NovelToon NovelToon
Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delfi Sofya

Deg.

Vina terhuyung ke belakang setelah mendengar perkataan Devan barusan.

Tadinya Vina datang berniat memberitahu Devan bahwa dirinya hamil, tapi siapa sangka Vina malah mendengar kabar menyakitkan tentang hubungan mereka.

Tanpa pikir panjang Vina langsung berlari keluar dari apartemen itu dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.

Vina pergi tanpa memberitahu Devan soal kehamilannya. Toh hubungan mereka tidak bisa lagi di perjuangkan, itu sebabnya Vina memutuskan untuk merawat sendiri bayi yang masih ada di dalam perutnya.

Vina memutuskan pulang ke kampung halamannya meninggalkan semua kenangan yang ada di kota itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Devan baru saja tiba di rumah sakit untuk mengujungi mamanya.

Pakaiannya belum diganti dan masih dengan stelan jas lengkap.

“Pa, ma.” Sapa Devan.

“Kamu sudah pulang kerja?” Tanya Bayu.

“Sudah pa.” Sahut Devan.

Devan lalu duduk di kursi yang telah di sediakan dalam ruangan itu.

“Devan ada yang ingin mama sampaikan padamu.” Tiba-tiba Santi berbicara.

Bayu dan Devan refleks berbalik melihatnya.

“Sampaikan apa ma?” Tanya Devan dengan tatapan penuh selidik. Entah kenapa Devan merasa akan ada hal buruk yang ingin disampaikan oleh Santi padanya.

“Mama dan tante Rita sudah berbicara tadi. Kami sudah putuskan bahwa kamu dan Tiara anak dari tante Rita akan menikah dalam waktu dekat.” Ucap Santi tanpa rasa bersalah sama sekali.

“Hah?” Devan membulatkan matanya kaget.

Saat Devan hendak mengucapkan sepatah kata untuk membantah sang mama, Bayu sudah lebih dulu menatapnya dengan tajam. Bayu mengisyaratkan agar Devan tidak mengulangi kesalahan kemarin yang membuat santi sesak.

“Suka tidak suka mama tidak peduli, kamu harus mau dan setuju dengan rencana ini. Kalau kamu berani membantah ataupun menolak, siap-siap kamu mama keluarkan dari daftar keluarga kita dan kamu bukan anak mama lagi.” Sambung Santi tanpa jeda.

Tidak bisa berbuat apa-apa lagi Devan pun memutuskan keluar dari ruangan itu sebelum Devan tidak bisa lagi mengontrol emosinya yang bisa berakibat buruk untuk kesehatan Santi.

Devan mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu yang berada tepat di depan ruang rawat Santi.

“Argghhh…” Pekik Devan mengeluarkan kekesalannya.

“Devan.” Seseorang memanggil namanya. Devan langsung mengangkat kepalanya melirik pada asal suara itu.

“Papa.” Balas Devan. Rupanya Bayu keluar untuk menyusulnya.

Bayu lalu duduk di samping Devan dan langsung merangkul putra satu-satunya itu.

“Papa tau kamu keberatan dengan apa yang mama kamu katakan tadi. Tapi kali ini papa mohon sama kamu, turuti permintaan mama kamu. Ini demi kesembuhan mama kamu sendiri, kamu tidak akan setega itu membuatnya sedih bukan?” Dengan berat hati Bayu harus mengatakan itu.

“Tapi Devan sangat mencintai Vina, Pa. Selama ini kami sudah berjuang dan berusaha sabar menunggu mama merubah pikirannya dan menerima Vina menjadi menantunya. Tapi justru semua berakhir seperti ini.”

“Apa yang harus Devan katakan pada Vina nanti pa. Devan tidak akan sanggup melihatnya sedih.” Lanjut Devan frustasi.

Bayu juga tidak bisa berbuat apa-apa.

“Tolong bantu kami pa, tolong bujuk mama untuk membatalkan soal pernikahan itu. Devan mohon pa.” Mohon Devan dengan wajah memelasnya.

“Papa bisa apa nak. Papa juga tidak bisa melawan keputusan mama mu saat ini, kamu juga sendiri tau apa yang di katakan dokter tempo hari.” Balas Bayu tak kalah putus asanya.

Bagaimana pun Bayu adalah seoarang ayah yang ikut merasakan apa yang Devan rasakan saat ini. Tapi di sisi lain Bayu juga adalah seorang suami, ini pilihan yang berat baginya.

“Ini berat buat Devan pa, rasanya tidak adil. Devan sudah besar, sudah seharusnya Devan memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk hidup Devan kedepannya.”

“Papa tau, tapi tolong kali ini saja lakukan apa yang dikatakan mamamu. Setelah mama sembuh, terserah kamu ingin menjalani hidupmu seperti apa bersama Tiara nanti.” Ucap Bayu membujuk Devan.

Bayu menepuk-nepuk pundak Devan untuk menyalurkan kekuatannya.

“Papa masuk dulu ke dalam, kasihan mama kamu sendirian.” Ucap Bayu berniat kembali ke ruang rawat Santi.

“Iya pa nanti Devan nyusul sekalian mau pamit pulang sama mama.” Balas Devan.

Setelah Bayu masuk ke dalam, Devan pun berdiri.

“Hufft.” Devan menghembuskan napasnya kasar,

Setelah itu Devan berjalan masuk menuju ruangan Santi.

“Pa, ma. Devan pamit mau pulang.” Ucap Devan.

“Iya. Pulang dan istirahatlah.” Balas Bayu.

