NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:506k
Nilai: 4.3
Nama Author: Humairah_bidadarisurga

MALAM INI HUJAN MENGGUYUR BUMI

Malam ini hujan mengguyur bumi,
dan suami tercinta tak ada di sini
dia mungkin sedang bercanda dan tertawa
bersama istri yang lain..
aku ingin menangis..
aku ingin sedih..
tapi dia berpesan padaku bila ini terjadi
maka kembalilah kepada cinta pada Allah
gelar lagi sajadah dan bersujudlah
baca lagi Al Quran penuh kecintaan
dan tetap genggam bahwa Allah adalah cinta teragung..
lalu kulakukan semua nasehatnya
hingga kudengar langkah kaki syaitan menjauh
syaitan itu sangat-sangat kecewa padaku
sebab tetap Allah tujuanku
di saat penuh rindu seperti malam ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Syakir mengusap lembut kepala Kirana uang terbalut dengan hijab panjang.

"Siapa namamu anak muda?" tanya Bapak Arif dengan pelan dan suaranya berat bergetar.

"Namaku Muhammad Syakir, panggil saja Syakir," ucap Syakir dengan pelan dan sopan.

Bapak Arif menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil memeluk Kirana, putri semata wayangnya.

"Kita duduk Pak, biar lebih nyaman bercerita. Bapak harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi," ucap Kirana pelan lalu menggandeng tangan Bapak Arif untuk duduk di bangku yang sudah disediakan.

Mereka duduk bertiga dalam satu meja. Kirana duduk disebelah Bapak Arif dan Syakir duduk tepat dihadapan Kirana dan Bapak Arif.

"Bapak sudah makan?" tanya Kirana pelan kepada Bapak Arif.

Bapak Arif menggelengkan kepalanya pelan dengan malu-malu.

Kirana mengangguk pelan dan membuka kantong plastik yang ada didepannya. Mengeluarkan nasi bungkus yang dibelinya tadi dan mulai menyuapi Bapak.

"Kiran suapi ya Pak, dulu sewaktu Kiran kecil, pasti Bapak yang menyuapi Kiran, sekarang sudah saatnya Kiran yang menyuapi Bapak," ucap Kiran lirih. Kedua matanya masih basah, sisa air matanya juga masih tercetak jelas di wajah Kirana.

Syakir hanya memperhatikan gerak gerik Kirana yang memang sangat ikhlas dan tulus mengurus Bapak, dengan pelan satu suap demi satu suap pun masuk ke dalam mulut Bapak.

"Enak Pa? Ini makanan kesukaan Bapak, Kiran sengaja beli dan memilih semua menu kesukaan Bapak," ucap Kiran pelan dengan suara yang serak. Rasa sedihnya sudah tidak tertahan lagi, rasanya ingin memeluk tubuh tua dan kurus itu.

"Bagaimana kamu mendapatkan uang Kiran? Bapak belum bisa menguliahkan kamu Kiran, maafkan Bapak," ucap Bapak Arif dengan pelan.

Kirana hanya menggelengkan kepalanya pelan.

"Kirana mau kerja saja Pak," ucap Kirana pelan.

"Kamu yakin Kirana? Lalu cita-citamu bagaimana? Kamu mendapatkan nilai tertinggi bukan?" tanya Bapak Arif dengan rasa penasaran.

"Cukup Pak, jangan pernah suruh Kiran untuk selalu menjadi yang terbaik, jika Bapak tidak bisa mencontohkan sikap dan perbuatan baik pada Kiran!" ucap Kiran dengan rasa kecewa. Kiran tidak habis pikir dengan ucapan Bapak Arif yang selalu menanyakan bagaimana nilai, nilai dan nilai, tapi tidak pernah mau tahu bagaimana perasaan Kiran menjalani prosesnya.

"Kamu tidak tahu apa yang terjadi Kiran! Jangan kamu ikut menghujat Bapak!" ucap Bapak dengan suara yang sangat keras dan lantang.

"Kiran tidak mendapat nilai tertinggi, Kiran lelah dan capek, Pak," ucap Kiran dengan suara lemah.

"Apa?! Bapak kerja banting tulang untuk menyekolahkan kamu, Kiran!! Mana balasannya Kiran!!" suara Bapak semakin meninggi.

Kiran sudah memerah dan kecewa dengan sikap Bapak yang terus menyudutkan Kiran. Syakir hanya menatap Kiran untuk tetap melemah dan sabar. Namun, Kiran tidak mengindahkan peringatan Syakir melalui tatapan matanya.

"Bapak, tidak pernah bisa mengerti perasaan Kiran, Bapak itu jahat!!" teriak Kiran dengan rasa kesalnya.

"Kiran! Dia Bapak kamu, bersikaplah sopan dan hormat. Bapak melakukan itu pasti ada alasannya, bukan tanpa alasan," ucap Syakir pelan namun terdengar sangat tegas.

Kirana menatap Syakir, begitu pula dengan Syakir yang menatap ke arah Kirana sambil memberikan kode keras dengan menggelengkan kepalanya.

