"Mengapa wajahmu selalu merasuki pikiranku setelah mencuri ciuman pertama darimu" Kim Charlos Antony
"Sialan wajah laki-laki itu merusak pikiranku setelah ia mencuri ciuman ini" Puput Fernandez
"Mengapa hati ini begitu sulit mengungkapkan perasaan padanya" Devander
Kisah cinta segitiga antara seorang anggota TNI dengan seorang agen rahasia yang memperebutkan sebuah hati beku dari wanita tomboy
Dapatkan mereka memperjuangkan cinta & juga akan mengulik masa lalu dari agen rahasia yang di panggil jendral tersebut yang merupakan anak dari ketua mafia yang berjaya pada masanya.
cuss baca aja cerita lengkapnya.
SILAKAN PROMO DI LAPAKKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 5
Bab ini ada sedikit konflik
.
.
.
.
.
*****
Saat ia tengah menikmati rokok yang ia hisap. Tanpa sadar ada sepasang mata yang mengawasinya dari jauh.
Beberapa jam sebelum acara dimulai. Di sebuah mansion ada seorang pria yang tengah turun dari mobil untuk menuju kamar pribadinya dan di sambut oleh sang mama tercinta.
“Baru pulang,” tanyanya pada Chars.
“Maaf ma. Baru selesai urusan kantor,” Sahut Chars.
“Jangan lupa untuk ikut papa sama ke resepsi pernikahan anak teman papa sekaligus koleganya papa itu” ucap sang mama.
“Iya iya deh aku akan datang. Tapi aku mau mandi dulu. Gerah nih”
“Mau berangkat bareng?”
“Gak usah deh. Aku pasti nyusul kok ma” ucapnya pada sang mama tercinta seraya mencium punggung tangan dan pipi.
“Oke kalau begitu mama sama papa duluan ya Chars” pamit keduanya pada Chars.
Setelah orang tuanya pamit untuk pergi ke pesta tersebat. Bergegas lah ia menuju kamar pribadi. Agar ia tidak membuat sang mama kecewa.
Setengah jam berlalu dengan jas hitam di padukan kemeja biru tua dengan hitam yang bertengger di lehernya membuat kadar ketampanannya tak pernah pudar.
Ia pun akhirnya meninggalkan mansion menuju sebuah hotel tempat berlangsungnya sebuah pernikahan.
Sampai lah ia di sebuah yang di maksud oleh sang mama tercinta. Setelah memarkiran mobilnya, ia berjalan menuju lobby hotel.
Namun langkahnya terhenti tak kala bola matanya sedang menatap sebuah objek yang membuatnya merasa tidak asing dengan postur tubuh itu.
“Sepertinya dia tidak asing. Tapi diman**a pernah bertemu,” Gumamnya seraya berjalan dengan gaya cool memasukki lobby hotel.
Di tempat yang sama. Ia berada di luar untuk menghabiskan waktunya dengan menghisap rokok.
Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri dan menyampaikan bahwa sebentar lagi akan ada kekacauan yang di lakukan oleh seseorang dari masa lalu Hari.
“Ada apa?” Sahutnya to the point.
“Dia berada dalam perjalanan kesini dan menyewa para preman untuk mengacaukan tempat ini”
“Urus preman itu. Gua gak mau orang lain tahu siapa gua. Apa lu paham!” Titahnya dengan nada tegas dan tatapan dingin.
“Oke...Baik laksanakan. Lalu bagaimana dengan wanita itu?”
“Biar gua yang urus. Pokoknya lu sama yang lain amankan kekacauan nanti”
Setelah memberi perintah pada salah satu anggota yang ia bawa untuk menyusup ke acara tersebut. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam.
Namun netra matanya bersibrobrokan dengan seorang pria yang menatapnya dengan dingin.
“Rasanya aku pernah melihatnya. Tapi dimana?” Beo seraya berjalan dengan gaya cool yang membuat siapa pun melihat akan menjerit-jerit. Namun mereka tak akan pernah tahu bahwa yang di puja merupakan seorang wanita tulen.
Ia berjalan menuju sang sahabat dan sang pengantin yang tengah berkumpul di sebuah meja makan.
“Darimana lu,” Tanya Qya pada sang wanita tomboy itu.
“Kepo lu pada. Lu harusnya tahu gua luar dalam” Jawabnya dengan santai.
“Hah apa. Lu di luar cuman buat ngerokok?” Sahut Tito.
