NovelToon NovelToon
Andre Dan Sheila

Andre Dan Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Anak Genius / Single Mom / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: riski iki

Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.


Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.

Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.


Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.


tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.


Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Di Rumah Sheila

Disaat mata hari belum memancarkan sinarnya, Sheila sudah bangun dari tidurnya, dan sekarang dirinya sedang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak tercinta.

Setelah beberapa menit, akhirnya nasi goreng buatannya telah usai.

Kemudian, Ia memutuskan, untuk membangunkan anak semata wayangnya itu, yang sedang tidur pulas di kamarnya.

Sheila yang sudah memasuki kamarnya, dan duduk di tepi ranjang, tidak langsung membangunkan Andy.

Melainkan, memandangi wajah sang anak, dan sesekali mengusap rambutnya.

Setelah puas memandangi wajah sang anak, Ia pun memutuskan untuk membangunkannya, karena hari sudah hampir siang.

"Sayang bangunlah, hari sudah hampir siang," ucap Sheila dengan lemah lembut.

Andy menggeliat, sembari membuka mata, karena tidurnya sedikit terganggu, dan melihat Bundanya sedang duduk di sampingnya.

"Hoam....! Bunda sudah bangun," ucap Andy dengan suara khas bangun tidurnya.

"Sudah sayang, sekarang bangunlah, hari sudah hampir siang, bukankah ini adalah hari pertamamu masuk sekolah," ucap Sheila dengan tersenyum manis.

" Baiklah Bunda," ucap Andy sambil berdiri dari kasur empuknya, dan berjalan menuju kamar mandi.

"Sayang, Apakah perlu Bunda membantumu," ucap Sheila sembari tersenyum.

"Tidak Bunda, Andy kan sudah besar," ucap Andy.

Dan Andy pun berlalu pergi meninggalkan Bundanya menuju kamar mandi.

Sedangkan Sheila yang berada di kamarnya, keluar untuk mengambil perlengkapan Andy.

Di kamar Andy

Sheila langsung menuju lemari pakaian, dan mengambil perlengkapan sekolah untuk anaknya.

Kemudian Ia berjalan menuju kearah Meja belajar, dan memasukkan beberapa perlengkapan seperti, Buku, pensil dan penghapus.

Tapi tiba-tiba tatapan matanya tertuju pada sebuah kertas, yang berisikan lukisan foto Andre.

"Siapa yang melukis ini, ini benar-benar mirip seperti wajah Andre, apa mungkin Andy yang melakukannya, tapi itu tidak mungkin, karena dia baru pertama bertemu dengan Andre, lagi pula dia baru berumur Enam tahun, mana mungkin Ia bisa melukis seindah ini," ucap Sheila di dalam hati, sembari meletakkan kembali lukisan wajah Andre di tempatnya semula.

Sekarang Iapun keluar dari kamar Andy, menuju kamarnya, dan meletakkan perlengkapan Andy di atas tempat tidur.

Kemudian Ia keluar dari kamar, dan memutuskan untuk menunggu anaknya di Meja Makan.

*****

Andy yang sudah selesai dengan ritual mandinya, segera keluar dari dalam kamar mandi, dan melihat perlengkapan sekolahnya, sudah tersedia di atas ranjang.

"Ah... Bundaku emang yang terbaik, Dia selalu tau apa yang aku butuhkan," ucap Andy sembari tersenyum bahagia.

Kemudian Ia memakai baju sekolahnya,

Setelah selesai memakai seragam sekolahnya, Ia memutuskan untuk turun kebawah.

Dan di bawah, Ia melihat Bundanya sedang berada di meja makan, dan menghampirinya.

" Bunda," panggil Andy.

Sheila yang mendengar panggilan anaknya seketika menoleh, dan melihat Anaknya sudah rapi.

"Anak Bunda, ternyata sudah pintar ya, sekarang ayo kita sarapan dulu, sebelum berangkat ke sekolah," ucap Sheila, sembari menarik kursi yang berada disebelahnya, dan mengangkatnya untuk duduk di kursi itu.

Sheila pun langsung mengambil piring, setelah itu ia menuangkan beberapa sendok nasi goreng, buatannya kepiring Andy.

