mikayla seorang gadis yang cantik, periang dan ceria, hingga kejadian satu malam membuat dia kehilangan orang2 yang di sayangi nya dan terpaksa menikahi bos tunangannya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mimihnya_dimas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 7
sebelumnya....
Karel yang mendengar semua kejadian dari alan itu hanya bisa diam, dia sangat shock, dan begitu terpukul karel menyalahkan diri nya sendiri,.
Seandainya saja waktu itu ia tidak salah paham dan marah dengan mika mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi,.
" Seandainya saja, seandainya saja !!" lirih karel
Karel tidak menyangka musibah ini datang di kehidupan diri nya dan calon istrinya,, andaikata bisa di hapus karel ingin menghilangkan satu hari itu, satu hari dimana semua nya telah hilang, semua nya hancur, mimpi mimpi nya semua berantakan ,.
Sekarang tinggal lah kepahitan dan penderitaan yang akan mereka lalui nanti nya,
di tambah keadaan mika yang masih belum stabil, membuat hati karel serasa di cabik cabik, karel ingin mati saja rasa nya, dia tidak sanggup membayangkan ketika mika bangun dari koma nya, akan seperti apa sikap nya , nanti nya, menerima kenyataan atau tidak ? karel masih di sibuk kan dengan pikiran pikiran nya sendiri,.
Lalu pertanyaan alan pun menyadarkan karel dari lamunannya,.
" Jadi bagaimana rel, .? kau sudah tahu keadaan mika sekarang ! dan aku sudah menceritakan semua yang terjadi terhadap mika, " ucap alan
"Apa yang kau ingin kan? " tanya karel
"Sebagai kakak aku ingin masa depan yang baik buat mika,seperti yang sudah kau ketahui, jadi , apa kau masih mau melanjutkan hubungan mu dengan mika,.? atau.. !" ucap
alan tiba tiba berhenti dia melihat karel seperti mayat hidup yang hanya diam tanpa bereaksi,.
Beberapa saat kemudian ,tetapi masih tidak ada jawaban dari karel,. karel bukan nya tidak mendengar, dia hnya bingung dengan pikiran nya, dan pertanyaan alan seperti peluru yang menembus jantung karel,.
Melihat karel diam saja, alan pun melanjutkan ucapan nya lagi yang sempat terhenti,.
"Seandainya saja kau tidak terima dengan keadaan mika, aku bisa apa rel ? semua keputusan ada di tangan mu, karna aku tidak akan memaksa mu, mika memang adik ku tapi aku juga tidak bisa egois dengan mu, apa pun keputusan mu ku harap itu yang terbaik karan sebagai kakak, aku hanya ingin mika bahagia,." tutur alan mata nya sudah berkaca kaca
Tanpa pikir panjang tiba tiba karel berdiri ia mencekram kerah alan,padahal sebelum nya karel sedang duduk lemas dan nampak tidak berdaya, tapi mendengar ucapan alan membuat karel emosi mata nya memerah menahan amarah,.
" Maksud mu apa lan,? kau meminta ku untuk meninggalkan mika ! apa kau sudah gila hah, apa lagi dengan keadaan mika seperti ini,
kakak macam apa kau, haaahhh.!! teriak karel
"Tenang rel, aku hanya tidak ingin kau menerima mika karna kau merasa kasihan atau merasa bersalah, dengan keadaan nya sekarang ,jadi aku tidak ingin menyulitkan mu " ucap alan
"Aku tahu perasaan bersalah mu, kau merasa ini kesalahan mu juga, kau mengira ini adalah tanggung jawab mu, karna sudah salah paham hingga mika sampai di situasi ini !" ucap alan lagi.
" Buuggghhhh.... " karel lansung memukul wajah alan,dan berteriak,,
" Semua nya memang salah ku lan? coba kau pikir lan, kalau saja aku tidak salah paham sama mika, kalau saja aku tidak menolak bertemu dengan nya, bahkan aku tidak mau berbicara malah mendiam kan nya, ini semua tidak akan terjadi, aku menyesali semua nya lan " lirih karel terisak
" Kesalahan ku yang membuat mika nekat ingin menemui ku dan om tante pun terpaksa ikut menemani mika, hanya karena aku semua nya terjadi, kalau saja aku tidak egois mungkin kejadian ini tida akan pernah menimpa mika, lalu om sm tante pun tidak akan meninggal lan,.!" teriak karel memekik
" Kendalikan emosi mu rel. " balas alan
" Kau tidak paham lan, semua ini salah ku, ini salah ku,. hiks...hiks.." ucap karel menumpahkan isi hati nya ia pun menangis
"Rel.... ?" panggil alan memegang bahu karel
"Hiks .hiks... aku kecewa dengan diri ku sendiri lan,. " karel pun menangis nada bicara nya sudah kembali normal bahkan terdengar samar dan tangisan nya begitu pilu,.
