UPDATE WARNING ⚠️
baca bukan nya liat doang hheee
btw makasihh ya yang udah mampir ke novel aku hhe
update nya sesuai mood yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 7
Malam ini tepat jam 12 malam Priscilla akan mendatangi mansion Melvin, seperti perkataan nya tadi siang dia akan bermain dengan Winda.
"Mom Dad priscilla keluar dulu ya" pamit priscilla kepada orang tua nya.
"Kamu mau kemana sayang ini sudah tengah malam loh ga baik anak gadis keluar tengah malam" ucap winda lembut
"Priscilla cuma main sebentar kok mom ga akan lama janji deh" ucap Priscilla
"Hah baiklah sayang ingat jaga diri baik-baik" tegas sang Mommy
"Siap mom priscilla pergi dulu Cup"Priscilla mencium pipi orang tua nya
Lalu dia mulai melangkah kaki nya menuju motor sport nya.
"Mommy khawatir dad" ucap winda
"Sudah tenang saja kamu lupa siapa anak kita hmm" ucap liam lembut
"Aku hanya takut dia kenapa-kenapa Mas" ucap winda dengan nada khawatir
"Percayalah sayang putri kita pasti bisa menjaga diri nya dengan baik"ucap liam lembut
"Sudah ayo mending kita ke kamar buat adik untuk Priscilla" ucap liam sambil menarik turunkan alis nya
"isss kamu ini masih sempat-sempatnya memikirkan hal mesum seperti itu" gerutu Winda sambil berjalan kearah kamar nya
"Marah marah tapi dia juga menuju kamar dasar istriku gengsi nya gede" kekeh Winda
Di gelap nya malam sebuah motor sport melaju dengan kecepatan lumayan tinggi menuju mansion Melvin.
Jarak dari mansion arkananta menuju mansion Melvin memakan waktu sekitar 1 jam setengah tapi jarak tersebut dapat ditempuh Priscilla selama 1 jam.
Saat ini priscilla sudah tiba tak jauh dari mansion Melvin, keadaan mansion itu terang dengan lampu di setiap sudutnya.
Mansion Melvin memang mewah tapi tetap akan lebih mewah mansion arkananta, dari segi penjaga pun lebih ketat penjagaan mansion arkananta.
Priscilla sedang mengamati bangunan luas tersebut mata nya melirik kesana kemari mencari celah untuk masuk kedalam kamar Fani.
Saat tiba-tiba seringai tipis muncul di bibir priscilla, saat melihat celah untuk masuk kedalam sana.
Dengan langkah santai Priscilla berjalan menuju tembok yang terhubung ke arah dapur, tidak sulit bagi Priscilla untuk memanjat tembok tinggi tersebut.
Dengan cepat priscilla melangkah memasuki area dapur, namun pintunya dikunci. Bukan Priscilla namanya jika tidak mempunyai akal cerdik, dia mengambil penjepit rambut dikepala nya lalu digunakan untuk membuka pintu tersebut.
Ceklekkkk...
Suara pintu di buka dengan mengendap Priscilla menuju lantai atas dimana kamar Fani berada.
Gimana Priscilla bisa tau kalo diatas adalah kamar Fani? Jawaban nya adalah saat ingin pulang sekolah tadi tidak sengaja Priscilla melewati jalan ini dan dia melihat Fani duduk santai di balkon kamar nya.
Di lantai atas hanya ada 2 kamar karna 1 kamar itu gelap otomatis kamar Fani adalah yang satunya.
Dengan masih pelan dan santai Priscilla berjalan kearah kamar Fani. Ntahhhh keberuntungan bagi priscilla atau memang kesialan bagi Fani pintu kamar tersebut tidak terkunci.
"Hehehe seperti nya kedatangan ku memang ditunggu" ucap Priscilla dalam hati
Ceklekkkkk....
Pintu kamar dibuka pelan pelan, terlihat diatas kasur empuk itu seorang manusia sedang bergelung di bawah selimut hangat.
Priscilla berjalan ke arah Fani lalu duduk disamping Fani.
