Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.
Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.
Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.
Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.
Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.
Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.
Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Mimpi Buruk Yang Menjadi Nyata
Aneh, kenapa Nenek itu langsung pergi ketika aku bertanya alasannya, Nenek itu melarang aku masuk ke ruangan itu.
Apa maksudnya ya? Mengapa harus di larang? Apa ada sesuatu yang di sembunyikan di sini?
Aku jadi tambah penasaran dengan ruangan ini. Apa aku harus ikuti larangan Nenek tua itu? Tapi aku pengen banget lihat ruangan ini, di mimpi ku ruangan ini sangat sama persis.
"Aaaaa!!" Vivian teriak karena terkejut.
"Ini aku, maaf membuat mu terkejut. Kamu sedang apa Vi? Bukannya tadi kamu mau ke toilet ya? Kenapa malah berdiri di depan ruangan ini?" Lio memegang bahu Vivian hingga Vivian terkejut.
"Ah, iya Kak, aku aku pergi ke toilet dulu ya." Vivian segera pergi meninggalkan Lio menuju ke toilet.
Aduhh, kok gagal lagi membuka pintu ruangan itu ya, padahal tinggal sedikit lagi, tadi aku di larang oleh Nenek tua membuka pintu ruangan itu dan sekarang malah di kejutkan Kak Lio.
Mungkin memang aku nya tidak boleh ke situ kali, ya sudah lah, aku cuci muka dulu.
Vivian berbicara di dalam hati sambil mencuci wajahnya menghadap cermin.
Huhh.. Segar nya. Vivian menegakkan kepala nya dan bercermin.
Vivian terkejut ada yang lewat dengan sangat cepat berupa sosok hitam di belakangnya.
Sontak Vivian membalikan badan melihat di sekeliling toilet, namun tidak melihat apa pun.
Aiihhh, mengejutkan sekali, mungkin itu hanya perasaan ku saja.
Vivian membalikan badan menghadap ke cermin.
Aaaaaaaaaa!!!!!!!
Vivian terkejut hingga terjatuh.
Pergi sana! Pergi! Jangan ganggu aku!
Vivian menutup mata teriak mengusir sosok yang sangat mengerikan.
Rupanya sangat hancur, matanya tidak ada satu, sosok itu melototi Vivian dengan aura negatif penuh dendam yang tiba-tiba muncul di cermin.
Vivian gemetar karena sangat terkejut, mencoba memberanikan diri, membuka matanya.
Ah, tidak ada apa-apa, Vivian berdiri ngos-ngosan melihat ke cermin.
Huhh..
Mungkin aku sangat kelelahan hingga salah melihat.
Aku harus pergi segera mungkin dari sini. Aku sangat merasa aneh dengan tempat ini.
Vivian merapikan rambut nya menghadap ke cermin, lalu Vivian mengambil tasnya.
Kok aneh ya! Perasaan ku tas ku tak basah, kok ini terasa basah ya.
Vivian mengangkat suatu yang ia anggap tas nya.
Waaaaa....!!!!!!
Vivian teriak mengambil tasnya lalu berlari ke luar toilet.
Aiihhh...
Yang aku pegang tadi ternyata suatu yang tidak wajar yaitu potongan tangan berlumuran darah.
Vivian melihat tangannya, eh, tangan ku bersih! Tadi aku memegang potongan tangan yang berlumuran darah di toilet dan tangan ku kotor kena lumuran darah dari potongan tangan itu.
Tapi saat aku sudah di luar toilet itu, tangan ku kembali bersih.
Aneh sekali, aku harus segera pergi dari tempat yang mengerikan ini!
!!!!!!!! Vivian terkejut melihat restoran yang bersih dan mewah itu tiba-tiba seperti gedung yang sudah bertahun-tahun di tinggalkan.
Gawat! Ternyata ini memang seperti yang aku mimpikan! Ini semua nyata!
Mana Kak Lio? Kak Lio dalam bahaya sekarang! Aku harus secepatnya mencari Kak Lio!
Kakak! Kakak! Kamu di mana? Vivian berteriak memanggil Lio, namun
tidak ada jawaban dari Lio. Vivian sangat khawatir mencari Lio.
Iya!!! Ruangan itu, di mimpi ku Kak Lio berada di ruangan itu! Pasti Kak Lio ada di situ!
Vivian berlari ke ruangan itu, Vivian segera membuka pintu, namun pintunya tidak bisa terbuka.
