Reina Yusa Anggara seorang mahasiswi semester akhir yang dijodohkan dengan dosennya sewaktu masih kuliah.
Daren Putra Danendra yang dijodohkan dengan mahasiswinya. Sedangkan dirinya masih mempunyai kekasih. Hubungan Daren dengan kekasihnya sangat ditentang oleh keluarga Danendra, karena dia bukan wanita yang baik.
Suatu hari Daren melihat kekasihnya sedang bersama pria lain di sebuah restoran, tapi Reina melarang Daren untuk menghampirinya. Daren dan Reina menyiapkan misi untuk menjebak kekasih Daren, namun mereka gagal karena Daren sudah percaya dengan kekasihnya.
Akankah Daren akan memilih Reina atau kekasihnya?
Simak kelanjutannya di novel I LOVE YOU PAK DOSEN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata
Setelah selesai ngobrol dengan sahabatnya, Reina segera pergi ke taman.
Sudah hampir 3 jam Reina menunggu Andra, namun Andra belum juga datang dan tidak bisa dihubungi.
...****************...
Di tempat lain Cakra melihat Andre, adik mantannya sedang berada di hotel bersama seorang wanita. Cakra tidak tahu kalau Andra adalah pacar adiknya, karena Andra meminta Reina untuk menutupi hubungannya pada keluarganya.
"loh Andra kamu ngapain?" tanya Cakra
" eh Kak Cakra, Andra lagi ada urusan ni kak, kakak sendiri ngapain di sini?" tanya Andra. Andra sebenarnya takut kalau dia ketahuan.
"Oh saya lagi ada meeting di sini. Itu pacar kamu ya?" tanya Cakra
"eh iya kak, Andra duluan ya kak, permisi" ucap Andra meninggalkan Cakra sendirian. Sebenarnya ia tahu kalau Vina pasti sudah tidak tahan dengan obat yang di berikan oleh Andra.
Flash back
Andra mengajak makan siang Vina di sebuah cafe dekat kampusnya.
"Sayang kamu makan apa?" tanya Andra
"Mau salad aja kan diet" jawab Vina
"Minumnya?" tanya pelayan cafe
"Jus melon tanpa gula" jawab Vina
"Kalau saya nasi goreng sama jus jeruk" ucap Andra
"Baik mas dan mbak tunggu sebentar ya." ucap pelayan tersebut kemudian berjalan.menuju dapur
"Sayang aku ke kamar mandi dulu ya." ucap Andra
Andra pergi meninggalkan Vina sendirian. Andra tidak ke kamar mandi melainkan dia pergi ke dapur.
Ia menunggu pelayan membawakan makanan untuknya dan Vina.
"Mbak itu makanan untuk meja nomor 12?" tanya Andra
"Iya mas" jawab pelayan tersebut
"Mana mbak biar saya bawa, kebetulan itu yang pesan saya'' ucap pelayan tersebut sambil menyerahkan nampan kepada Andra.
Sebelum Andra membawa makanan tersebut, ia memberikan obat perangsang ke minuman Vina karena sudah hampir 5 bulan ia tidak bisa menikmati tubuh Vina karena ia berpacaran dengan Reina. Sebelum berpacaran dengan Reina, Vina siap melayani kapan pun Andra mau.
"Ini sayang makanannya" ucap Andra sambil meletakkan makanan di depan Vina
"Kok kamu sih yang bawa?" tanya Vina
"Iya tadi kebetulan aku ketemu pelayan yang bawa makanan kita jadi aku bawa aja deh sekalian" ucap Andra
Vina dan Andra menikmati makan siangnya dengan mesra, kadang Andra menyuapi Vina dan Vina menyuapi Andra.
Setelah makan siang selesai, mereka memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan Vina merasa aneh dengan tubuhnya. Ia merasa panas dan gerah seakan gairahnya sedang bergejolak. Andra melihat perubahan dari Vina pun tersenyum senang karena obatnya sudah bereaksi.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Andra
Vina segera menarik tengkuk Andra dan ******* bibir Andra, dan dibalas oleh Andra. Karena sudah tidak tahan, Vina menyuruh Andra berhenti di sebuah hotel, dan tanpa Andra ketahui ternyata hotel tersebut milik Cakra.
...***************...
from kak Cakra:
Dek kamu jemput kakak ya, di hotel , mobil kakak mogok.
To Kak Cakra
Iya kak, Reina berangkat.
From Kak Cakra
Hati-hati dek
Reina segera melajukan mobilnya menuju tempat yang dimaksud kakaknya.
kring...kring...
Reina melihat hp nya ternyata papinya yang menelponnya.
"iya halo pi.."
"sayang kamu masih lama?"
"sebentar lagi pi, ini masih mau jemput kak Cakra"
"ya udah hati-hati sayang, cepatan pulang ya, nanti calon suami kamu mau kesini."
