novel ini menceritakan cinta yg berubah jadi benci namun perjodohan membawa ke pernikahan bisakah benci kan berubah jadi cinta lagi????
ayo mampir ke novel perdana saya maaf bila Ada pemilihan kata yang kurang sesuai🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani.ctmur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
Di sebuah kamar duduk lah seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang terurai sedang menatap keluar jendela sambil menikmati indahnya langit di sore hari.
iya gadis itu adalah serly.
dengan mata sembabnya dia berusaha kuat untuk menerima kenyataan akan perjodohan dari orang tuanya.
sementara itu di tempat lain Frans melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju sebuah cafe di deket kantornya untuk menemui Reno.
setiba disana terlihat Reno sudah duduk menunggu kedatangannya.
"kenapa sih lesu gitu" tanya Reno
"aku lagi pusing ren"
"kenapa masalah jeni lagi"
"mana cincinnya" kata Frans tanpa menghiraukan pertanyaan Reno.
lalu Reno menyerahkan kotak merah yang berisi sepasang cincin Frans.
Malam begitu sunyi di iringi gemricik air hujan yang menambah sunyi nya malam Frans yang duduk menikmati dinginnya malam dikagetkan dengan kedatangan adek yang paling dia sayang.
"oe,,, kenapa sih kakak akhir akhir ini suka bengong" sapa dara sambil mengagetkan kakaknya.
"ga papa kakak cuma pusing"
"kak emang bener kakak besok mau tunangan sama anaknya om Amir" ? tanya dara sedikit kepo.
"hem,,,, " jawab Frans.
"bukane pacar kakak tu kak jeni lalu kenapa kakak mau tunangan ama anak om Amir"?
" kamu masih kecil ga perlu tau"jawab Frans ketus.
"kak aku tau seisi rumah ini selalu menggangap ku anak kecil, tapi aku tau kok gimana perasaan kakak sekarang. pasti sakit tidak bisa memiliki orang yang kakak sayangi"
mendengar perkataan adeknya Frans cuma terdiam, dia tidak menyangka ternyata cuma dia yang memahami perasaannya saat ini.
"tumben kamu lempeng"? tanya Frans
" iya kak aku harus bisa mendewasakan diri supaya bang Reno mau membalas rasa ini"jawab dara dengan sedikit cengengesan.
mendengar ocehan Dara Frans mulai kesal dan mengusir nya dari kamarnya
"udah stop dek kakak ga mau denger ocehan kamu kepala kakak jadi tambah pusing, sekarang kamu keluar dari kamar kakak terus tidur sudah malem,"
"ih kakak galak amat sih ama adeknya" kata dara sambil berlalu keluar meninggalkan Frans.
Di tempat lain serly menatap kosong ke dinding kamarnya.
"Ya Alloh apa yang harus aku lakukan besok adalah hari pertunangan ku dengan Frans, haruskah aku memberi tau pada Leo tentang hal ini atau aku sembunyikan semua ini dari dia? tidak Leo tidak boleh tau hal ini" gumam serly seorang diri.
tring... suara ponsel serly berbunyi dilihatnya pesan via WA dari Virly.
Virly : hay ser kamu lagi apa
serly :hay juga lagi meratapi nasib ku besok😭😭
virly:sudah nikmatin aja siapa tau jodohmu keren, terus Leo buat aku deh🤣🤣
serly:😡😡😡😡.
Virly :sudah tidur sono udah malem biar besok cantik di depan calon suami🤣🤣🤣🤣
"dasar gak jelas malem malem bikin orang tambah kesel" gerutu serly
lalu dia menarik selimutnya dan memejamkan mata.
sementara di rumah mama Meta lagi disibukan suasana pagi seperti biasa.
"bik tolong panggil dara suruh cepet turun buat sarapan pagi"
"iya nyonya" jawab bi suti (ART di rumah Frans)
lalu bi suti menuju kamar dara.
tok tok tok...
"Non dara di suruh turun ama nyonya buat sarapan non"
"iya bi bentar"
"selamat pagi ma, selamat pagi pa" sapa dara
"selamat pagi juga sayang" jawab pak handoyo dan mama Meta bersamaan.
"kak Frans mana ma"?
" kakakmu sudah berangkat pagi pagi tadi katane ada urusan penting ama Reno di kantor"jawab mama Meta.
"yah,,,, aku gak ketemu bang Reno dong"
"Dara kamu fokus dulu ama kuliah kamu" kata pak handoyo.
"oiya sayang entar malem kita mau ke rumah om Amir jadi kamu jam5 sore harus sudah di rumah"!
" ma emang ini serius kak Frans mau tunangan"? tanya serly.
"iya, udah kamu buruan kelarin makan tar kamu telat".
Di kantor fikiran Frans kacau, dia bingung tentang pertunangan nya dengan serly,
mungkin siap tidak siap harus siap.
" kenapa sih tu cewek mau di jodohin mungkin kalau dia gak mau semua ini gak akan terjadi, sungguh menyebalkan dari dulu " gumam Frans seorang diri.
Malam pun tiba keluarga pak Amir sudah siap dengan jamuan untuk menyambut calon besanya dateng.
