Aku seorang Kapiten! Mempunyai pedang panjang! Kalau berjalan prok prok prok....
Aku seorang Kapiten!
-Albert Anderson-
*****
Nana menikah dengan Albert tapi pernikahan itu ditentang oleh keluarga besar Albert hingga rencana besar disusun mereka untuk menyingkirkan Nana.
Mereka membuat Nana kecelakaan hebat hingga Nana dinyatakan meninggal.
Tapi tanpa mereka tahu jika Nana selamat dan ditolong oleh seorang pria bernama Kevin.
Saat Nana membuka mata ternyata dia mengalami amnesia dan lebih parahnya dia tengah mengandung anak Albert.
Hingga drama pernikahan palsu dibuat Kevin untuk melindungi Nana dan bayinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akting Kaya
🍂🍂🍂
Setelah selesai melakukan pekerjaannya Nana segera pulang ke rumah kontrakannya, dia merasa bahagia sekaligus kesal bersamaan. Bahagia karena bisa mendapat pekerjaan, kesal karena bertemu pria aneh seperti Kevin.
Nana meraih ponselnya untuk menghubungi suaminya, dia sangat merindukan Albert seharian ini.
"Bang," panggil Nana saat sambungan telpon sudah tersambung.
"Iya Dhe," sahut Albert dengan suara berat disana.
Nana mengernyit. "Abang, kenapa?" tanya Nana cemas.
"Pinggangku rasanya remuk, Dhe," keluh Albert yang saat ini dalam posisi tengkurap.
"Habis ngapain?"
"Tadi diajak Tejo kerja jadi kuli ngangkat puluhan karung beras. Kayanya malam ini kita gak bisa buka pabrik bayi, Dhe!"
"Abang jadi kuli? Astaga... " ucapan Nana terjeda karena seketika wajah Nana merona malu jika Albert menyinggung masalah pabrik bayi.
Nana berdehem. "Nanti aku pijitin ya Bang! Abang mau makan apa? Aku baru ketrima kerja, kita rayakan ya! Makan berdua diluar gitu biar romantis!"
Seketika Albert langsung mengingat perkataan Joe sebelumnya. "Maaf Dhe! Malam ini, aku disuruh menemui Daddy! Adhe makan malam sendiri ya hari ini, gak apa-apa kan?"
"Iya gak apa-apa Bang," sahut Nana berusaha bersikap bijak.
Selesai menutup panggilannya, Nana memesan grab karena waktu sudah sore pasti akan susah mencari angkot.
Sementara Albert mulai bersiap-siap ke mansion orangtuanya. Dia melirik uang empat puluh ribu yang dia dapatkan hari ini.
"Biasanya aku menghamburkan uangku sekarang aku bisa menghargai uang," gumamnya.
Saat keluar dari rumah kontrakannya dia bertemu dengan Tejo lagi yang memakai motor bebeknya.
"Bisa aku pinjam motormu?" tanya Albert.
"Tapi gak ada bensinnya sisa sedikit aja," sahut Tejo.
"Iya nanti aku isi bensinnya tapi gimana cara ngisinya ya?" tanya Albert yang memang tidak mengerti.
Seketika Tejo langsung memegang dadanya, dia masih bingung bagaimana ada manusia seperti Albert.
"Ngisi bensin aja gak bisa, bagaimana mau naikin motor! Aku takut nanti kau nabrak pembatas jalan lagi karena tidak mengerti itu untuk apa. Ayo aku antar! Mau kemana?"
Albert mau tidak mau mengikuti saran Tejo karena yang dikatakan Tejo ada benarnya juga. Mereka berdua akhirnya menuju mansion keluarga Albert menggunakan motor yang mana Albert duduk dibelakang.
Saat sampai di sebuah warung, Tejo berhenti sejenak karena ingin mengisi bensin motornya.
"1 liter aja," ucap Tejo pada pemilik warung.
Pemilik warung itu mengisi bensin di motor Tejo setelah selesai dia berkata. "Sepuluh ribu!"
Tejo melirik Albert kode minta dibayar. "Bayar!"
Yang mana membuat Albert mengeluarkan uangnya dan memberikan pemilik warung itu uang sepuluh ribunya. "Ini uang aku sendiri yang aku cari dari hasil nguli! Hebat kan!"
"Nguli aja kok sombong!"
Tejo hanya bisa terkekeh melihat interaksi Albert dengan pemilik warung itu. Dia kembali menaiki motornya untuk melanjutkan perjalanan yang menjadi tujuan Albert. Tejo dibuat terkejut lagi saat Albert menyebutkan dimana tujuannya yang mana disitu ada sebuah mansion besar berdiri kokoh.
"Dekat denganmu lama-lama aku bisa mati mendadak karena jantungan!" ucap Tejo saat berhenti di depan gerbang besar mansion itu. "Ini bagian dari akting pura-pura kaya?"
"Anggap saja begitu, tunggu aku ya! Tidak akan lama!" sahut Albert yang turun dari motor.
Albert mendekati gerbang besar mansion dan membuka pemindai sidik jari untuk masuk.
Yang mana membuat Tejo kembali terkejut. "Gila gila! Aktingnya sungguh mengagumkan!"
🍂🍂🍂
❤❤❤❤
yg ada pas lahir..
palanya kotor parahhh..
❤❤❤❤❤