Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7 Misi Baru
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Dengan perasaan yang sudah jauh lebih tenang dan bahagia, Arka menunjuk ke arah tumpukan roti coklat yang masih hangat dan menggiurkan.
"Pa, ambil lima ya!" seru Arka dengan mata berbinar.
"Iya nak, ambil saja sebanyak yang kamu mau," jawab Arhan lembut.
Arka mengambil lima buah roti kesukaannya, dan Arhan dengan sabar membantu memasukkan roti-roti itu satu per satu ke dalam tas kecil yang disandang anaknya agar tidak hancur.
"Berapa semuanya, Pak?" tanya Arhan kepada penjual roti tersebut.
"Semuanya dua puluh lima ribu, Bang," jawab bapak penjual itu ramah.
Arhan mengeluarkan ponsel pintarnya dari saku celana. "Bisa bayar pakai scan QR, Pak?"
"Bisa bang, bisa! Itu ada tempel di samping gerobak," kata bapak itu sambil menunjuk kode batang yang terpampang jelas.
Arhan mengarahkan kameranya, melakukan pemindaian, dan dalam sekejap transaksi selesai dilakukan.
Notifikasi Sistem
Ting
[Saldo Anda dipotong: -25.000]
[Sisa Saldo Saat Ini: Rp 3.475.000]
Setelah urusan selesai, Arhan berjongkok sedikit menyamakan tingginya dengan Arka. Ia merapikan kerah baju seragam anaknya yang sedikit berantakan, lalu menatap mata anaknya dengan penuh kasih sayang dan ketegasan.
"Udah, masuk kelas ya nak. Belajar yang giat. Ingat, kamu anak hebat. Dan kalau nanti di dalam ada yang berani menghina atau menyakiti kamu lagi, beri tahu Papa. Papa akan selalu jadi penjaga dan perisai terkuat buat kamu, mengerti?" kata Arhan tersenyum hangat.
"Iya Pa! Makasih ya Papa!" jawab Arka ceria. Kini wajahnya tidak lagi murung, melainkan penuh semangat dan rasa aman.
Anak kecil itu pun melangkah dengan gagah berani memasuki gerbang sekolah, meninggalkan keramaian di luar.
Arhan berdiri tegak, matanya lalu melirik ke arah tempat di mana tadi terjadi keributan.
Terlihat Bu Siska kini sudah tidak lagi tertawa atau sombong. Wanita itu kini terlihat sangat menyedihkan.
Rasa gatal yang luar biasa akibat hukuman dari sistem membuatnya tidak bisa berdiri tegak. Tubuhnya menggeliat-geliat tak karuan, keringat bercucuran deras bercampur dengan goresan merah di kulitnya.
Karena sudah tidak tahan lagi menahan siksaan itu, perlahan-lahan ia pun ambruk dan terduduk lemas di atas aspal yang panas.
"AAAAAA! GATAL! SAKIT SEKALI! GATALLLLL!" teriaknya histeris, suaranya pecah memecah keributan. Tangannya bergerak liar menggaruk seluruh bagian tubuhnya yang terasa seperti terbakar.
Orang-orang yang melihatnya hanya bisa melongo dan berbisik-bisik. Namun, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan.
Karena rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya dan hilang akal, Bu Siska benar-benar tidak peduli lagi pada harga dirinya maupun pandangan orang lain.
Di tengah keramaian, di depan banyak orang tua dan anak-anak, tanpa sadar ia mulai membuka kancing bajunya dan membuka pakaiannya agar bisa menggaruk kulitnya.
"Cepat! Cepat telepon ambulans! Bahaya ini!" teriak salah satu ibu-ibu yang panik melihat darah segar mulai keluar dari bekas cakaran di tubuh Bu Siska. Beberapa orang lain bahkan sudah mengeluarkan ponsel mereka merekam kejadian yang memalukan dan mengerikan itu.
Melihat pemandangan itu, Arhan hanya berdiri mematung di tempatnya. Wajahnya datar, tanpa rasa iba yang berlebihan.
"Hm... sebenarnya kalau dilihat-lihat, kasihan juga sih. Tapi... itu semua akibat ulah mulutnya sendiri. Siapa suruh dia begitu sombong dan tega menghina anakku yang tidak bersalah. Ini baru balasan kecil, sepadan dengan apa yang dia ucapkan," gumam Arhan pelan dalam hati.
Dengan langkah tenang, Arhan membalikkan badan dan meninggalkan kerumunan orang yang sedang heboh itu. Ia berjalan menuju motornya, siap untuk pulang atau melanjutkan aktivitasnya hari ini.
Namun, baru saja ia hendak menyalakan mesin, sebuah layar biru hologram tiba-tiba muncul di hadapannya kembali.
SUARA NOTIFIKASI SISTEM
Ting!
[SISTEM MENDAPATKAN DATA BARU]
[MISI BARU TELAH DIBUKA!]
DESKRIPSI MISI
Nama Misi: Penyelamatan Sang Putri
Detail: Menyelamatkan seorang putri konglomerat yang pingsan di dalam mobil.
Hadiah: Poin Kontribusi Besar & obat penyembuhan
[STATUS MISI: SEDANG BERLANGSUNG]
Mata Arhan menyipit membaca misi baru itu.
"Misi Baru lagi, aku harus menyelesaikannya," kata Arhan bertekad.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...