NovelToon NovelToon
My Ceo

My Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Indriani Sonaris

Apa yang akan kau lakukan jika harus menjadi sekertaris dari seorang CEO tampan, HOT, menggoda, tapi sangat Bossy dan menyebalkan? Apakah itu sebuah keberuntungan? Ataukah sebuah kutukan?
"Saat berdekatan dengannya, jantung ini selalu berdebar-debar. Ucapannya yang selalu mengintimidasi, selalu membuatku menjadi tak berkutik. Aku tidak tau alasan semua yang terjadi dengan diriku. Karena saat bersama tunanganku, aku tak merasakan itu semua." -Keysa adeeva myesa-
"Aku tak pernah percaya dengan yang namanya cinta, cinta itu penuh kebohongan dan hanya membuat orang menjadi sengsara. Bukan cinta yang aku rasakan kepada sekretaris itu, aku hanya senang bersamanya dan senang mengganggunya. Ini hanya sebuah kebutuhan." -Felix ernest blandino-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Happy Reading

----------------------------------------------------------------------------

Felix pov

"Maaf pak,, saya harus pergi"

Kata-kata itu terus terngiang ditelingaku,,

Apa sih sebenarnya yang dia pikirkan, sudah jelas jelas diselingkuhi masih saja mau menikah.

Aku terus mondar mandir di ruang tengah rumahku,, aku terus memikirkan gadis itu. Sungguh mengkhawatirkan.

"Yak,,, sampai kapan loe nyetrika lantai gitu? Terus saja bolak balik,, bikin gue pusing ngeliatnya" teriak Remon yang duduk disofa tetapi aku tidak menghiraukannya.

Fokusku masih kepada gadis itu. Astaga ada apa denganku ini, Felix, dia hanya sekretarismu kenapa kau harus merasa sekhawatir ini. Dia yang menginginkan pergi, kenapa kau begitu memperdulikannya. Ayolah mana Felix yang selalu cool dan datar.

"Biasa Mon, penyakit cinta lagi kambuh" sahut Devan yang sedang memakan cemilan. Langkahku terhenti mendengar ucapan Devan barusan.

"Loe sudah mulai jatuh cinta yah sama sekretaris loe" ucapan Remon membuatku mengernyit. Apa benar aku jatuh cinta? Aghh,, itu tidak mungkin.

"Gue tidak jatuh cinta" ucapku dengan tegas

Yah memang aku tidak jatuh cinta padanya,, aku hanya perduli pada gadis itu karena dia pegawaiku dan aku melihat sendiri saat dia memergoki kekasihnya tengah berselingkuh. Aku tidak bisa melihat senyumannya hilang. Kenapa harus dibilang jatuh cinta?

"Yaelah masih saja belum nyadar,, sudah jelas-jelas sangat mengkhawatirkannya" ucap Remon

"Gue gak jatuh cinta Remon,, ini hanya perasaan khawatir seorang bos kebawahannya saja" ucapku datar

"Ada gitu bos khawatir sampe segitunya kebawahan?" goda Devan membuatku mendengus jengkel.

Aku malas menjawab pertanyaan mereka yang terus berbicara soal cinta. Hanya bersikap seperti ini saja kenapa harus di bilang cinta? Aku tidak pernah mencintainya dan tidak ingin mengenal yang namanya cinta.

Aku kembali menatap layar handphoneku. Apa aku telpon saja? Tapi mau menanyakan apa? Pekerjaan sudah selesai semuanya.

"Mulai deh melamun" celetuk Devan

"Ck... Mulut loe berdua sudah seperti para wanita penggosip saja, berisik !!" ucapku kesal dan berlalu masuk kedalam kamar. Disini lebih tenang, daripada harus terus mendengarkan ocehan mereka berdua tentang cinta.

"Astaga Keysa, apa yang sudah kau lakukan padaku. Kenapa kau membuatku begitu gelisah" aku merebahkan tubuhku di atas ranjang dan menatap langit-langit kamar.

Aku mencoba memejamkan mataku untuk menghilangkan pikiranku tentang Keysa. Tetapi semakin aku memejamkan mata, bayangan Keysa yang tengah menangis terus menghantuiku.

Shittt !!!

Aku kembali bangun dan mengusap wajahku gusar, aku sungguh gelisah dan khawatir. Apa sebaiknya aku hubungi saja dia.

Aku melirik iphoneku yang tergeletak di sampingku. Persetan dengan gengsi...

"Ya pa"

"Kamu dimana Key? Masih diluar?"

"Saya masih diluar,, apa ada masalah?"

"Masih bersama pria itu?"

"Iya masih"

Aku langsung memutuskan sambungan telpon tiba-tiba,, ngapain saja sih mereka sampai malam begini masih belum pulang juga. Aku sungguh kesal mendengar Keysa masih bersama ******** itu.

Tanpa pikir panjang aku langsung menyambar kunci mobilku dan berlari keluar.

"Woii mau kemana loe?" Sekilas gue dengar teriakan 2 curut itu tetapi gue malas meladeninya. Aku langsung saja menjalankan mobilku dan menuju kerumah Keysa.

Sesampainya di depan rumah Keysa, aku melihat belum ada tanda-tanda Keysa pulang. Mungkin dia masih dijalan pikirku.

Tak lama sebuah mobil berhenti didepan gerbang rumah Keysa. Sepertinya dia baru pulang.

Aku melihatnya berjalan perlahan menuju pekarangan rumahnya,, dan aku bergegas untuk pulang tetapi saat menyalakan mesin tiba-tiba dia berbalik lagi dan menghentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat.

Mau kemana lagi dia?

Akupun langsung mengikuti taxi itu,, tak lama taxi itu berhenti di sebuah rumah sederhana dan aku tidak tau itu rumah siapa, aku melihatnya turun dengan mengendap-endap mengintip dari balik pagar.

"Sedang apa dia?"

Karena penasaran, akupun turun dan hendak menghampirinya. Tetapi langkahku terhenti saat mendengar teriakan seseorang membuatku melihat ke dalam pagar,, ternyata pria itu.

Itu wanita yang ada di kamar apartement itu.

"Kenapa?" tanya pria itu.

Aku mampu mendengarnya karena jarakku dengan mereka tak begitu jauh. Wanita itu terlihat menangis.

"Ada apa sayang?"

"Apa kamu mencintai Keysa?"

"Maksud kamu apa sayang?" cih,, pria brengsek itu bilang sayang pada wanita lain. Benar-benar ********.

"Kenapa tadi kamu marah sama Keysa gara-gara tadi dia ditelpon sama bosnya? Kenapa kamu bilang kamu gak suka liat Keysa dekat dengan bosnya? Kenapa Ren? Apa kamu cemburu? Apa kamu mulai mencintai Keysa?"

Oh jadi dia cemburu...

"Hey sayang,, tidak aku sama sekali tidak cemburu. Aku bersikap seperti itu karena tidak mau si Felix itu nantinya menghambat rencana kita"

"Aku hanya mencintai kamu,, hanya kamu. Kamu tau kan aku tidak suka sama Keysa,, aku tidak suka wanita manja seperti Keysa. Percaya sama aku, setelah rencana kita berhasil untuk merebut semua harta Mahesya aku akan meninggalkannya. Dan kita akan menikah sayang"

Pandanganku langsung terarah kearah Keysa. Dia terlihat begitu syok. Aku melihatnya langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, dia menangis dan memukul dadanya.

Dasar pria ********, ternyata dia hanya memanfaatkan Keysa untuk mendapatkan semua harta bokapnya. Rasanya ingin sekali aku meninju wajah ******** itu, tetapi aku harus bisa menahan emosi ini. Aku tidak mau Keysa akan menjadi korbannya.

"Kenapa tidak berhenti sampai disini saja hunny? Kamu kan sudah mengambil dana dari perusahaan om Mahesya, apa masih belum cukup? Kita tinggal pergi dan hidup berdua sayang" aku tidak memperdulikan lagi percakapan mereka berdua. Pandanganku tak lepas dari Keysa yang terus menangis terisak.

"Tidak sayang, kita hampir selesai. 2 tahun ini kita sudah merencanakannya dengan sangat matang kan, jadi kenapa harus berhenti sekarang? Tinggal 2 bulan lagi San, setelah aku menikah dengan Keysa"

Aku tak akan membiarkan dia menikah dengan Keysa. Apapun yang terjadi, aku tak akan biarkan Keysa jatuh ke tangan pria itu. Aku mengepalkan kedua tanganku dengan kuat saat melihat Keysa menangis terisak dan memukul dadanya. Dia pasti sangatlah terluka.

Inilah alasanku membenci kata cinta. Karena cinta hanya akan membuat hidup seseorang hancur...

"Tapi aku tidak mau kamu menikah dengan Keysa,, aku tidak bisa melihat kamu menikah dengan wanita lain, dan aku juga tidak mau buat Keysa semakin hancur. Rencana kita kan hanya untuk merebut harta mereka"

Gadis yang biasanya terlihat bahagia dan selalu tertawa riang, kini tengah terluka disana. Dadaku rasanya ikut sesak melihatnya seperti itu.

"Tidak bisa sayang,, aku sudah putuskan akan menikah dengannya. Aku mohon kamu jangan cemburu. Ini hanya acting sayang, aku tidak pernah cinta sama Keysa"

"Aku janji akan segera menyelesaikannya, dan kita akan menikah membangun keluarga bahagia kita. Aku mencintaimu"

Aku tidak akan pernah biarkan kalian berdua menghancurkan Keysa,, aku akan selalu melindunginya bagaimanapun caranya.

Aku melihatnya berjalan meninggalkan rumah itu. Aku terus mengikutinya dari belakang. Dia berjalan dengan gontai menyusuri jalanan. Hingga Dia duduk dihalte bus, aku menghampirinya dan berdiri disampingnya mengarah kepadanya, bahkan ia tidak sadar dengan kehadiranku saat ini.

Apa sesakit itu?

"Apa salah gue sama kalian" teriaknya dan menangis sejadi-jadinya sambil memukul dadanya.

"tidak baik seorang wanita malam-malam menangis dipinggir jalan sendirian" ucapku dan barulah dia mendongakkan kepalanya melihat kearahku

"Felix..." gumamnya, ternyata dia baru sadar aku disini.

Author pov

Felik lalu duduk disamping Keysa dan menyimpan sapu tangannya ditelapak tangan Keysa. "Menangislah kalau itu bisa membuatmu lebih lega" ucap Felix

"Felix, mereka berdua. Mereka.." ucap Keysa terbata-bata,,

"Ssssttt,,, aku sudah dengar semuanya" Felix membawa tubuh Keysa ke dalam pelukannya dan menyandarkan kepala Keysa di dada bidangnya.

Cukup lama Keysa menangis dipelukan Felix hingga akhirnya dia berhenti menangis "Sudah tenang?" ucap Felix dengan lembut.

Ternyata dia punya sisi lembutnya juga. Pikir Keysa dan menampilkan senyumannya.

"Ya sudah aku antar kamu pulang" Keysa hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Di dalam mobil taka da yang ingin membuka suara, keduanya sama-sama membisu dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga tanpa terasa, mobil Felix sudah sampai di depan rumah Keysa.

"Emmm,,, makasih yah" ucap Keysa

"Ya sama-sama,, kamu istirahat " ucap Felix penuh perhatian membuat Keysa kembali tersenyum.

Saat Keysa hendak beranjak, Felix menahan pergelangan tangan Keysa. "Sudah cukup Key, dan jangan pernah temui pria itu lagi" ucap Felix penuh penekanan tidak ingin dibantah dan entah bagaimana, Keysa hanya bisa mengangguk.

***

Keysa pov

Aku masih belum mengantuk, aku masih merenung didalam kamarku. Sungguh aku tak menyangka Sanas dan Reno melakukan ini padaku dan papa. Apa salah kami pada kalian? Selama ini bahkan papa menyayangi Sanas seperti anaknya sendiri. Kenapa dia melakukan ini.