“Masalah”
“Gak biasanya lu ngerokok di tempat umum. Kan lu biasanya di tempat sepi”
“Hm” Ia pun memutuskan akan berbicara empat dengan Hari untuk membicarakan tentang seseorang yang akan mengacaukan pesta ini.
Ia menghela nafas panjang dan mulai membuka mulut meski dengan nada dingin.
“Mia. Bisa kah gua bicara dengan Hari?” Tanyanya pada Mia dengan dingin dan serius.
“Mau bicara apa emang?” ucap Mia pada sahabatnya dengan nada cemburu.
“Gak usah cemburu. Gua ada perlu dengan Hari cuman sebentar saja. Nah nanti sebelum gua pulang dari pesta. Gua akan kasih kado buat lu sama Hari. Apa lu mau?”
Dengan mata yang berbinar-binar, Akhirnya ia mendapat ijin dari Mia untuk membicara kan hal yang penting dengan sahabatnya.
“Sayang...Jangan marah ya.. Kalau kamu marah akan kelihatan jelek dan aku gak sabar untuk memakanmu,” ucap Hari secara berbisik pada Mia sang pujaan hati.
“Au ah jangan bikin malu deh. Ya sudah sana,” Usir Mia.
Hariansyah pun meninggalkan Mia yang masih setia di temani oleh Qya, Tito dan Putri El.
“Apa sih yang mereka bicarain?” Sungut Qya.
“Gua pun gak tahu juga deh,” Sahut Putri El.
Sementara itu Hari mengikuti langkah sahabatnya yang membawanya tak jauh dari meja makan dan itu pula di ikuti oleh Nico.
“Emang ada apa sih Put. Kok lu nyuruh Hari kesini?” ucap Nico.
“Diem deh lu Nicotine,” Sahutnya dengan tatapan yang tajam.
Hal itu sukses membuat Nico langsung diam tak berkutik setelah memandang wajah dari sahabatnya yang datar dan dingin.
“Alice akan mengacaukan pestamu. Untuk itu gua ada perlu sama lu Har,” Kata Puput dengan to the point.
“Apa lu bilang Alice,” ucap Hari dengan wajah yang terkejut mendengar pernyataan dari sahabatnya.
“Dia akan berusaha merebutmu lagi dari Mia. Sebagai seorang sahabat bagi Mia, Gua gak mau Mia yang terluka. Cukup gua aja yang di lukai” ucapnya dengan nada dingin
“Ternyata dia tak pernah berubah semenjak gua memutuskan mengakhiri hubungan gua dengannya. Saat itu juga gua membekukan tembok hati ini. Sampai dimana gua pertama bertemu Mia, di situ lah tembok hati ku roboh. Karena Mia lah berhasil memenangkannya” sahut Hari dengan nada serius.
“Intinya lu harus lindungi Mia. Karena sebentar lagi akan ada kekacauan yang di buat olehnya. Agar ia dapat merebut apa yang pernah dia milikki kembali”
“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang,” Tanya Nico yang sedari tadi hanya menyimak obrolan antara Hari dan Puput.
“Gua yang akan mengurus dia. Karena gua punya kartu As yang dia punya,” Ucapnya dengan seringai licik di wajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****
Nih pembukaan konflik ya gaes.
kalo mau lanjut kasih tips dong itu pun kalo mau
ayas tak akan memaksa kok
oke see you next time
pas koma nengoin pas udah sadar lupa ruangan nya...
MAAF YA ALUR YANG KU BUAT INI SANGAT MEMBAGONGKAN KARENA INI MURNI HASIL PEMIKIRANKU SENDIRI
JADI BILA KALIAN TAK KUAT DENGAN ALUR YANG BERTELE-TELE SILAKAN SKIP AJA LAGIAN GAK NGARUH JUGA D AKU YANG PENTING AKU TETAP BUAT NERUSIN ALUR SAYANG KAN KALAU GAK D TERUSIN JADI NIKMATIN AJA YA ALUR YANG SANGAT MEMBAGONGKAN DAN TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MAU MAMPIR MAAF BILA AKU TAK MEMBALAS KOMEN KALIAN BUKAN BERARTI AKU SOMBONG KARENA KALIAN NGOMEN JELEK DI KARYA INI PUN GAK NGARUH BUAT AKU KITA KETEMU LAGI UNTUK BAB BARU YA TERIMA KASIH SALAM LITERASI 😊😊😊