NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Sang Pewaris Tunggal

Belenggu Cinta Sang Pewaris Tunggal

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:150.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nofia

Memiliki trauma masa lalu membuatnya takut berhadapan dengan pria. Dia pun dikirim ayahnya ke luar negeri melanjutkan pendidikannya.

Hingga pada saat dia kembali, dia bertemu seorang pria pemilik bar yang berasal dari desa yang sama.

Pria itu mengacaukan pernikahannya, lalu menikahinya.

Nah...
Bagaimanakah kelanjutannya?

Jangan lupa mampir ya.
Terima kasih atas support nya.
Lope lope buat kalian semua🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.

Sebuah handuk berwarna putih melingkar di pinggang Dion yang baru saja keluar dari kamar mandi. Wajahnya tampak segar, namun pandangan matanya masih nanar, bahkan bau alkohol di mulutnya masih tertinggal meskipun sudah berulang kali berkumur-kumur dan menggosok giginya.

Kini Dion berdiri di depan cermin dengan telapak tangan yang bertumpu pada sisi meja. Dipandanginya pantulan tubuhnya yang masih bertelanjang dada, dia memperhatikan setiap garis wajahnya dengan seksama. Tak ada yang salah dengan wajah itu.

Usai meneguk secangkir kopi dan memakan sepotong roti, Dion segera mengenakan pakaiannya, kemudian berlalu meninggalkan rumah.

Dion berjalan ke suatu tempat yang sangat sepi, tempat dimana ibunya beristirahat untuk selama-lamanya.

Dipandanginya nisan berukuran 20x30 itu dengan mata berkaca-kaca. Tatapannya lirih, hatinya hancur mengingat penderitaan ibunya yang datang bertubi-tubi. Akhirnya cairan bening itu tumpah membasahi tanah pusara sang ibu.

"Ibu, Dion datang. Anakmu pulang." isak nya pilu.

Air mata Dion semakin tak terbendung, dadanya sesak merindukan sosok sang ibu yang tidak akan pernah kembali. Hanya batu nisan berwarna hitam itu saja yang bisa dia sentuh untuk mengobati rasa rindunya yang semakin menjadi-jadi.

"Ibu, Dion sekarang sudah sukses. Dion punya segalanya, tapi hati Dion kosong. Dion tidak punya tempat untuk bersandar. Kenapa Ibu tidak bertahan sampai saat ini tiba. Untuk apa semua ini Bu, untuk apa?" isak Dion mencurahkan segala isi hatinya.

Segala daya dan upaya sudah Dion coba untuk menahan kesedihannya, dia tidak ingin menangis di makam ibunya. Tapi usahanya itu sia-sia, justru hatinya semakin teriris melihat makam orang yang sangat dia cintai itu.

"Dion janji, Dion akan menyelesaikan semuanya untuk Ibu."

Dion menyeka wajahnya yang sudah banjir dengan air mata, bahkan cairan di hidungnya ikut keluar saking terguncang nya dia atas kepergian ibunya.

Diwaktu yang bersamaan, Maura juga datang bersama seorang pria muda. Dia berziarah ke makan ibu dan kakeknya yang juga ada di sana.

Mata Maura sembab menelan tangisannya, sepasang tangannya mengusap rumput hijau yang menutupi tanah pusara. Dia tak henti-hentinya menangis memandangi sepasang nisan yang mulai terlihat lusuh.

"Ibu, Kakek, Maura di sini!" isak nya lirih.

Maura menyentuh kedua nisan itu dengan sepasang tangannya. Kemudian menekuk wajahnya dan mengecup nisan itu bergantian. Pria muda yang ada bersamanya ikut berkaca-kaca menyaksikan pemandangan mengharukan itu.

"Sudah ya Kak, ayo kita pulang!" ajak pria muda itu sembari meraih pundak Maura.