"bu gimana serly apa dia sudah siap"? tanya pak Amir.
" bentar yah ibu lihat dulu"
lalu bu Nita berjalan menuju kamar serly.
dia melihat serly menangis di depan meja riasnya.
"sayang kamu jangan nangis terus bentar lagi keluarga om handoyo dateng." ucap bu Nita sambil menyeka air mata serly.
"bu apa kah serly bermimpi"?
" enggak sayang ini nyata kamu harus bisa tersenyum yah, ibu yakin pasti kamu akan bahagia bersama Frans. sekarang ibu tinggal ke bawah dulu mau bantuin bibi siapin jamuan" pamit bu Nita yang di jawab anggukan oleh serly.
tok tok tok.... "assalamu'alaikum"
"waalaikum salam" jawab bu Nita sambil membuka pintu.
di depan pintu terlihat rombongan keluarga pak handoyo.
"mari mari silahkan masuk"
"terimakasih" jawab mama Meta.
lalu mereka duduk di tempat yang sudah di persiapkan keluarga pak Amir.
pertunangan ini memang dilakukan sederhana dan hanya dihadiri keluarga inti. Frans yang duduk di samping mama Meta dan Dara cuma diam membisu
dia tampak cuek, di rikiran dia terlintas serly yang dulu jelek item dan gendut,.
"Frans jaga sikap kamu, senyum" bisik mama Meta ke Frans
"oiya mana calon menantuku" tanya mama Meta.
"bu tolong panggil serly'"!
" iya yah"jawab buNita.
lalu bu Nita berjalan menuju kamar serly.
"sayang ayo turun keluarga om handoyo sudah datang"
gemuruhnya hati serly mendengar perkataan ibunya., dia cuma membalas dengan anggukan.
Serly yang cantik dengan balutan dress berwarna biru dongker dengan rambut yang tertata rapi terlihat begitu anggun. paduan warna uang kontras dengan warna kulit nya yang putih menambah keanggunan di wajahnya.
serly menuruni tangga berjalan menuju tempat dimana kedua keluarga itu berada.
"aduh.... cantik sekali menantu mama" suara mama Meta memuji kecantikan serly.
sementara Frans matanya masih tertuju terpesona melihat kecantikan serly yang jauh dari apa yang dia fikirkan selama ini, ternyata serly sekarang berubah menjadi wanita cantik dan anggun.
"kak serly cantik ya kak ampe mau copot tu mata" bisik dara ke telinga Frans sehingga dia kaget tak menyadarinya.
"oke sekarang semua sudah berkumpul jadi kita mulai acaranya" ucap mama Meta.
"Amir, Nita kedatangan kita kesini malam ini bertujuan untuk menyambung silaturahmi keluarga kita sekaligus ingin melamar serly untuk anaku Frans," ucap pak Handoyo.
"semua saya serahkan ke serly, gimana nak apa kamu bersedia menerima lamaran Frans"? tanya pak Amir ke serly.
sesak rasane di dada serly tapi dia harus kuat karna dia tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya, dengan berat hati serly pun menjawab
" iya serly bersedia".
"baiklah sebagai ikatan sebelum berlangsungnya pernikahan, kalian tunangan dulu, Frans ayo" ucap mama Meta.
lalu Frans duduk di samping serly dan saling memakaikan cincin sebagai ikatan pertunangan mereka.
"sekarang kalian sudah bertungan papa harap kalian bisa jaga diri" pesan pak Handoyo.
"ingat ikatan kalian ini separuh jalan menuju pernikahan, ayah harap kalian bisa menjaga semua ini" ucap pak Amir.
"untuk tanggal pernikahanya gimana kalau bulan depan"? tanya mama Meta.
" APA...."? teriak Serly dan Frans bersamaan.
"Ih kakak sweet banget deh belom belom aja udah kompak" ledek dara.
"maaf tante apa itu gak terlalu cepat"? tanya Serly.
" kita sih nurut mbak ama mas handoyo aja"sela ibu Nita.
"sayang buat apa ditunda lama lama toh juga kalian sudah dewasa, gimana Frans apa kamu setuju"?
" Frans terserah mama aja".
"oke kalo gitu kita sepakat ya pernikahan akan kita adakan bulan depan, lalu gimana dengan nak serly"? tanya pak Handoyo.
" serly ikut saja om, tapi serly minta pernikahan ini dilakukan sederhana tanpa resepsi dan hanya dihadiri keluarga dekat"pinta serly.
"owh iya sayang ga papa untuk acara resepsi kan bisa belakangan yang penting kalian syah dulu" jawab mama Meta.
Akhirnya semua setuju dan ditutup lah acara malam itu, keluarga pak Handoyo berpamitan.
sepulangan keluarga pak Handoyo serly langsung menuju ke kamar menumpahkan air matanya yang tertahan.
sakit rasa hatinya seakan akan sudah pupus sudah harapanya merajut cinta dengan Leo dia lihat cincin di jari manisnya hatinya semakin hancur.
malam yang sunyi itu serly hanya bisa berteman air mata yang diiringi suara detak jam yang tergantung di dinding kamar serly.
terimakasih atas dukungannya