NovelToon NovelToon
Pernikahan Manis

Pernikahan Manis

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:300.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora Veganadia

Ellen disuruh menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam oleh pamannya sendiri namun ellen baru menyadari bahwa pria yang diluarnya dingin didalamnya sangat hangat apalagi perilakunya kepada dirinya membuatnya semakin penasaran siapa sebernarnya pria ini?

Arkana, tuan muda yang tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun tiba tiba menikah dengan seorang gadis yang menjadi korban dari utang pria paruh baya yang tidak tau diri itu. Namun siapa sangka bahwa yang akan menjadi istrinya di masa depan adalah gadis yang selama ini ia cari, yaitu cinta pertamanya.

Bagaimana kisah pernikahan mereka disaat ellen tau bahwa suaminya adalah teman sekaligus cinta pertamanya selain mantannya? Dan Arkan tau bahwa istrinya adalah gadis yang ia tunggu selama ini? Bagaimana kisahnya, silahkan ikuti lanjut.


Season2 Kisah Cerita anak anaknya yaa.. Lanjut kok, ditunggu aja..

Beri jejak untuk ceritaku ya.. Terima Kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora Veganadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Chapter 06 Pulang|

❤️Happy Reading❤️

Saat ini Arkan dan Ellen berada di Rest Area dalam tol, mereka masih ingat waktu beribadah dan memang saatnya untuk makan malam. Setelah solat berjama'ah Ellen dan Arkan mencari makanan sedangkan Ranz dan sopir, Fito, menunggu dimobil dan sesekali mereka meminum segelas teh hangat ditangan keduanya.

Ellen mengincar makanan padang yaitu ayam gulai, dan kentang balado. Sedangkan Arkan lebih memilih sayuran nangkanya dan jengkol balado. Namun karena ia masih berada dijalanan yang panjang ia menggantikan jengkol menjadi telor dadar.

Ellen juga memesankan makan malam untuk Ranz dan pak Fito. Setelah itu Ellen membeli minuman di Starmoons yang sangat terkenal didunia anak muda. "Kamu mau beli apa lagi setelah ini?" tanya Arkan yang langsung disudahi oleh Ellen, "makan aja dulu baru beli cemilan untuk dijalan nanti."

Arkan mengangguk lalu ia merangkul Ellen dengan erat saat ia menyadari bahwa ada sekumpulan anak remaja pria menatap kearahnya melainkan kearah istrinya. Ellen bingung dengan perilaku Arkan yang tiba tiba menyium pelipisnya dengan lembut, sedangkan Arkan puas saat anak remaja itu tidak menatap kearah istrinya lagi dan memberi senyuman manis ke Ellen yang terlihat bingung.

"Kamu kenapa?"

"Ada yang ngeliatin kamu, aku gak suka." bisik arkan pelan membuat Ellen tertawa pelan dan lagi lagi Ellen menjadi tatapan anak remaja tersebut. "Berhenti tertawa Ellen, kalau gak mau aku cium kamu didepan sini."

Ellen mendengar itu langsung mencubit lengan suaminya dengan gemas, "enak aja. Kamu senang banget ya, mempermalukan orang?" Arkan menggelengkan kepala, "aku gak mempermalukan orang, hanya kamu saja yang aku lakukan."

"Ngambek nih."

"Iya, jangan dong. Udah yuk, aku semakin panas disini." ujar Arkan lalu Ellen menahan tangannya dan tiba tiba ia mencium pipi arkan dengan lembut, "gak usah cemburu, sayang." bisik Ellen lalu kabur keluar dari toko itu dengan pipi memerah sedangkan Arkan mengulum senyuman karena merasa bahagianya berkali kali lipat.

Arkan langsung menyusul Ellen dan meninggalkan suasana yang sangat manis didalam toko tersebut, sedangkan anak remaja yang melihat kemesaraan kedua orang itu serempak bergumam, "sial, gua iri."

Saat ini Ellen dan Arkan sudah duduk manis ditempat yang mereka temui untuk menjadi meja makan mereka berempat. Ellen senang jika melihat pak Fito dan Ranz bersemangat makan seperti itu, padahal awalnya kedua orang itu menolak untuk makan bersama disatu meja bersama nona dan tuannya.