" Nasi goreng buatan bunda enak sekali," ucap Andy memuji masakan Bundanya.

Sheila yang mendengar perkataan Andy, hanya tersenyum, tanpa berniat mengucapkan sepatah kata pun.

Setelah selesai sarapan, Sheila menggandeng tangan anaknya, untuk keluar rumah.

"Mang Ujang, apakah Mobil yang akan aku gunakan hari ini sudah di cek, dan sudah di bersihkan," ucap Sheila.

"Sudah Non, dan ini kuncinya," ucap Mang Ujang sembari menyerahkan kunci mobil kepada Sheila.

"Oh....! kalau begitu baiklah, terima kasih banyak Mang Ujang," ucap Sheila, dan tidak lupa senyum manis pun menghiasi wajahnya.

"Baguslah, Non Sheila sudah bisa tersenyum lagi, tidak seperti terakhir kali, aku melihatnya," ucap Mang Ujang, menatap kepergian Ibu dan Anak itu.

Di Dalam Mobil

"Sayang pakailah sabuk pengaman mu, Apakah Bunda perlu membantu mu," ucap Sheila menatap kearah Andy.

"Tidak Bunda, walaupun sebelumnya Aku tidak pernah menaiki mobil semewah ini, tapi aku kan sering melihatnya di TV, dan Aku tidak pernah menyangka jika aku bisa menaiki mobil semewah ini, nah...! selesai kan," ucap Andy mengakhiri ocehannya setelah sabuk pengaman itu terpasang sempurna.

Sedangkan Sheila hanya tersenyum, mendengar ocehan anaknya, Setelah itu Ia pun melajukan mobilnya, dengan kecepatan sedang.

Di tengah jalan, Mobil yang di tumpangi oleh Sheila dan Andy, tiba-tiba berhenti mendadak.

"Kenapa ini, bukankah tadi kata Mang Ujang, Mobilnya sudah di periksa, tapi kenapa tiba-tiba berhenti," ucap Sheila.

" Sayang, tunggu sebentar ya, Bunda akan turun, dan memeriksa apa yang terjadi," ucap Sheila sembari mengelus kepala anaknya.

" Tidak Bunda, Andy akan ikut turun bersama dengan Bunda," ucap Andy memohon.

"Tapi Sayang, nanti kalau Pakaian mu kotor, Bagaimana," ucap Sheila dengan lemah lembut.

" Bunda, Andy tidak mungkin membiarkan Bunda turun sendiri, nanti kalau ada orang jahat yang menggangu Bunda, bagaimana...!" ucap Andy.

Sedangkan Sheila, hanya tersenyum mendengar perkataan anaknya.

"Baiklah Sayang, kalau begitu, ayo kita turun bersama," ucap Sheila sembari menatap wajah sang anak, yang menurutnya sangat perhatian.

"Ayo Bunda," ucap Andy.

1
falea sezi
andre plin plan tolol
Anonim
Ooooo kaciannenek peot 🤣🤣🤣🤣
Toni Hartono
inisial tentara terduga teror...masih kolaborasi di sini......
di sumbersari
leyka
koq sela Ndak kerja... apa kakeknya yg selalu mbantunya?
Tyara Lantobelo Simal
semangat untuk selanjutnya
anggita
👌👍👏👏
Puan Harahap
hadir thor
delissaa
udah end ternyata 😀
Putri Handayani
selalu hadir kakak
Santai Dyah
wah sudah tamat
Mak Nur
berasa lari maraton bacanya☺☺
pat_pat
❤️❤️
Ria Diana Santi
Oh, syukurlah ada polisi datang dengan segera.

Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
Ria Diana Santi
Setuju sama kata Andre. Ini adalah ambisi mu semata, Sintia.
Ria Diana Santi
Si Sintia makin lama makin Gila!🤦🏻‍♀️ Hadehhh meresahkan!
solin
suka
Hanna Devi
lanjut lagi...
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊
Sweet chicie💞
lanjut....
Esa Aurelia
Selamat kak udah merampungkan karyanya 😊
Pe_na
End??? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!