Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu kembali
Perlahan ia mengeluarkan isi dalam amplop tersebut. Dan betapa terkejutnya ia setelah mendapati isi amplop tersebut.. Amplop itu berisi photo dia dan Selma,mantan pegawainya...
"apa maksudnya ini 'Kek?" tanya Andreas kebingungan...
"bukankah ini adalah alasanmu datang kemari Andreas?" Kakek balik nanya ke Andreas yang membuatnya makin kebingungan..
"apa maksud Kakek? tolong jelaskan!!"
"masih ingin membodohi Kakek kau Iyas.. apa kamu kira kakek tidak memperhatikanmu... ha.." bentak Sang kakek...
"aku tidak mengerti apa maksud kakek, tolong perjelas agar aku mengerti arah bicara Kakek kemana" pinta Andreas..
"berhenti membuat ulah yang akan mencoreng nama baik Keluarga,jika kamu benar-benar mencintainya,segera nikahi dia.. jangan sampai berita ini menyebar baru kamu akan bertindak" kata-kata Kakek semakin membuat Andreas bingung.. Belum sempat dia bertanya lagi,kakek sudah beranjak dan pergi meninggalkan meja..
Andreas mengejar Sang kakek,ingin menjelaskan bahwa kakek telah salah paham. lagi-lagi.. belum sempat bicara kakeknya sudah bicara dengan tatapan yang sangat tajam..
"aku tidak ingin mendengar apapun terkait hal ini. Aku menunggu kabar pernikahanmu,jika kamu tetap bermain-main.. maka enyahlah kau dari perusahaanku" jawab Sang Kakek yang tidak ingin mendengar bantahan dari Cucunya itu..
Andreas terdiam dan hanya melihat kakeknya berlalu pergi..
"Mengapa kakek bisa salah paham terhadap Selma, apa Kakek menyelidikiku?" pikir Andreas dalam hati..
Ia kemudian kembali lagi duduk,dan hendak memesan secangkir kopi untuk menenangkan pikirannya saat ini...
"Pelayan" kata Andreas...
Salah satu pelayan mendekat berkata...
"ada yang bisa saya bantu?" tanya Sang pelayan...
"aku ingin secangkir kopi" kata Andreas dingin...
"baiklah.. silahkan tunggu sebentar"
Lalu pelayan tersebut berlalu..
Sambil menunggu kopinya datang,Andreas melihat-lihat sekeliling dan tertuju pada sosok yang tidak asing baginya. Sosok yang memakai seragam Caffe sedang membersihkan meja.. Dia adalah Selma..
Setelah di pecat ternyata dia bekerja sebagai pelayan Caffe. Andreas tetap melihat pada sosok Selma,hingga pada akhirnya pandangan mereka beradu.. Andreas hanya tersenyum kecil dan Selma langsung menundukkan kepalanya...
Selma dan Andreas bersikap seperti orang asing. Setelah kejadian itu... Andreas tidak pernah mendengar kabar tentang Selma,dan Selma tidak menghubunginya terkait kecelakaan yang di sebabkan supirnya.. Sementara Selma,malu untuk bertemu dengan mantan bosnya tersebut karena permohonannya terakhir kali...
Pada saat Andreas memanggil pelayan untuk membayar tagihannya,Selma di perintahkan manager Caffe untuk menemuinya.. Selma hanya menurut dan mendekat kearah Andreas...
"Berapa??" tanya Andreas...
"Limapuluh ribu" jawab Selma
Lalu Andreas mengeluarkan uang pecahan seratus ribu. Dan segera beranjak ingin meninggalkan Selma...
"maaf Tuan... tunggu untuk kembaliannya.." kata Selma dengan wajah yang masih menunduk..
"Ambil saja untukmu"..
"maaf Tuan.. kami dilarang menerima apapun dari para pelanggan,mohon tunggu sebentar untuk kembaliannya.."
"baiklah". Andreas menunggu.. Tidak lama kemudian Selma kembali dengan sisa uang kopinya...
"terimakasih" jawab Andreas
"Silahkan datang kembali ke Caffe Kami" Jawab Selma sopan dan menundukkan kepala
Andreas kembali kekantor dengan perasaan bersalah setelah bertemu dengan Selma. Selma tampak lebih kurusan setelah lama tidak bertemu. Mungkin karena pekerjaannya.. pikir Andreas...
Tiba-tiba Andreas mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor...
"hallo.. ini aku... aku akan mengirimkan sebuah Profil.. aku ingin kau menyelidikinya.. aku ingin kabar secepatnya..." kata Andreas singkat dan segera mengakhiri panggilan telepon...
Andreas mengetuk-ketukan jarinya di atas meja sambil berpikir... Tak lama kemudian kembali bekerja..