Ini adalah Novel season ke-2
Dari Novel PENGHIANATAN SUAMIKU
Mentari, gadis yang berusia 21 tahun harus terjebak cinta segitiga dengan Bosnya.
Hingga karena satu kejadian, dimana dia dan Ardi melakukan one night, menghasilkan sebuah benih di rahimnya. Namun, saat Mentari ingin memberitahu Ardi tentang ke hamilannya, dia malah harus menerima kenyataan yang pahit, sehingga mengharuskannya mundur dan pergi.
Akankah Ardi dan Mentari bersatu? Sedangkan Ardi telah memiliki istri?
Bagaimanakah kelanjutan cinta segitiga biru mereka? Simak hanya di Novel ini!!!
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN, BESERTA RATE 5 YA😘😘🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mirip
Happy Reading....
Tina menghapus air matanya, saat pintu ruangan itu terbuka. Dan ternyata yang masuk adalah Ardi. Sementara pria itu merasa heran saat melihat Tina berada di ruangannya, apalagi tengah duduk di kursi kebesarannya.
''Mau apa kamu ke sini?'' tanya Ardi dengan suara yang dingin.
Tina mencoba untuk tersenyum di hadapan Ardi, walaupun saat ini hatinya tengah hancur. Kemudian dia mengambil rantang yang ada di depan meja, lalu mulai menatanya dan meminta Ardi untuk makan siang.
Pria itu melihat apa yang Tina lakukan, dan saat Ardi ingin berbicara tiba-tiba Tina memotong ucapannya. ''Aku mohon, kali ini tidak ada penolakan. Untuk kali ini saja, kamu memakan makan siang yang aku bawa, please!'' pinta Tina dengan wajah memelas.
Ardi yang melihat itu tentu saja tidak tega, dia menghela nafasnya. Kemudian Ardi berjalan dan duduk di atas sofa. ''Baiklah, kali ini aku akan memakan makanan itu,'' jawab Ardi. Dan itu membuat Tina sangat senang, dia pun mulai menyiapkan makanan itu untuk Ardi.
''Apa mau aku suapin?'' tanya Tina tapi Ardi langsung menggeleng.
''Aku bukan anak kecil,'' jawab Ardi dengan dingin. Dan Tina hanya menanggapinya dengan senyuman saja.
Tina menangis dalam diam, melihat sikap Ardi yang begitu dingin dan datar kepadanya. Padahal dulu Ardi sangat hangat. Bahkan mereka begitu dekat, tetapi hanya karena sebuah pernikahan, kedekatan mereka harus renggang. Bahkan Tina tidak pernah merasakan kehangatan yang dulu sering Ardi berikan kepadanya, walau hanya sebatas candaan saja.
Tina senang, karena Ardi sudah mau memakan makanan yang dia bawa. Walaupun Tina tahu, Ardi tidak ingin melakukan itu dan pria itu terpaksa memakannya.
'Entah sampai kapan aku harus seperti ini terus? Menahan rasa sakit di dalam hati. Aku ingin bertahan, tapi aku juga ingin melepaskan,' batin Tina sambil menatap Ardi.
Setelah makan siang selesai, Tina membereskan rantang yang dia bawa. Kemudian dia berjalan ke arah Ardi. ''Oh ya, kamu beneran gak mau nemenin aku untuk pergi ke acara Party temanku, nanti malam?'' tanya Tina memastikan, dan pria itu langsung menggeleng tanpa melihat ke arahnya.
Setelah mendapatkan penolakan dari Ardi, Tina pun pergi dari kantor suaminya untuk menuju Mall. Karena dia ingin berbelanja baju untuk nanti malam, sekalian Tina juga ingin ke salon dan mempercantik dirinya.
Dia mencoba untuk tidak peduli dengan sikap Ardi, walaupun Tina tahu itu sangat menyakitkan hatinya. Karena walau bagaimanapun, dia adalah seorang istri, tetapi sayang hanya pajangan. Selama lima tahun tidak pernah disentuh, bahkan diperhatikan sama sekali.
Setelah Tina berbelanja, dia berjalan ke salah satu salon untuk melakukan perawatan, tetapi seorang anak kecil tidak sengaja menabrak Tina hingga membuat belanjaan wanita itu berantakan.
''Maaf Tante, aku tidak sengaja,'' ucap anak kecil itu kepada Tina.
''Tidak apa-apa, Boy,'' jawab Tina sambil membereskan belanjaannya dibantu oleh anak kecil itu. Dan saat Tina sudah selesai membereskan belanjaannya, dia kaget saat melihat wajah anak kecil yang berada di hadapannya itu. Karena wajahnya begitu mirip dengan Ardi.
'Kenapa wajah anak kecil ini begitu mirip dengan mas Ardi? Atau ini hanya perasaanku saja?' batin Tina dengan wajah yang sedikit kaget.
''Kamu ini ke mana aja? Mama mencari kamu Nak,'' ucap seorang wanita dari belakang Tina, saat melihat anaknya sedang berbicara dengan seorang wanita.
BERSAMBUNG
mentari hrs bijak,jangan gampang emosi dan gampang termakan berita tanpa klarifikasi dan diselidiki kebenaranx
bgt ne novel