NovelToon NovelToon
Dosen Cantikku

Dosen Cantikku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:107.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dhanz

Reza seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas ternama di Kota Malang, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alvionita sang dosen yang dikiranya mahasiswi baru seperti dirinya.

"Aku masih gak percaya kalau kamu adalah dosen disini!" teriak Reza usai mata kuliah Rekam Medis berakhir.

Alvionita yang baru saja keluar dari ruang mengajar menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah datangnya suara.

"Buktinya aku tadi menyampaikan mata kuliah didepan kelas dan telah melakukan perkenalan didepan semua orang disana" tunjuk Alvionita dengan dagunya.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Berhasilkah hubungan antara mahasiswa baru dan dosen muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 7 - Hari Pertama Kencan

Sabtu malam ini, Reza dan Vio akan makan malam bersama sesuai kesepakatan. Malam nanti adalah makan malam pertama mereka sebagai pertanda dimulainya hubungan uji coba 2 bulan mereka.

Sejak pagi hari Reza uring-uringan meminta ini itu yang sungguh berlebihan. Dengan dibantu Fariz, dia menyiapkan segala kebutuhan untuk kencan malam nanti. Sungguh hari itu Reza menjadi sangat menyebalkan. Dia menjadi sangat pemilih dan menginginkan segala sesuatunya sempurna sesuai keinginannya.

Layaknya orang gila, Reza tersenyum setiap saat membayangkan kencan malam nanti. Fariz bergidik ngeri melihat Reza yang seperti itu. Dasar bucin!

Brakk

Sebuah majalah mengenai kepala Reza. Siapa lagi pelakunya jika bukan Fariz yang membuyarkan lamunan Reza yang manis.

"Apaan sih" sungut Reza.

"Kamu yakin bakal make itu baju buat dinner?"

"Aku masih gak terlalu yakin juga sih. Aku bingung mau pakai baju yang itu, itu atau itu" Reza menunjuk 3 set pakaian yang tergeletak diatas ranjang.

"Pakai baju yang ini" tunjuk Fariz.

"Sepatu ini, jam tangan ini" Fariz langsung menunjuk sepatu dan Jam tangan koleksi Reza di kamar itu.

"Dasi?“

Plakk.

Sebuah pukulan ringan sebuah majalah mendarat lagi di lengan atas Reza. Fariz benar-benar dibuat gemas oleh tingkah laku saudara angkatnya itu.

" Kamu pikir mau meeting dengan klien atau wawancara kerja?"

"Hehe, kan kamu tau sendiri kalo aku gak pernah pacaran, Riz" Reza hanya bisa nyengir kuda.

"Gimana bisa punya pacar, kamu nya gak pernah peka"

"Mana ada. Bukannya gak peka, tapi emang gak ada yang cocok"

"Trus si Vio itu cocok gitu menurutmu?“

Reza mengangguk mantap sambil tersenyum. Fariz hanya bisa menggeleng kepalanya. tak terbayangkan olehnya jika Reza yang dulu anti terhadap wanita yang lebih tua dari segi usia malah jatuh hati kepada dosen nya dan ternyata orang tua mereka malah memiliki rencana menjodohkan mereka tanpa mereka sadari.

"Jadi, udah booking resto nya?“

Satu detik.. Dua detik.. Tiga detik.. Tak ada jawaban dari Reza. Fariz menoleh..

Plukk..

Sebuah bantal melayang mengenai wajah Reza.

"Astaga, berasa ngomong sama monumen. Masih mending monumen ada nilai sejarahnya, lah ini malah nambah masalah" sungut Fariz.

"Belum booking Resto?" Fariz mengulang pertanyaannya.

Reza menggeleng. Sudah bisa ditebak.

"Nanti malam ke Resto biasanya aja. Udah aku booking-kan"

"Wah, makasih, Kakak!" seru Reza girang.

"Tumben" lirih Fariz.