Kirana mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya lalu melanjutkan menyuapi Bapak hingga makanan itu habis tidak bersisa.

"Maafkan Kiran, Pak. Bapak mau minum?" tanya Kiran pelan dan memberikan satu botol air mineral yang sudah dibuka tutup botolnya.

Pak Sarif menerima botol minuman itu dan meneguknya hingga habis setengah botol.

"Maafkan Bapak juga Kiran, Bapak yang ng membuatmu seperti ini. Bapak selalu menuntut kamu untuk menjadi yang terbaik. Kamu benar Kiran, bahkan Bapak tidak bisa mencontohkan hal baik kepada anaknya sendiri. Bapak ini seorang guru mengaji dengan pendapatan yang pas-pasan untuk membiayai keluarga. Bapak mencari pekerjaan lain dengan menjadi seorang tukang kebun dan mencuci mobil di rumah Miss Sheila," ucap Bapak Arif dengan suara pelan.

Bapak menatap lurus ke arah tembok mengingat kejadian beberapa hari lalu yang terjadi begitu cepat.

"Lalu, bagaimana Pak?" tanya Syakir dengan suara lembut.

Pak Arif menatap Syakir dan menganggukkan kepalanya pelan lalu melanjutkan cerita tentang kejadian dua hari yang lalu.

"Saat itu Bapak sedang menyiram tanaman di taman bagian belakang rumah dan membersihkan rumput liar yang sudah mulai meninggi. Miss Sheila sedang menerima tamu, ada satu mobil berwarna putih yang terparkir di depan rumah. Bapak hanya menyelesaikan pekerjaan Bapak dan masuk ke dalam rumah untuk berpamitan dengan membawa gunting rumput yang sangat tajam. Saat masuk ke dalam rumah, Ria, gadis yang bekerja di rumah Miss Sheila sedang membuka kamar Miss Sheila dan beberapa laki-laki yang menjadi tamu itu mulai bersikap tidak pantas pada Miss Sheila, kalau Bapak menolongnya. Miss Sheila berteriak minta tolong, saat itu juga Ria mengarahkan gunting rumput yang Bapak pegang ke arah perut Miss Sheila, astagfirullah ..." ucap Bapak Arif pelan dan mengucap istighfar berulang kali.

Kedua wajah Bapak Arif ditutupi dengan kedua tangannya yang mulai berkeriput dan urat urat hijau yang terlihat tersembul dalam kulit.

"Jadi pembunuh itu Ria? asisten rumah tangga Miss Sheila?" tanya Syakir dengan rasa penasaran.

"Bapak yang memegang gunting rumput itu, namun yang mengarahkan Ria, siapa yang harus disalahkan? Saat barang bukti masih Bapak pegang, dengan darah yang berceceran di lantai dan muncrat ke baju Bapak," ucap Bapak Arif lirih dan sedikit ngilu menceritakan kejadian nahas itu.

"Lalu Ria kemana?" tanya Syakir pelan.

"Ria berteriak kepada warga sekitar dan memberikan informasi palsu, bahwa Bapak yang menusuk Miss Sheila karena tidak diberi pinjaman untuk menguliahkanmu Kiran. Padahal, sore itu Miss Sheila akan memberikan uangnya dengan cuma-cuma untuk Bapak menguliahkanmu dengan catatan Kirana mau bekerja paruh waktu di restoran milik Miss Sheila," ucap Bapak Arif menjelaskan secara detil.

"Tamu itu?" tanya Syakir menyelidik.

"Mereka pergi membawa tas besar yang dibawa Ria," jawab Pak Arif pelan.

"Berarti ini semua sudah direncanakan, perampokan yang berakhir pada pembunuhan. Keji sekali orang yang melakukannya. Satu-satunya Ria harus diinterogasi, biar nanti Syakir yang membantu Bapak agar cepat keluar dari tempat ini," ucap Syakir pelan.

"Tidak perlu Nak Syakir, semua sudah berlalu, Ria sudah pergi entah kemana," ucap Pak Arif dengan wajah sedih.

"Tapi Pak?" ucap Syakir pelan.

"Tidak ada tapi, semua sudah terlambat dan yang paling penting, ini semua takdir. Dengan kejadian ini menyadarkan Bapak untuk tidak terus menemenekan seseorang untuk melakukan sesuatu yang mungkin dilakukan secara terpaksa, maka hasilnya akan buruk juga," ucap Pak Arif dengan bijak.

Kirana tersenyum dan memeluk Bapak Arif dengan penuh kasih sayang.

"Kirana sayang dengan Bapak," ucap Kirana dengan rasa bahagia.

