NovelToon NovelToon
Delapan Pusaka : Amarah Harimau

Delapan Pusaka : Amarah Harimau

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pusaka Ajaib / Barat
Popularitas:768.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ersa Kurnia

Cakiya dan Baruna, dua pendekar muda yang paling dicari-cari keberadaannya di kerajaan. Salah satu alasan dua pendekar itu begitu diburu karena mereka dituduh mencuri tiga dari Delapan Senjata Pusaka milik Kerajaan, yaitu gada Aqni Samaja, kujang Nagacita dan keris Rudra Arutala.

Mereka berdua juga diincar orang-orang dari Perguruan Harimau Bulan dan Perguruan Harimau Matahari, dua perguruan aliran putih terbesar di Kerajaan. Takdir seperti apa yang akan menanti mereka? Apakah mereka tertangkap? Akankah Baruna & Cakiya berhasil memulihkan nama baik mereka? Atau mereka justru bergabung bersama para pendekar dari golongan hitam?


Catatan : Boleh promosi karya di kolom komentar, mohon maaf kalau saya lambat merespon atau malah lupa merespon di kolom komentar 🙇‍♂️🙇‍♂️. Mari sesama pegiat industri kreatif saling mendukung...✊✊✊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersa Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Murid Durhaka

Mereka semua adalah pengikut dari Wardhana yang berjaga di luar serta menyusul majikan mereka ketika Wardhana memberikan tanda. Orang-orang di warung makan melihat kedatangan mereka sudah bisa memahami bahwa akan terjadi masalah atau keributan di rumah makan itu. Mereka semua kemudian meninggalkan rumah  makan itu dengan terburu-buru sambil tidak lupa meninggalkan beberapa keping uang. Sementara sang pemilik warung bersembunyi di dapur ditemani beberapa pelayannya sambil mengintip dengan perasaan takut dan was-was meski di dalam hati, pemilik warung tidak henti-hentinya mengumbar sumpah serta mengutuk anak pejabat yang sedang membuat ulah di tempat usahanya tersebut.

“Hancur sudah tempat usahaku.” Desahnya sambil menahan tangis sedih bercampur kesal.

Mencium adanya hal yang kurang baik, wiracaya pengawal perempuan bangsawan itu, berusaha tetap tenang untuk menguasai situasi. Meski demikian, mereka tetap melindungi majikan mereka sambil menghunus sebilah keris secara diam-diam dari balik punggung mereka. Keris dua orang wiracaya itu memiiki bilah berbentuk lurus sepanjang tujuh puluh senti meter dengan hiasan pola berbentuk air  mengalir pada bagian bilahnya. Sementara, relief seekor anjing berkepala naga menghiasi bilah bagian pangkal keris tersebut.

“Apa yang anda lakukan di sini Raden?” Seorang laki-laki tinggi besar tiba-tiba  memasuki rumah makan itu. Suaranya begitu berat serta serak, terdengar bagaikan seekor binatang buas yang tengah terluka parah namun tetap mematikan bagi siapa pun yang berani mengusiknya.

Laki-laki dengan suara berat itu adalah seorang pendekar berkulit gelap yang mengenakan kemeja pakaian gaya jawara, namun dengan beberapa tambahan pelindung lengan bahu serta lutut khas prajurit kerajaan. Pakaiannya cukup janggal, campuran antara gaya jawara serta prajurit Kerajaan yang umumnya menjaga daerah-daerah tertentu di kota Lamunarta. Tubuh pendekar itu cukup kekar dengan tinggi seratus delapan puluh sentimeter serta memiliki bahu yang bidang dan tubuh yang tegap. Rambutnya yang seluruhnya berwarna putih karena uban membuatnya terlihat jauh lebih tua dari pada usia aslinya, yaitu sekitar akhir tiga puluh tahunan. Sementara kedua bola matanya yang berwarna kemerahan memberikan kesan menakutkan. Ia membawa sebilah tombak dengan gagang berwarna kemerahan, sementara pada bilahnya berwarna hitam keperakan dengan hiasan menyerupai pola api yang membara pada bagian tengah bilah, gambar harimau pada bagian pangkal bilahnya.

“Ranggaseta, kau tidak bersama Ayah?” Wardhana berkacak pinggang dengan ekspresi kesal melihat sosok pendekar tersebut.

“Tuan Bupati mendadak tidak enak badan, lalu memerintahkanku untuk mengikuti anda saat bersama para jawara meninggalkan rumah. Beliau sendiri, memiliki firasat jika kali ini Raden akan mencari masalah. ” Jawab Ranggaseta.

“Aku tidak mencari masalah!” Katanya sambil menendang-nendang lantai beberapa kali. “Tugasmu sebagai ajudan utama Ayah, adalah menjaganya saat bekerja melaksanakan tugasnya sebagai Bupati, bukan mengikutiku ke mana pun.”

