NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Hola ...
Update setiap hari ... !!!

Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...

Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.

Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.

Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.

Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 ( Aku Laki-Laki Normal )

Siang ini, Alex dan Pandan telah bersiap untuk berangkat ke kantor. Kini mereka sedang dalam perjalanan. Alex terus saja memberikan wejangan pada Pandan tentang bagaimana nanti mereka harus bersikap dikantor. Intinya, Alex meminta hubungan mereka dirahasiakan. Dirumah mereka tetap belajar menjadi suami istri sementara dikantor mereka adalah anak buah dan Bos. Pernikahan tetap hanya akan menjadi rahasia mereka berdua.

"Kamu mengerti, kan?" tanya Alex lagi.

"Iya," jawab Pandan singkat seperti biasa.

"Jangan iya iya saja Pandan ...." Alex sendiri bingung, kenapa kalau bersama si gadis desa itu ia menjadi lebih cerewet dari biasanya. Padahal jika sedang bersama yang lain ia termasuk laki-laki yang tidak terlalu banyak bicara.

"Terus aku harus bilang apa?" tanya Pandan masih dengan ekapresi yang sama datarnya seperti biasanya.

"Ah sudahlah. Lakukan saja seperti yang aku katakan tadi. Oke?" Mungkin butuh waktu untuk membuat Pandan sedikit berubah, pikir Alex.

"Iya." Tetap jawaban yang sama.

Iya." Alex menirukan cara bicara Pandan namun tanpa suara. Entah kenapa itu menjadi kebiasaan barunya kini.

Alex lalu menghentikan mobilnya tak jauh dari kantornya.

"Kamu turun disini, ya. Tunggu setengah jam kemudian, baru kamu ke kantorku yang diujung sana. Kamu masuk saja, lalu bilang pada resepsionis kalau kamu ingin melamar pekerjaan. Nanti aku sendiri yang akan melakukan interview. Oke?"

"Oke ...." Pandan mengangguk dan turun dari mobil hitam itu.

"Hati-hati, jangan kemana-mana. Tunggu disitu saja," pesan Alex sedikit khawatir meninggalkan Pandan sendirian. Gadis itu mengangguk patuh.

Pandan benar-benar melakukan seperti yang Alex perintahkan. Tepat setengah jam kemudian, ia baru menuju ke kantor Alex.

"Selamat siang, ada yang bisa dibantu," sapa sang resepsionis cantik itu ramah.

"Selamat siang. Saya mau melamar pekerjaan," jawab Pandan sopan.

"Oh, tunggu sebentar ya, Mbak. Silahkan duduk dulu."

Pandan mengangguk sopan dan duduk di sofa panjang yang tersedia di sana. Cukup lama ia menunggu, sebelum akhirnya resepsionis itu memintanya untuk naik ke lantai satu. Pandan melangkah pasti meski sedikit ada rasa takut dalam dirinya.

"Mau melamar pekerjaan ya, Mbak?" tanya seorang laki-laki yang baru saja keluar dari pintu kaca bertuliskan ruang marketing.

"Iya," jawab Pandan sopan dengan sorot mata meminta bantuan.

"Masuk saja ke ruangan marketing ini. Ruangan Pak Alex ada dibelakangnya. Keliatan, 'kan dari sini?" Pandan menatap ruangan yang hanya bersekat kaca transparan didepannya dan ia bisa melihat Alex tengah berada didalam sana.

"Terima kasih," ucap Pandan sopan, sebelum akhirnya membuka pintu ruang marketing. Ia dapat melihat semua mata diruangan itu menatap pada kehadirannya. Pandan hanya mengangguk sopan sebelum melangkah maju menuju ruangan yang akan ia tuju. Ruangan Jusuf Alexander tentunya.

Diruangannya itu, tidak hanya ada Alex, disampingnya ada meja lagi yang ditempati seorang pria muda yang sepertinya seumuran dengan sang Bos. Laki-laki itu melempar senyumnya untuk Pandan lalu mempersilahkannya untuk mengambil kursi lipat disudut ruangan dan membawanya tepat di depan meja sang Bos.