Malam nanti, Reza dan Vio akan dinner di restaurant Italia biasanya. Fariz memesan restaurant itu karena dia yakin, Reza dan Vio akan lebih nyaman disana. Selain karena view malam hari yang bagus, disana terdapat live music yang akan menambah kesan romantis. Setidaknya inilah hal kecil yang bisa Fariz lakukan untuk membalas jasa Reza dan keluarga yang telah memperlakukan dia layaknya keluarga.

"Nanti kamu ikut juga kan?" tanya Reza.

"Ih mana ada! Ogah jadi obat nyamuk buat kalian. Daripada kena racun orang bucin, mending jalan sama si Anin. Ups!" Fariz menutup mulutnya yang refleks menyebutkan nama wanita.

"Gebetan baru ya?“ selidik Reza.

"Dah lah, anak baru kasmaran gausah ikut campur orang yang udah pacaran. Weee!" cibir Fariz lalu meninggalkan kamar Reza.

**

Sementara itu, Vio masih belum bersiap. Dia masih sangat bingung. Dia ragu akan kesepakatan yang secara tidak langsung disetujui olehnya. Bayangkan, seorang dosen berkencan dengan muridnya. Meski usia mereka tak terpaut begitu jauh, tetap saja itu hal yang sangat tidak wajar menurut Vio. Dia berharap nanti malam tidak ada yang melihatnya makan malam dengan Reza. Mau ditaruh mana wajahnya menghadapi orang-orang di kampus.

"Paketnya udah diterima?" sebuah pop-up pesan muncul di layar pipih yang tergeletak disampingnya.

Vio menoleh pada paper bag yang berada tak jauh darinya.

Sebuah gaun dan juga sepatu dari Reza. Sedari tadi Vio masih berpikir apakah dia akan memakai gaun itu atau tidak. Pasalnya, gaun itu adalah gaun limited edition brand ternama.

"Udah. Tapi gak harus dipakai nanti malam kan?“ balas Vio.

"Terserah kamu. Aku akan menyiapkan supir untuk mengantarmu. Jangan menolak" balas Reza yang terdengar seperti perintah.

Vio akhirnya menghela nafas lega. Dia hanya akan dinner, bukan pergi ke acara resmi lainnya. Tapi mengapa rasanya Reza terlalu berlebihan?

Akhirnya Vio memilih gaun tile putih dibawah lutut yang setidaknya masih pantas untuk dipakai makan malam.

***

Hari telah berganti malam. Senja yang tadinya masih menampakkan semburat jingga, kini telah berubah menjadi malam bertabur bintang. Malam ini cerah, namun tak demikian dengan Reza yang hatinya sedang gundah.

Berulang kali dia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Jam masih belum menunjukkan pukul tujuh, tapi Reza sudah mondar-mandir layaknya setrika. Sebegitu tak sabarnya dia ingin bertemu dengan Vio.

Tak.. Tak.. Tak..

Terdengar suara ketukan sebuah sepatu wanita berhak tinggi. Reza menoleh ke sumber suara dimana seorang wanita cantik berjalan kearahnya.

Reza tak berkedip dibuatnya. Padahal malam ini Vio hanya berdandan alakadarnya.

Vio yang mendapat tatapan Reza yang seperti itu menjadi salah tingkah. Semburat kemerahan tampak pada wajah gadis itu. Sapuan blush on tipis yang ia kenakan mendadak berubah semakin jelas terlihat oleh Reza.

Reza menarik sebuah kursi dimana disana telah tersedia set alat makan dan juga sebuah gelas berisi jus.

"Aku yakin Bu Vio tak minum Wine, kan?"

Vio hanya mengangguk. Dia semakin menunduk apalagi mendengar Reza memanggilnya dengan panggilan Bu Vio.

Reza sengaja, dia ingin melihat bagaimana Vio merespon ucapannya. Apakah akan dikoreksi atau akan dibiarkan begitu saja.

