Genre : Fantasy, petualang, thriller, mystery
Namaku Mori, aku tinggal di sebuah desa kecil...
Hingga suatu saat, aku Bertransmigrasi ke dunia lain. Tapi yang menunggu ku, bukanlah petualangan yang seru maupun penuh romansa. Melainkan sesuatu yang lebih buruk, lebih menyeramkan, dan lebih berbahaya.
Apa kalian bisa menebak dimana aku sekarang? Aku sekarang sedang berada di sebuah laboratorium. Tapi... bukan sebagai ilmuan yang berjasa, melainkan sebagai kelinci percobaan.
ini adalah kisah dimana aku akan kabur dari laboratorium ini dan kabur dari nasib ini!
Apakah Mori dapat kabur dari laboratorium ini? Stay toon 🤭....
📷 Instagram : Cell_estria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Ronde satu
"Berdasarkan informasi yang telah disampaikan oleh professor James. Terdapat sekitar 10 orang dalam ruangan ini dan 10 orang tersebut akan berusaha untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang ada.
Tetapi tidak semua bisa lolos! Karena semakin lama, jumlah peserta yang dapat lolos akan semakin mengecil. Dan akhirnya, siapa yang bertahan sampai akhir, yang akan menjadi juaranya," ujar ku.
"Jadi dia mengganggap nyawa kita sebagai sebuah permainan!?" Ujar Rudy.
"Tenang, Rudy! Apapun yang terjadi kita akan keluar dari tempat ini bersama-sama!!" Seru ku sambil menatap Rudy.
"Setelah selesai semua ini! Ayo kita berkumpul dan saling berbagi kisah hidup kita!" Ujar Mia.
"Oleh karena itu, kita harus bisa bertahan hidup ya!" Ungkap Mia.
Aku, Mia, Rudy dengan tekad yang bulat. Bersiap untuk menyelesaikan tantangan apa pun dan kembali dengan keadaan hidup.
"Terdapat sekitar 10 orang peserta yaitu, aku, Rudy, Mia, gadis kecil berambut merah yaitu Ruby, anak laki-laki berambut biru yaitu Rey,
Seorang laki-laki berambut hitam yaitu Liam,
gadis kecil berambut hijau yaitu Daisy, seorang gadis berambut ungu yaitu Monika, seorang laki-laki berambut merah yaitu Blaze, dan seorang laki-laki berambut abu-abu yaitu Noar." Pikir ku sambil menatap mereka satu per satu.
"Sesuai dengan pengumuman yang diberikan oleh Professor James. Semua dari kami memiliki kemampuan sihir yang berbeda-beda, tetapi karena hal ini adalah berita baru bagi kami semua, tidak ada yang tahu cara menggunakan kemampuan tersebut. Sehingga dalam tantangan ini, masing-masing dari kami harus mencari tahu sendiri cara menggunakan kemampuannya!" Pikir ku.
"Jadi siapa yang tahu cara menggunakan kemampuannya paling duluan, dapat bertahan hidup, sedangkan yang tidak tahu cara menggunakan kemampuannya akan mati!?" Gumam ku.
"Ok!! Mari kita analisis ulang kemampuan mereka semua!" Seru ku pada Mia dan Rudy.
"Ruby memiliki kemampuan untuk menemukan benda apa pun. Rey memiliki kemampuan untuk mengubah tubuhnya menjadi senjata.
Mia, kamu memiliki kemampuan untuk mengontrol pikiran orang. Liam memiliki kemampuan untuk berlari super cepat, Daisy memiliki kemampuan untuk mengontrol tanaman, Blaze memiliki kemampuan untuk menciptakan api. Monika memiliki kemampuan untuk memerintah orang hanya dengan suaranya.
Untuk kamu Rudy, kamu memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang menjadi 2 kali lipat! Sedangkan Noar memiliki kemampuan untuk mengontrol bayangan dan aku memiliki kemampuan untuk mengurangi maupun menambahkan jangka hidup orang, hewan, maupun tanaman." Tatap ku kepada Rudy, Mia dan anak-anak yang lain.
Tiba-tiba ruangan disekitar ku mulai berubah menjadi sebuah hutan. Di hutan tersebut terdapat 9 pintu yang ditutupi dengan daun menjalar.
"Ronde satu!! Dalam waktu 1 jam, peserta diminta untuk mencari sebuah kunci agar dapat membuka pintu keamanan yang ada di hutan ini. Pintu tidak bisa dibuka tanpa kunci, hanya bisa memuat 1 orang dan pintu tidak bisa rusak maupun tergores," jelas professor James dalam sebuah layar hologram.
"Ingatlah untuk bisa menahan diri!" Ujar professor James.
"Menahan diri? Apa maksudnya?" Pikir ku.
"Terdapat 9 pintu dan 10 peserta. Semoga kalian semua bisa lolos!" Ujar professor James dengan senyuman lebar yang mengerikan.
Berita ini membuat beberapa dari kami mulai gugup dan bahkan ada yang waspada.
"Di hutan ini hanya terdapat 9 pintu sedangkan jumlah pesertanya adalah sepuluh, berarti akan ada satu orang yang tidak akan lolos." Pikir ku.
"Semoga semua bisa lolos!? Pria itu sedang mempermainkan kita!!" Ujar Mia dengan marah.
