NovelToon NovelToon
Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Wanita / Cinta setelah menikah
Popularitas:808.8k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Putri Liliane Thalassa Serene, terlahir sebagai keajaiban yang dijaga Hutan Moonveil. Di hutan suci itulah Putri Lily tumbuh, mencintai kebebasan, menyatu dengan alam, dan dipercaya Moonveil sebagai Putri Hutan.
Ketika Kerajaan Agartha berada di ambang kehancuran atas serangan nyata datang dari Kingdom Conqueror, dipimpin oleh King Cristopher, sang Raja Penakluk. Lexus dan keluarganya dipanggil kembali ke istana.
Api peperangan melahap segalanya, Agartha runtuh. Saat Putri Lily akhirnya menginjakkan kaki di Agartha, yang tersisa hanyalah kehancuran. Di tengah puing-puing kerajaan itu, takdir mempertemukannya dengan King Cristopher, lelaki yang menghancurkan negerinya.
Sang Raja mengikatnya dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Bagaimana Putri Liliane akan bejuang untuk menerima takdir sebagai milik Raja Penakluk?
Disclaimer: Karya ini adalah season 2 dari karya Author yang berjudul ‘The Forgotten Princess of The Tyrant Emperor’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Putri Biasa

LIly menghitung sudut bintang terhadap garis geladak, memperkirakan kemiringan kapal akibat ombak, lalu menarik napas perlahan. Peta langit tersusun rapi di kepalanya. Arah utara yang berada di posisi tetap, menunjukkan lintasan barat yang harus mereka kejar untuk keluar dari pusaran badai menuju Kingdom Conqueror.

Seekor burung laut melintas rendah di atas kepala mereka, sayapnya berteriak melawan angin. Lily menoleh, memperhatikan arah terbangnya. Bukan satu, melainkan dua ekor, lalu tiga, mereka datang dari arah yang sama, terbang condong mengikuti arus udara yang lebih stabil.

“Angin mendorong dari tenggara,” kata Lily tenang. “Burung-burung itu tidak akan melawan arus yang mematikan.”

Ia menunjuk ke arah yang sedikit menyimpang dari haluan kapal saat ini.

“Sebaiknya arahkan kapal ke sana… barat-barat laut.”

Ruangan kemudi hening. Ombak masih menghantam, kayu kapal masih mengerang, namun kata-kata Lily terasa seperti jangkar yang menahan kepanikan.

Nahkoda buru-buru memberi aba-aba. Kemudi diputar, layar disesuaikan, tali ditarik dan dikunci. Kapal berderit keras, seolah menolak sesaat, lalu perlahan mengikuti arah baru.

“Bagaimana… bagaimana Anda bisa membaca semua itu, Putri?” tanya nahkoda akhirnya, suaranya penuh kagum sekaligus heran. Bagaimana seorang putri bisa memahami arah lewat bintang dan burung? Bahkan ia yang menghabiskan hampir separuh hidupnya di laut, kesulitan memahaminya.

Putri Lily tersenyum tipis, senyum bangga sekaligus senyum seseorang yang sedang mengingat kenangan indah di masa lalu.

“Ayahandaku,” katanya pelan, “telah mengirimkan obat-obatan ke negeri-negeri jauh ratusan bahkan ribuan kali. Ia bisa membaca angin, dan memahami bintang sebagaimana orang lain memahami huruf.”

Langkahnya berbalik meninggalkan ruang kemudi. Singa Eri mengikuti di sisinya, cakar besarnya mantap menapak lantai kapal.

“Apa yang kusampaikan hari ini,” ujar Putri Lily dengan suara tenang namun berisi, “akan memukul siapa pun yang pernah memperlakukannya tanpa hormat di masa lalu.”

Ia melangkah keluar dari ruang kemudi tanpa menunggu jawaban. Langkahnya ringan, seolah badai di sekeliling kapal bukan ancaman, melainkan bagian dari irama alam yang telah ia pahami.

Nahkoda masih berdiri terpaku. Kekaguman membungkam lidahnya, bukan hanya pada ketepatan arah yang diberikan sang putri, melainkan pada keyakinan dalam setiap kata yang baru saja ia dengar. Ia tidak menyadari bahwa di balik punggungnya, King Cristopher terdiam dengan wajah tegang.

Kata-kata itu tidak diucapkan dengan nada menantang, tidak pula diucapkan langsung. Namun Cristopher memahami dengan jelas: sindiran itu ditujukan padanya, sang Raja Penakluk itu.

