Entah dewi Fortuna sedang memihak diriku atau tidak?!
Baru saja aku diterima jadi karyawan magang di perusahaan Terkenal yang ku impikan dan juga baru saja aku di panggil Mommy ?!
Hei !! aku masih lajang, umurku saja masih seperempat abad. Pacaran saja belum pernah dan tiba-tiba sudah disambut oleh Anak, What !!
"Mommy?"
"Eh. . . Mommy??"
•Novel ini hasil karya Khayalan author semata diharapkan untuk selalu mendukung.
>> masa revisi di lakukan saat author memiliki waktu luang jadi maafkan bila ada banyak Typo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNA_2005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Ke Esokan Paginya
Cyla sedang berdiri di depan Cermin sambil memandangi Wajah dan Tubuhnya.
"Hemm, sepertinya sudah Rapi. Mudahan saja tidak dimarahin Sama pak Bos" ucap Cyla pada dirinya Sendiri.
Cyla mengunci rapat pintu apartementnya dan bergegas pergi mengendarai Motornya menuju perusahaan tempatnya bekerja. Cyla tidak mungkinkan terlambat di hari keduanya bekerja sebegai pehawai magang?
Di Tempat lain~
"Come on daddy, Wake up{Ayo daddy, bangun}" ucap anak laki-laki itu sambil menaiki tubuh ayahnya dan menggoyang-goyang tubuh tersebut.
"huft. . . Dad Come on Wake Up. Rei doesn't want to be late seeing Mommy's condition, dad{Ayah Ayo Bangun. Rei tidak ingin terlambat melihat kondisi Mommy, ayah}" lanjut anak lelaki itu ya siapa lagi kalau bukan Rei yang mencoba membangunkan Ayahnya dari tidur sang ayah yang terlalu nyenyak sambil menggunakan Boxer bewarna hitam saja dan menutupi tubuhnya dengan Selimut putih tebal.
"Calm down Rei, daddy will drop you off later. 5 more minutes{"Tenang Rei, ayah akan mengantarmu nanti. 5 menit lagi}" ucap pria itu sambil mencari posisi tidurnya yang lebih enak.
"Baiklah 5 menit lagi maka daddy akan melihat aku kabur dari rumah ini!" teriak anak lelaki itu yang langsung turun dari ranjang Kingsize milik ayahnya.
"Fine you win{baik kamu menang}, My little boy. Ayah akan mandi dan mengantarmu ke kantor" ucap lelaki itu kalau bukan Alex.
"Cepat Dad, oma sudah menunggu di bawah" ucap Rei yang langsung berlalu pergi keluar dari kamar milik Rei.
'Untung Rei adalah anakku bila bukan mungkin Rei sudah ku kirim ke Samudra Pasifik' Ucap Alex dalam hatinya.
'Yes, I winner and Dad lose{ya, aku memang dan ayah kalah}' batin Rei bersemangat.
Alex sudah menyelesaikan mandinya dengan cepat dan memakai pakaian kerjanya dengan rapi sambil memandangi tubuh nya di depan cermin dan bergumam beberapa kali.
'Calon mommy Rei, I'm comming{Aku datang}' gumam Alex sambil menyunggingkan smirk kekejamannya.
Di tempat Cyla
"Watchu. . . apa Flu ku kambuh ya" ucap Cyla sambil menyapu ingusnya menggunakan tisu.
"Kamu sakit Cyla?" tanya Lina.
"Ah tidak kok, kak. Cuma dari kemarin aja nih bersin sama sedikit kurang enak gitu , Kak" ucap Cyla sambil merapatkan Sweater ke tubuhnya.
"Mungkin ada seseorang Yang sedang membicarakanmu Cyla!" teriak Didi yang baru saja tiba di kantor.
"Tolong deh ,Di. Temen di kantor saja aku masih sedikit masa udah banyak diomongin memang seterkenal apa aku" heran Cyla pada ucapan temanya sendiri.
"Hehehe kan kalau aja ya kan, mbak" kekeh didi pada Lina.
"Seterah kamu aja deh,Di" geleng Lina sambil berjalan ke ruangannya.
Tak lama kemudian~
Semua karyawan berlari dan bergegas menuju lobby perusahaan.
"Eh ada apa tuh" tanya Didi tiba-tiba
"Gak ta...." baru Cyla ingin berbicara tiba tiba ucapannya dipotong oleh Lina
"Kalian Berlima Cepat rapikan meja kerja kalian, pakaian dan langsung turun ke Lobby. Ceo kita akan datang" teriak Lina sambil berlari keluar dari ruangan Divisi.
"What pak Ceo!!! Astaga aku harus Merias wajahku dulu" teriak Abel.
"Aku harus ganti rok nih" teriak Siska teman abel.
"Hah?!!" teriak Didi dan Cyla yang kaget akan ucapan Lina.
"Lah gimana nih Di" ucap Cyla yang agak takut dengan Pak Ceonya.
"Lah gimana apanya,Cyla. Orang bapaknya Juga gak kenal muka kita. Jadi tenang aja gak bakal dipecat juga kok paling cuma diperintahkan buat baris di Lobby" ucap Didi santai seperti sudah biasa dengan kejadian tersebut.
"Huft ku kira pemeriksaan pekerjaan. Kan buat jantungku gak baik" ucap Cyla yang hanya bisa dijawab gelengan kepala oleh Didi.
"Ya udah Yuk ke Lobby Cyla" ajak Didi.
"Baiklah" ucap Cyla sambil memberikan senyuman.
Di Lobby ~
Di lobby perusahaan yang besarnya mirip aula Sudah terlihat banyak karyawan perusahaan berbaris sesuai Divisi masing masing dengan rapi.
'Aduh perasaan apa nih. Sepertinya tidak enak deh' batin Cyla menjerit.
Tap ** tap**
Suara langkah kaki sudah terdengar dari depan pintu lobby membuat semua karyawan merasakan hawa yang mencekam membuat bulu kuduk berdiri hingga pintu lobby terbuka dan menampilkan Seorang pria bertubuh tinggi semapai, dengan mata biru laut, rambut berwarna pirang, hidung mancung dan jangan lupakan bibirnya nan menggoda dan Sexy membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh cinta dan berdebar - debar.
'**Astaga pak Ceo'
'pak alex liat saya pak**'
banyak lagi bisikan bisikan dari pegawai perempuan yang mendanba - dambakan Pak Ceo yang terlihat tampan Bak pahatan dari sang penguasa.
Cyla memandangi Pak Ceo tersebut hingga lamunannya buyar Seketika saat seseorang memanggilnya
"Mommy !!"