NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / CEO / Tamat
Popularitas:24.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Kisah seorang gadis desa yang merantau ke ibukota, dikhianati oleh sang tunangan yang selingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Nasib tragis kembali menimpa, dia di pecat dari perusahaan tempatnya bekerja dengan tidak hormat.

Hingga takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pengusaha muda yang juga memiliki masa lalu kelam, melalui putra kecil pengusaha tersebut yang sangat menyayangi Nabila.

Akankah kebahagiaan berpihak pada Nabila?

Yuk, ikuti perjalanan cinta Nabila dan sang pengusaha, yang mengharukan, romantis, sekaligus kocak 🥰

____

Dalam tahap revisi PUEBI ☺🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenikmatan Semu

Semalaman Nabila tidak dapat memejamkan mata. Dia masih memikirkan berita yang tadi disampaikan oleh orang yang selama ini dianggap sebagai sahabat. Nabila mencoba menghubungi Hendra untuk klarifikasi. Namun, beberapa kali mencoba menelpon, panggilannya tidak diangkat oleh tunangannya itu.

Nabila pun mencoba untuk berkirim pesan, dan lagi-lagi dia merasa diabaikan. Notifikasi pesan darinya telah terkirim beberapa kali, tapi sampai larut malam menanti tak kunjung ada balasan dari Hendra.

Dengan dirundung kegelisahan Nabila, mencoba mengistirahatkan tubuhnya. "Ya Allah ... kupasrahkan takdir hidupku kepada-Mu karena Engkau lebih mengerti mana yang terbaik bagi hamba," bisik Nabila sambil mencoba untuk memejamkan matanya.

*****

Sementara itu di rumah Saras.

"Apa apaan sih kamu, Ras, asal telpon Nabila aja?! Aku 'kan sudah bilang, nunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan hal ini kepadanya. Lagian, aku sendiri yang seharusnya mengatakan kepadanya, bukannya kamu!" teriak Hendra frustasi.

"Aku hanya menyampaikan kebenaran, Hubby. Apa itu salah?" rajuk Saras dengan mengeluarkan air mata palsunya, memeluk Hendra. Dalam hati dia berkata, "aku memang sudah merencanakannya, Hubby. Sebulan terakhir ini, aku tak lagi mengkonsumsi pil kontrasepsi agar aku bisa hamil anakmu. Kau milikku, Hubby. Hanya milikku." Senyuman licik tersungging kemudian di bibir tipis Saras.

"Hubby ...." Saras masih merajuk, mencoba meluluhkan hati Hendra. "Aku gak mau tahu, ya. Mulai detik ini, kamu gak boleh angkat telpon dari Nabila. Atau membalas pesan darinya," ucap Saras kemudian mulai mengintimidasi.

Huff! Hendra membuang kasar napasnya. "Terserah kamu sajalah," lanjut Hendra dengan tidak bersemangat. Pemuda itu kemudian melangkah menuju ranjang, tempat tidur milik Saras, dan merebahkan dirinya di sana.

Ya, beberapa bulan terakhir jika kedua orang tua Saras pergi keluar kota, Hendra selalu menginap di rumah kekasih gelapnya itu. Selain alasan untuk mengerjakan skripsi bareng, tentunya mereka menginginkan hal yang lebih, yaitu memadu kasih dengan bebas.

Semenjak kejadian malam itu, Saras merasa kecanduan bercumbu mesra dengan tunangan sahabatnya itu. Apalagi, sudah hampir setahun Saras tidak melakukannya. Tepatnya, semenjak Rendy—kekasih hatinya—meninggal dunia.

Gayung pun bersambut, ternyata Hendra juga sangat menikmati kebersamaannya dengan Saras. Apa yang dulu tidak pernah bisa Hendra perbuat kepada Nabila, dapat dia lakukan dengan bebas bersama Saras. Hubungan yang mereka jalin saat ini, benar-benar hubungan yang sangat bebas hingga Hendra tak menyadari bahwa ternyata Saras memiliki rencana licik untuk memisahkan dirinya dengan Nabila.

***** Flashback On

Pagi itu Saras datang menemui Hendra di rumahnya. Rumah itu terlihat sangat sepi. Saras memang sengaja datang di waktu pagi karena di jam-jam seperti ini, waktunya semua anggota keluarga yang tinggal di rumah itu melakukan aktifitasnya masing-masing. Hanya ada Hendra karena biasanya dia akan berangkat ke kampus setelah jam 9 pagi.

Ceklek.

Terdengar suara pintu terbuka, Hendra yang tengah duduk di ruang tamu dan sedang membuka-buka buku referensi sebagai penunjang skripsinya menoleh kearah pintu untuk melihat siapakah yang datang.

"Saras?" Hendra menatap heran kearah Saras dengan dahi berkerut dalam.

"Sorry, Hubby. Aku sengaja tidak memberimu kabar lebih dahulu," kata Saras santai sambil melenggang masuk dan kemudian duduk persis disebelah Hendra. "Ada yang mau aku sampaikan," lanjutnya.

Saras kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Aku hamil." Terlihat Saras berkata dengan tanpa beban sambil menyerahkan testpack dengan tanda dua garis itu kepada Hendra.

Hendra mengambil benda dari tangan Saras dengan tangan gemetaran. "Tidak! Tidak mungkin kamu hamil, Ras! Ka-kamu pakai alat kontrasepsi, 'kan?" Hendra menolak kenyataan itu dengan ucapan terbata-bata.