Ranggaseta mengabaikan rengekan Wardhana, Ia justru sibuk melihat situasi rumah makan yang dikunjunginya. Pandangannya menyebar keseluruh penjuru rumah makan. Tempat itu, yang awalnya penuh dengan pengunjung kini menjadi sepi. Hanya tersisa laki-laki yang menghabiskan ikan bakarnya dengan lahap serta seorang perempuan ningrat ditemani dua wiracaya perempuan pengawalnya. Ranggaseta mengamati satu per satu pengunjung rumah makan yang tersisa itu. Kemudian, saat mengamati laki-laki yang sedang makan itu, dengan lebih jelas lagi, tubuh Ranggasuta tersentak karena kaget. Ia kemudian mematung beberapa saat, hingga kemudian tertawa dengan datar.

“Rupanya firasat tuan Bupati Adiwardhana benar-benar luar biasa. Tidak hanya mencegah Anda untuk berbuat onar, tetapi mempertemukan saya dengan empat orang yang paling dicari-cari di negeri ini.”

“Kau bilang apa Ranggaseta. Lihat di depan kita hanya ada tiga orang perempuan. Bukan empat. Tambah satu orang dari mana.” Wardhana lalu mengamati langit-langit dan dinding rumah makan. “Atau jangan-jangan memang ada orang yang sedang bersembunyi mengawal mereka bertiga?”

“Bukan Raden, orang yang keempat adalah laki-laki itu.” Ranggaseta kemudian menunjuk laki-laki yang tengah usai makan ikan bakar dengan lahapnya.

Mengetahui Ranggaseta menunjuk dirinya, Laki-laki itu hanya terdiam sambil mencuci tangannya menggunakan air di dalam mangkok yang sudah disiapkan untuknya. Sambil menatap tajam Ranggaseta Ia mengeringkan tangan menggunakan ujung ikat pinggangnya yang berwarna gelap.

“Baruna si murid durhaka. Terkutuk kau, berani menjejakkan kaki di kota ini. ” Kata Ranggaseta kepada laki-laki itu.

1
anggita
tetep top👍
Feri Ferdiansyah
cerita yang sangat menarik.. kata katanya sangat detail sekali.. perumpamaan yg halus, logis dan diluar nalar.. harusnya cerita nusantara seperti ini yg dibutuhkan bagi penikmat cerita seni beladiri..
Nedi Junaidi
Luar biasa
asta guna
tak simak e sek
asta guna
tak kiro wes end....
oke thor tlg masukan dr para reader yg. sekiranya itu membangun tlg di aplikasikan.
kita sangat menghargai perih payah author dlm membangun cerita dan klopun ada kata2 yg kasar dari kami ya itu semata2 Krn kami ingin sajian yg memanjakan imaginasi.
Ardi Yansyah
gak disangka ada notip update ceritanya
Eclairs5888: Maaf Yaa...dari Agustus-Desember 2023 Saya ada Diklat Latsar & Aktualisasi. Januari-26 Februari, Saya urus administrasi dll sampai pengambilan sumpah hhu.
total 1 replies
asta guna
bangke, gue kira tambah lagi yg tumbang ternyata 2 paragraf cuma untuk menjelaskan yg sudah tumbang. keterlaluan lu. gue di novel2 lain yg bergenre pendekar biasanya sangat royal. sebut saja sang musafir, 13 pembunuh. tp maaf gak di novelmu. merinci hal2 yg gak penting itu MENYEBALKAN
asta guna: anda hebat JD bagian dari pejuang kemanusiaan. sedikit masukan yg agak frontal semoga gak mengendorkan semangatmu thor
total 2 replies
asta guna
bertele2... 3 chapter perterungan seimbang.. kelihatan banget author ngulur2 cerita dan narasi
asta guna
hal2 receh kek gini gak perlu di deskripsikan dengan detail. gak menarik tau
asta guna
novel ini keren. sayangnya kau telat bacanya.
asta guna
namanya keren
asta guna
mantab
Priskila Prima Hevina
coyoteeeee
Priskila Prima Hevina
woww plot twist Recamadya Anala
Ardi Yansyah
tetap akan di update ceritanya oleh author tapi para pembaca setia harus extra sabar dan slow
kalau cepat hasil ceritanya tidak akan bagus, seru dan menarik jadi pembaca harus sabar ya
Eclairs5888: Mohon maaf updatenya lama, Saya masih latsar utk PNS ini, sampai tanggal 11 November 2023.
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
kek nggak percaya lihat notif novel ini up 😅😅😅
Priskila Prima Hevina
Baruna dan Recamadya Anala
Priskila Prima Hevina
Busur Cincin Ungu
Kang_Wah_Yoe
,siiip thor
anggita
top✊☝👏👌👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!