"Cih jadi selama ini dia menutupi wajah nya yang jelek ini dengan make up tebel" ucap Priscilla hati sambil terkekeh
"Eungh aduh mau pipis lagi" keluh Fani
Dia masih belum sadar bahwa saat ini pergerakan nya sedang diawasi oleh seseorang dengan sorot mata tajamnya.
Ceklekkkkk...
Pintu kamar mandi terbuka dan saat menuju ke arah
kasur nya tubuh Fani menegang dengan nafas yang tercekat.
Deg!
"Hai Fani" sapa Priscilla dengan senyum miring nya
"E-elo k-kok b-bisa a-ada disini" ucap fani terbata
"Hm karena gue mau menepati omongan gue tadi pas disekolah"jawab priscilla santai
Deg!
"A-apa m-maksud 1-lo" tanya Fani lagi
"Hei kenapa lu tegang gitu sih sini deh lu ga cape berdiri Mulu" ucap Priscilla sambil merebahkan tubuhnya di kasur Fani
"Cepat pergi dari sini sebelum gue panggil pengawal gue buat nyeret lu" ucap Fani dengan ketus
"Jangan gue takut hihihi"ucap Priscilla sambil terkikik
"Santai dong kan gue kesini cuman mau kenalan lebih dekat aja sama lu, mau kenalan sama anak orang yang paling kaya disini ha ha ha"Lanjut Priscilla dengan tertawa
"Cih pergi ga lu dari sini atau gue teriakan lu maling biar mati sekalian hah" ucap Fani dengan nada tinggi
"Kaki lu yang kotor itu ga berhak menginjak mansion gue, lu itu cuman orang miskin yang sok sok jadi orang kaya heh" sinis Fani lagi
"Iya gue emang orang miskin, ga seperti lu orang kaya hiks"drama Priscilla
"Ya jelas dong orang tua gue manjain anak anak nya atau jangan-jangan lu anak haram lagi hehe" kekeh Fani
Priscilla yang tidak terima diri nya dikatai anak haram bangkit dari tidur nya, Dan mulai berjalan ke arah Fani.
Deg!
Fani terkejut saat melihat Priscilla berjalan kearah nya dengan wajah dingin dan sorot mata tajamnya.
"Lu bukan siapa-siapa jadi jangan sok tau tentang hidup gue! Sebaiknya lu cari tau tentang diri lu sendiri apa bener lu anak kandung dari Robert Melvin? Atau anak hasil hubungan gelap mama lu dengan pria club malam" ucap Priscilla dingin
Deg!
Jantung Fani berdetak sangat kencang, tubuh nya menegang, napas nya tercekat.
"Gue kasih tau sama lu ya ga ada seorang anak kandung diperlakukan dengan tidak baik, dan lu juga perlu cari tau apa semenjak orang tua lu menikah dia pernah hamil anak Robert?" Ucap Priscilla lagi
"Jangan sesekali lu cari masalah sama gue apalagi kalo gue sampai liat lu bully siswa/siswa disekolah gue akan cari dan akan buat perhitungan sama lu" ucap Priscilla dingin
Setelah itu tanpa aba-aba Priscilla mengeluarkan pisau lipat yang ada dikantong jaket nya dengan gerakan tak terlihat priscilla menggoreskan pisau tersebut ke pipi Fani.
Srettt
"Aaakkkhh, apa yang lakuin bangsat" jerit Fani kesakitan
"Anggap itu salam perkenalan dari gue" ucap Priscilla dingin lalu melangkah keluar
Srettttt
Fani masih termenung dengan ucapan Priscilla, apa benar dia bukan anak kandung Robert? Dan sikap Robert selama ini memang kasar terhadap Fani dan juga Abang nya jika mereka melakukan kesalahan kecil.
"Siapa Priscilla sebenarnya? Kenapa dia bisa masuk ke mansion tanpa membunyikan alarm tanda bahaya dan kenapa dia bisa berbicara seperti tadi" tanya Fani dalam hati
"Arghhhh perih banget" ucap Fani pada luka nya
Diluar priscilla sudah sampai di depan motornya, lalu di berbalik melihat mansion Melvin.
"Let's play to the game Melvin" hihihi ucap Priscilla dengan senyum miring nya