Mampukah Oregon mengalahkan naga yang sedang marah di puncak gunung berapi?
Padahal Oregon hanyalah seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun.
Siapa sebenarnya Oregon?
Yuk ikut petualangan Oregon, yang berusaha untuk menaklukkan para naga yang terkenal sangat kuat dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkuak
Ellie membuka pintu rumahnya, untuk mencari perlindungan dari angin yang bertiup kencang sedari tadi.
Meskipun keadaan tubuhnya juga sudah mengigil, akibat terpaan angin kencang saat dia berada di atas punggung naga Zeero. Bersama dengan anaknya, Oregon.
"Oregon, masuklah Nak!" ajak Ellie pada anaknya, yang masih berbincang dengan naga Zeero di luar rumah.
Ellie tidak mengajak naga Zeero, karena dia berpikir bahwa, naga tersebut akan segera kembali ke dunia nya sendiri di klan naga.
Lagi pula, Ellie masih belum sadar, jika naga Zeero, yang sedang bersama dengan anaknya itu adalah naga yang pernah menidurinya delapan tahun yang lalu.
Sebab pada waktu itu, naga Zeero menjelma menjadi manusia biasa. Dengan wajahnya yang mirip dengan wajah Oregon sekarang.
Tapi tentu saja tidak bagi naga Zeero, yang langsung bisa mengenali ibu dari Oregon itu.
Dia sangat terkejut tadi, di saat ada seseorang wanita yang memanggil-manggil nama Oregon dengan sebutan anakku.
Jadi sekarang ini, naga Zeero semakin yakin, jika Oregon adalah darah dagingnya sendiri. Yang lahir dari wanita yang dulu pernah dia tiduri di dunia klan naga.
"Masuklah Oregon," pinta naga Zeero pada anaknya, yang ternyata mempunyai wajah yang sama seperti wajahnya jika sedang berubah menjadi sosok manusia.
"Tapi, Kamu sendiri bagaimana?" Oregon ragu untuk meninggalkan naga Zeero sendirian di luar rumahnya.
"Oregon, cepatlah masuk!"
Dari dalam rumah, terdengar suara ibunya yang kembali memintanya untuk segera masuk ke dalam rumah. Sebab angin yang berhembus kencang, semakin menjadi-jadi.
"Ibu, bolehkah naga Zeero ikut masuk? Dia akan kedinginan di luar rumah!"
Ellie yang mendengar teriakkan anaknya dari luar rumah, mengerutkan keningnya bingung. Dia tidak habis pikir, mengapa anaknya itu masih memikirkan nasib seekor naga, yang jelas-jelas sudah membuat kekacauan di gunung berapi selama ini.
Drap drap drap!
Langkah kaki Ellie terdengar kesal, karena dia tidak bisa membiarkan seekor naga masuk ke dalam rumahnya.
Dengan ukuran tubuh naga Zeero yang besar, meskipun sayapnya telah mengecil dan tidak sedang dalam keadaan mekar, tetap saja tidak akan kuat jika harus masuk ke dalam rumahnya.
Bisa-bisa rumahnya akan roboh dan rusak. Mereka berdua tidak akan ada tempat tinggal lagi, untuk berlindung dari hujan, angin dan gangguan hewan buas yang berada di dalam hutan sana.
Ellie sudah berada di depan pintu, dengan menatap tajam ke arah anaknya. Dia berpikir bahwa, anaknya itu sudah dipengaruhi oleh pikiran jahat dari naga Zeero.
"Oregon. Apa Kamu tidak berpikir, jika badannya itu tidak muat untuk masuk ke dalam rumah kita?"
"Dia bisa merobohkan rumah kita ini, jika dia masuk ke dalam rumah!"
"Tapi Bu..."
Blesss...
Sebelum Oregon selesai mengatakan kalimatnya untuk membantah ibunya, naga Zeero telah berubah menjadi seorang pemuda tampan, yang mirip dengan wajahnya Oregon.
"Kamu..."
Bukan hanya Oregon yang terkejut dengan perubahan naga Zeero kali ini, meskipun dia sudah melihat keadaan wajahnya naga Zeero. Di saat dia baru saja datang ke puncak gunung berapi waktu itu.
Justru Ellie yang sangat terkejut dengan perubahan naga Zeero. Matanya membulat sempurna, karena tidak percaya jika dia akan bertemu dengan pemuda itu di rumahnya sendiri. Bahkan ternyata, pemuda yang pernah menidurinya beberapa tahun yang lalu adalah perwujudan dari naga Zeero. Yang waktu itu berubah wujud menjadi manusia.
