NovelToon NovelToon
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Anak Yatim Piatu
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Khardha love

Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.

Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.

Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.

Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.


Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?

Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?

Atau mungkin akan saling membenci?


Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!

Happy reading guys!

Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.

Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#7 "Negosiasi"

Happy reading guys!

Karena sudah bertemu dengan Arti, Al memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah mewahnya, yang terletak di pinggir pantai dengan di kelilingi hotel dan villa miliknya sendiri itu.

Namun sebelum berhasil membawa istrinya keluar dari tempat karaoke hiburan malam itu Al terpaksa bernegosiasi dengan Mami pemilik tempat tersebut.

🌿Flashback on🌿

"Tunggu Tuan Muda anda mau membawanya ke mana? Disini kan sudah kami sediakan kamar dengan fasilitas lengkap seperti hotel bintang lima." Cegat sang Mami yang tidak ingin kehilangan Arti sebagai aset' berharganya.

"Aku akan membawanya pulang ke rumahku!" Tegas Al dengan wajah datarnya.

Dia segera merapikan jas yang sengaja dipakaikannya kepada Arti untuk menutupi bahu, dada dan pahanya yang sangat jelas terekspos karena dipaksa sang Mami memakai gaun super minim itu.

"Kalau begitu anda harus mentransfer uang lagi sebesar 100 miliar dolar ke rekening ku Tuan Muda, baru anda boleh menjadikannya budakmu!" Ujar sang Mami dengan menekankan kata-katanya.

"Kalau aku tidak mau bagaimana?" Tantang Al dengan tatapan tajamnya.

"Anda tidak bisa membawanya seenaknya! Dia adalah aset' ku!" Tegas sang Mami dengan meninggikan intonasi suaranya.

"Aku bisa membawanya kemanapun aku mau karena dia adalah istriku!" Ujar Al dengan menekankan kata-katanya.

"Apa!" Sang Mami terlonjak kaget." Tidak mungkin!" Lirihnya sambil menggelengkan kepalanya." Anda hanya bercanda kan? Mana buktinya?" Tanyanya seraya tersenyum smirk.

"Ini!" Al menunjukkan cincin berlian yang kembali disematkannya dijari manis Arti dan kembarannya di jarinya sendiri.

"Aku tetap tidak percaya, bisa saja itu cuma akal-akalan mu Tuan Muda yang terhormat." Sang Mami memicingkan matanya.

"Terserah Mami saja yang jelas dia memang sudah sah menjadi istriku." Al langsung menggandeng tangan Arti supaya ikut dengannya.

"Stop!" Teriak sang Mami dengan mengisyaratkan kepada para anak buahnya untuk memblokade jalan yang akan dilalui Al dan Arti.

Al yang sudah tidak sabar lagi untuk pulang ke rumahnya karena sangat kelelahan menjadi sangat emosi dibuatnya. Tanpa pikir panjang lagi dia melayangkan tendangan-tendangan sekuat tenaga kearah area sensitif para anak buah sang Mami tersebut.

Mereka semua serempak meringis menahan rasa ngilu yang luar biasa di area sensitifnya itu, namun sang Mami tetap berusaha mencegatnya dengan menodongkan pisau lipat ke leher Arti yang berdiri di sudut ruangan itu.

"Anda mau membayar atau pilih nyawa wanita ini yang akan melayang?" Ancam sang Mami tanpa ada rasa kasihan sedikitpun kepada Arti yang meringis kesakitan menahan perih dilehernya karena terkena benda tajam tersebut.

Al yang tidak tega melihat wanita yang sangat dicintainya itu merasakan sakitnya, terpaksa memenuhi keinginan sang Mami yang berusaha memerasnya dengan berbagai macam cara. Setelah mentransfer uang lewat M-banking yang dikirimnya langsung ke rekening sang Mami, barulah mucikari itu melepaskan Arti dengan senang hati.

🌿Flashback off 🌿

Al akhirnya bisa membawa Arti pulang ke rumahnya, dia langsung menggendongnya kedalam kamar pribadinya yang berada di lantai dua. Arti tiba-tiba pingsan dalam gendongan Al karena darah terus mengalir di leher jenjangnya, dia juga sebenarnya belum makan apa-apa sejak melarikan diri dari rumah kontrakan pengamen jalanan yang bertemu dengannya kemarin malam.

Dengan sangat hati-hati Al membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang king size super empuk miliknya, lalu memerintahkan kepada kepala pelayannya untuk menghubungi dokter pribadinya.

