NovelToon NovelToon
BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Duda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:161.1k
Nilai: 5
Nama Author: Julia Fajar

Devina Arsyla meninggal akibat kecelakaan mobil, saat dia hendak menjemput putrinya di sekolah. Mobil Devina menabrak pohon ketika menghindari para pengendara motor yang ugal-ugalan di jalan raya.

Sejak kejadian itu Mahen Yazid Arham, suami Devina sangat terpukul. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor serta di club malam bersama teman-temannya daripada tinggal di rumah.

Hal ini membuat kedua keluarga sangat cemas dan prihatin, lalu mereka sepakat untuk meminta Mahen ganti tikar yaitu dengan menikahi Devani Arsya, adik kembar sang istri.

Namun, Mahen dan Devani sama-sama menolak. Keduanya beranggapan tidak akan pernah menemukan kecocokan, dengan sifat dan keinginan mereka yang selalu bertolak belakang.

Mahen sejak dulu selalu mengira Devani itu adalah gadis liar, urakan yang hanya bisa membuat malu keluarga, sedangkan Devani juga merasa kehadiran Mahen telah membuat dirinya jauh dari Devina.

Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Apakah akhirnya mereka akan menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. MENGHARAPKAN KEAJAIBAN

Devani sudah sampai di depan ruangan ICU, dia celingukan mencari keberadaan Mama dan juga sahabatnya.

"Hai Sayang! Aku di sini," ucap Bastian yang muncul di belakangnya.

"Hussh, nanti dengar mama. Kok bisa kamu yang bawa Devina kesini Bas? Kamu yang buat dia kecelakaan ya! Awas kamu, jika sampai terjadi hal buruk terhadap kakakku!" ancam Devani.

"Ya...aku menyesal Van! Aku juga salah, aku ikut dalam rombongan yang telah menyebabkan kakakmu kecelakaan. Tapi sumpah deh, aku tidak tahu jelas kejadiannya karena aku di barisan paling belakang. Aku kaget saat mendengar suara mobil menabrak pohon dan asap mulai mengepul dari mobil kakakmu," ucap Bastian.

Sejenak dia terdiam, lalu melanjutkan ucapannya, "Kamu 'kan tahu bagaimana sifatku, aku tidak mungkin meninggalkan tempat kejadian seperti mereka. Terserah deh, jika kamu, keluargamu dan yang lain menyalahkan aku, aku pasrah. Walaupun tingkah dan pergaulanku urakan seperti ini tapi aku nggak mau jadi orang yang tidak bertanggungjawab."

Walaupun Devani belum lama mengenal Bastian, tapi dia tahu Bastian adalah pria yang baik.

Penampilan Bastian memang seperti preman, tapi jiwanya lembut, perhatian dan penyayang.

Bastian juga bukan berasal dari keluarga sembarangan, dia anak dari orang terpandang dan kaya raya, tapi Bastian tidak pernah membanggakan kekayaan orangtuanya seperti para pemuda lain yang Devani kenal.

"Kenapa kamu diam Van? Kamu tidak percaya dengan ucapanku ya?" tanya Bastian.

"Aku percaya kok! Jika aku tidak percaya kamu, mana mungkin kita jadian."

Mendengar ucapan Devani, Bastian pun tersenyum, lalu dia berbisik di telinga Devani, "Terimakasih sayang, kamu sudah mempercayaiku. I love you," ucap Bastian.

"I love you too," jawab Devani dengan gerakan mulut saja, tanpa mengeluarkan suara.

"Itu mama kamu dan Trias duduk di sana, saudarimu masih kritis di dalam. Kita hanya bisa berdoa, mudah-mudahan dokter segera memberitahukan kabar baik. Pergilah temui mama mu, aku di sini saja, soalnya tadi mama mu sempat marah sama aku," ucap Bastian.

"Maafkan mamaku ya Bas, aku kesana dulu ya!" ucap Devani yang dibalas anggukan oleh Bastian.

Saat Devani mendekati sang mama, mama intan langsung memeluknya dan menangis. Sedari tadi mama Intan memang berusaha menyembunyikan kesedihannya, menahan tangisnya agar tidak terjatuh.