Dengan napas memburu dia melanjutkan, "Gak mungkin, Ras. Kamu tahu 'kan, Ras, aku sangat mencintai Nabila meski aku juga menyayangimu. Aku belum bisa ninggalin dia, Ras," lanjut Hendra frustasi.

"Kenapa sih, Hen? Bukankah kita saling menikmati? Dan kamu juga gak pernah menolak setiap kali ada kesempatan. Bahkan, kita sudah sering melakukannya, 'kan?" Saras berkata dengan kilat amarah yang terlihat jelas dari kedua matanya.

"Aku gak mau tahu, Hen! Ini anakmu! Darah dagingmu dan kamu harus bertanggung jawab! Putuskan Nabila hari ini juga!" teriak Saras. "Atau, aku sendiri yang akan memberi tahu Nabila!" ancam Saras.

"Jangan, Ras! Kumohon, biar aku yang bicara dengannya. Aku akan mengunjunginya minggu depan dan bicara baik-baik padanya. Bagaimana pun hubungan kami berdua sudah diketahui oleh keluarga besar kami, Ras. Pasti sangat berat bagi Nabila untuk bisa menerima kenyataan ini," kata Hendra pelan sambil memohon pengertian Saras.

"Kamu tidak perlu mengunjunginya, kalau kalian bertemu pasti kamu tidak akan tega menyakiti Nabila. Putuskan saja dia lewat telpon, aku tunggu kabarnya," ucap Saras dengan ketus.

"Ras ...," panggil Hendra lirih

Saras beranjak dari tempat duduknya. Kemudian memandang kearah Hendra dengan mengerucutkan bibirnya. "Aku tunggu nanti malam di rumah. Orang tuaku siang ini berangkat ke luar kota," titahnya sambil berlalu keluar dari rumah Hendra, meninggalkan Hendra sendirian yang mematung dan masih belum mempercayai kabar yang barusan dia dengar dari kekasih gelapnya itu.

Sepeninggal Saras dari rumahnya, Hendra masih membisu. Pikirannya masih kalut. "Benarkah ini nyata?" gumamnya lirih.

"Aku gak mau nyakitin Nabila. Dia gadis yang sangat baik. Aku mencintaimu, Bill. Sangat mencintaimu," gumam Hendra sambil terisak.

Hendra menangis sesenggukan. Sungguh, dia telah menyesali apa yang telah diperbuat selama ini. Berbulan-bulan dia terlena dengan bujuk rayu wanita lain dan sangat menikmati masa-masa indah itu yang sesungguhnya hanyalah kenikmatan semu hingga dia harus terjebak dalam masalah yang sangat rumit.

"Huff! Brengsek! Aku benar-benar laki-laki brengsek!" ucapnya kemudian memaki dirinya sendiri sambil memukul-mukul kepala dengan tangan. Hendra tak henti merutuki kebodohannya.

****" Flashback Off

1
Suyatno Galih
mobil kok kuda besi thor, kuda besi hrs nya motor
mobil jd gerobak besi
Merpati_Manis (Hind Hastry): wkwk ... harusnya gitu, ya, Kak.
Tapi aku ambil referensi di google;
"Kuda besi" adalah julukan yang digunakan untuk kendaraan bermotor, terutama mobil dan motor, karena melambangkan kekuatan dan ketahanan seperti kuda dengan bahan besi.
total 1 replies
Mama Gezkara
Assalamu'alaikum kak othor... ini ketiga kalinya aku baca cerita Rehan dan Nabila... aku suka aaaa banget cerita ini kaaakk .. semangaatt kaak... barakallah.. sukses selalu..aamiinn
Mama Gezkara: sama2 kak Othooorr
total 2 replies
Vien Habib
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
WaTea Sp
good job
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh bintang limanya, Kak 😍
total 1 replies
🍾⃝ᴘᴀͩᴛᷞɴͧᴏᷠᴢͣ Aja
lanjut kak
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰
total 1 replies
Nengs
lanjut kak
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah rilis, ya. cari aja judul: Menikah di Atas Perjanjian 🙏
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
SAH
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰
total 1 replies
Farida Wahyuni
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Nuryati Yati
👍👍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Arwondo Arni
lanjut donk
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, ya, Kak
judul : Menikah di Atas Perjanjian
total 1 replies
Nancy Nurwezia
kapan rilisnya nih thor.. ceritanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, Kak
judul ; Menikah di Atas Perjanjian
Mampir, yah 🥰🙏
total 1 replies
Atik Marwati
ditunggu lanjutnya thor dah penasaran nich
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah tayang judul barunya, ya. Yuk, merapat ke sana "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Ita Rahmawati
lanjut kak
Ita Rahmawati
saya suka semua karya mu thor..kaget ini jg liat notifnya...lanjut ceritanya😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kka 🥰🙏
yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Sonya Kapahang
Wangsitnya udh turun kah, Mba Hind..?? 😂😂😂
Merpati_Manis (Hind Hastry): Baru ngintip, belum tahu jadi turun apa nggak karena di luar hujan
total 1 replies
Sonya Kapahang
Bismillah.. mudah²an wangsitnya cepet turun.. jd bs up disini.. 😁😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Ira
Enak bgt hendra menyalahkan takdir.. Itu jg salah dia jg mau aja berdua ama saras.. Hbs jebakan dia jg trs melakukan nya.. Jgn salahkan takdir atas perbuatan diri sendiri..
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kka 🥰🙏
total 1 replies
merry yuliana
please stay di NT ya kak winda n mas dudanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe ... Insyaallah, Kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!