Melihat karel menangis alan pun tak kuasa membendung air mata nya lagi, mereka sama sama menangis, mereka sungguh sangat menyesali semua yang terjadi,.
...
ALAN HOODA adalah pemuda yang cukup di kenal oleh kalangan masyarakat atas maupun kalangan bawah selain dia memang sosok lelaki yang tampan energic, kuat dan menakutkan di tambah nama keluarga yang ikut berperan dibelakang nya, semakin membuat nya cukup di segani jadi orang akan beranggapan dia kejam dan tak punya hati
berbeda dengan karel yang notabene nya memang hidup sederhana,
Tapi rasanya melihat mereka dalam keadaan menyedihkan seperti ini siapa sangka, kalau mereka pun tidak sekuat yang terlihat....
.....
Dan di timpa musibah sebesar ini, kurasa manusia mana pun tidak ada yang kuat apa lagi kehilangan orang orang penting dalam hidup nya, kesayangan mereka,orang tua mereka, semua hilang hanya dalam waktu satu hari saja...
Cukup lama mereka diam, hingga akhirnya karel pun bicara lagi dan kali ini nada bicara nya pelan tapi masih jelas terdengar oleh alan.
" Lan, aku masih sangat mencintai mika, bahkan sampai detik ini, jika memungkin kan ijin kan aku untuk tetap melanjutkan pernikahan kami, aju akan menikahi nya setelah mika sadar nanti, aku mohon lan " ucap karel memohon mengatupkan kedua tangan nya
"Kau Tidak perlu seperti ini, tapi apa kau yakin rel, .?" jawab alan memegang tangan karel
" Iya lan, aku sangat yakin !" imbuh karel
" Baiklah rel,aku akan ijin kan dan merestui pernikahan kalian nanti, ini semua sudah menjadi keputusan mu dan ku harap kau tidak akan pernah menyesalinya !" ucap alan
"Aku janji tidak akan pernah menyesali keputusan ku " balas karel
"Dan kau harus ingat ini baik baik, kau harus benar benar menjaga dan melindungi mika, slealu mencintai dan selalu mengutamakan kebahagiaannya, " ucap alan
"Aku mengerti lan " balas karel
"Jika sedikit saja kau melukai mika, apa lagi sampai terjadi sesuatu dengan mika, maka aku tidak akan egan segan mencungkil mata mata mu,. " ancam alan
" deeegghhhh..... "
Jantung karel serasa mau copot mendengar kata kata panjang alan,
Karel menelan saliva nya dengan kasar, karel tau kata kata alan ini memang sengaja di tekan kan untuknya,.
"Baik lan, aku janji akan selalu membahagiakan mika , melindungi mika sekuat tenaga ku, terima kasih juga sudah percaya dengan mu,. " ucap karel penuh keyakinan
"Aku pegang janji mu, jangan biarkan setetes air mata jatuh di pipi nya, ingat rel " ujar alan memperingati karel lagi
"Baik lah lan,. " ucap karel tersenyum
Akhirnya mereka berjabat tangan dan berpelukan selayak nya adik dan kakak
setelah sepakat mereka pergi dari ruangan itu,.
Sebelum pergi karel pun menjelaskan tentang video dan menunjukannya pada alan, yang membuat karel menjadi salah paham kepada mika selama ini,
Dan tidak di sangka alan pun ternyata mengetahui masalah video itu ,dan langsung mengklaripikasi kebenaran nya pada karel bahwa video itu palsu,.
Dan alan sudah menghukum orang yang sudah membuat nya, aan membuat orang itu bertanggung jawab, atas perbuatan nya,
alan mengatakan jika orang itu sekarang berada di sel tahanan,alan sudah menjebloskan nya ke penjara agar pelaku itu jera, dan berpikir berulang kali untuk melakukan nya,.
Alangkah terkejut nya karel, atas pernyataan yang dia dengar dari alan, karel semakin merasa bersalah kepada mika , bahwa apa yang terjadi kepada mika sepenuhnya memang salah nya,.
" Oh tuhan, apa yang telah ku lakukan,? maafkan aku sayang,.!" gumam karel
alan menepuk bahu karel dan menenangkan kan nya, alan bilang
" Sudahlah rel, apa yang terjadi sama mika bukan sepenuhnya salah mu , ini smua sudah takdir, lebih baik kita temui mika, " ujar alan
Denga langkah gontai dan raut wajah sedih mereka meninggalkan ruangan yang menjadi saksi atas semua yang mereka lakukan,
Mereka lalu pergi ke ruang perawatan mika, mereka ingin melihat bagai mana perkembangan mika setelah sebelumnya di kabari oleh tim dokter jika adiknya itu sekaligus calon istrinya karel telah sadar dari koma nya,.
.......
...
.....
....
....
...