Ellie tidak bisa berkata-kata. Dia membisu, dan hanya bisa menatap naga Zeero yang sudah berubah menjadi manusia saat ini.
"Maaf jika perubahan wujud ku ini membuat mu terkejut, ibunya Oregon."
Oregon memiringkan kepalanya, memperhatikan bagaimana cara ibunya menatap naga Zeero, yang sudah menjadi manusia.
Dia justru berpikir bahwa, naga Zeero mampu berubah wujud dan wajahnya, sesuai dengan apa yang dia inginkan.
"Ibu, dia adalah seekor naga yang hebat. Pasti dia bisa berubah sesuai apa yang diinginkan. Jadi, ibu tidak usah takut, dengan dia berubah wajah seperti Aku. Apa ibu keberatan dengan perubahannya? Ibu takut dengannya?"
Ellie tidak segera menjawab pertanyaan anaknya, tapi justru naga zero yang akhirnya memberikan jawaban dan penjelasan kepada Oregon, bahwa dia adalah ayahnya.
"Ini adalah kesalahanku. Aku adalah ayahmu Oregon." Jelas naga Zeero membuka rahasia yang selama ini ditutup rapat oleh Ellie dari siapapun. Termasuk dengan Oregon sendiri.
"Apa, Ayah? Bagaimana bisa ayahku adalah Kamu, yang seekor naga?" tanya Oregon dengan cepat.
Dia tentunya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh naga Zeero.
Seekor naga yang sudah dia taklukkan di atas gunung berapi.
Tapi karena ibunya diam saja dengan tatapan mata yang kosong, membuat Oregon meminta penjelasan dan jawaban dari ibunya itu. Sebuah jawaban atas pertanyaan demi pertanyaan yang seharusnya dia ketahui sejak dulu.
Akhirnya, dengan terbata-bata, Ellie mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh naga Zeero.
Dia juga menceritakan tentang kejadian delapan tahun yang lalu. Di saat dia menjadi sesembahan untuk kerajaan klan naga.
*****
Suasana di kerajaan klan naga, tetap tidak bisa dikendalikan meskipun naga kedua, naga Azzurra, sudah meninggal dunia.
Keegoisan para pangeran naga tersebut, mengalahkan rasa simpati, atas kepergian saudara kedua mereka.
Seakan-akan tidak terpengaruh dengan hilangnya nyawa naga Azzurra.
Nyatanya, pertempuran guna memperebutkan gelar raja para naga, tetap terjadi. Hingga kedatangan naga Zeero bersama dengan Oregon.
"Kakak. Apa yang kalian lakukan?" teriak naga Zeero bertanya pada semua saudaranya.
Dia melihat bagaimana keadaan kerajaan klan naga yang sudah porak poranda, akibat pertempuran mereka semua. Dan ini sudah tidak bisa dikatakan sebagai kondisi sebuah kerajaan yang besar dan disegani.
Kelakuan saudara-saudaranya itu, tidak patut untuk dijadikan contoh dan pertimbangan. Agar salah satu dari mereka menjadi raja.
Kwakkk... kwakkk...
Berrr...
"Kamu? Kenapa pulang?" tanya naga Drake dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah naga Zeero. Adiknya yang sudah lama tidak ada di kerajaan klan naga.
"Kamu seharusnya masih seratus tahun lagi di hukum!" cemooh naga Donkma. Yang ahli dalam tata negara kerajaan klan naga.
"Aku tidak bersalah. Dan apa yang kalian tuduhkan waktu itu, tidak sama seperti yang terjadi sebenarnya." Naga Zeero membela diri dari tuduhan-tuduhan yang dulu membuatnya harus dihukum.
"Cihhh! Mencoba untuk mencari alasan. Dan itu, apa yang Kamu bawa? Apakah itu tumbal yang akan Kamu berikan pada kami, sebagai ganti dari hukuman yang seharusnya masih Kamu jalani?"
Semua mata para naga teralihkan dari naga Zeero ke anak kecil yang ada di punggungnya. Karena sedari tadi, Oregon memang masih berada di sana. Duduk dengan tenang, sambil memperhatikan semua naga, yang merupakan pamannya sendiri.
"Dia adalah Oregon. Anakku."
"Anak?"
"Anak siapa?"
"Mana mungkin dia anakmu?"
Pertanyaan demi pertanyaan, diajukan oleh para naga. Karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh naga Zeero. Yang mengakui bahwa Oregon adalah anaknya.
kalo tetua itu kerjaannya apa aja....
hubungannya dgn oregon apa. ???
bukannya se EKOR THOR????
kalau gak ada...bakalan bikin bosen