Maura mengusap air matanya, kemudian berpamitan dengan ibu dan kakeknya yang sudah bahagia di alam sana. Dia bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan sepasang pusara itu.

Sesampainya di gerbang TPU, langkah ketiganya tiba-tiba terhenti. Tak ada yang menyangka mereka bertiga akan bertemu di sana.

"Kak Dion," sapa Miko, pria muda yang datang bersama Maura.

Dion menatap Miko dengan mata yang masih merah. Perlahan dia mengalihkan pandangannya ke arah Maura yang tengah berdiri tepat di samping Miko.

"Kalian, apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Dion.

Dion memperhatikan wajah Maura dengan intim. Mata Maura yang sembab, membuatnya menautkan sepasang alisnya seketika.

"Kami baru saja dari dalam, berziarah ke makan ibu dan kakeknya Kak Maura. Kak Dion ngapain di sini?" jawab Miko dengan pertanyaan pula.

"Sama seperti kalian, apa lagi yang bisa aku lakukan di sini?" sahut Dion dengan dinginnya.

Maura terlihat gelisah, dia tak mau menatap wajah Dion sedikitpun. Entah apa yang dia pikirkan, dia mematung sembari menekuk wajahnya menghadap permukaan tanah.

Sementara Dion, dia terlihat lebih santai. Sepasang tangannya berada di dalam saku celananya dengan tubuh berdiri tegap. Namun, tatapan matanya tak lepas memandangi wajah Maura.

Melihat tatapan Dion ke arah Maura, Miko menautkan alisnya. Ada yang aneh yang dia tangkap dari tatapan itu. Bahkan diamnya Maura membuat Miko mulai sedikit curiga.

"Apa yang terjadi dengan kalian berdua? Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya?" tanya Miko penasaran.

Pertanyaan itu membuat Maura gugup, tangannya saling meremas satu sama lain menahan kegelisahan di hatinya. Berbeda dengan Dion yang terlihat biasa-biasa saja.

"Tidak," jawab Dion dan Maura bersamaan. Keduanya saling menatap hingga bola mata indah mereka bertemu sejenak.

Miko semakin kebingungan, pria berkulit putih dengan lesung pipit di pipinya itu mulai merasakan kejanggalan dari sikap aneh keduanya.

"Sudahlah, tidak perlu menanyakan hal yang tidak penting! Bagaimana kabarmu sekarang, aku dengar kau sudah bekerja di luar kota. Apa itu benar?" tanya Dion mengalihkan pembicaraan.

Dion mengayunkan kakinya perlahan, Miko pun mengikutinya dari samping. Begitupun dengan Maura yang menyusul keduanya dari belakang.

"Beberapa waktu lalu aku memang bekerja di luar kota, tapi sekarang tidak lagi. Sepertinya aku lebih cocok berkebun saja di sini!" jawab Miko mengisi perjalanan mereka.

"Jika aku tau lebih awal, aku pasti akan membawamu bersamaku. Aku membutuhkan orang sepertimu untuk mengelola bisnis ku!" ucap Dion.

Mendengar itu, langkah Miko terhenti seketika. Dia menelaah kata-kata Dion barusan dan mencoba mencernanya dengan baik.

"Memangnya bisnis apa yang Kak Dion jalani sekarang?" tanya Miko ingin tau.

"Sudahlah, nanti saja kita bahas! Jika kau punya waktu luang, mainlah ke rumah! Kita akan bicara panjang lebar di sana."

"Sekarang pulanglah, antar wanita itu ke rumahnya! Apa kau tidak kasihan melihat wajahnya yang begitu lelah?" Dion kembali mengalihkan pembicaraan.

Mendengar itu, Maura mendongakkan kepalanya. Ucapan Dion barusan membuatnya sedikit tersentuh. Ada sisi positif yang dia temukan dalam diri pria asing itu.

