Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkataan Bang Neandro
Sinar matahari pagi menembus masuk dari celah-celah jendela kamar Indira, horden yang menutupi jendela kamar kini terbuka lebar. Suara burung-burung yang berterbang dengan kicuan-kicuan kecilnya memberikan tanda hari ini sudah pagi.
Sejenak Indira meraih HP melihat ada notifikasi dari seseorang lelaki untuk memberi kata sapaan pagi. Begitu indah ternyata membuka mata dan melihat ada kalimat singkat membuka lembaran dipagi hari.
Indira beranjak dari tempat tidur dan merapikannya, mengambil seragam sekolah dan bergegas kekamar mandi. Selesai dengan kegiatan dikamar mandi, bergegas kembali kemeja hiasan kala melihat diri sendiri di dalam cermin dengan mengoleskan bedak my baby.
Pagi hari ini Indira kembali dengan rutinitas seperti biasa, mengawalinya dengan penuh harapan, berharap semua akan berjalan dengan baik.
Indira turun kelantai bawah menuju ruang makan, melihat keluarganya sudah berkumpul dimeja makan. Indira tersenyum melihat keadaan seperti ini kala keluarga selalu berkumpul dan mengabiskan waktu bersama walaupun nantinya akan pergi dengan kegiatan masing-masing.
"Good morning semua." Kata Indira menyapa mereka yang terlihat senang asik menkmati sarapannya.
"Good morning sayang." Sahut Ayah dan Bunda sedangkan kedua abang kembar hanya membalas dengan senyuman dikala mulut mereka berisi makanan.
Kami mengabiskan waktu dengan sarapan yang tersedia dan sedikit mengobrol sesaat sebelum waktu memperingkati. Waktu begitu cepat berlalu kulirik jam sekarang sudah pukul tujuh dan aku teringat akan janji pada seseorang lelaki untuk pergi sekolah bareng.
"Ayah, Bun aku harus pergi duluan. Bang kali ini aku pergi sendiri ya, aku sudah memiliki janji." Pamit Indira dengan mencium kedua tangan orangtuaku dan mencium pipi mereka masing-masing.
"Dijemput disini dek?" Tanya bang Neandro.
Indira lupa satu hal bahwa sekarang ia sedang menutup identitas, tentu tidak boleh ada yang tahu bahwa Indira tinggal dirumah megah ini dan anak dari keluarga Loius Mahatma.
Indira melihat ada chat masuk dari Delvin seseorang yang janji akan pergi sekolah bersama. "Ra, aku jemput dimana? aku sudah mau gerak."
Aduh gimana nih, harus dimana ketemu. kan nggak mungkin kasih alamat rumah sebenarnya. Batinku berkata.
"Sama siapa janjinya sayang?" Tanya Nacelia Bundaku.
"Sama teman bun, tapi aku bingung harus dimana dia jemput. Kan nggak mungkin kerumah ini?"
"Cowok ya dek? Gebetan atau pacar?" Goda bang Neandra yang cengegasan.
"Ihh bang, jangan mengoda dulu kasih solusi tahu. Ayah lihatlah bang andra!" Aduh Indira pada Ayah yang tersenyum melihat tingkah anak-anaknya.
"Bang jangan goda adekmu yang sudah puber nanti dia malu." Sahut Loius.
Ayah yang semakin mengoda Indira bukan membantu Memarah Andra. Semua tertawa mendengar kata Louis dan aku jadi malu.
"Sudah ayo bareng abang saja, nanti abang turunku dihalte A yang agak jauh dari rumah. Disitu saja kalian bertemu." Usul abang Andro.
Indira mengembangkan senyum, ide itu sangat bagus. Indira tahu abang Neandro orangnnya tegas dan selalu memilliki ide yang bagus mungkin karena itu dia memilih mengikuti jejak ayah dan berbeda dengan bang Neandra yang sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal yang mengaitkan tentang perusahaan.
Indira dan bang Andro bergegas dari meja makan lalu pamit pada ayah dan bunda. Sedangkan bang Andra masih menikmati kopinya bersama ayah. Setelah mobil keluar dari komplek menyusuri jalan raya yang cukup padat dipagi hari. Suasana begitu hening diantar Indira dan bang Andro tidak ada membuka suara hanya ada suara musik yang mengiringi keheningan ini.
