NovelToon NovelToon
SENTUHAN SANG MAFIA

SENTUHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Iring-iringan mobil kembali melaju setelah Nenek Zela dibawa paksa oleh ambulans milik keluarga Grisham. Aku dipaksa masuk kembali ke dalam mobil, duduk membeku dengan sisa air mata yang mengering di pipi. Darrel di sampingku tidak mengucapkan sepatah kata pun, namun deru napasnya menunjukkan betapa ia sedang menahan emosi yang meluap.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan sebuah kapel tua yang tersembunyi di balik perbukitan sunyi. Kapel itu nampak indah namun memberikan kesan dingin, dikelilingi oleh puluhan pria bersenjata lengkap yang berjaga di setiap sudut.

"Turun," perintah Darrel datar. Ia keluar lebih dulu dan membukakan pintu untukku.

Aku menatap bangunan itu dengan ngeri. "Ini bukan pernikahan, Darrel. Ini eksekusi."

Darrel tidak menjawab. Ia mencengkeram lenganku—kali ini sedikit lebih lembut, namun tetap tak bisa dibantah—dan membimbingku masuk. Saat pintu kayu besar itu terbuka, suara organ pipa yang megah menggema, menciptakan suasana yang mencekam. Di dalam kapel, hanya ada Erlan yang berdiri di baris depan, seorang pendeta yang wajahnya pucat pasi, dan beberapa saksi bertubuh kekar.

"Jalanlah dengan kepala tegak, Lily," bisik Darrel tepat di telingaku saat kami mulai melangkah di altar yang ditaburi kelopak mawar putih. "Jangan buat ayahku melakukan hal yang lebih gila dari ini."

"Kau pengecut, Darrel," desisku sambil menahan sakit di kakiku. "Kau membiarkan ini terjadi."

Kami sampai di depan pendeta. Erlan berdiri di samping altar dengan senyum kemenangan yang memuakkan.

"Silakan dimulai," ucap Erlan dingin.

Pendeta itu berdeham, tangannya gemetar saat membuka kitab di depannya. "Darrel Alaric Grisham, apakah engkau bersedia menerima Liana Sabrina sebagai istrimu, untuk saling menjaga dalam suka maupun duka, dalam kegelapan maupun cahaya, hingga maut memisahkan?"

Hening sejenak. Aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang, berharap Darrel akan mengatakan 'tidak'. Namun, suara rendahnya memecah kesunyian.

"Aku bersedia."

Rasanya seperti ada gada yang menghantam dadaku. Kini giliran pendeta itu menatapku. "Liana Sabrina, apakah engkau bersedia menerima Darrel Alaric Grisham sebagai suamimu...?"

Aku terdiam. Bibirku terkunci. Aku menatap Erlan yang menatapku dengan tatapan mengancam, seolah mengingatkan tentang Bibi Elsa dan Nenek Zela yang kini dalam genggamannya.

"Lily..." tegur Darrel pelan, tangannya yang menggenggam tanganku meremas sedikit lebih kuat.

"Aku..." suaraku tercekat. Aku melihat ke arah perban di pergelangan tanganku yang tertutup kain satin. "Aku... bersedia."

"Dengan ini, atas otoritas yang diberikan kepada saya, saya nyatakan kalian sebagai suami istri. Silakan cium mempelai wanita," ucap pendeta itu dengan terburu-buru.

Darrel berbalik menghadapku. Ia membuka kerudung transparan yang menutupi wajahku. Matanya menatapku dalam, ada kemarahan, tapi juga ada sesuatu yang mirip dengan penyesalan yang sangat dalam. Ia mencondongkan wajahnya, dan saat bibirnya menyentuh keningku, ia berbisik sangat pelan, hampir tak terdengar oleh siapa pun kecuali aku.

"Selamat datang di neraka, Nyonya Grisham. Sekarang kau adalah milikku sepenuhnya."

Aku memejamkan mata rapat-rapat saat Erlan bertepuk tangan pelan di belakang kami. Pernikahan ini bukan tentang cinta. Ini adalah kontrak darah, dan aku baru saja menandatanganinya dengan air mata.

