Dikhianati oleh keluarga sendiri, tidak akan membuat Hasper Laurensya Veranichii gentar. Kunjungannya secara tidak sengaja ke sebuah mansion tua di tengah hutan, bertemu dengan Kaisar berwajah dingin, Neca Aguilera Levine sampai masuk ke dunia fantasi underground ... keajaiban tidak pernah berakhir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon иⱥиⱥツ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 7 - Kisah Dibalik Sana
(Neftari dan Glade)
"Kumohon... Lanjutkan cerita kemarin! Kumohon, Hasper Lauren..."
Xel merengek sambil mengejar Hasper di lorong-lorong kerajaan. Mereka sampai di taman kerajaan.
Hasper langsung berbelok menuju satu tempat peristirahatan di sana. Tempat favorit alm. Zenya dulu, ketika dia sedang depresi atau rindu atau emosi atas segala hal yang mengganggunya.
"Kumohon, aku ingin tahu semua hal tentang mereka!" Mata amethyst itu berbinar meski intonasi suara baritonnya terdengar datar bahkan mungkin dingin.
"Baiklah, baiklah. Saya akan melanjutkan cerita kemarin," Hasper menghela nafas panjang.
Sepanjang pasca sarapan hingga detik ini, Xel terus merengek, cemberut, meminta menceritakan tentang Ayahanda dan Ibundanya. Hasper sudah kehilangan akal, jadi gadis itu menyerah dan memutuskan untuk menceritakannya pada Xel.
Zenquille, tahun 277...
Dae empat menuju Debris...
"Selamat pagi dunia, hoam," Neftari baru saja bangun disambut tatapan tajam Glade.
"Milady, sudah tahu ini hampir siang?" tanya Glade, mengintimidasi.
Neftari yang barusaja bangun tidur tidak peduli dengan pertanyaan Glade. Wanita itu langsung mengambil pakaian ganti—pergi mandi.
Glade menghela nafas kasar. Neftari setelah bangun tidur itu benar-benar tidak menyenangkan sama sekali. Jujur saja seperti anak kecil. Tidak peduli, bahkan tidak mendengar. Menganggap semua baik-baik saja, seperti dia punya sisi lain.
Glade mengetuk meja kayu di hadapannya. Ketukannya berhenti pada angka dua ratus sembilan puluh satu—dia suka menghitung ketukan yang dibuatnya. Tatapannya datar, bertemu pada satu titik dengan tatapan Neftari yang polos, merasa tidak bersalah.
"Maafkan saya, saya tahu saya menyebalkan," Neftari menundukkan kepalanya. "Saya ..."
"Diam, Neftari. Duduk saja dengan manis," ujar Glade dingin.
Neftari hanya diam dan menurut pada perkataan Glade. Glade mulai menyisir rambut hitam Neftari. Pria itu mahir dalam mengikat rambut seseorang. Dia mengikat rambut Neftari dengan gaya klasik. Refleksi bulan. Dia pandai mengikat rambut bukan tanpa alasan.
Glade memiliki kakak, yang seorang cenayang juga. Kakaknya selalu memaksa Glade untuk pergi ke Utara, saat itu dia sedang mengikat rambut kakaknya. Sudah sangat lama, sebelum dirinya berpulang. Kakaknya ingin melihat Glade menikah dengan salah satu cenayang di sana. Tapi, Glade tidak pernah mau dengan alasan dia tidak mengenal cenayang itu. Kakaknya tidak menyerah dan terus membujuknya. Begitu sampai akhir hayatnya Glade tidak pernah mau pergi ke Utara. Suatu malam, sebuah keajaiban terjadi. Glade yang sedang tidur mengalami mimpi yang aneh. Seorang gadis dengan rambut onyx dan sepasang manik zamrud yang manis bermain dengan seekor kelinci putih. Lambang dari Ange de la Mort Crescent Moone. Tertawa manis. Menggoda. Pemilik manik zamrud itu menatapnya lalu tersenyum manis, berjalan ke arahnya dan menyapanya. Saat itu dia tidak bisa menghilangkan bayangan wanita yang selalu tersenyum manis.
"Terima kasih," ujar Neftari. "Atas segalanya."
"Aku yang seharusnya berkata begitu padamu," kata Glade, masih sibuk dengan rambut Neftari.
Ketampanan Glade tidak berubah sama sekali meskipun memakai baju yang sederhana dan tidak mencolok. Ditemani busur yang merupakan ciri-ciri khas seorang Luna Roja Dieble. Neftari bisa melihat pesona Glade yang bertebaran sana sini—alasan mengapa para wanita menyukainya. Sayangnya Glade terlalu dingin sebagai seorang pria. Pemilik manik zamrud itu tidak mempermasalahkan apapun yang berhubungan dengan Glade. Dia tidak tertarik dengan Glade hanya dengan ketampanannya saja. Tapi dia mengenalnya sangat jauh, sangat dalam.