"Ma, kita harus sabar dan banyak berdoa. Ini ujian untuk keluarga kita. Oh ya ma, apakah papa dan Mahen sudah ada menelepon Mama?"

Mama hanya menggeleng, Devani mencari kontak Mahen, dia akan mencoba meneleponnya lagi, tapi belum sempat dia klik nomor Mahen, ponsel Mama Intan berdering.

"Ini dari Mahen Van!"

"Sini Ma! Biar aku yang terima!" pinta Devani. Dia kesal dan ingin marah dengan iparnya itu.

Ketika Devani mengangkat panggilan dari Mahen, dia tidak langsung bersuara. Devani ingin tahu apa yang akan Mahen katakan.

"Hallo Ma, Mama dimana? Apa Mama sudah dengar kabar tentang Devina Ma? Devina kecelakaan dan sekarang di rumah sakit Persada Ma," ucap Mahen.

Mahen heran kenapa sang Mama tidak menjawab sepatah katapun. Ketika dia hendak berucap kembali, Devani pun bersuara, "Telat!" ucapnya dengan marah.

"Hallo...hallo...Van, itu kamu! Mama mana?" tanya Mahen.

"Untuk apa kamu telepon lagi, cepat kesini sebelum kamu menyesal!" ucap Devani ketus.

"Iya, aku sudah hampir sampai. Aku tadi menjemput Annisa dulu karena para guru mau pergi dan sekolah kosong, jadi Annisa tidak bisa menunggu jemputan terlalu lama," ucap Mahen yang mencoba memberi penjelasan kepada Devani, tapi percuma, Devani sudah menutup teleponnya.

Mahen hanya bisa mendesah. Dia tahu, Devani sedang marah. Ini memang salahnya, tapi Mahen nggak mau mengakui kesalahannya kepada Devani. Dia nggak mau gadis itu jadi besar kepala.

Saat Devani hendak menyerahkan ponsel Mamanya, ponsel itu kembali berdering. Terlihat di layar Papa Andara sedang melakukan panggilan video.

Devani mengangkat panggilan tersebut, di sana terlihat wajah sang Papa yang begitu khawatir.

"Bagaimana kabar Kakak Dek?" tanya Papa Andara. Papa memang selalu memanggil Devani dengan panggilan adek.

"Masih kritis Pa, saat ini di ruangan ICU. Papa lagi di mana ini?" tanya Devani.

"Papa sudah jalan menuju rumah sakit, bagaimana keadaan mama kamu?"

"Mama sedih Pa, itu sedang nangis dan lagi ditemani oleh Trias."

"Oh ya sudah, bilang sama mama jangan nangis terus, kita harus sabar dan terus berdoa. Papa tutup dulu ya, papa lagi nyetir, sopir kantor lagi ngantar tamu ke bandara."

"Iya Pa, hati-hati ya Pa!" ucap Devani.

Mahen sudah tiba di parkiran rumah sakit, dia menggendong Annisa dan bergegas masuk mencari ruangan ICU.

Tepat saat dia tiba di sana, dokter yang menangani Devina meminta, salah satu keluarga pasien untuk ke ruangannya, ada hal perting yang ingin Dokter bicarakan.

Devani mengambil Annisa dari gendongan Mahen, lalu dia mengajaknya ke kantin untuk membeli minuman, sedangkan Mahen masuk ke ruangan dokter.

"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Mahen.

Dokter menggelengkan kepala, lalu berkata, "Terjadi benturan keras di bagian kepalanya, jadi ada pendarahan di dalam. Jika ada mukjizat, Bu Devina sadar, kita masih harus melakukan operasi dan kemungkinan besar beliau hilang ingatan. Selain itu, kondisi Bu Devina memang sedang lemah karena kehamilannya. Anda sudah tahu 'kan jika istri anda sedang hamil?" tanya Dokter.

"Iya Dok, saya tahu. Sebelum kecelakaan, istri saya sempat periksa ke dokter dan kami baru tahu jika dirinya hamil," ucap Mahen.

"Sekarang kita hanya bisa berdo'a Pak, mudah-mudahan ada keajaiban untuk Bu Devina. Mengenai calon bayi Bapak, kemungkinan tidak bisa selamat dengan kondisi sang ibu yang seperti ini."