Alex dan Pandan benar-benar bersikap layaknya orang asing. Interview berjalan sangat lancar dan bisa dipastikan Alex menerima Pandan bekerja dikantornya. Saat itu juga, ia langsung bekerja.

"Cantik, ya Lex ...," ucap Kevin, asisten pribadi Alex, begitu Pandan keluar dari ruangan mereka.

"Hah?" Alex langsung melirik tajam asistennya itu. Entah kenapa, ada sebuah rasa ketidakrelaan mendengar Pandan mendapat pujian dari laki-laki lain.

"Itu, karyawan baru tadi, cantik banget ...," ulang Kevin yang memandang punggung Pandan yang semakin menjauh dari pandangannya.

"Hah, biasa saja ...," ucapnya bertolak belakang dengan hatinya.

"Hemm, baguslah kalau kamu tidak tertarik. Berarti buat aku saja kalau begitu ...." Kevin tersenyum sumringah, dan entah kenapa bagi Alex senyum Kevin begitu menyebalkan baginya.

"Hei berhentilah, dia itu sudah punya suami," ucap Alex tanpa sadar dengan nada cukup keras.

Astaga, apa-apaan aku ini ... aku yang meminta Pandan menjaga rahasia malah aku yang kelepasan bicara, keluh Alex dalam hati.

"Masak sih Lex? Coba lihat CVnya," pinta Kevin tapi Alex tak memberikannya dan malah menyembunyikan CV Pandan pada laci mejanya.

"Hei, aku menggajimu untuk bekerja, bukan untuk menggoda karyawan dikantor. Mengerti?" ucap Alex galak.

"Ya ampun, Bos, kan sambil menyelam minum air Bos," sungut Kevin.

"Brisik Kevin .... Cepat selesaikan pekerjaanmu," titahnya.

"Iya, iya." Kevin mengalah dan melanjutkan pekerjaannya. Tapi dalam hatinya ia akan mencari tahu sendiri nanti apakah karyawan baru itu benar-benar sudah menikah seperti kata Bosnya. Ia sedikit kurang percaya, karena Pandan terlihat masih sangat muda.

***

Alex dan Pandan pulang secara terpisah untuk menghindari kecurigaan. Alex menggunakan mobil pribadinya dan Pandan menggunakan jasa ojek online. Pandan sampai lebih dulu, lalu Alex menyusul beberapa saat kemudian.

"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Alex yang langsung menghampiri Pandan yang tengah bersiap memasak didapur.

"Ehm ... biasa saja," jawabnya yang seketika membuat Alex memutar bola matanya malas.

"Hei, Pandan. Berhentilah mengucapkan kata-kata itu. Kenapa semua hal kamu anggap biasa saja?" Kesal Alex.

"Tapi menurutku memang biasa saja. Lalu aku harus mengatakan bagaimana?" Kembali, wajah polos itu membuat Alex tidak tega untuk melanjutkan omelannya.

"Oke, oke. Kamu mau memasak apa?" Alex mencari bahan pembicaraan lain.

"Kari ayam," jawabnya penuh semangat dengan senyumnya yang jarang sekali Alex lihat itu. Apa memasak membuatnya senang? Batin Alex.

"Kamu bisa memasaknya?" Senyum Pandan membuat mood Alex kembali membaik setelah kesal tadi.

"Tidak," jawab Pandan membuat Alex kembali mengurai senyum dibibirnya.

"Kalau tidak bisa membuatnya, lalu bagaimana kamu bisa memasaknya, Pandan?" Ia kembali jengkel. Semudah ini Pandan membuat emosinya naik turun.

"Ada ini." Pandan mengangkat ponselnya. "Aku akan melihat resepnya di internet," imbuhnya. Namun Alex tetap tidak yakin apakah resep itu bisa membantu Pandan membuat makan malam yang lezat untuk mereka.