Namun ternyata Ellen sangat pintar jika memaksa orang. Dengan kata 'jika tidak ingin makan, akan ditinggal disini tanpa dompet dan hp.' Arkan yang melihat itu menggeleng tak percaya, benarkah ellen itu adalah istrinya? Mengapa sangat menggemaskan dimatanya.

Ranz dan Fito dengan lahap memakan makanan malamnya dan tak perlu lama kedua orang itu sudah menghabiskan makanannya dan berpamit ingin cuci tangan. Sebenarnya Ellen tau bahwa kedua orang itu tidak nyaman duduk bersama mereka, mungkin karena mereka merasa dirinya hanya sekedar bawahan saja.

"Mereka lucu ya?" tanya Ellen kepada Arkan yang masih terfokus kepada wajah istrinya, "lucu dimananya?"

"Saat mereka terburu buru menghabiskan makanannya agar segera cepat pergi dari hadapan kita, apa sebegitu tidak nyamannya duduk dengan majikan sendiri?" tanya ellen kepada Arkan. "Mana ku tahu? Aku hanya tau tempe."

Plak! "Nyebelin." Arkanpun tertawa melihat wajah marah wanita itu, "mungkin kamu terlalu sering menatap kedua orang itu. Sedang makan saja mereka menunduk." Ellen melirik kearah suaminya dan dibalas alis terangkat sebelah, "bukannya kamu yang menatap mereka dengan tajam, karena merasa kesal?"

"Kesal kenapa?" tanyanya pura pura padahal kenyataannya memang benar, ia kesal karena tidak bisa makan berdua dengan Ellen disuasana malam hari yang menurutnya sangat pas untuk berduaan dengan istri mungil dan manis ini.

Ellen hanya bisa menghela nafas lalu menyuruh suaminya itu menghabiskan makanan malamnya agar bisa cuci tangan bersamaan. "Buruan habiskan makan malamnya, aku pengen cuci tangan segera nih."

"Suapin aku dong." Manja Arkan membuat Ellen lagi lagi menghela nafas agar menahan emosinya,  lalu memulai menyuapi bayi besarnya itu, "kamu beda ya yang dibilang orang orang itu."

"Bedanya?"

"Disana bilang kamu orang dingin dan terkenal kejam, tapi disini kamu manja, dan menyebalkan." Arkan menyubit pipi kanan Ellen dengan gemas, "hanya dengan kamu saja kok, sayang."

Ellen menahan tawa, melihat wajah suaminya yang sangat tampan seperti peran peran didunia hijau. "Sini A lagi. Tinggal dua suap lagi cepet ngunyahnya."

"Baik mama," balas Arkan membuat senyum Ellen semakin melebar.

Setelah lamanya makan malam akibat Arkan yang bersikap manja kepada istrinya dan tidak tau tempat bagi Ellen.  "Ayo kita beli cemilan buat ditengah jalan." ajak Arkan setelah melihat istrinya yang sudah kembali dengan tangan basah dan tisu ditangannya.

Ellen mengangguk, "enaknya apa ya? Yang gak bikin muak didalam mobil."

"Keripik."

"Terus apa lagi?" Arkan diam sedang berpikir apa yang ia tau tentang cemilan. "kue kering? Brownis? atau Permen?" Ellen mengangguk, lalu mengajak Arkan untuk masuk kedalam toko kue yang menjual semua cemilan. Arkan mengambil tas keranjang dan berpisah dengan Ellen yang sedang melihat permen asem yang rasanya mangga. Melihatnya saja ia sudah menelan liurnya.

Ellen yang sudah mengambil beberapa permen langsung menoleh kanan kiri mencari Arkan berada dimana dan ternyata saat ia berbalik, Arkan ternyata sudah berada dibelakangnya dengan keranjang belanja penuh dengan berbagai macam cemilan. Ellen yang melihat itu langsung menganga lebar, "kenapa banyak banget?"

"Buat Fito, Ranz, Bibi dirumah dan paman ditaman." jawab Arkan membuat Ellen semakin mengerutkan keningnya, "hah?"

Arkan mengambil kedua permen ditangan Ellen dan berjalan kearah kasir. Ellen hanya bisa mengikuti langkah Arkan dan bertanya lagi, "bibi dirumah siapa? Dan lagi paman ditaman?"

"Bibi dirumah, itu bibi ari yang menjadi pengurus rumahku, dan paman ditaman, itu paman gara yang ngurus perkebunan dirumahku." Ellen yang baru mengerti langsung mengangguk dengan mulutnya berbentuk bulat, "kamu kok gak cerita kalau punya kebun dirumah?"