Bang Andro salah satu cowok yang tidak banyak ngomong, memiliki wajah yang tampan tapi datar membuatnya menjadi cowok populer dimasanya. Sampai sekarang yang Indira tahu bang Andro masih jomblo, sudah lama semenjak putus dari kekasihnya dimasa kuliah aku tidak melihat lagi ada cewek yang menyadang sebagai kekasihnya. Bang Andro banyak berubah setelah putus dari kekasihnya itu yang aku tidak tahu keberadaannya sekarang bahkan bang Andro pun tidak tahu keberadaan mantannya.
Yang Indira tahu sampai sekarang Bang Andro masih mencintai mantannya itu dan masih mencari keberadaannya. Bang Andro tidak tahu alasan yang jelas kenapa kekasihnya minta putus, semenjak kekasihnya berkata putus semenjak itulah hilang semua komunikasi mereka.
Kehilangan kekasih yang hampir dilamar itu membuat bang Andro yang dulu ceria, tidak pendiam, dingin bahkan datar seperti ini berubah total. Entahlah bagaimana kisah cinta bang Andro dengan mantannya yang tetap dianggap sebagai kekasih.
"Dek, kamu sudah punya pacar lagi?" Tanya bang Andro serius
Indira yang melihat kearah jendela mobil tentu terkejut dengan pertanyaan itu bahkan Indira melihat wajah bang Andro begitu serius menatapnya sekilas lalu kembali menatap kedepan.
"Belum punya bang cuma teman saja." Jawab Indira apa adanya.
"Lalu kenapa mau dijemput sama lelaki kalau bukan pacar, atau masih gebetan?" Selidik bang Andaro.
Masa iya aku bilang dia dulu mendekatiku dan sekarang menjadi. Nanti makin berabe deh.
"Ha di dia ha..."
"Jangan sebarangan cari gebetan apalagi jadikan pacar. Ingat cowok masa kini macam apa lagian itu hati sudah mulai sembuh dan berani buka hati lagi sama cowok lain dek?" Kata bang Andro lagi.
Benar kata bang Andro tapi menurut Indira tidak semua cowok masa kini seperti itu, masih ada cowok yang menurutku baik. Perkataan tentang hati, Indira belum sepenuhnya membuka hati tapi masih berusaha dan tidak mau menjadi ego.
"Masalah hati bang sebenarnya aku belum sembuh tapi lagi berusaha menyembuhkannya, kan nggak mungkin hati ini selalu diselimuti dengan luka dimasa lalu yang belum sembuh-sembuh. Itu berarti aku masih terjebak dan belum melupakan masa laluku bang. Dan aku merasa dia orang baik bang, berbeda dari yang dulu." Kata Indira menyakinkan bang Andro.
"Yakin dia cowok baik dek, tahu darimana?" Tanya Bang Andro penasaran.
"Melihat sikapnya bang." Jawab Indira menginggat sikap Delvin.
"Jangan tertipu dengan sikap yang manis diawal tapi setelah didapat akhirnya semua terkuak sifat yang sebenarnya. Ingat saja dek, jangan memaksa hatimu. Kalau dia benar baik, nanti abang akan periksa latar belakangnya." Nasihat Bang Andro
Perkataan bang Andro selalu benar menurutku, dia merupakan orang yang selalu berpikir pakai logika. Tidak memungkinkan dia sangat jago membuat para klien termakan omongannya. Indira tersenyum mendengar katanya itu yang membuat aku berpikir lagi dan lagi untuk membuka hati ini. Sanggupkah Indira membuka hati lagi dengan yang baru tanpa ada sesuatu yang disembunyi lagi.
"Jangan pikiri, berteman boleh dek itu semakin baik membuat pergaulan semakin luas. Tapi harus pergaulan yang baik bukan yang bukan-bukan. Masalah hati tetapkan dulu hatimu baru siapkan untuk membuka lagi nanti, semua akan berjalan dengan baik kalau kamu jalaninya dengan hati yang tulus." Kata bang Andro dengan senyumnya.
- - -
Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ini dengan cara :
Like
Komen
Favorit
Vote
Bintang Lima
Terimakasih, Salam hangat dari The Gengster Boy❣️❣️
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya