NovelToon NovelToon
Heart To Fene

Heart To Fene

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Single Mom / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tya Calysta

Hai, hai!
Cerita cinta romantis, action, memperjuangakan cinta sejati,

memiliki bisnis yang sama, kisah cinta diantara dua pilihan abang dan adik tiri.

Pertikaian kedua mafia pemilik kasino Internasional, penuh drama keluarga,

sanggupkah Adrian memperjuangkan hatinya untuk Fene?

setelah kepergian Bram yang menyayat hati keluarga...

mampukah Jasmine mengahadapi permintaan Adrian untuk menikahi sahabatnya sendiri Fene?

sangat memilukan, saat Adrian harus kehilangan Jasmine istri pertamanya!

melanjutkan kehidupan membesarkan putri mereka Jasmine Moreno Lim sebagai artis cilik hollywood.

Bagaimana pertemuan Fene dan Samuel Hu?

bagaimana hubungan Adrian dengan Adik kandungnya Michel Leonard Kind?

dimana cinta Aliandra Leonard Kind akan berlabuh? karena Alea sangat mengidolakan Adrian.

simak kisahnya,

nikmati ceritanya Part by part, penuh haru, dan bahagia memperjuangkan perusahaan sekaligus cinta sejati.

terimakasih,
tya calysta

🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya Calysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8. Mengenang Bram

Kenangan Bram dan Fene...

Mata Adrian tertuju pada Jasmine, menggunakan baju hangat.

Seketika berlari kearah Adrian, memeluk erat tubuh suaminya.

"Kangen..." isak Jasmine pada Adrian.

"Sama, aku juga kangen ama kamu."

Adrian mengecup pelan kening Jasmine.

"Iya... lama banget aku jauhan ama kamu, aku kan kangen.

Pak Kevin aja yang menghibur aku di kantor ama dirumah." racau Jasmine membuat Adrian terkekeh.

"Haaaaiiii bro... terimakasih sudah menemani bini gue."

Adrian memeluk Kevin, beralih pada Nichole.

"Gimana kabar kamu dri?" tanya Nichole sangat lembut.

"Baik..."

Adrian tersenyum memeluk Jasmine, membawa Jasmine mendekati Bram dan Fene.

"Mba Fene..."

Jasmine berlari mengejar Fene, memeluk, mengelus perut buncitnya.

"I miss you mba."

Fene membalas pelukan Jasmine.

"I miss you too..."

Fene melepas pelukan Jasmine.

Beralih memeluk Nichole dan Kevin.

"Willcome zu Berlin... wie getsh."

Bram menggunakan bahasa deutch sambil tertawa.

"Alles gutte..." tambah Kevin terkekeh.

"Hayuuuk lah kita jalan... gue udh kangen banget ama bini gue." kekeh Adrian mendekap tubuh Jasmine dalam pelukannya.

Sepanjang jalan, Adrian mengecupi wajah Jasmine, tanpa memperdulikan orang sekitar.

"Hadeeeeh.... simesum ketemu yaaah gini ni." kekeh Kevin ngeloyor kepala Adrian.

"Ajeeeeb kepala yah Vin, gue remas ntar leher lo."

Adrian melepas pelukannya dari Jasmine, mengejar Kevin sambil merangkul kepala Kevin.

"Kangen tau ama bini gue." bisiknya.

"Iya... lo aja yang punya bini, kita nggak punya." tawa Kevin.

"Heeeeiiii.... udah aaaagh... kayak anak kecil, ntar diketawain anak gue lo kalian berdua."

Fene memukul gemes Adrian dan Kevin yang berlarian kearah Fene dan Bram.

"Kecengklak bini gue, gue hajar yah."

Bram melindungi tubuh Fene dari candaan mereka.

Tapi apa daya, sangking bahagianya Adrian dan Kevin tanpa sengaja mengenai bahu Fene,

Fene mau melangkah kehilangan keseimbangan tubuhnya.

BHUUK....

Fene terjatuh...

"Sayaaaaaaaang...."

Kepanikan Bram memuncak seketika.

Menyambut tubuh Fene, tapi apa daya,

Fene lebih dulu menyentuh lantai bandara.

"Aaaaaaagh.... Bram...."

Fene meringis kesakitan.

"Feeneeee...."

Adrian panik seketika menggendong tubuh Fene.

"Fen... sory Fen... i'm so sory..."

Kevin tampak panik.

Fene tak menjawab, hanya meringis kesakitan menggenggam jemari Bram dalam gendongan Adrian menuju mobil mereka.

Disusul oleh Nichole dan Jasmine tampak sangat kawatir.

Fene terus merintih saat perjalanan kerumah sakit.

"Sayang..."

Bram menatap wajah Fene yang terus meringis kesakitan.

"Dari tadi gue bilangin jangan terlalu bahagia, gini jadinya kan?" bentak Bram.

Adrian dan Kevin hanya terdiam, merasakan kepanikan Bram.

"Kenapa-napa ama anak dan bini gue, lo tanggung jawab." sarkas Bram.

Wajah Bram memerah melihat Fene terus meringis.

Saat tiba dirumah sakit, Adrian membuka pintu mobil, menggendong tubuh Fene.

Ada cairan yang mengalir bercampur darah.

