Rio adalah siswa berbakat yang belajar di Akademi Guardian yang bertujuan melawan serangan Alien. Semenjak kotanya dihancurkan ia berusaha merebutnya kembali, bersama rekan-rekannya mereka menemukan fakta tersembunyi yang tidak banyak diketahui orang lain. Soal seseorang dari luar angkasa termasuk planet yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 08 : Operasi 99/Z
"Apa hanya segini unit yang dimiliki akademi," dengan kesal Isabel terus menembakan senapannya.
Bagaimanapun akademi hanya sebuah pelatihan jadi tentu mereka tidak pernah berfikir menyimpan setiap guardian untuk setiap siswa yang bersekolah.
Salah satu Guardian berlari dari samping, dengan pedang di tangannya ia memotong rapih setiap tubuh musuhnya. Beberapa Guardian lain tampak kewalahan, kaki Inside sangatlah kuat tidak aneh mereka bisa menembus besi itu dengan mudah.
Salah satu Inside terbang ke arah kami berdua, sebelum aku menembaknya sebuah pedang terbang ke arahnya, pedang itu sempat berputar beberapa kali di udara sampai akhirnya menembus tubuhnya.
"Apa yang kalian lakukan di luar sini? Apa kalian tuli... cepat pergi ke pengungsian," orang yang berkata kasar itu adalah Pak Cinta, ia berjalan melewati kami lalu mencabut pedang yang baru saja dia lempar.
Ekpresinya sedikit keras.
"Aku juga ingin bertarung."
"Cih.... gadis yang keras kepala, apa mayor Lisda tak pernah mengajarimu dengan baik."
"Itu bukan urusannya."
Dua ekor Inside terbang ke arah kami dan hanya sekali ayunan keduanya langsung terpotong dengan rapih.
Dia tidak menggunakan Guardian tapi kekuatannya tidak bisa diremehkan.
"Aku sudah memperingati kalian berdua jadi jangan salahkan akademi jika kalian terbunuh," berkata itu pak Cinta melompat ke arah Guardian yang sebelumnya roboh, dia mengeluarkan seseorang dari sana demi mengambil alih kemudi.
"Biar aku saja, kau pergi sana."
"Baik pak."
Seorang guru yang merampok kendaraan muridnya, seperti itulah yang kulihat. Hanya dalam beberapa saat Pak Cinta telah menghabisi semuanya.
Dia tertawa di atas semua jasad para Inside itu.
"Kalian ini masih harus berlatih, kalian ini pengendali Guardian atau hanya sekelompok pria cantik tak berguna haha."
Orang ini melukai hati muridnya sendiri.
Untuk sekarang semuanya telah selesai,
Di koridor yang sepi itu terdapat sebuah mesin minuman otomatis, aku memasukan beberapa koin untuk membeli dua buah minuman bersoda yang mana kuberikan pada Isabel yang duduk di kursi panjang.
"Aku yang traktir."
"Terima kasih."
"Bagi seorang yang sombong, kau tahu cara berterima kasih rupanya."
"Berisik."
Aku memutuskan duduk di sampingnya selagi menikmati minumanku, rasa dingin seketika menghilangkan dahagaku.
"Benar juga."
Aku mengembalikan pistol milik Isabel.
"Aku tidak cocok menggunakan benda seperti ini... aku sedikit penasaran apa rambut perakmu itu hasil dicat?"
"Tidak, ini rambut alami.. ibuku juga berwarna sama."
"Yang benar? Nama ibumu Mayor Lisda kah?"
"Walau disebut Mayor, ibuku sudah berhenti dari kemiliteran."
Isabel menghembuskan nafas panjang lalu meminum minumannya dengan sekali tegukan dan hasilnya dia terbatuk-batuk.
"Minuman apa ini?"
Aku tidak pernah berpikir ada manusia yang tidak mengetahuinya
"Itu cola."
"Cola... rasanya enak, aku baru kali ini meminumnya."
"Sebenarnya kau hidup dari planet mana?"
Isabel meninju bahuku, dan itu rasanya lumayan sakit, keheningan terasa diantara kami hingga dia memulai kembali pembicaraan.
"Nah Rio, apa kau pernah mendengar operasi 99/Z?"
"Operasi ke Jakarta pusat kah... yang kudengar pemerintah mengirim pasukan gabungan untuk menyerang ke sana demi mengambil alih Jakarta pusat dari para Inside."
"Benar, operasi itu bertujuan untuk melenyapkan seluruh Inside dengan mengirim pasukan terlatih dan ibuku adalah orang yang memimpin pasukan itu."
Mendengar itu aku sedikit terkejut dan kembali mendengarkan penjelasan Isabel.
"Saat itu pasukan ibuku hampir memenangkan peperangan hanya saja tanpa terduga sang ratu muncul dan menumbangkan seluruh pasukannyan.. hanya ibuku yang berhasil selamat hanya saja dia kehilangan kedua kakinya."
Perkataan Isabel dipenuhi kesedihan akan tetapi terdapat tekat kuat di dalam sorot matanya.
"Alasan aku datang ke akademi ini juga adalah untuk melanjutkan perjuangan ibuku, sesuatu yang tidak bisa ia lakukan di masa lalu akan kuselesaikan olehku."
like diri sendiri ✔️
😂😂
cepet banget perasaan baru baca sejam
catet²