“Kamu tidak lupa dengan apa yang mama katakan tadi kan.” Ujar Santi mengingatkan.

Devan hanya diam tidak menjawab ucapan sang mama. Devan rasa itu lebih baik daripada nanti kata bantahan yang keluar dari mulutnya.

“Besok sepulang kerja datanglah kesini. Tiara dan Rita juga akan kemari untuk membahas masalah pernikahan kalian.” Lanjut Santi.

“Devan pulang dulu.” Ucap Devan menghindar dari pembicaraan mamanya tadi.

Devan pun beranjak keluar dari ruangan itu.

Sebelum tubuhnya benar-benar hilang di balik pintu, suara Santi terdengar dari belakang “Ingat untuk kesini besok Devan.”

***

Devan dalam perjalanan pulang ke rumah.

“Arrgghh..” Teriak Devan sambil memukul-mukul stir mobilnya.

“Kenapa harus seperti ini!” Teriak Devan frustasi.

“Ini tidak adil!”

“Kami sudah berjuang sejauh ini dan semua berhenti di tengah jalan hanya karna mama ku sendiri.” Gumam Devan.

“Kapan mama akan berubah ya Tuhan.”

Devan kalut, kepalanya sakit memikirkan masalah ini.

Karna tidak tahan, Devan pun menghentikan laju mobilnya dan menepi di pinggir jalan.

Lelaki itu keluar untuk menikmati hembusan angin malam, Devan berharap angin malam itu bisa membawa semua masalahnya pergi dan menghilang dari hidupnya.

“Vina.” Panggil Devan pelan sambil memejamkan matanya.

Ingat akan Vina, Devan pun meraih ponselnya untuk menghubungi wanita itu.

“Hallo.” Sapa seorang wanita yang tak lain adalah Vina. Suaranya sudah tidak selemah waktu itu saat Devan menelponnya.

“Bagaimana keadaanmu? Apa masih sakit?” Tanya Devan cemas.

“Sudah mendingan. Kamu dimana?” Tanya Vina yang mendengar suara rebut-ribut kendaraan yang lewat.

“Lagi diluar cari udara segar.” Jawab Devan.

“Apa ada masalah?” Tebak Vina langsung. Selama menjalin kasih dengan Devan, lambat laun Vina mulai hafal dengan setiap tingkah dan tabiat Devan.

Seperti sekarang, kekasihnya itu tidak akan keluar rumah dan repot-repot mencari udara segar kalau pikirannya tidak terganggu dengan sesuatu.

“Ya.” Sahut Devan mengiyakan apa yang Vina tebak tadi.

“Kamu tau bukan kalau aku selalu siap menjadi pendengar buatmu.” Hibur Vina.

“Ya aku tau itu. Sekarang apa sungguh kamu baik-baik saja?” Tanya Devan mengalihkan topik. Devan belum siap memberitahu kenyataan pahit ini.

“Iya. Mungkin lusa aku akan kembali bekerja.” Jawab Vina.

“Aku rindu ingin melihatmu sekarang.” Lirih Devan. Kata-kata itu keluar dengan sendirinya.

“Kamu bilang apa?” Tanya Vina dari seberang sana. Vina tidak bisa mendengar ucapan Devan karna suara bising motor yang lewat.

“Tidak. Jangan lupa makan lalu minum obatmu, kamu harus cepat sembuh agar kita bisa bertemu.” Imbuh Devan.

“Iya.” Sahut Vina.

“Aku tutup telponnya. Aku akan pulang sekarang.” Info Devan.

“Hati-hati di jalan.” Balas Vina.

Devan pun mematikan sambungan telpon itu.

“Entah bagaimana reaksimu nanti kalau tau mama mau aku menikah dengan anak sahabatnya.” Gumam Devan.

“Maafkan aku Vina. Aku gagal memperjuangkan cinta kita.” Lirih Devan.

Setelah menenangkan pikirannya, Devan pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke rumah.

❤️

Jangan lupa vote, like, dan komen😊

1
Cheng Nyo
👍👍👍
Erina Munir
akhiiirrrnyaaa😍😍😍😍😍
Erina Munir
algamdulillaaah ...akhirnya sadar juga😍😍😍😍😍😍😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Erina Munir
udh dong thor... jngn lama2 komanyaaa...kesian kan puegeel thooor
Erina Munir
smg vina cpt sadar dri.komanya
Erina Munir
ini mah bner2 k tunda
Erina Munir
tiara gendeng... ga mikir sm usahanya...klo kaya gitu usahanya nnti bisa sepi hadeehh
Erina Munir
nmnya juganudh bucin Vin... suamimu 🤣🤣🤣
Erina Munir
itu klo bangun pgi...suruh pd sholat dong thooor
Erina Munir
bahagiaa teruus yaa.Devan vina Anaya
Erina Munir
😄😄😄😄😍😍😍 othor bikin pembaca baper
Erina Munir
syukur alhamdulillaah...akhirnyaa...😍😍😍😍😍😍
Erina Munir
thor ...jngn samp si wanita ular kadut itu tiba2 muncul n mengacaukan suasana
Erina Munir
cieee...ciee... Devan Vinaa..
Erina Munir
udh klamaan atuh thoor 5 thn gituh looooh
Erina Munir
dasar uler kadut luh Tiara...sebbeellll
Erina Munir
vina...mulai egois niih...kamu ga kesian sm naya...hadeehhh...egooo sja yg d kedepanin....
Erina Munir
hahaa kejutaan yaa
Erina Munir
siìp
Erina Munir
😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!