"Kamu bisa panggil nama jika kita sedang diluar kampus" jawab Vio.

Bingo! Reza berasa menang lotre. Reza menahan senyum. Ingin rasanya ia bersorak, namun apa daya, dia hanya bisa bersorak dalam hati sebagai bentuk selebrasi. Hal kecil berupa kata panggilan itu berhasil membuat Vio terdistraksi, hingga akhirnya membuat Vio mengoreksi panggilan untuk dirinya. Perlahan namun pasti, hati Vio kini mulai terisi.

Reza mulai memanggil pelayan, hanya dengan sebuah kode, beberapa pelayan membawa troli yang berisi makanan menuju ke meja dimana Reza dan Vio berada.

Beberapa jenis makanan kini telah terhidang dihadapan keduanya. Mereka memulai dinner mereka malam ini ditemani live music yang mengalun merdu. Suasana romantis kini mengisi seisi ruangan, mengalirkan letupan cinta yang mulai hadir perlahan.

Reza sangat berterima kasih kepada Fariz yang telah membantu mempersiapkan semua hal untuk dinner malam ini. Yah meski gaun yang dikenakan oleh Vio bukanlah gaun dengan warna yang senada dengan pakaiannya, setidaknya tak mengurangi aura cantik dari pujaan hatinya.

Justru Vio tampak cantik dan semakin menawan, sehingga membuat hati Reza semakin tertawan.

bersambung...

***

Yang kemarin minta Visual, udah aku turuti ya.. bab mendatang akan ada visual Dian dan Fariz..

Happy Reading ☺

1
💖Yanti Amira 💖
awal ceritanya sangat menarik
💖Yanti Amira 💖
ceritanya sangat bagus dan juga menarik banget
pokoknya top banget deh ceritanya
lanjutkan biar tidak penasaran
💖Yanti Amira 💖
salut banget y sama vio diumur yg mudah bisa menjadi seorang dosen udah cantik anggun dan juga tegas😂😂😂
ternyata masih ada juga y seorang dosen dengan umur segitu,,,,

cie Reza udah mulai jatuh cinta pada pandan tu😂😂😂

ya ampun thorrr keren banget ceritanya
De'Ran7
eh dasar plin plan si Reza😂
Teguh Apriady
selamet 2x
makasih thor
😂😂😂
Hana Al Azhar
ceritamu bguus thooor 👍👍
semangat teruus yaa 🥰
mbu winda
🤣🤣🤣
Ikha Nindya Ayu
lanjut mba
Ikha Nindya Ayu
lanjut mbak☺☺☺
Enmi KaroHant
udah bucin
Uphe Fenty Agesty💞
udaah tenang y reza skrg...
tinggal menikmati masa indahnya hidup berdua.
Enmi KaroHant
oke, nyimak dl.
MeeGorjes🍌Peak_fam😜
aseekk
MeeGorjes🍌Peak_fam😜
yeeeeyyyyy
tae yeon
lanjut aj thor
Emak Femes
Halow
bertemu lagi dgn pengisi suara novel ini 😁😁
semoga suka dgn suara recehku yg ala kadarnya, hehehe.
Jangan lupa dengerin audiobooknya juga ya, dan dukung terus karyanya

terima kasih kpd kak Dhanz yg melanjutkan cerita ini.

terima kasih
Enmi KaroHant
sambil inget2 alur ceritanya
Uphe Fenty Agesty💞
jgn main2 sm Reza y Dian....
Galip Rahman Galip
ya ya ok lah. lanjut up sampaiii .... itu .UPS!
Enmi KaroHant
suka2 kakak aj kita emak2 berdaster modal gratisan Alhamdulillah klo ada bacaan misal udh femes disana ya monggo.
Nhynaa Kanina: yok kita lanjut 🤗 Makasih masih setia membaca, Kak 🙏🏻🤗❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!