"Bawa dia ke mansion baru kalian," perintah Erlan. "Ingat Darrel, aku menunggu kabar baik dalam tiga puluh hari. Jika tidak, kau tahu konsekuensinya."

Darrel menarikku keluar dari kapel tanpa sepatah kata pun. Kami bukan lagi orang asing; kami adalah dua jiwa yang terikat dalam kebencian dan rahasia besar klan Grisham yang baru saja dimulai. Di atas sana, langit mendung seolah ikut meratapi nasibku yang kini resmi menjadi tawanan di bawah nama besar Grisham.

***

Setelah prosesi yang dingin itu berakhir, tidak ada pesta, tidak ada ucapan selamat, dan tidak ada senyum bahagia. Yang ada hanyalah kesunyian yang mencekam di halaman kapel.

Saat kami baru saja keluar dari pintu besar, ponsel Darrel berdering. Ia melepaskan genggamannya padaku sejenak untuk menerima panggilan tersebut. "Ya, bicara," ucapnya singkat sambil melangkah beberapa meter menjauh untuk privasi.

Saat itulah, sebuah tangan besar dan kasar mencengkeram lenganku dengan kuat. Aku tersentak, menoleh, dan menemukan Erlan Grisham sudah berdiri tepat di sampingku. Wajahnya yang penuh kerutan tegas tampak sangat menyeramkan di bawah langit mendung. Matanya yang tajam seolah bisa menembus tengkorakku.

"Ikut aku," desisnya. Ia menarikku ke balik pilar besar kapel, menjauh dari jangkauan pandangan Darrel.

Aku gemetar hebat. Cengkeramannya membuat perban di tanganku terasa nyeri kembali. "Tuan Erlan... sakit..."

Erlan tidak memedulikan rintihanku. Ia justru semakin mendekatkan wajahnya, membuatku bisa mencium aroma tembakau yang pekat dan mematikan.

"Dengarkan aku baik-baik, Gadis Bunga," suaranya rendah namun penuh penekanan yang mengerikan. "Kau pikir pernikahan ini adalah akhir? Bukan. Ini adalah awal dari taruhan nyawamu. Aku memberimu waktu tepat tiga puluh hari. Jika dalam waktu itu kau tidak juga mengandung benih Darrel, maka orang-orang terdekatmu akan membayar harganya."

Air mataku mulai menetes. "Kumohon, jangan sakiti Nenek..."

Erlan menyeringai tipis, sebuah pemandangan yang membuat bulu kudukku berdiri. "Aku tidak perlu susah payah mencari kelemahanmu lagi, Lily. Wanita tua itu datang sendiri ke hadapanku seolah menyerahkan nyawanya untuk dijadikan jaminan. Jika kau gagal hamil, jaminan itu akan kuhancurkan. Dan kau..."

Ia mengusap pipiku dengan jarinya yang kasar, membuatku bergidik ngeri.

"Kau akan digantikan oleh wanita lain yang lebih berguna. Dan di duniaku, barang yang sudah tidak berguna tidak akan dibiarkan tetap bernapas. Kau akan dihilangkan, Lily. Mengerti?"

Aku hanya bisa mengangguk pelan dalam tangis. Ketakutan itu melumpuhkan sarafku. Jika aku tidak hamil, aku mati. Jika aku tidak hamil, Nenek mati. Aku terjepit di antara dua pilihan yang sama-sama mengerikan.

"Ada apa ini?" suara Darrel tiba-tiba terdengar.

Erlan segera melepaskan lenganku dan kembali memasang wajah datarnya yang kaku. Darrel menatap kami bergantian dengan curiga, lalu matanya tertuju pada bekas merah di lenganku akibat cengkeraman ayahnya.

"Hanya memberikan sedikit nasihat pernikahan untuk istrimu, Darrel," ucap Erlan santai sambil merapikan jasnya. "Bawa dia pergi. Jangan buang waktu lagi."

Darrel menarik napas panjang, ia menatapku sejenak—ada kilat kemarahan di matanya, tapi aku tidak tahu apakah itu untuk ayahnya atau untukku. Tanpa berkata apa-apa, ia menyambar tanganku dan menarikku menuju mobil sedan hitam yang sudah menunggu.

