Mayra Anindia Rhys, Putri konglomerat yang tergila-gila pada Athariz Bayhaqi atau biasa di panggil Abay pemuda tampan dengan tinggi 180cm dan kulit putih bersih dari tiga bersaudara dengan latar keluarga yang sederhana.
Meskipun Mayra tau Abay tidak mencintainya dan memiliki kekasih. Namun Mayra tidak peduli dan terus berusaha mendapatkan cintanya.
Mayra yang tau Abay ingin sekali melanjutkan kuliah dan tidak memiliki biaya bersedia membiayayi semua biaya kuliah bahkan kebutuhan keluarga Abay dengan syarat Abay mau menikah dengannya. Karena Abay ingin sekali melanjutkan kuliah, Akhirnya Abay bersedia menikahi Mayra.
"Lalu apa yang Akan terjadi selanjutnya di dalam rumah tangga Mereka? Akankah Mayra berhasil menaklukkan hati Abay? Atau malah selamanya Mayra akan menderita karena Abay yang tidak bisa melupakan kekasihnya?"
Ikuti terus "SUAMI YANG KU BELI" yang di adaptasi dari kisah nyata, Di bumbui penyedap rasa yang akan menguras emosi Anda 😄
📝 Author : Noor Hidayati 💫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketulusan Mayra
Kesibukan pagi hari ketika Misty dan Rayyan tengah bersiap untuk mendaftar ke sekolah barunya.
sementara Ibu tengah sibuk mengemasi meja bekas sarapan ke-tiga Anaknya.
Rayyan yang melihat Abay keluar dari kamarnya bergegas menghampiri Abangnya.
"Abang sudah siap?"
"Tentu."
"Lalu siapa yang akan mengantarku?" protes Misty.
"Abang Akan mengantarmu setelah mendaftarkan Rayyan."
"Mana mungkin Bang, Aku bisa terlambat, Ini hari terakhir pendaftaran."
"Kalau begitu biar Abang antar Kamu dulu."
"Mana bisa Bang." protes Rayyan.
"Lalu Abang harus bagaimana?"
"Biar Aku yang mengantar Misty."
Semua orang tercengang melihat Mayra yang sudah berdiri di depan pintu.
"E-e, Maaf Aku langsung masuk, Pintunya tidak di tutup."
"Tidak papa, Masuklah." saut Abay.
"Eh Nak Mayra..." ucap Ibu yang baru keluar dari dapur.
"Ibu..." Mayra mencium tangan calon Ibu mertuanya.
"Duduk Nak,"
"Tidak Ibu, Sepertinya Misty sudah siap, Biar Aku mengantar Misty terlebih dahulu."
"Baiklah, Terimakasih banyak ya Sayang."
"Sama-sama Ibu."
Semua orang keluar dari rumah, Termasuk Ibu yang siap berjualan.
"Kami pergi dulu," ucap Mayra mengajak Misty naik ke mobilnya.
Abay menganggukkan kepalanya dan bersiap mengantar Rayyan dengan motor kesayangannya.
•••
Setelah selesai pendaftaran, Abay dan Rayyan meninggalkan gedung sekolah.
"Rayyan, Kamu harus rajin belajar biar kamu pinter kaya Abang."
"Tenang saja Bang, Bahkan Aku akan lebih pintar dari Abang."
"Sok-sokan, Kemarin aja cuma masuk tiga besar." ejek Abay mentoyor kepala Rayyan.
Di tempat lain Mayra juga telah menyelesaikan pendaftaran Misty di salah satu SMA elite dengan mutu terbaik. Mayra benar-benar bukan hanya menginginkan Abay, Tapi Ia juga memikirkan pendidikan yang terbaik untuk Adik-adiknya.
"Kak Mayra, Terimakasih karena Kakak, Aku jadi di terima di sekolah ini."
"Itu karena kecerdasan mu Sayang."
"Tetap saja, Jika tidak ada uang bagaimana Aku bisa membayar di sekolah mahal ini."
"Sudahlah, Kita pulang?"
Misty mengangguk dan mengikuti Mayra ke mobilnya.
•••
Sesampainya di rumah Mayra melihat Abay dan Rayyan sudah ada dirumah, Begitupun Ibu yang langsung berdiri menyambut kedatangannya Mayra.
"Bagaimana Nak Mayra?"
