ini karya novel saya yang pertama, masih banyak kesalahan dan kekurangan jadi saya mohon dukungan dan vote nya dari pembaca semuanya..novel ini mengisahkan nasib seorang istri yang dikhianati suaminya, padahal awalnya luna merasa beruntung bisa menikah dengan rendi dan di beri kepercayaa untuk hamil anak kedua tapi justru disaat dia sedang hamil anak kedua nya saat itu suami nya berubah dan mulai menduakan nya...
apakah luna akan bertahan atau justru meninggalkan suaminya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
pagi hari nya sesuai janji rendi hari ini dia mengajak luna dan reno jalan-jalan di kota bangka.
rendi membawa mereka ke pantai matras yang berada di kecamatan sungai Liat, pantai ini merupakan pantai terpanjang di Bangka, bila kesini kita akan di sugukan dengan pemandangan hamparan laut yang sangat indah, sangking panjangnya kita akan melihat hamparan laut tanpa batas.
reno yang sangat senang main di tepi pantai dengan gundukan pasir yang ditemani bang rendi, sedangkan luna sibuk berfoto ria dan sesekali memotret kebersamaan mereka, maklum baru kali ini luna pergi kebangka disugukan pemandangan indah pula siapa yang akan menolak pikir luna.
hari ini mereka berkeliling mengunjungi benerapa wisata dan kuliner yang terkenal enak di sini, rendi benar-benar menyenangkan luna dan reno, mereka benar-benar memanfaatkan hari ini, sehingga tak terasa hari pun sudah larut malam mereka sudah sangat lelah akhirnya pun menyudahi jalan-jalannya dan pulang ke hotel.
"bang, aldi pulang bareng kita bang? " tanya luna
"iya, kata nya pulang bareng aja dia juga masih mau jalan-jalan di sini"
"jadi tadi dia jalan sendiri? kenapa gak abang ajak serempak kita aja,kan kasihan dia kalau sendiri"
"dia nya gak mau, katanya disini dia juga ada teman yang satu kuliah dulu, jadi dia sudah janjian dengan temannya,mungkin gak enak kalau jalan bareng kita,takut ganggu,karna dia belum nikah"
"hmmm" luna hanya berdehem karna luna memang tidak tahu jelas kehidupan teman rendi ini, cuma sekedar tahu nama saja. selama ini luna tidak mau ikut campur urusan suaminya, karna rendi juga tidak pernah bercerita tentang teman atau pun bawahan nya pada luna, prinsiprendi kalau di rumah ya waktu dengan keluarga jadi tidak pernah bawa kerjaan ke rumah, palingan kalau memang penting dia lembur dikantor.
luna berjalan kearah kasur dan segera menidurkan reno yang memang sudah lelah bermain seharian tadi, sambil menepuk-nepuk bokong reno dan meniup pucuk kepala nya.tak berapa lama mata reno pun terpejam, rendi menyusul luna sambil memeluk dari belakang.
"yank, kamu capek?"ucap rendi sambil mencium tengkuk belakang luna sedangkan tangannya sudah bergerilya di daerah gunung favoritnya
"mmm" jawab luna dengan mata yang sudah terpejam
"besok kita cari oleh-oleh ya yank buat ibu dan mama ku, kamu mau beli apa besok?"
"iya, lihat besok aja bang, kalau kuat borong ya semua ku borong," jawab luna sekenanya
bang rendi terkekeh kecil dan mencium pipi luna gemas mendengar jawaban istrinya itu
rendi menyenggol lengan luna, luna membuka mata dan menghadap ke arah rendi
"kenapa bang?"
"main bentar yuk yank, di sofa aja biar gak ke ganggu tidur reno" ucapnya langsung mengangkat badan luna.
"kamu gak capek apa bang?"
"capek, tapi bentar aja yank.masa udah jauh-jauh kebangka gak ada kesan nya"
"bukan masalah kesan, kamu aja yang doyan"
tanpa basa-basi rendi melucuti pakaian luna, dengan sekejam badan mereka polos dan rendi mengambil selimut menutupi badan mereka yang polos tanpa sehelai benang pun di atas sofa.
memang kebiasaan rendi kalau sudah berhasrat tak kan bisa di tolak, luna pun kasian kalau menolaknya, biarpun main sebentar atau lama luna tetap melayani suaminya ini, karna ibu nya selalu berpesan berdosa menolak suami jadi sebisa mungkin luna tetap menuruti nya.
desahan mereka saling bersahut-sahutan dengan pelan karna takut mengganggu tidur reno, selesai dengan aktivitas mereka rendi mencium pucuk kepala luna, dan segera membersihkan diri lalu melanjutkan tidur dengan rendi memeluk tubuh luna dari belakang.
soalnya aku suka sama ceritanya