kania dewi seorang pengusaha sukses dan tidak suka membaca nove,tiba-tiba transmigrasi ke novel yang ia pinjam dari sahabatnya.
bagaimana kisah kania dewi ketika tahu dirinya menjadi protagonis?
terima kasih yang sudah membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ossi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
cinta itu memang menyakitkan apalagi dia yang kau cintai tak membalas cintamu.
bella sedang uring-uringan karena ia gagal membully iris dan malah ia yang ikut dikerjain,dua sahabatnya hanya melihat kelakuan bella.
"mau sampai kapan lo uring-uringan begini?"ucap santai jasmine menyadarkan bella.
"gue punya ide mau nggak?"ucap elena membuat kedua sahabatnya menatap kearahnya.
"ide apa?"setelah mendengar ucapan bella,elena membisikan idenya dan bella langsung tersenyum.
"gue saranin jangan sampai membunuh seseorang cukup mengerjai saja"jasmine yang masih mode bijak pun menasihati sang sahabat.
"ah nggak asik lo! kalau mode bijak begini"
"oke gue akan membuat dia pergi menjauh dari ayang cavan"bella kembali bahagia setelah mendapat ide brilian.
keesokan harinya iris masih santai menjalani kuliahnya,ia pun tidak lupa untuk mencari informasi tentang keluarga iris.
iris memasuki kelas tanpa menyadari ada sesuatu yang aneh,pelajaran pertama dilalui dengan baik hingga ketika ia ingin berdiri tiba-tiba ia tidak bisa berdiri.
melody yang melihat iris tak kunjung bangun pun menghampiri.
"lo kenapa?"
"bantu gue berdiri?"ucap tenang iris walau dihati ia sudah menduga.
"aneh lo"ketika melody menarik iris ia tidak kuat seolah iris dilema dengan bangku.
"wah lo nggak nyadar kalau dibangku lo ada lem? parah nih kayaknya lem cap tikus deh,mending nunggu sepi gue pergi buat beli rok baru buat lo"melody melangkah pergi tanpa mendengar jawaban dari iris yang masih bengong.
"what? dasar sahabat gila masa gue ditinggal sendiri? kan lo bisa beli lewat toko online ya ampun ampuni hambamu ini"gerutu iris yang mengutuk melody hingga ia terpikir sesuatu.
bella yang melihat iris duduk sendirian pun menghampiri dengan kedua sahabatnya.
"Haha kenapa lo nggak bisa bangun ya? kasian? mangkanya jadi cewek itu jangan ganteng pake sok cantik segala lagi,inget ini baru peringatan jangan deketin cavan"bella menyengkram pipi iris dan melepaskannya dengan kasar.
"Haha jadi lo takut cevan suka sama gue? hmm menarik bagaimana kalau kita mengejar secara sportif siapa yang dapat berarti dia harus mundur secara teratur"ucap santai iris melayani sang antagonis, sekarang ia tidak takut mati karena ia yakin akan bertemu dengan keluarganya.
"what jadi lo mau taruhan begitu? heh j****** lo sadar diri dong lo itu siapa? lo cuman anak beasiswa,lo mau nggak bisa lanjut kuliah sok belagu banget sih lo"elena yang sudah gatal menarik rambut iris dengan keras.
"cih mainnya keroyokan kalau berani satu lawan satu dong"
plak..
plak..
dua tampan hingga dikeluarkan pipi iris,iris yang merasa bahwa kedua pipinya kaku dan ngilu 'sial nih anak tamparannya keras juga lama-lama pipi gue kaku woy'gerutu bathin iris.
"masih belagu lo hah?!! hidup lo itu nggak ada apa-apanya jadi jangan sok belagu apa lagi sok berkuasa"bella yang sudah emosi menarik kembali rambut iris dengan kasar hingga iris berteriak namun mulutnya disumpal kain oleh elena.
"mau teriak lo? selokan teriak? nggak bakal ada yang denger teriakan lo,gue punya hadiah terakhir buat lo"bella mengambil ember lalu menyiramkannya ke tubuh iris bau tak sedap pun mulai tercium.
"yuk gais kita pergi disini bau enek gue pengin muntah"ajak bella ke sahabatnya dan mereka pun pergi meninggalkan iris yang mulai tak sadarkkan diri.
terima kasih sudah membaca.
jangan lupa untuk like, vote and koment.