Al melepaskan pakaian istrinya satu persatu sambil meneguk salivanya dengan susah payah, sebab sebagai laki-laki normal tentu saja hasratnya akan timbul bila melihat pemandangan yang begitu indah didepan matanya. Apalagi lekuk tubuh istrinya benar-benar seksi dan profesional dibalik bodynya yang terlihat mungil itu.

Jas mahal yang dipakaikannya kepada istrinya itu sudah kotor terkena darah yang terus mengalir di leher jenjangnya, begitu juga dengan pakaian dalam bagian atasnya. Al segera mengganti pakaian kekasih halalnya itu dengan baju tidur berbahan satin sutra yang sangat lembut, setelah itu dia membersihkan luka di leher istrinya menggunakan air hangat lalu membalutnya dengan perban sebisanya.

Setelah selesai Al bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sekaligus menenangkan sesuatu di bawah sana yang sudah mulai berdiri tegak mencari sarang persembunyiannya.

-

Tidak lama kemudian datanglah seorang dokter yang selalu standby 24 jam memenuhi panggilan keluarga Alrizzi.

Kring...Kring... telepon rumah di dalam kamar itu berdering terus-menerus. Al segera keluar dari kamar mandi setelah selesai melakukan ritual mandinya lalu mengangkat teleponnya yang terletak di dinding kamarnya itu.

"Dokternya sudah ada di depan pintu kamar, Tuan Muda." Kepala pelayan memberitahukan lewat interkom yang tersambung ke seluruh bagian rumah besar nan mewah itu.

"Ok, suruh dia masuk!" Perintah

Al kemudian menutup teleponnya.

Al memencet remote control pembuka pintu kamar secara otomatis sambil duduk di tepi ranjangnya. Dokter itu melangkahkan kakinya menuju ranjang tempat Arti terbaring lemah, lalu mengeluarkan alat-alat medisnya dari dalam tasnya. Setelah melakukan pemeriksaan kepada Arti, dokter itu segera memasang infus ditangan biduanita itu. Dokter pribadi keluarga Alrizzi itu membuka perban dileher Arti lalu mengobati lukanya dengan pembalut luka khusus (Wound dressing) biasanya digunakan sebagai salah stau perawatan agar luka cepat kering. Antiseptik dan antimikroba.

"Ini obat untuk istri anda Tuan Muda, saya permisi dulu." Pamit sang Dokter setelah membereskan semua peralatan medisnya.

Al menganggukkan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya di samping istrinya.

Maafin aku sayang karena gak bisa jagain kamu hingga membuatmu terluka seperti ini, aku gak akan membiarkan orang yang berani melukaimu hidup tenang dengan segala kesombongannya." Batinnya sembari menatap wajah cantik istrinya yang masih setia memejamkan matanya lalu mengecup keningnya.

Al akhirnya terlelap sambil memeluk kekasih halalnya itu seperti guling hidupnya.

-

Keesokan harinya ketika mentari mulai menyusup di celah-celah jendela kaca yang ada di kamar Tuan Muda Adriansyah Alrizzi itu. Arti mulai terbangun dari tidurnya, dia merasakan ada sesuatu yang berat menindih bagian perut dan pahanya, biduanita itu membulatkan matanya dengan sempurna ketika menyadari tangan dan kaki Al yang memeluknya dengan posesif. Arti segera mendorong tubuh Al dengan sekuat tenaganya hingga Tuan Muda Adriansyah Alrizzi itu terjatuh dengan mulusnya dilantai.

Brukkk...Auww... Pekik Al karena merasakan sakit di tubuhnya.

"Apa yang kamu lakukan hah! Beraninya kamu mendorongku dari tempat tidurku sendiri!" Teriaknya dengan lantangnya hingga menggema di seluruh ruangan kamar yang kedap suara itu.

"Maaf." Lirih Arti sembari menundukkan kepalanya.

Al segera berdiri lalu bergegas menuju kamar mandi tanpa memperdulikan permintaan maaf istrinya, dia berusaha meredam emosinya yang tersulut karena ulah wanita yang baru sehari dinikahinya itu. Al berdiri di bawah shower dengan air hangat sambil bermonolog dalam hatinya.

Apalagi yang harus aku lakukan untuk menghadapimu sayang? Haruskah kita bernegosiasi untuk mencapai kebahagiaan seperti pasangan suami istri lainnya? Apakah kamu gak bisa merasakan betapa aku sangat mencintaimu? Aku rela melakukan apapun demi dirimu. Ku mohon bukalah pintu hatimu untukku, agar aku bisa merasakan bahagia bersamamu." Batinnya sembari memejamkan matanya.

Hampir tiga puluh menit Al melakukan ritual mandinya, dia sengaja berlama-lama untuk mendinginkan otaknya.

