NovelToon NovelToon
BERLIAN DALAM LUMPUR

BERLIAN DALAM LUMPUR

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:237k
Nilai: 5
Nama Author: LichaLika

Perjuangan seorang wanita sederhana, yang bersuamikan seorang direktur sebuah perusahaan besar, penampilannya yang sangat sederhana dan termasuk ketinggalan jaman, membuat sang suami menjauhinya, sang suami yang selalu menghina dan membanding-bandingkan fisik istrinya dengan pacar-pacar nya yang dulu.

akankan perjuangan seorang Berliantina Febrianti berhasil merebut hati sang suami untuk mencintainya?

kisah yang penuh lika liku dan perjuangan seorang istri yang dianggap hina oleh sang suami.


HAPPY READING💖💖💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

belajar makeup

setelah dirasa-rasa lingerie itu membuatnya tidak nyaman, terlihat sangat jelas lekuk tubuhnya yang terekspos, apa jadinya jika Zain melihatnya dengan kondisi seperti ini, pasti bakal diumpat habis-habisan oleh Zain.

akhirnya ia memutuskan untuk menutupinya dengan piyama kimono

"nah ini lebih baik dari pada kayak tadi" ucap Lian menatap dirinya pada cermin, sejenak Lian melihat kondisi wajahnya yang tampak kusam.

"apa aku perlu perawatan wajah supaya kelihatan lebih bersih" ucap Lian sembari menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.

sejenak ia teringat akan perkataan ibu mertuanya, Lian mengambil laptop dan mencari tutorial memakai make up.

"mana ya...ah ini dia, tutorial make up pemula" ucapnya sembari menekan keyboard.

Lian malam itu begadang hanya untuk melihat cara bagaimana mamakai make up yang baik dan benar, Zain sudah tertidur lelap di peraduan nya.

hingga akhirnya Lian merasa tak kuat menahan rasa kantuknya yang mulai menyerang.

"hoaaammm ..." sesekali Lian menguap, menandakan dirinya sangat ngantuk sekali.

akhirnya Lian tertidur dengan memegang laptopnya, karena piyama kimono itu terbuat dari bahan satin yang lembut sekali, membuat ikatan piyama Lian mengendur, saat ia merubah posisi tidurnya.

hingga akhirnya jam 3 pagi, tiba-tiba Zain terjaga dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya menoleh kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 3 pagi, Zain terkejut melihat Lian tertidur disampingnya, dengan memegang laptop yang masih dalam pelukannya, Zain perlahan mencoba mengambil laptop yang ada ditangannya.

"dasar ceroboh, kalau laptop ini rusak gimana!" umpatnya sembari meletakkan laptop itu di tempatnya, namun tak sengaja tangan Zain menarik ikatan piyama Lian dan dengan mudah piyama itu tersingkap, sehingga nampak dengan jelas Lian sedang memakai lingerie dibalik piyama itu.

Zain mengerutkan keningnya, ia terpaksa melihat pemandangan yang menggoda dihadapannya, nalurinya sebagai laki-laki tak bisa dibohongi, sesaat ia ingin menyentuh tubuh Lian, warna kulit putih yang nampak dibalik lingerie yang dikenakan Lian, membuat Zain panas dingin, namun dengan segera ia tersadar bahwa Lian tidak pantas mendapat perlakuan istimewa darinya, apalagi sampai menyentuh tubuhnya.

kemudian dengan cepat Zain masuk kedalam kamar mandi, ia terpaksa menenangkan dirinya sendiri, setelah melihat Lian yang hampir saja menggoda imannya.

"Zain...kamu jangan tergoda dengan gadis itu, dia bukan levelmu" sebuah bisikan membuat Zain memijit kepalanya, dengan cepat ia mulai mandi dibawah guyuran shower.

sesaat Lian terbangun, ia tak mendapati Zain berada di kamarnya, namun sayu terdengar suara orang yang sedang mandi didalam.

"mas Zain sudah bangun, oh tidak laptopku....aisss kenapa ikatannya lepas!" Lian tersadar bahwa piyama yang ia kenakan telah terbuka ikatan talinya, sehingga terlihat bahwa Lian sedang memakai lingerie dibalik piyama kimono itu, tentu saja separuh tubuhnya terlihat sangat jelas dengan balutan lingerie yang super tipis itu.

"aduh gawat, mas Zain lihat tidak ya, semoga aja nggak" ucapnya pelan sembari memasang kembali tali yang terlepas tadi, kemudian ia berpura-pura tidur.

setelah beberapa saat Zain keluar dari kamar mandi, tampak rambutnya basah, ia sudah berhasil menenangkan dirinya sendiri saat melihat tubuh indah sang istri tadi.

