Arindi Azzahra adalah gadis cantik berusia 22 tahun bekerja sebagai pemilik usaha catering. Ia menikah dengan seorang CEO muda berumur 27 tahun akibat perjodohan terselubung yang berkedok kesalahpahaman.
Bagaimana jadinya ya? Apakah mereka bisa saling menerima atau sebaliknya?
follow ig: @xxpfrk_12
Mau tau bagaimana kelanjutan ceritanya, stay terus ya di karya pertama ku🌼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Pagi ini Bu Marni ingin pergi kepasar membeli kebutuhan seharu hari yang sudah habis. Ia membangunkan Ridho untuk mengantarkannya ke pasar tradisional. Bu Marni tidak tega membangunkan Riri, mengingat tadi malam Riri dalam kondisi Mood yang kurang baik.
Sesampainya dipasar Bu Marni langsung meminta Ridho untuk langsung pulang karena untuk pulang nanti Ia bisa menggunakan angkutan umum.
Pada saat memilih milih sayur sayuran tiba tiba ada yang mencoleknya dari belakang, ia pun langsung menoleh kebelakang.
Bu Marni: "Eh Surti"
Bi Marni: "Iya Mbak, Kok mbak ada disini? Mbak tinggal dimana sekarang?"
Bu Marni: "Aku belanja kebutuhan dirumah soalnya banyak yang udah habis" Ucap Bu Marni sambil memperlihatkan keranjang yang dibawanya "Oh ya, aku tinggal tidak jauh dari sini".
Bi Surti: "Mbak gak tinggal dirumah yang lama lagi?"
Bu Marni: "Nggak, setelah suami saya meninggal rumah itu kami jual untuk mencukupi kebutuhan hidup, setelah itu kami membeli rumah yang sederhana. Sisa uang dari hasil menjual rumah itulah yang kami pakai untuk bertahan hidup dan anakku Riri membuka usaha catering dengan uang itu"
Bi Surti mengangguk tanda mengerti maksud dari penjelasan Bu Marni tadi. Bi Surti sudah lama bekerja di rumah Anton Wijaya, makanya Ia mengenal Bu Marni karena Bu Marni dan Pak Ahmad (Suami Bu Marni) sering berkunjung kerumah Anton. Setelah sepeninggalan suaminya keluarga Bu Marni menjadi lost contact dengan keluarga Anton.
Bi Surti: "Mbak sebentar ya saya telpon Nyonya, untuk memberi tahu kabar ini. Pasti nyonya senang mendengarnya".
Bi Surti langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Shinta.
Bi Surti:"Assalamu'alaikum Nyonya, Saya ada kabar gembira untuk nyonya".
Shinta:"Wa'alaikumsalaam Bi, kabar gembira apa Bi? Cepat katakan"
Bi Surti:"Saya Bertemu dengan Mbak Marni di pasar". ucap Bi Surti dengan gembira.
Shinta:" Yang bener Bi? Cepat berikan ponselnya kepada Marni, Saya ingin bicara dengannya."
Bi Surti:" Baik Nyonya" Ucap Bi Surti langsung memberikan ponsel kepada Bu Marni. "Nyonya mau berbicara dengan Mbak".
Shinta:" Halo Halo, ini beneran Marni istrinya Pak Ahmad kan" Terdengar suara Shinta sangat bahagia.
Bu Marni:"Iya Shinta" Jawab bu Marni tersenyum.
Shinta:"Sudah lama kita tidak bertemu"
Bu Marni:"Benar Shinta, sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana Kabarmu?"
Shinta:" Kabarku baik, Bagaimana kalau nanti malam kamu kerumah ku untuk makan malam bersama, sekalian ajak anak anak mu. Bagaimana setuju kan?".
Bu Marni:"Baiklah aku setuju, Aku akan mengajak kedua anak ku. Alamat rumahmu masih yang lama kan?".
Shinta:" Iya masih, jangan sampai lupa ya. Awas saja kamu". Ucap Shinta bercanda.
Setelah berbincang lama akhirnya Bu Marni dan Bi Surti berpisah. Bu Marni kembali berbelanja untuk melengkapi kebutuhannya lalu beranjak pulang menaiki angkot
Flashback Off
Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore, Riri tampak tidak tenang. Yang ia lakukan sejak tadi hanyalah mondar mandir sembari memikirkan perkataan ibunya pagi tadi dan bagaimana cara menolak ajakan tersebut. Jika Ia pergi kerumah Anton pasti ia akan bertemu dengan Rama, jika disana adanl Rama otomatis Nanda juga ada disana.
Jarum jam pun terus berputar, semakin lama waktu pertemuaj dengan keluarga Anton semakin dekat.
"Riri" Terdengar suara Ibunya memanggil dari balik pintu kamar
"I-iya Bu" Riri bergegas membuka pintu.