Kata kata sang putri bukan hanya sekadar omong kosong. Meski angin berhembus tak tentu arah, kapal Kingdom Conqueror akhirnya sampai di daratan benua barat.

Nahkoda turun lebih dulu, lalu menunduk dalam-dalam pada King Cristopher dan sang putri.

“Semoga Anda berdua selalu diberkahi dengan kesehatan dan umur panjang.” ucapnya penuh hormat.

King Cristopher mengangguk tanpa suara.

“Terimakasih atas kerja kerasmu, Paman.” kata Lily tersenyum lembut.

Pengawal pribadi sang raja telah menunggu di daratan. Arick berdiri tegak, berseragam hitam dengan lambang Kingdom Conqueror yang tersemat di dada.

Ia menunduk dalam, penuh penghormatan. “Selamat datang, Your Majesty. Selamat datang, Putri.”

Kemudian dengan gerakan sigap, membuka pintu kereta istana.

Belum sempat Lily melangkah, suara berat menggema.

“Aummmm…”

Eri mengaum rendah namun menggetarkan. Tubuh singa itu menegang, cakar mencengkeram tanah. Aroma tempat baru membuat nalurinya siaga. Ia menolak bergerak, menolak dipisahkan dari sang putri.

Arick refleks melompat mundur. Tangannya hampir meraih gagang pedang, wajahnya pucat karena terkejut. Tidak pernah terlintas di benaknya bahwa seekor singa akan berdiri di samping calon ratu Kingdom Conqueror.

Putri Lily berjongkok perlahan. Tangannya menyusuri leher Eri dengan sentuhan lembut dan tenang.

“Tenanglah,” bisiknya pelan.

Arick terpaku, kejutannya bertambah saat menyadari para pelayan dan pengawal lain tidak bereaksi berlebihan, seakan pemandangan itu telah menjadi bagian dari perjalanan mereka. Saat itulah ia mengerti: singa itu bukan sekadar hewan buas atau peliharaan.

Lily bangkit dan menatap King Cristopher.

“Dia belum terbiasa dengan tempat baru,” katanya lembut namun tegas. “Aku akan naik kereta lain bersamanya.”

Untuk sesaat, wajah Cristopher mengeras. Di hadapan para pengawal dan pelayan, sang putri memilih singa, bukan dirinya. Penolakan terang-terangan yang cukup untuk melukai harga diri seorang raja.

Sang raja mengangkat dagunya, suaranya tenang tetapi berwibawa.

“Kingdom Conqueror akan melihat Raja dan calon ratunya untuk pertama kali.”

Kalimat itu tidak diucapkan sebagai perintah, namun maknanya jelas: tempat sang putri seharusnya berada adalah di sisinya.

Udara di sekitar mereka menegang. Putri Lily berdiri di antara Raja Penakluk dan singa penjaganya, di persimpangan pertama antara kehendak pribadi dan panggung kekuasaan Kingdom Conqueror.

“Kau… yang di sana…,” kata Lily sambil menunjuk ke satu arah. “Kemarilah,”

Seorang pelayan yang sebelumnya menunjukkan ruang penyimpanan barang di kapal menegang. Ia melangkah maju dengan ragu, kepalanya tertunduk, langkahnya kaku karena gugup.

“Aku ingin dia menjadi pelayan pribadiku.” ucap Lily tenang, lalu menatap King Cristopher tanpa keraguan sedikit pun.

Tatapan Cristopher beralih dari Lily ke pelayan itu, menilai singkat, dingin, dan cepat.

“Diizinkan.” katanya tanpa ekspresi.

Lily menoleh ke arah Eri. Singa itu masih berdiri waspada, ekornya bergerak pelan.

“Masuklah bersamanya. Kau akan baik-baik saja,” katanya lembut.

Eri mengaum pelan, lalu dengan patuh melangkah menuju kereta yang ditunjuk Lily. Derap langkahnya membuat beberapa orang menahan napas.

Lily kembali menoleh pada pelayan itu.

“Siapa namamu?”

“Laory, Putri.” jawabnya dengan suara nyaris bergetar.

“Masuklah dan jaga dia tetap aman.” kata Lily dengan ketegasan yang bisa dilihat semua orang.

Laory menegang, menjadi pelayan seorang calon ratu adalah kehormatan yang tak pernah ia bayangkan. Namun ia tidak tahu apakah harus bersyukur karena calon ratu memilihnya sebagai pelayan pribadi, atau justru putus asa karena tugas pertamanya adalah menjaga seekor singa. Namun sekali lagi, ia hanyalah pelayan yang tidak berhak untuk berkata ‘tidak’.

