Nopita Anggraeni terlahir dari keluarga sederhana. Namun, berkat kerja kerasnya ia mampu membangun sebuah perusahaan untuk ayahnya hingga kini mereka hidup serba berkecukupan. Meski sekarang pita adalah anak orang yang berada namun tak menjadikannya bermalas-malasan menikmati harta orang tuanya. Namun, karna dihianati oleh hanif (pacarnya dulu) pita menjadi sedikit dingin terhadap laki-laki.
Seiring berjalannya waktu, pada saat ia ingin pulang ia menyermpet seorang kurir. Karna merasa bersalah pita akhirnya menolong kurir itu untuk mengantarkan paket.
Ariza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya di kota kelahiran. Namun, karna ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir. Suatu ketika saat ia di ancam oleh ayahnya akan di kuliahkan di amerika. Tentu itu membuat ia merasa berat untuk meninggalkan indonesia, apalagi ariza sudah bertemu dengan gebetannya. Akhirnya Ariza memutuskan untuk mengurus perusahaan milik papahnya bersama adinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karmila puspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 8
Hana Lauren putri, sahabat Vita di masa kecilnya sampai dewasa. Mereka berpisah sejak masuk SMA, Hana yang harus ikut orang tuanya pindah karna pekerjaan terpaksa harus berpisah dengan sahabat.
Untunglah mereka hidup di jaman yang sudah janggih dan modern, jadi komunikasi kontak masih ada dan mereka menyiapkan tanggal cantik setiap tahunya untuk bertemu atau reuni pribadi.
Lusa adalah ulang tahun yang ke sembilan belas tahun, dan setiap siapa yang berulang tahun maka harus di kunjungi dan merayakan bersama.
"Hmmm, Vit lo habis ini bakal kuliah di mana?" tanya Hana, saat ini mereka tengah duduk di balkon menikmati hembusan angin sore.
"Belum kepikiran," jawab Vita matanya masih saja memandang lurus ke depan seperti memikirkan sesuatu yang rumit.
"Di sini saja kebetulan ada universitas unggulan dan lo pasti suka," ajak Hana Ia berharap sahabat ini mau bersama lagi.
"Entar gua pikirin," Jawab Vita lagi. Meski Hana adalah sahabatnya tak bisa di pungkiri jika suasana hatinya sedang tidak baik maka tetap saja dinginnya akan keluar.
"Baiklah yok masuk udah mau masuk magrib kita sholat, gibahnya di lanjut setelah sholat." Ajak Hana.
"Yee habis sholat ngaji tobat, la ini malah ngajak gibah nambah dosa iya." Sahut Vita.
"Hehehe, kita gibahin yang baik aja misal gibahin elo sama gua gitu itung-itung tukar pahala." Jawab Hana iya kemudian segera masuk sebelum sahabat emosi.
"Mana ada tukar pahala marni yang ada gak dapet pahala dosa iya!" ucap Vita sedikit berteriak.
Vita pun menyusul masuk ke dalam, Ia ingin memberi sedikit kesan pada sahabatnya ini.
...----------------...
Di tempat lain, seorang laki-laki tengah memandangi ponselnya. memandang sebuah foto seorang wanita yang beberapa minggu ini Ia kenal, wajahnya yang terlihat cuek tapi perduli malah berputar-putar di dalam otaknya.
Kecelakaan itu malah membuat Ia bertemu dengan wanita yang sekarang membuat Ia penasaran, mengenalnya sangat tidak mudah bahkan Ia sangat tertutup keluarganya pun Ia tak tahu.
tok... tok... tok... "Za gua boleh masuk?" tanya Pandu di balik pintu, namun Ariza tak menyahutnya.
Seperti tak ada sahutan dari dalam, Pandu pun memilih masuk kebetulan pintu juga tak di kunci tambah memudahkan Ia masuk ke dalam kamar kakanya.
"Bukankah itu cewek yang tadi siang?" tanya Pandu membuat Ariza terperanjat kaget ponselnya pun ikut terjatuh di kasur.
"Mengagetkan saja kau ini, untuk apa kau kemari?" tanya Ariza setelah kembali duduk dengan normal.
"Sepertinya kau tertarik pada wanita yang mengantar mu tadi siang" ucap Pandu beralih duduk menghadap Ariza.
"Iya," jawab Ariza.
"Benarkah? wah kau normal juga ya ku kira kau hanya tertarik pada laki-laki." Ejek Pandu.
"Adik sialan," umpat Ariza dengan melempar bantal ke muka Pandu dan tepat sasaran. Pandu tidak marah Ia malah kembali terbahak-bahak melihat wajah Ariza yang sudah merah madam.
"Sudahlah! untuk apa kau datang ke kamar ku?" tanya Ariza yang mulai serius pasti ada hal yang penting untuk di sampaikan padanya, mungkin soal perusahaan karna sebelum mengalami kecelakaan Ia sempat di telepon oleh sketarisnya dan menyuruhnya untuk cepat kembali ke pusat.
"Tidak ada!"jawab Pandu.