Sial! Pintunya tidak bisa di buka, Kakak! Tunggu aku! Tolong jaga dirimu Kak!
Vivian mencari balok lalu merusak gagang pintu lalu mencoba mendobrak pintu ruangan itu, namun Vivian tidak berhasil.
Sial! Pintunya tidak bisa di buka! Aku harus bagaimana? Aku harus secepatnya menolong Kak Lio.
Saat Vivian panik, Nenek tua itu kembali muncul.
Nenek? Nenek tolong bantu aku!
Vivian mengejar Nenek tua itu, nenek tua itu diam berjalan ke samping gedung restoran.
Nenek tunggu! Tolong bantu aku! Vivian berlari mengejar nenek yang berjalan ke samping gedung.
Akhirnya Vivian berhasil mengejar Nenek tua.
"Nenek tolong bantu aku! Suamiku dalam bahaya Nek! Aku mohon tolong bantu aku Nek!" Vivian memohon bantuan pada Nenek tua.
Nenek tua itu hanya diam tidak menjawab Vivian namun Nenek itu tangannya menunjuk ke arah jendela.
"Maksud Nenek apa?" Vivian melirik ke arah yang di tunjuk nenek.
Mengapa Nenek ini menunjuk ke arah jendela? Apa mungkin ini petunjuk yang di berikan nenek tua itu?
"Nenek, ada apa dengan jendela itu?" Vivian kembali melihat ke arah Nenek tua itu.
Loh kok gak ada Nenek nya? Kemana pergi nya Nenek tadi?
Vivian melihat sekeliling namun tidak melihat Nenek tua itu.
Nenek ini sangat misterius, aku jadi merinding di buatnya. Tapi Nenek tua itu menunjuk ke arah jendela, aku harus melihat jendela itu, mungkin itu merupakan petunjuk yang di berikan Nenek tua untuk membantu ku.
Vivian berlari ke arah jendela lalu melihat di dalam ruangan itu ada Lio.
Kak Lio!! Tunggu aku Kak!!
Vivian terkejut melihat suaminya duduk di ruangan dan ada sosok wanita berwajah hancur dan mata nya tinggal 1 membawa pisau berjalan perlahan ke arah suaminya.
Sial! gak ada waktu lagi, aku harus cepat! Untung saja aku menggunakan sepatu tali.
Vivian menghentak jendela kaca menggunakan kaki nya yang beralaskan sepatu.
Kraakkkkk.. Suara retak kaca jendela.
Vivian menghentak sekali lagi jendela itu dengan sangat keras.
Kraakkkkk... trak trak trak trak....
Kaca jendela itu pecah berserakan.
Vivian tanpa berpikir panjang berlari ke dalam ruangan.
Kakak! Sadarlah! Vivian mengguncang-guncang badan Lio.
Sosok wanita berwajah hancur mengangkat tangannya yang memegang pisau.
Kakak! Sadarlah! Vivian menguncang-guncang tubuh Lio dengan keras, namun Lio belum juga tersadar.
Plakkk! Kakak sadarlah!
Vivian menampar dan membentak Lio.
"Aduhh" Lio tersadar.
"Bagus, ayo cepat kita lari Kak!" Vivian menarik paksa Lio ke luar melalui jendela.
"Eh!!" Lio pasrah berlari sempoyongan mengikuti Vivian yang menarik tangannya dengan kuat.
"Cepat Kakak!" Vivian berlari keluar dari gerbang restoran.
Vivian dan Lio terjatuh pas di depan gerbang restoran.
"Kita selamat Kakak." Vivian menangis memeluk Lio yang terlihat bingung.
"Selamat apa? Dan mengapa kamu menangis Vi?" Lio heran melihat istrinya yang tiba-tiba menangis memeluknya erat.
"Tidak ada apa-apa Kak, kamu lihat restoran itu Kak!" Vivian menangis menunjuk restoran.
"Kenapa dengan restoran itu??" Lio melihat ke arah Restoran.
!!!!! Lio terkejut melihat restoran yang sebelumnya sangat mewah itu menjadi bangunan yang sangat kotor dan terbengkalai bertahun-tahun.
**Bersambung....
Jangan lupa like, rate5, vote dan jadikan favorit ya readers..
Dukungan pembaca sangat berarti bagi penulis..
Di tunggu ya jejak nya..
Terima kasih ♡^_^♡**
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