Khairunisa, wanita yang berusia 25 tahun. Nisa membesarkan putrinya dengan di temani sang Ibu, Nisa bekerja keras demi putri kecilnya. Tapi karena pertemuannya dengan pria yang merebut kesuciannya 7 tahun yang lalu membuat Nisa takut kalau pria itu akan merebut putrinya.
Nicko Syaputra Wijaya, pria yang berusia 29 tahun. Nicko adalah seorang CEO di Wijaya Group, Nicko begitu kaget karena perbuatannya 7 tahun lalu membuahkan hasil..
Akankah Nisa dan Nicko bersatu demi putri mereka? Penasaran sama alur ceritanya? langsung baca yuk.
IG : faijha.asr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faijha.asr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ambar Putriku
Nicko dan Leo pergi dari restoran itu, ke duanya kini suda berada di dalam mobil balik ke kantor.
Leo, melihat Bos nya yang sedang melamun.
"Bos, apa ada masalah" ucap Leo
"Pelayan wanita yang kau bilang cantik itu adalah wanita yang aku paksa 7 tahun yang lalu" ucap Nicko tuh deh poin
Leo mengerem mobilnya mendadak dan hal itu membuat ke dua pria dalam mobil itu hampir membentur kepala ke depan.
"Apa yang kau lakukan Leo" ucap Nicko kesal
"Maaf Bos, saya cuma kaget saja mendengar perkataan Bos tadi" ucap Leo menatap Bos nya
"Jalankan lagi mobil nya" ucap Nicko
Leo langsung menjalankan mobil itu kembali.
"Boss" panggil Leo
"Hheeemm" ucap Nicko
"Yang Boss katakan tadi benar" Leo bertanya karena penasaran
"Apa pernah saya bicara tidak serius sama kamu" jawab Nicko
Setelah itu tidak ada lagi yang bicara hanya ada keheningan.
******
Sementara itu di restoran tempat kerja Nisa terlihat kesal mengingat wanita yang terus memandang Nicko di ruang VVIP tadi.
"Nis, kamu kenapa si aku perhatiin dari tadi kaya kesal gitu" ucap Sisi
"Aku gak papa ko Si" jawab Nisa
"Nis, tolong antar kan pesanan di meja no 8 ya" ucap salah satu teman Nisa
"Ok"
Nisa membawa mampang yang berisi dua gelas es jeruk dingin.
"Permisi mbak ini pesanan nya" ucap Nisa
Pria dan wanita yang duduk di meja itu melihat ke arah pelayang yang mengantarkan minuman pesanan mereka.
Si pria mengangkat sebelah alisnya, memandang Nisa dengan cukup lama.
"Makasih ya" ucap wanita itu tersenyum manis yang tak lain adalah Nara kaka perempuan Nicko
"Sama-sama mbak saya permisi ke belakang dulu" ucap Nisa berlalu
"Dad, kenapa liatin wanita itu terus" tanya Nara
"Daddy, kaya pernah liat wanita itu Mom, tapi Daddy lupa di mana" ucap Erik
"Mungkin cuma kebetulan aja Dad" ucap Nara
Setelah itu Nara dan Erik membahas tentang hal-hal yang membuat kedua pasangan itu terlihat sangat romantis.
******
"Daddy jangan tinggalin Ambar lagi... Hikc hikc"
Bu Tika yang mendengar suara cucunya menangis langsung bergegas masuk ke kamar, Bu Tika melihat cucunya mengigau dalam tidurnya sambil menangis.
"Daddy jangan tinggalin Ambar Dad" Ambar terus mengigau
Bu Tika mencoba membangunkan cucu nya dan bertapa kagetnya mengetahui cucu nya demam tinggi, ia langsung panik dan menelpon Nisa.
Nisa yang mendapatkan telpon dari sang Ibu bahwa putrinya sedang demam tinggi langsung meminta ijin pulang ke rumah.
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore..
Nisa tiba di rumah dan langsung memarkirkan motornya asal dan cepat-cepat masuk ke dalam.
Nisa melihat putrinya terus-terusan memanggil-manggil Daddy sambil menangis dengan mata terpejam.
Nisa langsung mengangkat tubuh mungil putrinya lalu membawanya keluar rumah sebelum itu ia mengatakan pada Ibunya akan membawa Ambar ke rumah sakit.
Nisa berjalan ke pinggiran jalan besar untuk mencari taksi tapi keberuntungan tidak berpihak pada Nisa. Ambar terus memangil-manggil Daddy nya dan hal itu membuat Nisa tak dapat membendung air matanya melihat putri kecilnya.
"Sabar sayang Mommy akan bawa kamu ke rumah sakit" ucap Nisa di sela-sela tangisnya
Tiba-tiba ada sebuah mobil mewah yang terparkir di dekat Nisa, Nisa melihat mobil itu lalu turunlah seorang pria tinggi dan tampan.
Tampa banyak berkata pria itu langsung mengambil alih Ambar dari gendongan Nisa.
"Apa yang anda lakukan" ucap Nisa
"Membawa putriku ke rumah sakit" ucap Nicko dengan santai nya
"Ayo masuk" ucap Nicko membukakan pintu untuk Nisa
Nisa lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang dengan Nicko yang sedang mengendong Ambar di pangkuannya.
Nicko lalu menyuruh Leo menjalankan mobilnya ke rumah sakit.
Dalam mobil itu tidak ada yang bersuara, Nisa hanya memandang keluar jendela Leo hanya fokus menyetir dan Nicko sedari tadi terus menatap wajah putrinya dengan sendu.
Ambar yang masi dalam gendongan Mommy nya tak henti-henti nya memanggil Daddy nya kini dalam gendongan Nicko seolah-olah gadis kecil itu mendapat tempat tidur yang nyenyak dan tak terusik sama sekali.
Mobil yang di kendarai oleh Leo memasuki parkiran rumah sakit, Nicko dengan cepat membawa putrinya ke dalam di ikuti oleh Nisa.
"Suster cepat panggilkan Dokter Siska" ucap Nicko
"Tunggu sebentar tuan" ucap suster
Tak lama kemudian Siska melangkah mendekati Nicko dan Nisa.
"Siska tolong periksa anakku" ucap Nicko dengan kuatir
"Aku periksa dulu Nick" ucap Dokter Siska
Nicko dan Nisa menunggu di depan dengan kuatir.
Tak lama kemudian dokter Siska keluar dari dalam ruangan itu, dengan cepat Nicko menghampirinya sahabatnya itu.
"Bagaimana keadaan anak gue Sis" ucap Nicko
"Dia baik-baik saja cuma demam tapi bentar lagi demamnya turun ko" ucap dokter Siska
Siska mengajak Nicko ke ruangannya ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan Nicko.
Nicko melihat Nisa lalu berkata.
"Aku ke ruangan dokter Siska dulu" ucap Nicko
Nisa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Tiba di ruangan dokter Siska, Nicko langsung duduk di kursi depan sahabatnya.
"Ini hasil tes DNA Nick, anak itu beneran anak loh" ucap Siska thu dhe poin
Nicko mengambil amplop yang di berikan oleh sahabatnya dan membaca semua isi di dalam amplop itu, tampa terasa air matanya tumpah begitu saja.
"Ambar putriku darah daging ku" ucap Nicko lirih
"Setelah ini apa yang akan loh lakuin Nick" tanya Siska
"Gue akan tanggung jawab Sis" ucap Nicko
"Iya demi anak loh, gue doain loh bahagia Nick" ucap Siska
"Iya Sis, makasih atas semua bantuan kamu" ucap Nicko lalu pamit pergi ke ruangan putrinya.