Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Suasana Baru
"Saya terima nikah dan kawinnya Raya Aulia binti Yuda Prayoga dengan mas kawin tersebut tunai."
"SAH..."
Acara pernikahan yang hanya dihadiri keluarga inti itupun selesai dilaksanakan. Raut bahagia nampak di wajah Aima dan Rahma, wanita paruh baya ini tak henti-hentinya meneteskan air mata bahagia. Namun Raya dan Rafa belum bisa mengekspresikan apapun, ntah bahagia atau sedih hanya hati mereka yang tahu.
Rafa yang mengenakan jas berwarna putih. tampak sangat tampan dan menawan, begitu juga dengan Raya yang mengenakan kebaya berwarna senada, mereka tampak seperti pasangan yang serasi, yang menikah karena cinta.
Suasana rumah tampak sepi, setelah keluarga pulang kerumah masing masing. Hanya tinggal Rafa yang masih canggung karena malam ini Rafa harus menginap di rumah Raya untuk satu malam saja, sambil membantu Raya mengemaskan barang-barang nya, karena besok Raya yang harus pindah kerumah Rafa.
Setelah membersihkan diri di kamar mandi, dan memakai pakaian santai yang ia bawa dari rumah, Rafa duduk di sofa ruang tengah. Melirik isi rumah dan melihat mertuanya sedang menonton televisi.
"Kamu masuk gih istirahat di kamar Raya! kamu jangan malu-malu ya, anggap aja rumah sendiri." Suruh Rahma, karena ia sadar bahwa menantu nya itu masih canggung.
" Iya bun." Jawab Rafa.
Dengan langkah pelan, Rafa menuju kamar Raya dan mengetok pintu kamar Raya.
Tok..tok..tok
"Ray ini aku Rafa." Panggil Rafa ragu.
"Iya masuk pintunya gak dikunci." Raya yang sudah berganti pakaian dengan piyama tidur sudah selonjoran di atas tempat tidur nya, sambil memainkan handphone karena belum mengantuk.
"Kamu belum tidur?" tanya Rafa basa basi.
"Belum, oh ya Raf kamu tidur di bawah gak pa pa ya, soal nya tempat tidur ku kecil, aku juga kalo tidur suka asal takutnya kamu gak nyaman."
"Iya gak pa pa Ray."
Raya segera menyiapkan alas tidur untuk Rafa, disamping ranjang tempat tidur nya. Memberikan bantal dan selimut untuknya.
"Aku kalo tidur mati lampu, kamu juga gak pa pa kan?"
"Gak, suka suka kamu ajalah Ray, aku gak ribet."
"Ya udah kalo gitu, selamat tidur ." Ucap Raya, lalu mematikan lampu dan menarik selimut hingga menutup wajah.
Pasangan menikah muda ini mencoba memejamkan mata. Dalam gelapnya malam, suasana hening dan hanya terdengar suara jam dinding di kamar, mencoba membiasakan diri dengan statusnya yang baru.
"Kamu udah tidur Raf?" Raya yang dari tadi tak mendengar suara Rafa jadi penasaran, karena sejak tadi ia tak bisa tidur.
"hheemmm," jawab Rafa yang sudah setengah mengantuk.
"Kok kamu mudah banget tidurnya? jangan tidur dulu dong! aku gak bisa tidur nih."
"Udah malem Ray."
"Tapi aku gak bisa tidur Raf, temenin aku ngobrol ya!"
"hheemm."
"Raf."
"hheemm."
"Rafaaa."
"hheemm."
"Kok hemm mulu sih?"
"Trus mau ngapain Raya?" jawab Rafa setengah sadar.
"Bacain aku dongeng kek atau apalah yang penting aku bisa tidur!"
"Emang kamu balita dibacain dongeng?"
"Kalo gak dongeng, bacain novel ajalah Raf!"
"Jangan aneh Raya, aku ngantuk."
"Dasar nyebelin. Pantes aja gak ada yang berani deketin, gak peka gini, cewek mana coba yang mau huuhh." Batin Raya dengan wajah kesal dan akhirnya mencoba untuk tidur.
Walau dengan berbagai gaya tidur dan akhirnya terlelap dalam gelapnya malam dan suasana kamar yang gelap. Hanya sinar bulan yang tampak lewat celah jendela kamar.
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org