1
Shifa Burhan
authornya kayak seorang wanita muslim yang tau akan hukum ajaran agam islam tapi miris nya dia malah membenarkan semua kelakuan menjijikan Kirana dan fahad

miris pola pikir mu thor

belajar lagi ajaran islam
*islam melaknat pelakor dan pebinor
*islam melaknat lelaki mendekati istri orang
*islam melaknat istri mencerita masalah rumah tangganya pada lelaki lain
*islam melaknat istri yang dekat dengan pria lain
*islam melaknat istri yang membela pria lain didepan suaminya
*islam melaknat istri menjatuh kan kehormatan suaminya didepan pria lain
*islam melaknat istri yang tidak bisa menjaga kehormatan suaminya
*islam melaknat istri yang bisa membuat fitnah dengan dekat dengan pria lain

belajar agama lagi dengan benar, ingat thor walaupun ini hanya novel tapi cara kau membenarkan sebuah kesalahan niscaya kau akan diminta pertanghunh jawaban

renungkan lah
Shifa Burhan
sefatalnya kesalahan syakir tapi lebih menjijikan kelakuan Kirana yang seorang istri, curhat pada lelaki lain, tinggal dengan lelaki lain, pergi dengan lelaki lain, mengunbar aib rumah tangganya pada lelaki lain, merendahkan harga diri suaminya didepan pria lain, memilih pria lain didepan suami

kelakuan Kirana lebih menjijikan dari seorang pelacur sekalipun, tapi miris, tidak bermoral nya, munafik nya novel ini dan pemikiran author malah membenarkan semua kelakuan Kirana

mudah mudahan saja author punya suami yang sifatnya kayak Kirana dan punya teman wanita yang baiknya kayak fahad, amin
Shifa Burhan
yang membuat novel ini jadi munafik adalah
*melaknat kelakuan pelakor fatma tapi kalian memuja kelakuan pebinor fahad
*kalian melaknat intrkasi syakir dan fatma tapi kalian malah membenarkan intrkasi Kirana dan fahad
soesi soesi
Kecewa
soesi soesi
Buruk
Ira Sulastri
Kl jd istrinya udah saya tinggalkan, bukan mau durhaka tp realita jg kebutuhan banyak. Untuk apa mempertahankan rumah tangga yg tak sehat jg
Ira Sulastri
Alloh tak akan menurunkan rejeki kl hanya bersholawat saja tp di barengin dg ikhtiar/ usaha, kl pernikahan dr awal sdh di awali dg kebohongan hidup tak akan damai karena akan terbiasa dg kebohongan2 selanjutnya
Ira Sulastri
Suami mmg harus di ingatkan kewajiban, jangan mau enaknya saja. Kebutuhan banyak dan harga serba ganti harga bukan naik lg
Ira Sulastri
Lebih baik pergi cari kerja untuk anak2 drpd berharap dg suami sampah, g ada usaha untuk keluarga
Ira Sulastri
Jangan kasih ampun untuk Sinta, jangan pernah jenguk dia di hotel prodeo. Biarkan dia menghabiskan sisa hidupnya disana, merenung kejahatan yg SDH di lakukan nya
Ira Sulastri
Daniel harusnya rumah di pasangi cctv supaya kamu mudah memantau keadaan rumah di saat Melati kau tinggalkan, kasih penjaga an untuk Melati. Gugatan cerai ga usah ngomong ke Sinta, toh Sinta ga jauh dr Melati karena dia sama aja sebagai alat oleh Baskoro
Ira Sulastri
Lah Daniel gimana sih udah punya bukti kejahatan Sinta dan keluarganya kok ga cerai kan Sinta dr kemarin2, malah di diamkan saja. Kan jd berlarut-larut masalah nya
Jue
Lelaki seperti Syakir di panggil dayus , Nafsu berbini dua tapi mampu berlaku adil , Setiap solat mahupun segala amalan tidak di jadikan tiang untuk kehidupan seharian , Jangan sembang soal derhaka pada orang tua lah , Saat kamu menikah dengan Kirana janji pada tuhan untuk menjadikan Kirana tulang rusuk tanpa tersakiti aja kamu abaikan ,
Orang lelaki ketika kamu menikah keluarga kecilmu adalah tanggungjawab utama , Anak-anak boleh patuh pada orang tua tapi itu berlaku kalau orang tua masih hidup berlandaskan syariat agama , Ini orang tua seperti ibu bapa Syakir tak wajib ditaati lelaki itu boleh bersikap keras kerana mereka nakhoda setiap bahtera rumah tangga .
falea sezi
karma buat orang tua syakir ngerii
falea sezi
uda jd pelakor ngambil suami Kirana skg jd pelakor lagi hadeh
falea sezi
hadehh mending cerai lah kasian Kirana syakir egois keluarga egois Fatimah sama aja ma fahad aja
falea sezi
halah km emank mau dimadu kah bunda ayu egois sadar
Pipit Suciati
Luar biasa
Hanipah Fitri
Syakir sepertinya ketabrak mobil
Hanipah Fitri
yg sangat bersalah dari hal ini adalah bunda Ayu dan Ayah nya Syakir, karna tidak berterus terang mengenai Syakir yg telah mempunyai istri, seandainya terus terang kepada umi Amirah dan Abi Fatih tdk akan seperti ini kondisi nya.
ibu ayu terlalu memaksakan dan telah memisahkan antara Syakir dan Kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!