"Kau yakin? sebelumnya aku mendapat pesan agar cepat kembali ke kantor pusat waktu itu," sahut Ariza masih tak percaya dengan jawaban yang pandu berikan.
"Memang ada sedikit kendala tapi Papah sudah mengatasinya selama kau tak ada," ucap Pandu dengan sejujur jujurnya kali ini dia tidak bohong.
"Benarkah? kalau begitu masalah apa itu?" intrograsi Ariza, Ia juga harus tau bukan masalah apa yang sedang terjadi di kantor.
"Sebenarnya...."
Flash back off
Empat minggu yang lalu, perusahaan eridra mengalami penurunan saham dan sebagian dana juga hilang. Pandu saat itu yang sedang turun tanangan menangani masalah di kota D langsung kembali ke kantor pusat, sedangkan Ariza setelah sekretarisnya memberi tahu malah Ariza pula yang tiada kabar.
"Pah bagaimana ini? Kak Ariza malah tak ada kabar dan komunikasi?" tanya Pandu yang saat itu sedang berdiskusi dengan sang papah di ruang kerja.
"Bagaimana bisa tadi pagi kakak mu masih berbicara dengan ku lewat telepon," ucap Mahendra tak percaya, Ia pun mencoba menghubungi Ariza namun sayang panggilan berada di luar jangkauan.
"Aisttt apa yang terjadi? baiklah pandu besok papah akan terjun ke perusahaan untuk masalah ini." Tegas Mahendra Ia pun keluar dari ruang kerja.
Keesokan paginya semua karyawan sudah di kumpulkan, dan kepala keuangan tidak hadir sendiri itu membuat Mahendra geram sudah pasti ini terjadi karna tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api pasti kepala keuangan itu melarikan diri.
"Di mana kepala keuangan?" tanya Mahendra dengan tegas.
"Maaf pak sudah dua hari ini pak madun tidak masuk ke kantor," ucap salah satu staf keuangan.
"Baiklah kembali ke bagian masing-masing bekerja dengan keras, saya dengan Pandu akan menyelesaikan masalah ini dengan segera.
"Pandu ayo ikut papa!" ucap Mahendra pandu hanya menurut saja mengikuti sang papah dari belakang.
Mereka datang ke sebuah yang sederhana, Mahendra mengetuk pintunya beberapa kali namun tidak ada sahutan dari dalam dan secara kebetulan ada tetangganya yang lewat.
"Maaf pak cari siapa?" tanya seorang wanita paruh baya.
"Pak madun, ibu tahu?" tanya Mahendra menghampiri wanita paruh baya itu.
"Oh pak madun sudah pergi kemarin, katanya akan pulang kampung." jawab wanita paruh baya itu.
"Maaf bu kalau boleh tahu kampung pak madun di mana?" tanya Pandu.
"Kurang tahu saya, tapi kalau saya tidak salah denger itu kota s." Jawab wanita itu lagi.
"Baik terima kasih bu, kami permisi dulu." pamit Mahendra.
Di dalam perjalan
"Bagaimana ini pah? apa kita perlu berpencar papah ke bandara aku ke terminal dan ke stasiun untuk mengecek data pak madun." Usul Pandu, Mahendra tampak pikir-pikir mungkin benar usulan Pandu tapi jika yang melakukan hanya mereka berdua tidak akan cepat beres.
"Cuku bagus, tapi kita perlu beberapa rekan jika hanya kita berdua itu akan sia-sia." Ucap Mahendra.
"Tenang Pah masih ada Faisal, Fahmi, Reza dan Akwi yang bisa membantu kita." Usul pandu lagi, Ia tak mau melibatkan dulu orang kantor bisa saja mereka terkena sogok an dari pak madun sialan itu.
"Baiklah kirim Fahmi dan Faisal ke bandara bersama papah, Reza dan Akwi akan ikut kamu ke terminal dan ke stasiun bair ayah ke bandara dan pelabuhan siapa tau merek menggunakan kapal." Ucap Mahendra di angguki oleh Pandu, Ia segera menghubungi temanya itu untuk menyusul mereka ke tempat tujuan.
Seharian ini mereka mencari, dan pada akhirnya pak madun di temukan di kota sebelah Ta yaitu kota Gg licik sekali.
Bahkan yang menemukan adalah seketaris Ariza yang diam-diam ikut mencari keberadaan pak madun.
Seminggu setelah itu keadaan perusahaan kembali normal, pembangunan juga berlanjut dan parah pelaku ini tak lain adalah ayah mantan Ariza.
Flash back on
Ariza hanya bisa menghela nafas ketika mendengar cerita dari pandu, rasanya bercampur aduk rasa lega kecewa bahagia menjadi satu.
Happy Readyng semoga cerita ulang ini menghibur kalian😉
next
salam dari KETABHAN ZULFA
mampir karya newe ku.
"Salah jodoh."
dady danzel mendukung dan g sabar kelanjutanya.
Mampir ya😅
Salam hangat dari The Gangster Boy🤗
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
salam dari -ZEVANAYA-