Neftari melihat pantulan dirinya dan Glade di cermin logam—orang zaman dahulu belum menemukan kaca sehingga menggunakan piringan logam atau kuningan sebagai cermin. Dia merasa aneh; mengapa Glade tidak ingin mencari Ange de la Mort Crescent Moone berkulit putih saja? Mengapa harus dia?
"Kakakku, seorang cenayang titisan Moone Reflecty. Dia yang membantu Bundamu melahirkan dirimu, aku rasa kau pernah bertemu dengannya. Alasan aku memilihmu, bukan hanya karena dia, tapi karena emosi ini yang menuntut untuk memilihmu. Lagipula, warna kulit tidak mempengaruhi kecantikan seseorang selama hatinya masih murni. Aku memilihmu karena kau berbeda; maksudku kau bisa menyukai orang tanpa harus memandang kekurangannya, menyingkirkan kelebihannya dan mengganti dengan keserhanaan. Kau berada di kedudukan tinggi namun rendah hati. Terasa kecil namun tak rendah diri. Aku menyukai segala hal tentangmu. Jangan menuntutku untuk mencari yang lain, Neftari!"
Tunggu sebentar, dia cemburu? Ha? Dia cemburu hanya karena saya berpikiran seperti itu? Neftari menahan tawanya, merasa gemas dengan Glade.
"Hei, Mynhear—tuan—, saya tidak menyuruh Anda mencari yang lain. Pikiran itu melintas begitu saja. Soal kakak Anda, dia juga pernah berkata ingin mengenalkan saya pada adiknya. Tapi saya tidak tahu itu adalah Anda. Saya merindukan kakak Anda, sangat. Dia adalah wanita tua yang sangat baik. Saya belajar meningkatkan spiritual darinya. Seandainya saya datang ke istana hari itu, maka saya akan menggantikan kakak An-"
"Apa maksudnya? Menggantikan apa?" potong Glade.
"Menggantikan kepergian kakak Anda dengan saya. Ayah Anda, menjual kakak Anda pada sekte gelap, Jaaduee Andhera. Sebenarnya Anda, Putra Mahkota, tapi kakak Anda memohon pada Raja untuk menggantikannya dengan dirinya karena saat itu Anda masih kecil. Sepuluh hari menjelang kepergiannya, saya sedang berada di Kota Jafar bagian Kekaisaran Schweii. Saya bertemu dengannya di sana. Di sana dia menceritakan semuanya pada saya. Saya dilarang untuk pergi ke istana padahal saya sudah berjanji untuk minum teh bersama di sana dan tentu saja saya akan mengenal Anda lebih awal. Kakak Anda memaksa saya untuk menulis surat penolakan kepada raja, saya terpaksa menulisnya karena kakak Anda tahu saya akan berbuat hal bodoh di sana dengan menyelamatkannya dan menumbalkan diri saya. Saat itu umur saya baru empat belas tahun dan kejadian itu sudah sebelas tahun yang lalu."
"Maksudmu, Ay-" Gladr ingin bertanya namun keterkejutan lebih menguasainya dibanding rasa penasarannya.
"Ya, Raja yang membunuhnya; secara tidak langsung. Dia ingin hidup, tapi dia tidak bisa mengorbankan Anda."
Neftari menghela nafas panjang. Sepertinya saya memberitahukan padanya di saat yang tidak tepat. Wanita itu mengelus kepala Glade. "Maaf. Anda harus merelakannya. Kak Freysa. Maaf seperti menabur garam di luka... Saya pergi dulu, saya akan kembali jika suasana hati Anda membaik."
Glade menangkap pergelangan tangan Neftari. Wanita itu terkejut ketika Glade langsung menariknya ke dalam pelukannya. Dia refleks mendorong tubuh Glade, nihil pelukannya semakin erat tak menyisakan celah di sana. "Hanya sebentar." Suara pemilik manik sapphire itu sangat rendah, menyisakan duka dan amarah yang mendalam.
Neftari membalas pelukan Glade. "Shttt... Sudah..."
Neftari sadar dia bukan penghibur yang baik, tapi dia tetap ingin menghibur Glade meskipun caranya tidak ampuh.
Glade merasa aman berada di samping Neftari. Belum pernah dia merasa sedamai ini setelah kepergian kakaknya. Dia merasa sangat disayangi seseorang.
Sekarang Neftari tahu alasan Glade masih berduka. Sekarang dia paham segalanya. Mengapa pria itu begitu merasa tersiksa. Segala hal. Itu karena dia tidak pernah merasakan kebebasan. Dia tidak pernah merasakan kasih sayang. Dia adalah boneka kerajaan.
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
udah aku like , like back ya kak..