"Hah, terserah kamu saja. Sini aku bantu." Alex melipat kemeja putihnya sampai ke siku dan berdiri disamping Pandan yang sedang membuka resep diinternet.

"Kamu mau bantu?" tanya Pandan tak yakin.

"Iya. Kenapa? Apa aku terlihat seperti suami idaman?" Alex berbangga hati dengan senyum percaya diri.

Pandan nampak berpikir.

"Ehm ... entahlah. Aku belum pernah membayangkan punya suami sebelumnya," jawab Pandan begitu terus terangnya membuat senyum Alex kembali luntur.

Astaga ... Pandaaaan! Jerit batin Alex gemas bukan main.

"Setengah kilo daging ayam." Pandan mulai membaca resep pada layar ponselnya. Alex yang mendengar hal itu, langsung mengambil daging ayam dan memotongnya menjadi beberapa bagian. Ia memang biasa memasak sendiri, karena ia memang bujangan yang mandiri.

"Cuci daging ayam dengan air jeruk nipis." Pandan lanjut membaca dan Alex dengan cekatan melakukannya. Sementara Pandan mulai menyiapkan bumbu halusnya dan meminta Alex menghaluskannya dengan blender. Sementara ia kembali menyiapkan bumbu lainnya.

"Pandan .... Aku hanya membantu, kenapa tugasku lebih banyak daripada kamu," sindir Alex yang kini tengah menumis bumbu halus sembari melirik tajam Pandan yang tengah menahan senyumnya.

"Mengerjai suami itu tidak baik, Pandan."

"Aku tidak mengerjai, kamu sendiri yang mau melakukannya." Pandan membela diri dengan wajahnya yang tampak tak merasa berdosa itu.

"Itu dari tadi, kamu menyuruhku ini itu apa?" Alex mengingatkan.

"Aku hanya membaca resepnya, bukan memyuruhmu tuh ...," ucap Pandan membuat Alex tak dapat berkutik lagi. Karena memang yang Pandan katakan itu benar, mungkin ia yang terlalu cekatan.

"Aku hanya membaca resepnya, bukan menyuruhmu tuh ...." Alex kembali mereka ulang ucapan Pandan, membuat tawa Pandan pecah juga.

"Senang kamu yaa ...?" ucap Alex sembari mengaduk ayam yang Pandan masukkan kedalam wajan, menyatukannya dengan bumbu yang telah berubah warna dan begitu wangi itu.

"Kamu benar-benar suami idaman," puji Pandan mengacungkan dua jempolnya.

"Tentu saja. Banyak wanita yang ingin menjadi istriku, kamu harus bersyukur karena mendapatkan suami sepertiku," oceh Alex. Kenapa aku jadi cerewet begini ya? Batin Alex.

"Ohh ... kalau banyak yang ingin menjadi istrimu. Kenapa kamu tidak menikah dari sebelum-sebelumnya?" tanya Pandan yang membuat Alex menghentikan adukannya.

"Itu karena aku belum ingin menikah bukan karena aku tidak laku ya ... kamu lihat kan wanita yang pernah ke sini sebelumnya. Dia mengejar cintaku sampai rela menungguku bertahun-tahun lamanya," ucap Alex berbangga diri. "Lalu wanita yang kita temui di Mall waktu itu, kamu dengar sendiri kan dia bilang apa padaku ...," lanjut Alex. Namun Pandan malah menatap Alex begitu lekat membuat Alex bertanya-tanya.

"Kenapa?"

"Apa kamu ... GAY?" tanya Pandan dengan tatapan menelisik.

Alex membelalakan matanya. Duar!!! Pertanyaan Pandan bagai petir disiang bolong bagi Alex.

"A-apa kamu bilang? Aku GAY?" Alex sungguh tak rela mendapatkan tuduhan seperti itu.