Dengan langkah gemetar, Laory naik ke dalam kereta. Ia duduk di sudut, punggungnya menempel dinding, tubuhnya bergetar menahan takut.

Lily menatapnya sekilas, seolah membaca ketakutan Laory.

“Dia anak baik. Jangan takut.” katanya tenang.

Lalu ia menoleh pada Eri, sorot matanya berubah sedikit lebih tegas.

“Jangan membuat masalah, Eri. Apa kau mengerti?”

“Aummm,” Eri mengaum rendah, tanda setuju.

Barulah setelah semuanya tertata, Lily berbalik. Dengan langkah anggun dan wajah tanpa ragu, ia naik ke kereta utama… kereta yang sama dengan sang raja.

Pintu tertutup perlahan, membiarkan Putri dari Agartha dan Raja Kingdom Conqueror duduk berhadapan. Sementara di luar, roda mulai bergerak membawa mereka menuju istana, menuju babak baru yang tak lagi bisa dihindari oleh siapa pun.

1
Vika Lestari
uf kaka
jeon_niie
akhirnya up lagi, kemana ajaa thor,
author udah sehat kan..

ya walau ampek lupa udh sampek mana ceritanya... 🤭🤭🤭
Sandisalbiah
didikan kaisar Lexus dan ratu Anastasia menjadikan anak²nya manusia yg rendah hati dan bijak sana...
Sandisalbiah
ragumu bukan hanya ratu utk manusia Christopher tp dia ratu bagi seluruh mahluk hidup.. dan alam pun tunduk pd nya... luar biasa imajinasi authornya.. keren
Sandisalbiah
intinya sang raja justru jatu hati pd sikap membangkang, sifat bar bar dan keberanian sang ratu... yg artinya kung Christopher mencintai Lily dan segala pri lakunya.. hem.. harus sedia stok sabar seluas samudera kamu Chris
Ami Aja
aku bacanya terharu,dari awal kisah Lily yg terpaksa harus menikah dengan Crist,sekarang ada buah cinta diantara mereka🩷
Vika Lestari
semangat 👍💪uf lagi dong
Dev..
gk sabar banget nunggu lahirannya Lily🥰
Widya Febrina
Daebak...ceritanya menarik... alurnya rapi juga gak mudah dimengerti...hiburan yang betul2 menghibur...
Widya Febrina
pulang kampung buat lahiran ya Ratu 🤭🤭🤭 apa akan terulang lagi keajaiban hutan moonveil atas kelahiran pewaris dua kerajaan ini ya...pasti ada dong y..Thor 😁😁👌👌
j4v4n3s w0m3n
wah seru pasti klw ratu.pergi ke hutan moonvill penyambutanya pasti wow🤭
Yeni Fitriani
novelnya bagusss... kereeen abis... tp sayang author nya mungkin kurang fokus jd nulis rambut lily nya berubah ubah mulu... dlm 2 bab rambut lily berubah sampe 3x.... dr rambut emas.... lalu jd rambut perak.... kembali lg rambut emas...🤣
Sang: kak yen tahu gak dengan teknologi pengubah warna rambut? kalo cabe-cabean aja bisa gonta-ganti warna, masa permaisuri gak boleh???
total 1 replies
Sandisalbiah
the real titisan Anastasia, tdk pernah kehilangan ke Bar-barannya.. selalu tegas dan berani
Ninis Hartanto
. Aku ikut baper😍😍
Ary Wijayanti
Alhamdulillah...
buka notifikasi, lgsg baca 4 bab...
terimakasih Thor telah up lagi
sehat selalu buat author..😍😍
Ami Aja
maniiiisnyaaa,,,mereka bikin iri 😊
Sandisalbiah
jd Christopher pernah punya wanita yg begitu dia cintai sebab itu di memasang jarak pd Lily?.. penasaran
Kinanda Husnancandra
aku ikut berdebar Thor, ke inget beberapa tahun lalu gak mudik lebaran,dan pas mudik rasanya lega,bahagia,dan haru.🤭
ratu Liliane gitu juga gak ya perasaannya🤣
Sandisalbiah
Jandice menyebut dirinya adik tp niatnya ke Christopher penuh minat dan nafsu... dia ini sejenis jalang yg menyerupai belatung nangka yg gak bisa diem
Sandisalbiah
jd Christopher ini kebalikan dr Lexus... kasihan Lily..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!