Terimakasih Dok, atas penjelasannya, saya mohon kepada Dokter, lakukanlah tindakan pertolongan yang terbaik untuk istri dan anak saya, berapapun biayanya, akan saya usahakan. Kami keluarga akan membantu kerja Dokter dengan berdoa," ucap Mahen.

"Kita sama-sama berdoa ya Pak," timpal Dokter.

Mahen pun keluar dari ruangan Dokter, Papa Andara yang baru saja tiba langsung menghampirinya, begitu juga dengan Mama, Devani dan juga Trias, sedangkan Annisa di ajak bermain di taman rumah sakit oleh Bastian.

"Bagaimana Hen, apa kata Dokter?" tanya Papa Andara.

Mahen sejenak menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan, lalu mulai menjelaskan sesuai perkataan dokter.

Mama Intan terhuyung, beliau terkejut dan hampir saja terjatuh kalau Papa Andara tidak segera menopangnya.

Air mata kembali menetes, isak tangis semakin kuat terdengar. Mama, Devani dan Trias sama-sama menangis, mereka tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihan karena mendengar hanya keajaiban yang bisa membuat Devina sadar dan sembuh.

Apalagi ketika Mahen memberitahu jika saat ini Devina sedang hamil. Dua nyawa sedang berjuang untuk hidup di dalam sana.

Mama Intan yang tidak bisa menahan kesedihannya lagi, akhirnya pingsan.Tubuh mama luruh ke lantai, Papa Andara yang saat itu berdiri di belakang mama segera menahannya. Lalu meminta Devani untuk memanggil dokter.

1
Sri Puryani
kenapa mahen gj minta tlg gara bantu nyari istri nya trus ksh foto istri nya biar tau wanitanya istri mahen...
Sri Puryani
mahen horang kaya kok istri diculik nyarinya nyantai....msk gk punya anak buah.....
Lilik Juhariah
gk berani baca pemerkosaa hms iks
Euis Kindar Wulan
up
Sulati Cus
alasan mu pak nggak masuk akal, kyk cm km doang yg merasa stres krn pekerjaan 😂terus di bolehin gitu selingkuh, di dunia nyata banyak kok suami yg tertekan dh pekerjaan tp y g selingkuh jg
Bunda Aish
ceritanya sebenarnya bagus, tapi mungkin author nya lebih teliti lagi karena ada bbrp cerita jd berlawanan spt hp Devani waktu diculik Bastian kan sudah dibuang kok bisa ada lg, penjabaran yg maksudnya baik tp jd terasa agak membosankan karena terlalu panjang; contoh makanan khas Turki,hukum memakai pakaian spt lelaki; mngkn bisa dikutip sedikit ; ini menurut saya ya thor, penyampaian nya di buat mengalir tidak dipaksakan. maaf kalau tidak berkenan, tetap semangat berkarya semoga lebih banyak lagi yang baca dan kasih like'...... terimakasih.....💪🏻💕
Bunda Aish
polisi bisa cek cctv kan? atau bisa sewa detektif....masa pasif aja...
Bunda Aish
lho hp Devani bukannya dibuang sama Bastian, kok bisa ada lagi?
Bunda Aish
Annisa itu umur berapa ya thor? dialognya bukan seperti anak-anak usia 5-6 th?
Bunda Aish
kadang lebih dewasa pemikiran Bastian timbang mahen
Bunda Aish
ikhlaskan bukan dilupakan mahen.....
Bunda Aish
sebelum pergi, Devina kan seperti sudah memberikan tanda²....
Bunda Aish
ya tho kita dukung, yang sabar yaa... tetap semangat....💪🏻
Bunda Aish
duh, segitu nya sama ipar sendiri....
Bunda Aish
yang baca juga ikut bingung,devani devina....😉
Bunda Aish
tetap semangat ya thor...
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
bagys
Mardiana Se
Semangat selalu berkarya Author💪💪👍👍👍
Mardiana Se
Dr bab 1 sampai bab ini aku baca, bagus ceritanya... Semangat berkarya selalu ya Author💪💪💪👍👍👍
Imoy
keluarganya bukannya pada tajir..masa g punya anak buah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!