"Kok kamu belum siap siap sih, kita berangkat sebentar lagi loh." ucap Bu Marni
"A-anu Bu, Riri kayaknya gak bisa ikut deh. Soalnya Riri ada janji sama Meira". Tutur Riri mencari alasan.
"Kalo janjian sama Meira kan besok juga bisa, sini biar Ibu bilang sama Meira janjiannya besok aja.
"Ta-tapi Bu-"
"Sudah, tidak ada tapi tapian. Udah cepat sana siap siap" Bu Marni pun oergi meninggalkan kamar Riri
Dengan terpaksa Riri harus bersiap untuk pergi ke kediaman Anton. Riri mengenakan dress berwarna Navy dibawah lutut berlengan tanggung dipadukan dengan heels berwarna senada dengan polesan MakeUp dan rambut panjang bergelombang yang di uraikan yang menampilkan kesan anggun. Sangat berbeda dengan penampilan nya saat bekerja.
Beberapa menit kemudian mereka bertiga sudah bersiap siap untuk berangkat, sekarang mereka berada di depan rumah menunggu jemputan taxi online yang sudah dipesan terlebih dahulu melalui aplikasi. Tak lama kemudian taxi pun datang lalu taxi itupun membawa mereka ketempat tujuan yaitu kediaman Anton Wijaya.
Sesampainya di depan Rumah Anton, perasaan semakin tak karuan. Sepanjang jalan ia berdoa semoga ia tak bertemu dengan Nanda. Mereka berjalan menuju pintu rumah Anton setelah di izinkan oleh Security.
Tampak didepan pintu Rumah, ternyata Shinta dan Anton sudah menunggu mereka sedari tadi.
Saat bertemu Shinta dan Bu Marni pun langsung berpelukan, cipika cipiki layaknya orang yang sudah lama tak bertemu. Di belakang Bu Marni tampak Riri menyembunyikan wajahnya dari pandangan Shinta, namun itu tak berhasil. Shinta langsung mengenali wajah Riri saat mereka bersalaman.
"Bukannya ini Nak Riri?" Tanya Shinta.
"I-iya tante" Jawab Riri gugup.
"Marni, Riri ini anak kamu?" Tanya Shinta lagi
"Iya Shin, Kamu kenal dengan anak ku?" Marni berbalik nanya.
"Aku pernah beberapa menyewa catering milik Riri dan bertemu beberapa kali dalam berbagai kesempatan" Jelas Shinta
"Baguslah kalau begitu" ujar Marni
"Kalau begitu ayo kita masuk" Ucap Anton
Mereka langsung menuju meja makan yang telah telah tertata dengan rapi berbagai macam makanan yang disediakan tak lupa Bi Surti juga bergabung diantara mereka.
"Ma, Rama sama Nanda dimana?
Mendengar nama itu Riri menjadi tidak tenang lagi, setelah tadi merasa sedikit lega karena tak melihat tanda tanda kemunculan Nanda.
"Rama kayaknya masih dikamar deh Pa, sebentar Mama panggilkan" Ucap Shinta berjalan menuju kamar Rama.
Tak lama kemudian Rama bersama dengan Shinta menuruni tangga. Sesampainya di Ruang Makan betapa kagetnya Rama melihat Riri didepan matanya.
Rama langsung mengambil alih kursi kosong yang berhadapan dengan Riri. Rasa tak percaya bertemu lagi dengan gadis yang membawa sial baginya dak sahabatnya itu.
"Nanda dimana Ram" Tanya Anton
"Nah itu dia" Ucap Rama menunjuk kearah Nanda yang tengah berjalan mendekat.
Riri pun terbelalak mendengar ucapan Rama, namun ia enggan melihat kebelakang. Sesampainya di tempat duduk Nanda terkejut menatap wajah wajah yang ada didepannya, disana ada Bu Marni, Riri, dan Ridho.
Meskipun Bu Marni sudah memaafkan Nanda dan tak mempermasalahkan lagi atas kejadian itu tetap saja Nanda merasa tidak enak hati atas perlakuan nya terhadap Riri.
"Kamu dari mana aja sih, lama banget?" Tanya Shinta
"Ma-macet tante"
"Yaudah gapapa Nanda, yang penting kamu selamat. Kita langsung saja ni acara makan malamnya, untuk do'a akan dipimpin oleh Rama, Silahkan Rama"
Rama langsung melafalkan do'a, setelah itu mereka langsung menyantap makan malam dengan penuh suka cita.
...----------------...
Hai Readers!!! Terimakasih buat yang udah setia baca karya Author yang pertama, Jangan Lupa di Like, komen dan Sarannya ya Biar Author makin semangat 😘😍
maaf baru feedback sekarang hehe 😅, aku udah like sama rate 5 ya 😁
always spirit 💪😄
salam hangat dari MACAC dan RTBAC ✌️😆
Ditunggu bab selanjutnya y thor..
Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik
Feedback karyaku juga ya.. Makasih
Salam dari _Until we found the lost memory
jangan lupa feedback ya😊