Seusai mandi dia langsung masuk ke dalam walk in closet super mewah miliknya tanpa menoleh sedikitpun ke arah wanita yang sangat dicintainya itu.

Dia memilih pakaian luar dan dalam dengan warna yang senada begitu juga dengan jam tangan dan sepatunya, Al memutuskan untuk langsung pergi ke kantornya, supaya bisa menghindari perdebatan dengan istrinya. Setelah selesai berpakaian tanpa berpamitan terlebih dulu kepada Arti yang meringkuk dalam selimutnya, Al berlalu pergi meninggalkan wanita yang sangat dicintainya itu tanpa berpamitan terlebih dahulu. Setelah berada di luar kamarnya sebelum berangkat Al berpesan kepada para asisten rumah tangganya untuk melayani istrinya.

"Bawakan makanan kedalam kamar, pastikan Nyonya Muda makan dan minum obatnya secara teratur." Tegasnya dengan menekankan kata-katanya.

"Baik Tuan Muda." Para pelayan menganggukkan kepalanya lalu membungkukkan sedikit badannya.

Al segera masuk ke dalam mobilnya yang dikemudikan oleh sopir pribadinya itu. Sepanjang perjalanan menuju kantornya dia terus memikirkan biduanita yang sudah di nikahinya itu.

Aku mau kamu mengantarkanku sampai ke depan pintu lalu mencium punggung tanganku dan kubalas dengan mencium keningmu sayang." Batinnya sembari menatap ke arah luar jendela kaca mobilnya." Namun kenyataannya sekarang kamu belum bisa menerimaku sebagai suamimu seutuhnya." Gumamnya dalam hatinya." Semoga Allah membukakan pintu hatimu untukku secepatnya sayang."Aamiin ya rabbal alamiin." Doanya dalam hati sambil terus menatap ke arah jalanan yang dilewatinya.

Sesampainya di kantor Al bertemu dengan Rano yang juga baru datang di gedung pencakar langit itu. Mereka berdua melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift khusus presider tanpa saling menyapa.

Hehehe..."Habis berapa ronde Lo tadi malam? Sampai mata Lo kayak panda gitu." Rano memecah keheningan yang tercipta di antara mereka sambil menaikturunkan alisnya untuk menggoda sahabat sekaligus atasannya itu.

Al mendelik tajam ke arah Rano tanpa menjawab ataupun membantah pertanyaan unfaedah sahabatnya itu.

...*****...

Bersambung...

Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

See you next time!

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Aerik_chan
Kapan up lagi??
KHARDHA LOVE: Kirain gak ada lagi yang komen dan like novel ku😁, makanya aku malas update.
total 1 replies
Susi Ana
ayo live lanjut,toh masih gentayangan gkgkgk
Elisabeth Ratna Susanti
tuntaskan like yang tertinggal 😍
Susi Ana
kenapa nggak lanjut
Susi Ana
semangat love, jangan nyerah
Susi Ana
semangat love
Neti Jalia
semangat🤗🙏
Nofi Kahza
hayoo..mau ngapain itu si Al..
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
Nofi Kahza
Hai kak Kharda..aku mulai nyicil nyimak lagi nih..🥰
maaf ya baru mampir..🙏
Susi Ana
semangat love,biar naik level jadi gold
Susi Ana: kadang mikir level,jadi buang2 waktu ya love.nggak dapet apa2 meski dikontrak.
total 2 replies
Ana Yulia
semangat thor 💪❤️
Ananda Andin Angraini
Bener2 sadis tuh penculik, setidaknya lakbannya buka kek kasihan kan Arti... 😤 Curiga si Lee Oppa baik beneran sama Arti atau karena ada maunya... 🤔 Jangan sampai deh ada sesuatu... ☺️

Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤

Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Ananda Andin Angraini
Untungnya Al ngasih password-nya yang sering d ucapkan Arti... 🤗 Pintar kamu Arti alasan ingin k kamar mandi, semoga ada celah buat kabur... 😉

Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Ananda Andin Angraini
Ya ampun, siapa lagi itu yang menculik Arti... 😨 kasihan Tuan Al... 😢 Bener tuh apa kata Rano.

Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...

Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢
Ana Yulia
kenapa gak di paksa aja Al, udah istri sah kan?
Wong Ngapak
lanjot
KHARDHA LOVE
Aku nulis tergantung mood sekarang, jadi gak tentu kapan bisa updatenya 😁😉
Susi Ana: masih exis disini ya love
total 1 replies
Ana Yulia
Hadir lagi thor, semangat 🔥 lanjut terus 💪
Ana Yulia
Mantap, suami idaman banget. sabar dan setia hingga setahun menunggu arti ❤️😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!