"Kamu gak nanya, salah siapa?"

"Gak ada yang salah," jawab Ellen dengan menggelengkan kepala dengan raut yang sangat polos.

Arkan lagi lagi mengacak rambut Ellen dengan gemas, "udah sini, mau beli apa lagi?" tanya Arkan, "udah cukup itu aja nanti pindah lagi ketempat lain." Arkan tersenyum lalu merangkul pinggang Ellen saat ada seorang pria yang lewat dibelakang istrinya. "Ada orang."

Ellen mengangguk, lalu memeluk pinggang arkan juga dengan erat sampai banyak para pasangan melihat ke manisan mereka dengan iri minta dipeluk juga dengan pasangannya. Setelah membayar, Arkan masih merangkul pinggang Ellen sedangkan Ellen hanya mencengkram baju kaos suaminya dibelakang punggung.

Diperjalanan pulang, Ellen yang sudah kekenyangan pun tertidur dengan kepalanya berada dipaha suaminya, sedangkan Arkan hanya bisa bersandar disenderan kursi yang bisa diatur kebelakang.

Mungkin perlu 3 jam diperjalanan dan akhirnya sampai juga dikota tempat tinggal Arkan. Ellen terbangun karena merasa sudah sampai, " apa sudah sampai?" tanya Ellen lalu merubah posisinya menjadi duduk, Ranz yang melihat itu langsung menoleh menatap nona mudanya. "Sebentar lagi kita sampai, nona." Ellen mengangguk lalu menatap suaminya yang masih terlelap, dengan sekali gerakkan ia memeluk tubuh suaminya dengan erat.

Dan kembali memejamkan matanya, karena nyawanya belum kekumpul semua. Arkan yang merasakan sesuatu langsung membuka matanya dan membalas memeluk istri mungilnya. Dengan elusan lembut dibelakang punggung Ellen.

Saat Arkan melihat gerbang rumahnya dibuka ia langsung membangunkan istrinya, "sayang Ellen.. Bangun, kita udah sampai." bisik Arkan ketelinga Ellen, wanita itupun mengerjapkan kedua matanya dan melihat sekeliling ia melihat sebuah rumah yang cukup mewah ah bukan sangat mewah didepannya penuh dengan kebun yang diceritakan Arkan tadi sebelum ia tertidur.

"Ini, rumahmu?" tanya Ellen, yang langsung digelengi Arkan, "ini rumah kamu, rumah aku udah dijual dan ganti rumah yang ini untuk anak kita kelak."

"Kok dijual rumah kamu? Lebih bagus rumah kamu aja yang sudah sering dipakai."

Arkan menggeleng, "rumah ku itu keamanannya sangat minim, lebih baik disini. Keamanan jauh lebih baik." Ellen mengangguk dan keluar dari mobil dibantu Arkan.

 

 

❤️Bersambung...❤️

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ARKANA ELLENA
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Semangat thor 💪💪💪
Nindira
Aku suka ceritanya😍🥰
Nindira
Hai thor aku udah mampir nih, uda di fav juga
Rajo kaciak
Bintang kita sama Arkan 😁😁
Rajo kaciak
so sweet banget thor
Rajo kaciak
hadir thor
Aqiyu
wahhhh Yuna mafia
Aqiyu
makin kesini musuhnya makin bertebaran
Aqiyu
huuuhhh
Aqiyu
hadeeehhhh bisa ya orang mengandung 1.5 tahun 😆 luchuuu
Aqiyu
itu abang tukang bakso nya 😀
Aqiyu
mmmmmmmm
Aqiyu
hempas kan pelakor
Aqiyu
❤❤❤❤❤
Aqiyu
udah pembukaan 9 masih sempat makan......
padahal itu mulesnya udah kurang dari 5 menit sekali .... uuuhhhggg rasanya udah ga bisa mikirin lapar.... yang ada pinggang panas perut mules keringet banjir tak tertahankan
Aqiyu
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
Aqiyu
selalu aja ada ulet keket.mudah-mudahan Fahri cepat bertindak
Aqiyu
nasa Fahri ga sadar dia ciuman sama Cecil apa ia Cecil bisa hipnotis orang
Aqiyu
untungnya Cecil ga kegatelan sama Arkan biarlah dia bersaing dengan adiknya sendiri😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!