"Semua beres Bu, Mulai Senin besok, Misty sudah masuk sekolah."
"Terimakasih banyak Nak Mayra."
"Sama-sama Ibu."
Ibu pun tersenyum dan melangkah mendekati Abay.
"Sepertinya Mayra belum ingin pulang, Temanilah Dia." bisik Ibu.
Abay melihat Mayra yang sedang melihat kesana kemari sehingga Mayra tidak tau Abay tengah menatapnya. Kemudian Ibu kembali berjalan mendekati Mayra.
"Nak Mayra, Ibu akan beristirahat dulu, Berbincanglah dengan Abay."
Mayra terseyum menganggukkan kepalanya.
"Rayyan, Misty, Ayo ikut Ibu masuk." tanpa membantah Rayyan dan Misty mengikuti Ibunya masuk.
Abay menghelai nafas panjang dan mendekati Mayra, Mayra yang melihat Abay mendekat mulai merasa gugup.
Abay pun duduk di depan Mayra dan menatapnya.
Mayra memalingkan wajahnya kesana-kemari menyembunyikan kegugupannya.
"Terimakasih untuk semuanya."
"Tidak masalah Abay."
Mereka kembali terdiam.
"E-e... Mayra, Senin besok Kita mulai masuk kuliah..."
"Ya."
"Kita akan setiap hari bertemu..." Mayra terseyum lebar mendengarnya.
"Karena itu, Sebaiknya Kamu tidak perlu sering-sering datang kemari."
Seketika senyum Mayra terhenti mendengar ucapan Abay.
"Kenapa, Apa Kamu tidak suka Aku datang kesini?"
"Bukan begitu, Maksudku...."
"Aku kesini bukan cuma ingin bertemu dengan mu, Tapi Aku juga ingin bertemu Ibu dan Adik-adik mu, Selama ini Aku hanya sendirian, Kedua orang tuaku sibuk bekerja, Jadi Aku merasa bahagia ada di antara kalian."
Abay pun terdiam mendengar jawaban Mayra.
"Baiklah, Aku pulang sekarang, Ini sudah sore."
Abay menganggukkan kepalanya dan tetap duduk di kursinya.
Saat Mayra ingin melangkah, Kakinya tersandung meja hingga Mayra nyaris terjatuh.
"Aowh..."
"Hati-hati." dengan sigap Abay menahan tubuh Mayra hingga Mayra tidak jadi terjatuh.
Lagi-lagi Mayra mematung melihat wajah Abay yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Kamu tidak papa?"
Mayra masih diam mematung menatap Abay yang terlihat begitu tampan di matanya.
"Mayra, Apa kamu baik-baik saja?" tanya Abay sedikit menaikan suaranya.
"Hah! E-e... Ya, A-a-Aku baik-baik saja." ucap Mayra gugup.
Mayra memalingkan wajahnya dan kembali terdiam melihat tangan Abay yang masih memegang lengannya. Abay yang menyadari jika Ia belum melepaskan lengan Mayra segera melepasnya dan memalingkan wajahnya.
"Baiklah Aku pulang dulu."
Abay menganggukkan kepalanya dan mengantar Mayra sampai ke mobilnya.
Bersambung...
Yuk dukung yuk, Biar Author semangat 🤗❤️
abay hidup bukan sehari dua hari, cari lah istri yang benar memperdulikan dan peka pada perasaan mu, cari istri yang menjaga perasaan mu, cari lah istri yang menghargai rasa cemburu
karena Mayra tidak pantas dipertahankan, Mayra seorang istri yang tidak peduli perasaan suaminya, dia berbuat seenaknya
untuk author aku kasih fakta sedikit
kepercayaan itu harus dibangun dan dijaga, bukan berbuat semaunya
thor bedakan mana salah mana yang benar
*jelas2 kelakuan Mayra adalah kesalahan fatal dia tidak perduli perasaan suami, senak berduaan, kontak fisik, bahkan suap2 dengan lelaki lain saat suami marah dia dengan mudah diantar lelaki lain
gini aja thor misalnya suami suap2an dan berduaan dengan wanita lain dan saat kau cemburu malah suami yang marah karena kau tidak percaya padanya, dia malah seenaknya malah dekat dan pergi dengan wanita itu, apakah kau Terima klo kayak gitu
pakai sedikit akal biar bisa bedakan mana salah mana benar
GK cukup cinta materi jg utAmA