Deggg...
Reina terdiam memikirkan ucapan papinya bahwa calon suaminya mau datang.
"Sayang..."
"iya pi"
"hati-hati"
"Iya pi"
Tutt...
Sesampainya di hotel, Reina langsung masuk ke tempat kakaknya. Di sana Reina melihat orang mirip Andra bersama Vina sedang keluar dari kamar hotel. Reina langsung mendekati mereka, dan benar dia adalah Andra.
plakk..
Andra terkejut melihat Reina di sana.
"ternyata selama ini benar ya yang diomongin teman aku kalau kalian pacaran." ucap Reina sambil meneteskan air mata
"Sayang aku bisa jelasin" ucap Andra
"gak ada yang perlu di jelasin lagi, mulai sekarang kita putus. Dan kamu Vina cewek murahan, mau aja ya lo di mainin cowok, dibayar berapa lo?" tanya Reina penuh emosi
"apa lo bilang? gue cewek murahan? eh sadar ya lo Rein, lo itu cuma selingkuhannya Andra, kita itu udah pacaran dari SMA. Ngaca dong lo" ucap Vina.
Vina yang tidak terima dibilang cewek murahan langsung menarik rambut Reina, begitu pula Reina juga menarik rambut Vina. Andra yang sudah kalut pikirannya tidak bisa berbuat apa-apa.
Cakra yang melihat adiknya sedang berantem langsung menghampirinya. Disana ia melihat ada Andra dan pacarnya.
"Dek kamu ngapain?" tanya Andra yang tidak dihiraukan oleh Reina
"Andra mereka kenapa?" tanya Cakra sedikit emosi, karena melihat Andra hanya diam saja.
Mendengar Kakaknya memanggil nama Andra, Reina pun langsung melepaskan tangannya dan menepis tangan Vina. Reina memutar badannya menghadap kakaknya.
"Kakak kenal sama Andra?" tanya Reina penasaran, ia bingung bagaimana caranya kakaknya bisa kenal dengan Andra
"kenal, dia Andra adiknya Clara" jawab Cakra
deggg...
Mendengar nama Clara, rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Clara adalah mantan dari kakaknya. Hubungan Cakra dan Clara sangat ditentang di keluarga mereka, karena orang tua Clara yang sekaligus orang tua Andra adalah penyebab kakak dan neneknya meninggal, dan keluarga Anggara tidak pernah memaafkan keluarga Mahendra.
flashback
Waktu itu ada perusahaan besar yang ingin kerjasama dengan perusahaan di bidang properti. Perusahaan itu menunjuk dua perusahaan untuk menjadi pertimbangkan, yaitu Dirgantara Group yang dipimpin oleh kakeknya Reina dan Mahendra Group yang di pimpin orang tua Clara. Setelah melewati beberapa pertimbangan yang cukup banyak, perusahaan tersebut memilih Dirgantara Group yang akan menjadi partner bisnisnya. Saat itu Mahendra Group sedang diambang kebangkrutan akibat ulah Sari istrinya Mahendra. Mahendra sudah mengeluarkan uang yang dipunyanya untuk memenangkan tender tersebut, namun mereka kalah. Mahendra merasa kesal dengan Dirgantara. Ia menyuruh anak buahnya untuk mencelakai istri Dirgantara. Anak buah Mahendra sengaja menabrak Istri Dirgantara hingga dia meninggal. Saat mengetahui istrinya meninggal Dirgantara langsung stroke dan selang 3 hari ia meninggal.
flashback off
Reina dan Cakra segera keluar dari hotel tersebut dan melajukan mobilnya menuju mansion utama.
Di perjalanan pulang, Cakra menceritakan sesuatu tentang Clara. Sebelum Cakra dan Clara putus, Clara berpesan bahwa akan membalas dendamnya. Mungkin lewat Reina dan Andre Clara membalas dendamnya.
Reina meneteskan air matanya, bukan karena sedih menangisi Andra, namun ia menangisi dirinya. Betapa bodoh dirinya sehingga tidak mengetahui itu, padahal sahabatnya sudah bilang. Ia bersyukur karena dijauhkan dari orang jahat.
Tak terasa kini mereka telah sampai di mansionnya. Reina langsung masuk ke kamarnya karena ia ingin membersihkan diri. Keyra, suny, dan Meisya melihat Reina datang tanpa menyapa dan mata yang lebam pun khawatir padanya.
Keyra langsung mengikuti Reina ke kamarnya namun segera di cegah oleh Cakra. Cakra langsung menceritakan semuanya pada keyra, Suny, dan Meisya. Mereka menutupi masalah ini dan tidak ada yang boleh membahasnya, karena jika Anggara tahu, maka ini akan menjadi masalah yang besar.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE💟💟💟💟💟