"Dokter.... lakukan yang terbaik." perintah Bram memohon.

"Maafin gue Bram."

Adrian merasa bersalah pada Bram dan Fene.

Melihat Fene dibawa ke ruangan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Hmmm.. gue panik. Fene, Dri."

Mata Bram berkaca seketika.

"Sory bro." tunduk Kevin.

Kevin dan Adrian benar-benar merasa bersalah.

Edward datang di temani Katty.

"Bagaimana Fene Bram?"

Kecemasan terpancar dari wajah Edward.

"Sedang dilakukan tindakan, dad." tangis Bram.

"Tenang dulu."

Edward menepuk pundak Bram berusaha menenangkan.

Adrian dan Kevin kembali duduk dikursi.

Jasmine dan Nichole hanya diam, duduk bersebrangan dengan suami mereka.

Wajah Bram masih tampak panik.

Tidak berapa lama, dokter keluar.

Memanggil Bram.

"Pak Bram..."

Dokter membuka masker wajahnya.

"Gimana keadaan Fene dokter?"

"Ibunya mengalami kontraksi dan pendarahan tapi jalan masih belum terbuka, kita akan melakukan secsio caesar pak Bram? ini urgent, harus dilakukan, karena kondisi Fene mulai tidak stabil, Fene shock."

"Lakukan yang terbaik untuk Fene dokter,

bisakah saya menemani Fene dok?" mohon Bram.

"Bisa pak, silahkan."

Dokter membuka pintu.

"Gue ikut Bram."

Adrian teriak dari arah belakang Bram.

"Lo tetap disana, jangan ganggu Fene." perintah Bram, tapi sayang Adrian lebih dulu masuk ke ruangan Fene.

Adrian menatap Fene menggunakan selang oxigen dan beberapa alat.

"Fen... maafin gue." tangis Adrian pecah, saat melihat kondisi Fene.

Bram menggeram saat melihat Adrian menggenggam jemari Fene.

"Keluar lo!!" bisik Bram menggeram.

"Gue cuma sebentar Bram." isak Adrian sambil berbisik.

"Dri... everythink is oke... cuma sakit dikit doang."

Suara lembut Fene terdengar.

"Kuat yah Fen... i love you."

Adrian mengecup kening Fene.

Bram spontan menahan bahu Adrian,

"keluaaaar.... atau gue hajar lo disini." geram Bram.

Merasa Adrian terlalu berlebihan.

"Bram... anak kita." tangis Fene pecah seketika.

Adrian berbalik mendengar suara tangisan Fene, ada sesuatu yang menusuk di dalam lubuk hati Adrian.

"Adrian, silahkan tinggalkan ruangan ini yah.

Karena kami akan membawa Fene ke ruang operasi."

Senyum dokter yang biasa menangani keluarga Edward.

"Lakukan yang terbaik dok." isak Adrian dengan suara serak.

"Keluarlah Dri, gue disini untuk Fene." sinis Bram.

Adrian melangkah keluar, di sambut Edward dan Jasmine.

"Gimana mba Fene beib?" tanya Jasmine terlihat panik.

"Mau dibawa ke ruangan operasi." pelukan Adrian mengarah seketika ke Edward.

"Dad... Maaf kan aku." tangis Adrian pecah.

"Sudahlah... tenang, ini kecelakaan, tidak ada yang menduga, kami juga kaget mendengar berita Fene terjatuh, semoga semua baik-baik saja."

Edward mendekap tubuh Adrian.

Kevin juga mendekat pada Edward.

Drrrrt....drrrrt...

"Hanz."

Bisik Edward.

"Ya."

"Dimana kalian? aku dan Irene sudah di Berlin." tegas Hanz pada Edward.

"Rumah sakit Vaidam Health." jawab Edward.

"Oke."

Edward menutup telfonnya.

"Kita akan menunggu Hanz disini."

Edward duduk di kursi sebelah Adrian.

Sementara Nichole, Katty dan Jasmine duduk di hadapan mereka.***

1
ren_iren
pilu sekali.....
Bram, cintamu ke fene sampai mati ....😭
ren_iren
astaga Adrian cinta sm fene tp mundurin diri terus ....
pusing aku Thor😂😂
ren_iren: tp aku langsung patah hati hbis baca part fene diselingkuhin sm Adrian rasax nyesek banget .....
cinta sejatix hanya Bram tanpa menyakiti...
total 2 replies
ren_iren
aku masih meraba, penasaran cerita awal mulax....
kenapa banyak cinta untuk fene, kenapa berjodoh denganx....
bentar tak baca sampai habis biar bisa tau jalan cerita n kisah mereka 🤗🤗🤗
ren_iren: tp saya suka mbak, ujian cintax fene...
tp yg mencintai fene penuh jiwa sampai mati cuma Bram seorang....
karna aku Uda sekilas baca cerita anakx yg stela disitu aku patah hati 😭😭😭
Bram Numbero Uno .....🤗🤗😘😘
sayang Uda gk ada...
total 2 replies
Zed Analytical Number Nine
hai ka mampir kembali ya.. like + favorit 🙏🙏
Penghargaan Pink
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
Pemenang YAWW 9 😴🤕: 🤭😂, terimakasih thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!