NovelToon NovelToon
ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cerai / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Model
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ARSYILA qirani

Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.

Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.

Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Akting atau perasaan

Tiba-tiba....

"Aaaaaaa....." Teriak Gita diikuti suara barang pecah.

Rafael tersentak, ponselnya hampir mental.

Rafael terhuyung-huyung mendorong pintu kamar yang tidak tertutup sempurna.

Di dalam, Gita berdiri kaku di samping meja rias. Pecahan kaca dari parfum kesayangan Gita, berserakan.

"Gita?" Rafael melihat Gita dan pecahan botol bergantian.

" ada apa sih?" tanya Rafael mimik wajahnya masih kaget karena mendengar teriakan Gita.

" itu..." Gita menunjuk dengan telunjuk gemetar kearah lemari pakaian yang tertutup.

Mata Rafael tertuju pada lemari, lalu berjalan mengendap. Tangannya mencoba meraih ganggang lemari. "hati-hati" bisik Gita, yang semakin membuat nyali Rafael ciut.

Dan....

" aaaa....." teriak Rafael berbalik lalu limbung jatuh menimpa Gita karena tersandung kakinya sendiri, secara bersamaan sesuatu yang mengagetkan Rafael tadi lompat dan hinggap di punggung Rafael.

Gita yang jatuh tertimpa Rafael sekuat tenaga mendorong Rafael hingga jatuh terlentang. Ada bunyi krek di punggung Rafael. Rafael terduduk.

" mati kodoknya." lirih Gita.

" ambil cepet ambil, jijik banget." teriak Rafael membabi buta. Gita mengambil kodok yang mati kepencet tubuh Rafael itu dengan tisu.

" kok bisa ada kodok sih!" Rafael menggerutu, jelas saja Rafael tidak habis pikir kenapa apartemen mahal bisa kemasukan kodok.

" kodoknya keluar dari tas aku." jawab Gita lirih, Rafael melongo. Tanpa berkata lagi ia melepas kaosnya lalu melemparkan kewajah Gita.

" sekalian buang" lalu Rafael pergi dari kamar Gita begitu saja. Gita mencebik lalu menggulung kodok mati tadi dengan kaos Rafael.

***

send : Rafael

kamu jam berapa pulang?

Gita mengetik diponselnya lalu di kirimkan ke Rafael. Tak lama ponselnya berbunyi.

" bentar lagi..." balasan dari Rafael.

Gita menata bahan makan dikulkas, ia baru saja pulang belanja bahan makanan untuk seminggu. Gita pikir ia harus amanah dengan uang bulanan lima puluh juta yang Rafael beri untuk satu bulan. Ia membeli bahan makanan di supermarket, ini pertama kalinya Gita belanja di supermarket dan di buat geleng-geleng dengan harganya.

Gita memilih menuh semur daging untuk makan malam.

Setelah matang Gita menatanya di meja makan. Tidak banyak peralatan makan Rafael mungkin karena ia tinggal sendiri, jadi Gita membeli beberapa peralatan saat di mall tadi.

Rafael menghempaskan tubuhnya di sofa.

" mandi dulu sana, aku Uda siapin makan malam."

" astaga!!" Rafael terjingkat karena tau-tau Gita bersuara di belakangnya.

" aku lupa kalau ada orang selain aku di rumah ini " Rafael mengelus dada. " kalo kamu capek gak usah masak kita bisa pesen aja." lanjut Rafael.

" aku suka masak sendiri, Uda biasa. Cepetan keburu dingin." jelas Gita, Rafael bangkit dari duduknya sambil membuka kaos yang ia kenakan. Gita langsung mengalihkan pandangannya

" lain kali kalo lepas baju jangan depan aku!" Gita memperingatkan Rafael. Langkah Rafael terhenti lalu berbalik badan ke arah Gita.

" kenapa? Mau liat yang lebih?" Tanya Rafael seduktif sambil berjalan kearah Gita.

" sial!!!." Gita melempar sandal rumah miliknya.

Rafael berlari menuju kamarnya sambil tertawa menggelegar.

Rafael menyisir rambutnya yang setengah kering dengan jari. Lalu menarik kursi makan dan dan duduk. Semua gerakan Rafael tidak luput dari pengamatan Gita. Gita menggelengkan kepala. " nggak....nggak boleh sampe ada perasaan pada Rafael!!" Gita memperingatkan dirinya sendiri.

Belum sempat Rafael menyuapkan makanan ke mulut ponsel Rafael berdering.

Rachel is calling....

Nama Rachel muncul di layar ponsel Rafael. Rafael segera mengangkatnya. Ia berdiri dari duduknya.

" aku pergi dulu." kata Rafael singkat sambil berlari kecil kekamarnya untuk mengambil jaket. Gita hanya melongo tanpa bertanya.

Sudah beberapa jam sejak Rafael pergi tanpa penjelasan. Waktu berdetak melambat. Sudah pukul 23.45 namun Rafael juga belum pulang. Meja makan sudah sedari tadi Gita bersihkan. Gita masih menunggu Rafael pulang di ruang tengah sambil mengerjakan pekerjaannya. entah sudah berapa kali Gita menguap.

Mata Gita teralih pada jam dinding seberangnya. " buat apa aku nunggu dia, udah kayak istri beneran aja.!" pikir Gita yang sebenarnya mengusik rasa khawatirnya karena Rafael belum pulang.

