NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percikan di Antara Angin

Area latihan mulai kembali tenang. Para prajurit perlahan bubar setelah menyaksikan pertarungan singkat itu. Kegiant masih duduk di tanah sambil tertawa, sementara beberapa orang membantunya berdiri.

Di sisi lain, Reyd menyarungkan kembali pedang anginnya yang perlahan menghilang menjadi partikel cahaya biru.

Suasana kembali berubah.

Langkah kaki halus terdengar mendekat. Berbeda dari langkah prajurit. Lebih ringan. Lebih anggun.

Beberapa bangsawan yang masih berada di sekitar langsung memberi jalan.

Seorang gadis berjalan mendekat. Rambutnya panjang dan terawat. Pakaiannya menunjukkan statusnya sebagai bangsawan tinggi. Matanya tajam, namun menyimpan keanggunan.

Gadis itu bernama Nessa Tarleriss. Seorang bangsawan dengan gelar Count.

Tatapannya langsung tertuju pada satu orang: Reyd.

Sejak tadi, ia sudah mendengar semuanya. Tentang kepulangan Reyd. Tentang perubahan dirinya. Dan… tentang seorang gadis yang dibawanya dari luar kerajaan.

Nessa berhenti beberapa langkah dari Reyd.

Reyd menoleh. Dan untuk sesaat, ia mengenalinya.

“Nessa…”

Nessa tersenyum kecil.

“Lama tidak bertemu, Reyd.”

Nada suaranya ramah. Namun jelas—ia menyimpan banyak hal yang tidak terucap.

Vaks yang berada di dekat Reyd sedikit mengangkat alis.

“Wah, ini jadi menarik.”

Felixa hanya diam, namun memperhatikan dengan serius.

Nessa melangkah sedikit lebih dekat.

“Aku mendengar kamu kembali.”

Ia menatap Reyd dalam-dalam.

“Dan juga… berubah.”

Reyd menjawab singkat.

“Mungkin.”

Nessa tersenyum tipis.

“Itu tidak mungkin. Aku bisa melihatnya.”

Namun senyum itu perlahan memudar. Digantikan oleh sesuatu yang lebih serius.

“Aku juga mendengar…”

Ia berhenti sejenak.

“Tentang gadis jalang itu.”

Reyd tidak menjawab. Namun ekspresinya cukup jelas: geram.

Nessa menatapnya. Matanya tidak goyah.

“Namanya Lein, bukan?”

Reyd mengangguk.

Nessa menarik napas pelan.

Dalam hatinya, perasaan lama itu muncul kembali. Sejak kecil, ia sudah menyukai Reyd. Namun Reyd tidak pernah benar-benar memperhatikannya.

Sekarang, saat ia akhirnya kembali… ia justru datang bersama seseorang.

Namun… Nessa bukan tipe yang menyerah begitu saja.

Ia tersenyum lagi. Namun kali ini lebih kuat.

“Kalau begitu…”

Tatapannya menjadi lebih tajam.

“Aku ingin bertemu dengannya.”

Reyd sedikit mengernyit.

Namun sebelum ia menjawab, Nessa melanjutkan.

“Aku ingin melihat sendiri. Siapa orang yang bisa mengubahmu sejauh ini.”

Angin tipis berhembus di area itu. Suasana menjadi sedikit tegang.

---

Suasana di area latihan belum sepenuhnya reda, saat langkah kaki lain terdengar mendekat.

Lein muncul dari arah koridor. Tatapannya langsung tertuju pada Reyd. Kemudian, berpindah pada gadis bangsawan di depannya.

Lein berjalan mendekat dan berdiri di samping Reyd. Ekspresinya sedikit berubah. Bukan marah, namun jelas tidak suka. Ia bisa merasakan sesuatu dari cara Nessa menatap Reyd.

“Reyd.”

Lein memanggil pelan.

Reyd menoleh. Namun sebelum ia sempat berkata apa-apa, Nessa sudah lebih dulu berbicara.

“Jadi kau yang bernama Roselein Tescarossa… atau Lein.”

Nada suaranya tetap tenang. Namun tajam.

Lein menatap balik.

“Iya.”

Jawabnya singkat.

Nessa menyilangkan tangan. Tatapannya mengamati Lein dari atas hingga bawah. Ia tersenyum tipis. Namun bukan senyum ramah.

“Dasar rendahan.”

Lein sedikit mengernyit.

Nessa melangkah sedikit lebih dekat.

“Seorang gadis dari luar kerajaan… tanpa latar belakang yang jelas…”

Ia berhenti tepat di depan Lein.

“Tiba-tiba berada di sisi Pangeran kedua, Pangeran Reyd.”

Suasana mulai menegang.

Vaks menghela napas kecil. Felixa sudah siaga.

Nessa menatap Lein tajam.

“Jadi katakan padaku.”

Nada suaranya berubah lebih dingin.

“Sihir apa yang kau gunakan?”

Lein terdiam.

“Untuk mengubah Reyd—kena pelet licikmu itu?”

Reyd langsung mengernyit.

“Nessa—”

Namun Nessa tidak berhenti.

“Apakah itu sihir pemikat? Manipulasi pikiran? Atau sesuatu yang lebih halus—atau jahat?”

Lein mengepalkan tangannya. Matanya mulai bersinar samar. Cahaya muncul di sekitarnya.

“Aku tidak menggunakan hal seperti itu.”

Jawabnya dengan nada tertahan. Namun jelas… ia mulai tersinggung.

Nessa tersenyum tipis.

“Wah, takutnya? Benarkah itu? Karena sulit dipercaya seseorang bisa berubah sejauh itu hanya karena perasaan.”

Kalimat itu…

Cahaya di sekitar Lein semakin kuat. Partikel cahaya kecil mulai muncul di udara. Seperti Fairy Holy.

“Aku bilang tidak, ya tidak.”

Nada suara Lein mulai berubah. Sihirnya mulai aktif.

Nessa tidak mundur. Justru, aura sihirnya juga mulai muncul. Api biru kecil menyala di ujung jarinya.

“Oh? Jadi kau ingin membuktikannya dengan kekuatan?”

Suasana langsung memanas.

Para prajurit mundur.

Vaks menggeleng.

“Ini jadi buruk.”

Felixa bersiap bergerak.

“Hentikan.”

Angin kencang berhembus.

Reyd berdiri di antara mereka. Tangannya terbuka, menahan keduanya. Angin biru berputar di sekitarnya. Menekan aura sihir mereka tanpa melukai.

Lein terkejut.

“Reyd…”

Nessa sedikit mengernyit.

Reyd menatap mereka berdua. Tatapannya tegas.

“Ini bukan tempat untuk bertarung.”

Ia menurunkan sedikit tekanannya, namun tetap menjaga jarak di antara mereka.

“Nessa.”

Nada suaranya serius.

“Berhenti.”

Kemudian, ia menoleh pada Lein.

“Lein… kamu juga.”

Cahaya di sekitar Lein perlahan mereda.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!