur nya karena samar-samar mendengar orang yang sedang menangis.
"Aww ... kepala gue sakit banget." gumam Arman.
Arman baru menyadari tadi malam dia benar-benar melakukan hubungan yang seharusnya belum dia lakukan apalagi ini merusak cewek.
Arman melihat ke sebelah nya sudah tidak ada wanita itu dan mata nya tertuju pada seprai yang terdapat bercak darah. Arman langsung memakai celana boxer, saat akan mencari nya ternyata dia sedang duduk di bawah.
"Sini biar gue bantu." ucap Arman sambil mendekat.
"Jangan mendekat! Lo gak cukup apa sudah merusak hidup gue dan dengan gampang nya lo mengambil apa yang seharusnya untuk suami gue!" teriak Aileen.
"Maaf gue terpaksa melakukan itu semua, sebenar nya gue juga gak mau ta--" ucap Arman terpotong.
"Lo segampang itu bilang maaf." ucap Aileen berdiri sambil memegangi selimut yang menutupi tubuh nya.
"Minggir gue mau lewat!" lanjut Aileen berjalan tertatih.
"Sini gue bantu." tawar Arman
"Gue bilang jangan mendekat!"
Akhir nya Aileen bisa masuk ke dalam kamar mandi meskipun dengan jalan tertatih dan memegang ke setiap sudut.
Di dalam kamar mandi Aileen kembali menangis karena benar-benar ini terjadi pada diri nya.
Sedangkan di luar kamar mandi Arman benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dia lakukan terhadap seorang wanita.
"Bod** lo Man kenapa bisa merusak perempuan! Kenapa gairah lo lebih kuat ketimbang pikiran jernih lo." geram Arman.
Arman mencari handphone nya yang sedari semalam tidak dia lihat. Saat menemukan handphone nya banyak sekali panggilan yang tidak terjawab yaitu asisten nya, Papah, Mama.
"Dapet masalah besar pasti!" gumam Arman, "Gue harus tanggung jawab apa yang sudah gue perbuat."
Arman yang melihat Aileen keluar dari kamar mandi dengan mata yang sembab, merasakan hati nya terasa tergores.
"Lo tunggu di sini jangan kemana-mana ada yang mau gue bicarakan." ucap Arman sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Aileen tidak mendengarkan ucapan Arman dia langsung bersiap-siap meninggalkan hotel ini dan tidak akan pernah lagi bertemu dengan orang itu. Kira-kira seperti itulah pikiran Aileen.
Saat masuk ke dalam taxi pikiran Aileen benar-benar kosong. Dia bingung harus bagaimana lagi dan bagaimana jika Abang nya mengetahui hal ini.
"Maaf Non, Bapak harus mengantarkan kemana ya?" tanya pak supir taxi.
"Oh ya maaf pak, tolong antarkan saya ke pemakanan X, setelah itu antarkan saya ke jalan A!" jawab Aileen.