"sial... kenapa aku bisa tergoda dengan gadis itu, ini tidak boleh terjadi lagi" umpat Zain sembari menutupkan selimut keseluruh tubuhnya, sesekali ia melirik kearah Lian yang sedang tidur membelakanginya.

******

keesokan harinya

Zain berangkat ke kantor pagi sekali, karena ada jadwal rapat penting dengan kliennya, sementara Lian sedang duduk menghadap cermin hias, ia mulai mempraktekkan ilmu yang sudah ia dapatkan dari tutorial make up yang ia pelajari semalam.

" fondation...mana ya...oh ini dia" Lian mengoleskan fondation sesuai perintah dalam tutorial itu.

"astaga...kok wajahku putih banget kayak mayat? apa gini amat cara berdandan!" ucapnya saat fondation itu mulai menutupi pori-pori kulitnya, sehingga jerawat yang menghiasi wajahnya, menjadi samar dan tak terlihat.

"em....bedak bedak...ah ini dia!" Lian mengambil bedak padat, kemudian ia aplikasikan keseluruh bagian wajahnya, sehingga membuat kulit Lian sedikit lebih cerah sebelum ia memakai bedak.

"ha...ciu" sesekali Lian bersin-bersin saat serbuk bedak itu terhirup hidungnya.

setelah ia selesai menempelkan bedak itu, kemudian ia mengambil sebuah pensil alis.

"apa ini namanya pensil alis, ya ampun mirip sekali dengan pensil tulis, jangan-jangan ini bisa digunakan untuk nulis juga" ucapnya sembari melihat penampilan pensil alis yang terlihat asing baginya.

kemudian Lian memoles alisnya dengan pensil alis tersebut, ia sedikit kesulitan saat mengguratkan pensil alis itu pada kedua alisnya, tampak belum rapi dan masih tebal.

"hm...kok gini sih jadinya, kayak Sinchan" ucapnya sembari melihat hasil lukisannya sendiri.

kemudian ia mengambil eyeshadow sesuai tutorial.

"eyeshadow....ah ini dia, waaah warna warni kayak pelangi" ucapnya sembari membuka eyeshadow palette berwarna lengkap itu, perlahan ia mulai memoleskan eyeshadow pada kelopak matanya sesuai tutorial yang ia lihat, setelah itu ia melihat sendiri hasilnya mengoles eyeshadow pada kelopak matanya.

"astaga...mataku kok kelihatan bengap sih, tuh kayak habis digebukin massa" ucapnya sembari melihat kelopak matanya yang berwarna gelap itu.

"ah...bodo amat, ini sudah sesuai tutorial nya kok" Lian percaya diri bahwa ia sudah bisa memakai makeup.

terakhir Lian mengambil lipstik warna pink merona, kemudian ia sapukan pada bibir mungilnya.

Lian menoleh ke kanan dan ke kiri, ia melihat sendiri hasilnya belajar makeup untuk pertama kali.

"em... sudah selesai, sekarang tinggal pake bajunya" Lian mengambil dress berwarna pastel dengan aksen kerut disekitar pinggang.

Lian berputar-putar didepan cermin, ia melihat penampilannya yang berbeda kali ini, ia merasa sudah berhasil merubah dirinya dan menjadikan penampilannya tak jauh beda dengan mantan-mantan Zain.

sesaat Lian melihat berkas Zain yang tertinggal diatas meja.

"bukankah itu berkas milik mas Zain, dia lupa membawanya, aku harus segera mengantarnya ke kantor, dia pasti sangat membutuhkan berkas-berkas ini" dengan cepat Lian mengambil tasnya dan turun untuk berpamitan kepada Rosa, untuk mengantarkan berkas ini ke kantor Zain.

"Lian" Rosa sangat kaget melihat penampilan Lian pagi ini, begitu juga dengan Brenda, apalagi Zoya, yang serasa menahan tawanya.

"maaf mam, Lian mau anterin ini ke kantor mas Zain, berkas-berkas ini ia lupa membawanya" seru Lian sembari mencium tangan Rosa.

"tapi Lian... tunggu" seru Rosa menghentikan langkah Lian, karena Rosa merasa menantunya itu baru pertama kali memakai makeup sehingga wajahnya terlihat aneh.

namun Lian tak mendengar Rosa memanggilnya, ia beranjak pergi dan segera kekantor Zain.

tiba-tiba

"hahahaha...ya ampun gadis itu benar-benar bikin aku ngakak" seru Zoya yang sedari tadi menahan tawa melihat hasil makeup Lian.