"Kamu menolak banyak wanita cantik ...."

"Itu karena aku tidak memiliki perasaan untuk mereka, Pandan ...," terang Alex gemas.

"Lalu ...."

"Lalu apalagi?" Alex mulai frustasi.

"Kamu bisa tidur dengan tenang padahal ada aku disampingmu ...."

"Wahhh ... tidur dengan tenang katamu? Memangnya kamu tahu apa yang aku rasakan?" Bisa-bisanya dia mengatakan itu, padahal jelas-jelas aku sering bolak-balik ke kamar mandi.

"Tidak. Memangnya apa yang kamu rasakan?" tanya Pandan ingin tahu.

"Yang aku rasakan ...." Alex menggeram, masa ia harus mengatakannya, batinnya frustasi. "Yang pasti Pandan ... aku itu normal, saaaangat normal. Jangan pernah sekali-kali kamu mengatakan hal yang aneh-aneh lagi. Oke?" Alex mencoba bersabar.

"Oke. Kamu bisa membuktikannya nanti padaku ...." Pandan sengaja mengerjai Alex.

"Apa? Astaga ... sudah ku katakan aku itu normal Pandan. Jadi jangan memancingku atau kamu akan menyesal nanti kalau aku benar-benar membuktikannya. Aku mau mandi selesaikan masakannya."

Ya ampun ... pikiranku jadi kemana-mana, kan. Dasar gadis kurang ajar!

***

Jangan lupa dukung dengan

Like

Komen

Vote

❤❤❤

1
NurhasanahHs
ini aku baca novel ini udah 2x tp msih aj nangis
nawale sophiae
Luar biasa
rosita
seru 🤭🤭🤭
EkaYulianti
alex harusnya bilang, "aku jatuhkan talak untuk mu Mika".
EkaYulianti
dulu di sekolahku ada yg namanya pandan wangi.
EkaYulianti
bukannya pandan lg M, kok sholat subuh?
RossyNara
biasanya yang dingin-dingin sedep cwonya ini malah si cwe nya.
FeVey
penulisnan bagus, penyampaian alur cerita juga bagus, cerita ringan, lucu dan romantis, recomend buat baca.
Safitri Agus
jadi udah ya sampe disini critanya Thor,ga lanjut kah,,bisa ditarik kesimpulan nya sesuai imajinasi yg baca aja, sayang sekali ya padahal cerita menarik tapi ya sudahlah,it's Ok,👍👌
Safitri Agus
kenapa malu Thor,yg begini masih wajar kok,malah terlihat' sopan lagi,😁🤭
Safitri Agus
sawadikap skidipapap,ini bahasa Bangkok ya,😁
Safitri Agus
yaa kok kecelakaan sih papa mama nya Olivia,,kalo is ded ga seru lah maunya mereka menderita dulu 🤭
Safitri Agus
tarik ulur kisahnya Ibra dan Olive,,Ibra kan taat beribadah,knp masih ragu², dah istikharah juga kan,dgn baca bismillah maju aja terus,yakinlah.
Safitri Agus
uwahh pas banget ini solusinya pandan utk menghalau malam yg mencekam,ga pake nolak ya Lex 😂
Safitri Agus
si Ibra kayaknya jatuh cintrong sama Pandan,,no.no.no way,ga boleh ya,perboden.
Safitri Agus
mika ini aneh dan agk licik kan lg sakit parah ya,dan ga mungkin melayani misua nya dlm kondisi seperti itu,kok tetap maksa Alex utk menikahinya,ga jln otaknya,, harusnya bertobat,lebih mendekatkan dirinya pada sang pencipta kan dah tahu umurnya ga panjang.
Safitri Agus
nenek Gayung,,🤭
Safitri Agus
iya Bu Gayung, dia menantumu,, Pandan itu istrinya Yusuf 😊
Safitri Agus
haha iya sampe Jontor tu lambe,🤣
Safitri Agus
gagal maning Lex, 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!