Kamu sungguh jahat, Sanas...

Selama ini aku sungguh menyayanginya, bahkan sudah menganggapnya sebagai kakak terbaikku. Tetapi ini balasan dia padaku, aku tidak marah padanya saat aku melihat dia bersama Reno melakukan hubungan intim itu di apartement. Aku pikir kamu hanya tergoda olehnya, makanya aku masih mempercayai kalian berdua dan memberi kalian kesempatan. Tetapi kenyataannya kalian memang bersekongkol untuk merebut harta papa. Kamu menyuruh Reno berpura-pura menjadi pacarku, pantas saja saat pertama bertemu Reno itu seperti terencanakan.

Apa aku bodoh, karena terlalu mudah percaya dengan sahabat sendiri? Apa masih pantas kamu aku anggap sebagai sahabat?

Sungguh rasanya kepala ini mau pecah dan dada ini sungguh terasa sangat sesak. Aku harus menyelesaikan drama ini, kalian berdua tidak akan mampu melancarkan rencana kalian lagi. Aku akan mencari bukti kejahatan kalian berdua dan memperlihatkannya ke papa.

***

Aku terbangun saat merasakan sinar matahari menerobos masuk ke celah jendela. Seperti biasa aku selalu merentangkan tanganku.

"Ahh... Rasanya rileks sekali"

Aku melirik jam diatas meja disamping ranjang. Jam 07.00 sepertinya papa belum berangkat, aku harus bicara dengan papa sekarang. Aku tidak akan biarkan Reno dan Sanas merebut perusahaan papa yang sudah dibangun dari hasil jerih payahnya sendiri.

Aku mencuci muka dan menggosok gigi lalu segera keluar hendak ke meja makan. Aku bertanya ke salah pelayan disana, dan mereka bilang papa sedang pergi ke luar negri kemarin sore.

Kenapa papa tidak mengatakannya kepadaku...

Aku meraih handphoneku dan menghubungi papa.

"Hallo pa"

"....."

"Kenapa papa tidak memberitahuku kalau harus pergi ke Jerman"

"....."

"Apa akan lama? Keysa tidak mau sendirian di rumah"

"....."

"Baiklah, papa jaga diri disana yah pah. Kasih kabar selalu pada Keysa"

Aku menutup sambungan telpon dan duduk di salah satu kursi meja makan. Ini sangat aneh..

Papa tidak biasanya pergi tanpa memberitahuku langsung. Ada apa ini sebenarnya?

Ya tuhan, kenapa dadaku terasa sangat sakit sekali. Ada apa ini?

Semoga papa baik-baik saja, dan mungkin sekarang aku harus fokus ke penyelidikan Reno dan Sanas.

*****

1
Kenzi Kenzi
akhirmya up.lagi ..tx notifnya thor
Putri Minwa
jangan lupa lirik Dibalik kesetiaan Nayla ya thor
Putri Minwa
keysa kehilangan papa nya ya
Putri Minwa
lanjut thor,
Putri Minwa
mantap thor lanjut
Putri Minwa
ceritanya bikin kk suka Thor
Putri Minwa
kk mampir ya thor
Tanpa Nama
lanjut dong cerita ny. . .
penasaran nii. . .
semangat author ny. . .
udah lama nunggu cerita ny. . .
Putri Minwa
kk mampir thor
Putri Minwa
lanjut, kita saling dukung ya thor
Putri Minwa
bagus tuh Reno selalu menjaga hubungan baik nya
Putri Minwa
keysa salah paham ya thor
Putri Minwa
lanjut thor
Putri Minwa
cerita yang menarik thor
Putri Minwa
semangat terus thor 💪💪💪
Putri Minwa
kk mampir thor lanjut
Nunung Nuraliyah
ceritanya bikin penasaran
Dian Astutik
dokter dhika dokternya kesya dahulu yang oprasi...
Velza
sini tak bantu nampol felix 😂
Dian Astutik
crazy up kak Indri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!