"Zoya, kamu tidak boleh begitu" ucap Brenda yang merasa kasihan melihat Lian seperti itu.

******

di kantor

Lian sudah sampai di kantor Zain, dengan segera ia menuju ke ruangan Zain untuk memberikan berkas-berkas itu secepatnya, namun ia merasa aneh dengan karyawan-karyawan yang terus berbisik-bisik saat melihatnya, sesekali ada tawa kecil menyelingi pembicaraan mereka.

"kenapa mereka lihatin aku seperti itu" pikirnya

Lian terus melangkahkan kakinya, ia tak memperdulikan omongan para karyawan tentang dirinya.

sesampainya di depan pintu ruangan Zain, tanpa sengaja ia mendengar suara seorang wanita yang sedang berbicara dengan Zain, Lian penasaran dan memberanikan untuk melihat siapa wanita itu.

Lian membuka sedikit pintu ruangan Zain, perlahan bayangan dua orang yang sedang berpelukan itu terlihat nyata, ternyata Zain bersama seorang perempuan dalam ruangan itu.

"astaga... kenapa aku menyaksikan ini lagi" Lian kemudian segera pergi dari tempat itu, hatinya sangat sakit saat tahu sang suami masih bermain dengan perempuan lain.

tiba-tiba Lita melihat Lian berjalan yang sedang membawa berkas-berkas.

"Lian.." seru Lita menghentikan langkah Lian

dan Lian berhenti, nampak matanya berkaca-kaca.

"Lian...kamu" ucap Lita sembari memperhatikan penampilan Lian dari atas ke bawah.

"berikan ini kepada pak Zain, maaf aku mau pulang" seru Lian sembari memberikan berkas-berkas itu kepada Kita, kemudian Lian segera pergi meninggalkan kantor.

"Lian... apa yang terjadi!" gumam Lita yang merasa iba dengan temannya itu.

Lian menangis, hatinya hancur, ia sudah berusaha untuk merubah penampilannya, tapi kenapa justru pemandangan yang menyakitkan yang ia dapatkan.

"aku tidak boleh menyerah, aku akan terus merebut perhatian suamiku, ini belum berakhir" tekad Lian semakin membara, meskipun hatinya bertambah sakit ketika melihat Zain bersama perempuan lain, sehingga membuat makeup yang Lian buat, menjadi luntur terkena air matanya.

BERSAMBUNG

🔥🔥🔥🔥🔥🔥

1
Dyah Oktina
ngak d lanjut nih thor... dah 1 thn loh
Dyah Oktina
masa modal 10M minta 10t dalam waktu 3bln.. untung dari mana ya?????
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
dasarnya pinter & cerdas ya... jd lian d ajarin sebentar langsung nangkep
Dyah Oktina
lian....lian...gadis polos... harus mau ya... kla ada yg ngasih tahu unk kebaikan..
marlina djalis
aku suka kisahnya.thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
kok tamat e nggantung tho
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
payah bisa bocor penyamarannya kl.skp zain gt trs
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ngeri y..bkn pebisnis aq jd g mudeng blas. kl aq y udh minder dlan gmn bisa dengan target sbesar itu taruhane g main2 untung apa buntung
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
tp ba brbh gt kan krn trpesona sisi lain lian yg trnytaa cNtik..coba kl g reformasi aq ykn ttp bkl benci n jjk
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
memperhatikan mungkin y Thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
aq kok jeleh y sma laki2 yg punya banyak mantan apalagi model zain Subhanallah kasian yg jadi pasangane...mndg2 slgkh umpet2an sm 1 org gt lha ini semua cewe djajal kbh🙈
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
hehehe lian lian
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lagi kk
Dinasty
Luar biasa
Risnawati
lanjut.....atau tamat
ͽ֟֯͜᷍ꮴ❀ ⃟⃟ˢᵏ🫀🔰π¹¹™
Wihhh aku sukaa cerita yg kek gini. Semoga si playboy yg sialnya jd suami berlian tergila-gila sama berlian aamiin.
Desmeri hepy Elpy
lanjut thor
Kamaleea Sae Riche
g dipungkiri, memang tampang itu nomer 1. apqlagi dengan posisi zian sebagai di perusahaan, seenggaknya harus bisa mengimbangi. zaman sekarang apa aja bisa dilakukan buat mempercantik diri asal ada uang. jadi teringat film betty la fea
Titun Aja
kok gk bisa bukak lanjutannya ya, gimn caranya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!