Pukul 01.00 Rafael memasuki apartemennya dengan langkah gontai. Ia melihat Gita tertidur di sofa depan televisi, dengan layar televisi yang masih menyala. Rafael menghembuskan napas panjang. Ia masuk kekamarnya lalu mengambil selimut dan menyelimuti Gita. Tanpa adegan romantis, Rafael menyelimuti Gita dengan cara melemparkan selimut.

Paginya Rafael sudah mandi sedangkan Gita masih tertidur pulas dengan kaki kiri diatas dan kepala di bawah, mulutnya menganga selimut yang semalam dilembar Rafael ke tubuhnya tergulung di bagian perut.

Rafael geleng-geleng melihat pemandangan di depannya lalu ia lanjut berjalan ke dapur untuk membuat kopi. Matahari terlihat terik dari jendela apartemen tapi Gita juga belum bangun, kini posisinya berubah badannya tengkurap dengan kepala menoleh kekanan.

Rafael yang sudah lapar akhirnya memutuskan untuk menghangatkan semur daging yang di masak Gita semalam. Aromanya menguar, Gita terusik dengan aroma yang menusuk penciumannya. Perutnya langsung berbunyi.

Gita mengucek matanya dan terduduk, badannya terasa pegal-pegal lehernya juga sakit, "sepertinya aku salah tidur." pikirnya sambil memijat pundak.

" Uda bangun?" tanya Rafael saat tau pergerakan dari Gita.

"ehm." Gita masih setengah sadar, sampai Rafael kopi yang sudah hangat ke pipi Gita. " aduh...duhh...panas tau" Gita mengadu.

Gita sudah mandi karena ini hari Minggu Gita bisa santai, tapi Rafael sebentar lagi ada janji nonton dengan lawan mainnya di film terbarunya yang akan syuting pekan depan. Alasannya "agar lebih dapet chemistrynya."

Bel berbunyi. Gita yang akan membuat teh mengurungkan niatnya dan membuka pintu. Itu Rachel. Dengan dress pink terusan dan tas jinjing warna putih, rambut warna caramelnya tergerai.

" masuk." tanpa mau basa-basi Gita mempersilahkan Rachel masuk

" Rafael ada Rachel." teriak Gita.

" gak usah teriak-teriak juga." kata Rafael menggerutu.

" maaf ya, ngerepotin kamu janji gak akan lama. Entar sekalian aku ikut nonton sama Sherly ya." Gita melihat Rafael dan Rachel bergantian. Rafael sudah rapi, ia mengenakan kaos putih dan jaket jeans. Rambutnya sedikit acak-acakan, yeah tipe Gita banget.

" aku pinjem Rafael bentar ya, buat anterin ke toko buku." kata Rachel bukan seperti minta ijin tapi seperti ejekan.

" sekalian aku ada janji sama Sherly sama Tyo mau nonton." jelas Rafael pada Gita. Gita mengangguk.

" kita pergi dulu ya git," Rachel menimpali.

" tunggu." Gita menghentikan mereka lalu menarik lengan Rafael yang otomatis berbalik menghadap Gita. Dengan berani Gita memakaikan topi kepada Rafael.

" kamu harus hati-hati, jangan sampai ketahuan wartawan terlebih kamu lagi keluar sama perempuan lain. Dan.... Cup" Gita mencium tangan kanan Rafael. Yang sukses membuat Rafael dan Rachel melotot.

" ingat aku ini istri kamu, jadi wajib cium tangan kalau kamu mau keluar." lanjut Gita. Rachel yang melihat adegan itu langsung melengos. Rafael hanya mengangguk kaku. Ia tidak menyangka Gita melakukan ini.

selepas Rafael keluar, Gita tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Rafael dan Rachel tadi. Gita yakin seratus persen Rachel akan cemburu.

Gita melihat notifikasi pada ponselnya. Ada satu pemberitahuan follower dan satu pesan pada Instagram

Arjusena has followed you.....

Arjusena sent your massage...

Gita membuka pesan itu

Git apa kabar?.....

Gita membeku Arjusena.... Gita tak membalas dan langsung menghapusnya.

1
Tutik Wahyuni
lanjut
deathnote
lanjut💪
Rabiah Hamid
lanjut
Agatha soul
aku mau dong di tawarin begitu, asal ganteng🤣
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ya Tuhan situasi mavam apa itu😄
mama Al
lah nyimpan kodok git
T28J
kok gampang banget sih, harusnya ada konflik disini🤔
T28J
jadi gimana ceritanya, lebih bagus kayaknya kalau di jelaskan
T28J
emaknye aje heran 🤣🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dari tadi nyuruh Gita mulu, ya, heran
arsyila putri
siap kak, terima kasih.🙏🙏
T28J
berapa yang ditransfer tuh?
Ibu Rasyidd
kak, setiap awal kalimat di usahakan huruf kapital kak💪
Vibiappoline
Akal akalan si maya inimah
Agatha soul
scandal di balas scandal, beeuuhhh
mama Al
Git, kamu gimana sih. masa suruh perempuan lain bangunin Rafael.
mama Al
siram aja pake air segayung
Emi Sudiarni
Lanjut kita kak, kren bngat
Nyai Aksara 👩‍🦯
Wih, siapa ya apa pacarnya?
EvhaLynn
curigaan banget ya Gita .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!