Di dalam mobil, aku hanya bisa meringkuk di sudut kursi, memeluk tubuhku sendiri yang masih dibalut gaun pengantin satin. Napasku pendek-pendek, bayangan wajah Erlan dan ancamannya terus berputar di kepalaku. Aku baru saja menikah dengan seorang pria yang membenciku, di bawah ancaman kematian dari seorang raja mafia yang tidak memiliki hati.

"Apa yang dia katakan padamu?" tanya Darrel tanpa menoleh, tangannya mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih.

"Dia... dia bilang aku harus hamil," bisikku parau. "Jika tidak, dia akan membunuh Nenek. Dia akan membunuhku."

Darrel terdiam sejenak. Rahangnya mengeras. "Jangan dengarkan dia. Erlan memang iblis, tapi dia tidak akan berani melakukan hal gila selama aku masih memegang kendali atas klan ini."

"Tapi kau tadi diam saja di kapel!" teriakku frustrasi. "Kau bahkan tidak membantunya saat mobil kalian menabrak Nenek!"

"Karena di sana ada puluhan senjata yang mengarah ke kepalamu jika aku membantah, Lily!" bentak Darrel balik, membuatku terlonjak. "Kau tidak tahu apa-apa tentang bagaimana cara kerja keluarga ini. Jika kau ingin hidup, tutup mulutmu dan ikuti saja apa yang kukatakan."

Mobil melaju kencang meninggalkan area perbukitan, membawaku menuju mansion pribadi Darrel yang akan menjadi sangkar emas sekaligus medan pertempuranku selama tiga puluh hari ke depan. Aku menatap cincin di jariku dengan getir.

Tiga puluh hari. Waktuku hanya tiga puluh hari untuk menyelamatkan nyawa Nenek, atau aku akan berakhir menjadi mayat yang terlupakan di hutan Grisham.

***

Bersambung...

1
Syarwiti Aulia
episode ny sdikit,,bttul Nungguin ny lma bnget
MissSHalalalal: baik, Author usahakan lebih banyak lagi. 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
semangat thor😄👍
makin seruu dan bikin penasaran🥰
double up dong biar makin puas 😂
Tuti Handayani
bagus banget
MissSHalalalal: terimakasih kk🙏
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰🥰🥰
Mia Camelia
thor ceritaiin dong siapa ortu nya liliy???? kepoo nih thor🥰🥰🥰🥰
Mita Paramita
lagi Thor update 🔥🔥🔥
apakah Lily juga anak dari klan mafia juga? jadi penasaran 🤨🤨🤨
Vanni Sr
semkiin kereen yaaaa , mungkin lily ank angkt org tua nya dlu py kuasa
Mia Camelia
darel kejam gak mau denger penjelasan lily😔
Nanik Arifin
mengertilah Lily, Darrel hanya ingin melindungimy. dr awal hanya itu yg ingin Darrel lakukan, tapi kamu aj yg keras kepala, pakai acr kabur segala. sepertinya Darrel ingin memutus generasi klan ini. sepak terjang klan ini tak sejalan dg rasa kemanusiaan Darrel yg begitu besar. nyata dia seorang dokter yg empati & jiwa menolongnya tinggi.
Lily ikuti kata Darren, cukup kamu tersiksa 30 hari + 9 bulan. setelahnya kamu bisa bebas ( mungkin 🤔)
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mia Camelia
semangat thor, 🥰🥰🥰
Erna Tazmania
seru..semangat tor
Mita Paramita
lagi Thor update lagi 😘😘😘
seru banget ceritanya
Vanni Sr
kereeeen darrel mulai cmburuu
Mia Camelia
gak sabar mau ngliat pesta nya , mpe lily merasa tertekan😂
Mia Camelia
ceritaiin sedikit thor tentang kaka nya darel ky gimana ??? jdi penasaran😂
Mia Camelia
seru banget thor🥰, ayoo update lgi yg banyak☺😄
Mita Paramita
lagi Thor 🤣🤣🤣seru banget ceritanya
Mia Camelia
seru banget ini👍🥰😄
Fariza Imut: seru aku suka ceritanya
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut lagi double up 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!