"Apa yang terjadi pada orang yang terlambat memasuki pintu keamanan?" Tanya Daisy.
Dengan senyuman lebar professor James berseru, "kematian!!"
Satu kata tersebut mulai membuat orang-orang lebih gugup dan takut. Semua orang mulai memandang satu sama lain sebagai musuh.
"Dalam hitungan ke tiga, permainan akan dimulai!" Seru professor James.
1
2
3
"Mulai!" Serunya.
Semua orang mulai panik karena tidak tahu cara menggunakan kemampuannya. Mereka pun mulai menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan matra dan lain sebagainya. Tapi tidak ada satu pun orang yang berhasil kecuali, Rey. Tepat setelah selesai mempelajari kemampuannya Rey langsung masuk ke dalam hutan dan mulai mencari kuncinya.
"Bagaimana sih!! Cara menggunakan kemampuan ini!!?" Panik Monika.
"Bayangan-bayangan keluarlah!!" Seru Noar. Tapi tidak ada bayangan yang keluar sedikit pun.
"Aku harus bagaimana ini!?" Panik Ruby.
"Tch!! Aku akan cari dengan kekuatan ku sendiri!!" Seru Blaze.
"Semuanya terlihat panik!" Ujar ku.
"Tentu saja! Apa kamu tidak takut, Mori!?" Tanya Rudy.
"Tentu saja aku takut! Tapi kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah apapun!" Seru ku.
"Kau benar," sambung Mia.
"Jadi apa rencana berikutnya?" Ungkap Rudy.
"Pertama kita harus mencari tahu cara menggunakan kemampuan ini!!" Seru ku.
"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Mia.
"Sejauh ini semua orang sudah mencoba mantra dan hal-hal lainnya. Tapi ada satu hal yang belum mereka coba!" Ujar ku.
"Apa maksudmu?" Seru Mia dan Rudy.
"Imajinasi!" Seru ku.
"Kejamkan matamu, coba bayangkan seakan kemampuan mu sedang mengalir dan memenuhi tubuhmu!" Seru ku sambil menutup matanya.
Seketika itu juga tubuh ku, Mia dan Rudy mulai mengeluarkan cahaya. Semua anak yang lain mulai kaget, panik, bahkan ada yang iri.
"Wow, tubuh kita sedang bersinar!! Ujar Mia yang terpukau.
"Kita berhasil!! " Seru Rudy.
"Tapi sekarang bagaimana cara menggunakan kemampuan ini?" Tanya Rudy.
"Akan aku tunjukkan!" Seru ku yang mulai mendekati kelinci yang hampir mati.
Kelinci tersebut tidak memiliki luka maupun hal-hal lainnya.
"Kelinci ini sedikit lagi mati, karena jangka hidupnya sudah mau berakhir, " ungkap ku.
"Bagaimana kamu bisa tahu hal itu?" Tanya Mia.
"Selain memperpanjang maupun memperpendek jangka hidup seseorang. Aku juga bisa melihat jangka hidup mereka!" Jelas ku.
Disaat itu, tanganku meraih kelinci tersebut dan tiba-tiba kelinci tersebut bersinar dan mulai berdiri lagi. Kelinci yang awalnya sudah hampir mati, sekarang sudah bisa berdiri lagi.
Semua orang terpukau dengan kemampuan ku.
"Bagaimana kamu bisa tahu semua ini?" Tanya Rudy.
"Karena di tempat asalku, sihir bukanlah hal yang asing. Tapi walaupun begitu, hanya orang-orang khusus yang dapat menggunakan sihir. Sehingga aku sebelumnya belum pernah menggunakan sihir. Tapi aku sering mendengar dari nenek dan orang lain tentang sihir." Ujar ku yang tiba-tiba mulai berhenti.
"Ada apa Mori?" Tanya Rudy dengan khawatir.
"Tidak apa-apa kok!" Jawab ku.
"Nenek kabarnya bagaimana ya? Apa dia masih mencari ku? Semoga nenek masih sehat." Pikir ku.
Tiba-tiba suara tepukan tangan terdengar dari salah seorang anak yaitu Liam.
"Bravo !! Kalian sangat hebat!!" Seru Liam.
"Liam?" Pikir ku.
"Terimakasih berkat kalian, aku sudah tahu bahwa cara untuk mengaktifkan kemampuan ku adalah dengan imajinasi!" Seru Liam.
"Imajinasi?" Bisik-bisik semua anak yang lain.
"Bagaimana bisa dia tahu!? Aku sudah memastikan bahwa tidak ada orang yang mendengar percakapan kami!" Pikir ku.
"Dan juga, jika dia memang tahu informasi sepenting itu. Kenapa dia memberi tahu informasi tersebut kepada orang lain!? Jika mereka tahu, maka selain merugikan aku, Rudy Dan Mia. Tapi juga bisa merugikan dirinya sendiri!" Pikir ku.
"Apa dia yakin bahwa, dia akan menang? Atau dia hanya bodoh?" Pikir ku sambil menatap Liam.
Liam yang menyadari aku sedang menatapnya tersenyum balik kepada ku.
"Apa yang sebenarnya yang ia rencanakan?" gumam ku.
Bersambung...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kamu lebih cocok nulis genre ini.
semangat Thorr........
pembukaan yang bagus Thor....