Setelah mengantarkan Maura pulang, Miko langsung pamit. Ucapan Dion tadi masih terngiang-ngiang di telinganya. Dia sudah tidak sabar untuk segera tiba di rumah pria yang sudah dia anggap seperti kakaknya itu.

Miko meninggalkan rumah Nek Ida terburu-buru, hal itu membuat Maura bertanya-tanya di dalam benaknya. Ada apa dengan pria itu sebenarnya, siapa dia. Bagaimana dia bisa berada di tempat ini dalam waktu yang bersamaan.

Dari beranda rumah, mata Dion menangkap kedatangan Miko yang sudah semakin dekat. Dion menyunggingkan senyumannya, tak disangka pria itu akan datang ke rumahnya secepat ini.

"Kak Dion, apa aku terlalu terburu-buru menemui mu di sini?" tanya Miko dengan nafas terengah-engah.

Dion tersenyum miring melihat ambisi yang cukup besar di diri Miko. Baru beberapa menit saja, anak itu sudah berdiri di hadapannya.

"Anak bodoh! Apa kau tidak lelah hah? Seakan-akan waktumu hanya tinggal beberapa menit saja di dunia ini." ucap Dion menyeringai.

"Hahaha, maafkan aku Kak. Ucapan mu tadi membuatku penasaran. Selain itu, ada hal lain yang ingin aku tanyakan padamu, makanya aku langsung ke sini!" jawab Miko terkekeh dengan sendirinya.

1
dhinyuli
novelnya cukup bagus dan menarik semuanya porsi pas alur dan intrik pas gg berlebihan.

novel masih banyak PR
*dion yg hilang ingatan
*hubungan dion dan adila
*siapa yg nabrak dion
*siapa yg berbuat curang dengan perusahaannya
*hubungan miko dan dira
*hubungan maura dan dion
*tulang siapa yg ditemukan di mobil
*apa yg terjadi dengn samuel
*ada yg terjadi dengan david

masih banyak PR jadi terus semangat
arfan
jos
*~W¥^ Al~*
buat episode baru napa kak...
bagus critanya...
dhinyuli: terusin dong ide ceritanya menarik intriknya juga gg terlalu berlebihan porsinya pas koq, asal konsisten aja tiap hari jangan down karna gg ada yg baca segitu sudah lumayan lho. masih banyak PR novelnya dion yg masih hilang ingatan terus si adila terus tentang miko dan dira kelanjutan hubungan mereka terus siapa yg nabrak dion waktu itu yg berbuat curang terus juga david dan juga kenapa dion bisa sama adila terus tulang siapa yg ditemukan di dalam mobil masih banyak PR.
total 6 replies
*~W¥^ Al~*
😭😭😭😭😭😭
aku juga merasakan nya gimana rasanya di tinggalkan seorang yg kita cintai untuk selamanya...
Dion bakal kembali Maura bersabarlah....
*~W¥^ Al~*
ulah si David ni sama Darmawan...
*~W¥^ Al~*
selamat mas Dion akhirnya belah duren juga....
*~W¥^ Al~*
apa ini rencana si Dion
*~W¥^ Al~*
sudah mulai bucin nih tapi gk peka...
*~W¥^ Al~*
antara masa lalu atau mikirin MB Maura nih mas Dion...
*~W¥^ Al~*
Dion nih
💞 Nofia 💞
nt eror apa gimana sih,
kemaren masuk pemberitahuan katanya 3 hari gak up, padahal aku up tiap hari.
sekarang episode yang sudah dihapus malah ditampilkan, jadi double hari ini. padahal bab 77 yang pertama itu salah, sudah aku hapus. malah di publish
💞 Nofia 💞
astaga, ini sudah di hapus, kok muncul di beranda. ini salah ya😅
Alenka
lanjut dong kk
Alenka
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Alenka
kapan dion ingat lagi
Pemujamu
lanjut
Pemujamu
lanjut kk
Pemujamu
lanjut
Kopii Hitam
lanjut kk
Pemujamu
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!