Seperti biasa ya di novel ku itu rata-rata no pelakor,no konflik berat karena author tidak suka dengan yang namanya pelakor juga tidak bisa membuat konflik berat.
Ciri khas novel author actionnya,romance nya,dan juga para cowok yang sangat setia pada pasangannya dan tidak mudah dekat dengan perempuan lain..intinya manis dan hangat dengan perempuannya dan dingin juga cuek dengan perempuan lain.
Pengabdian dan balas budi mengharuskan dia menyembunyikan identitas aslinya dari khalayak umum kecuali sang bos.
Arick pria tampan dan juga kaya ternyata seorang king Mafia yang merangkap sebagai asisten pribadi anak dari Reyhan Jade Wilson yaitu Georgio Clair Wilson atau biasa di sebut Gio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep_7
Bughhh......
Bughhh.....
Bughhh.....
"Lepaskan aku sialannnnnn" ucap salah seorang tawanan yang Arick tangkap sendiri.
"Ssstt diam dan nikmatilah" sahut Arick menyeringai.
"Brengsekkkkk.. lepaskan aku__arghhhhhh"belum selesai pria itu berucap Arick sudah memotong daun telinganya kemudian dia lemparkan pada Kevin si anak buaya peliharaan nya.
"Aku sudah bilang kan tadi diam dan nikmatilah..kau itu benar-benar merepotkan ckckck..buaya kesayangan ku itu tengah menunggu cemilannya tapi kau malah tidak sabaran..baiklah karena aku baik hati maka kau ku ijinkan bermain sebentar dengan buaya kesayangan ku" ucap Arick dengan wajah yang di buat-buat tengah merajuk dan kesal.
"Kalian bawa dia ke kandang Kevin dan lemparkan" titah Arick pada anak buahnya.
"Baik master"
Kedua anak buah Arick mendekati satu tawanan Arick yang masih sumringah bertenaga sedang yang lainnya sudah tak bernyawa di buat bos mereka.
"Lepaskan aku brengsekkkkk..lepas...tidakkkk..tidakkkkk"
Arick hanya mendengarkan tanpa membalas kata-kata si cecunguk itu.
*
*
Sebelumnya saat Arick sedang bersama Zizi di kamar dan membantunya untuk sekedar menemaninya tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu pasti penting mau tidak mau Arick harus meninggalkan Zizi.
"Aku pergi dulu" pamitnya dengan gaya khas bak seorang kekasih pamit pada kekasihnya.
"Kau mau kemana?"
"Ada urusan sebentar..aku segera kembali"
"Hati-hati"
Arick tersenyum namun bukan senyuman tulus tapi senyum licik karena dia berhasil membuat Zizi mempunyai perasaan padanya..selangkah lagi kau pasti akan ku buat menderita.
Arick pergi menuju lokasi target..dia akan menangkap sendiri para cecunguk itu tanpa bantuan anak buahnya..dia akan puas menghajar mereka dengan tangannya sendiri.
"Dimana mereka?"
"Di dalam rumah itu master"
"Tunggu di luar dan jangan ada yang masuk..aku akan bersenang-senang dengan mereka"
"Baik master"
Arick masuk kedalam rumah itu..pintunya dia tendang hingga terbuka dan membuat orang-orang yang ada di dalam terkejut melihat kedatangan ketua The Dark Devil itu.. Arick menghitung jumlah para cecunguk yang ada di dalam..6 orang.. buang-buang waktu saja.
"Wohooo sungguh sebuah kehormatan kau mendatangi kami terlebih dahulu mister A" ucap ketua cecunguk itu.
"Sudah?" tanya Arick terkesan malas meladeni.
"Cihh..sombong sekali kau.. sepertinya kau sudah tidak sabar untuk bertemu ibumu hahahha...serang"
Arick hanya menatap mereka datar..tak ada rasa takut..dia bahkan melawan tanpa senjata apapun di tangannya..ksoong..hanya para cecunguk saja dia tak perlu membuang-buang tenaga.
Bughhh.....
Sekali pukul 2 orang berhasil tumbang..lalu Arick berpindah lagi ke orang selanjutnya dan seterusnya hingga menyisakan 2 orang yaitu sang ketua dan wakilnya..dia akan bermain dengan mereka berdua nanti di Villa Kematian.
"Cihh apa kalian takut?"
"Sialannnnnn lepaskan kami brengsekkkk"
PLAKK......
Kemudian Arick mengambil suntikan bius yang sudah dia siapkan di saku jaketnya.. Arick menyuntikkan cairan itu pada dua cecunguk itu hingga perlahan-lahan dua cecunguk itu tak sadarkan diri dan tumbang.
Arick berjalan keluar dari rumah itu dengan pakaian utuh tanpa noda sedikitpun dan tubuh yang utuh juga tanpa luka sedikitpun..anak buahnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tuannya benar-benar bersenang-senang di dalam.. sudah biasa mereka melihat tuannya melawan para cecunguk sendirian.
"Kalian bereskan mayat-mayat yang ada di sana.dan bawa dua orang yang sudah ku ikat ke Villa Kematian"
"Baik mister"