NovelToon NovelToon
REUNI

REUNI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:474.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ade Irvianti

Jangan lupa like dan vote ya, meskipun sudah end.

Sepasang manusia yang tak kunjung menikah diusianya yang sudah matang. Reuni menjadi awal mula kisah cinta mereka yang lika-liku. Kisah asmara yang dibumbui dengan konflik batin.

Bagaimana kisah cinta mereka? Ayo baca dan nikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Irvianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sunday

Ada sedikit rasa kecewa yang muncul saat Lolita mendapat balasan yang panjang dari Eric tentang alasan yang membuat dia tidak bisa janjian minggu pagi. Lolita bepikir kalau Eric tidak benar-benar serius akan ajakannya di malam itu. Lolita memancing adrenalin sendiri ke Eric dengan cara ia mengajukan dirinya untuk ikut ke rumah nenek Eric, meski secara implisit.

Lolita meletakan ponselnya di nakas dan beranjak tidur setelah membaca pesan terakhir Eric yang ada di pop up layar ponselnya. Ia memejamkan mata untuk menanti fajar.

Rutinitas Lolita hanya bekerja dari pagi sampai sore. Pulang kerja main sebentar dengan keponakan barunya, setelah itu ia masuk kamar dan menanti makan malam. Sehabis itu kembali lagi ke kamar untuk sekadar tiduran di kamar sampai menunggu datangnya kantuk. Lolita tidak seperti dulu yang hobi nongkrong dengan teman-teman SMA-nya dulu. Tidak ada lagi yang mengajak atau diajak untuk sekadar nongkrong sebentar. Teman-temannya sudah sibuk dengan keluarga kecilnya masing-masing.

Lolita yang aktif jalan-jalan mulai berpindah haluan untuk tetap stay di rumah guna mencari kegiatan lain di rumah. Hari libur kerja Lolita pun digunakan untuk main ke butik orangtuanya, ia sedang belajar mendesain akhir-akhir ini sebelum bertemu dengan Eric. Lolita ingin butik orangtuanya pulih seperti sedia kala.

"Ta, gimana perkembangan hubungan Lo?" tanya Dea.

"masih proses pendekatan, De." Aku meneguk minuman yang ada di depanku.

"Dia kerja di mana?"

"Di GIANT COMPANY." Dea hanya mengangguk.

"Lo gimana? Masih betah sendiri?" tanyaku bercanda.

"jodoh tidak akan kemana, Ta."

Seperti biasa mereka selalu menghabiskan makanannya di kantin setelah mengobrol. Lolita tidak lagi memesan kopi seperti kemarin, ia memilih jus lemon yang dicampur madu sebagai teman.

Hari minggu sudah tiba. Sesuai janjinya, Eric pagi-pagi sudah tiba di rumah Lolita. Eric sudah duduk di ruang tamu sendirian sambil menunggu Lolita. Eric sengaja tidak memberi tahu Lolita terlebih dahulu akan kedatangannya. Bukankah ini kemauan Lolita beberapa hari lalu melalui pesan. Mereka tidak lagi saling mengirim pesan setelahnya. Eric yang memang sibuk tidak sempat membuka ponselnya untuk sekadar menanyakan kabar ke Lolita. Eric tidak suka basa-basi dan Lolita yang tidak terlalu suka mengirim pesan duluan.

Ibu Lolita naik ke lantai dua untuk memanggil Lolita yang masih nyenyak di atas kasurnya. Ibunya mengetuk pintu kamar Lolita untuk membangunkannya. Lolita terbangun karena suara ketukan pintu yang cukup keras dari sang ibu. Ia membuka pintu dengan uring-uringan karena merasa terganggu.

"Ada apa sih, Bu. Ini kan hari minggu Lolita ke butiknya siangan saja." Ia mengucek-ucek matanya yang masih mengantuk.

"Tuh lihat siapa yang ada di ruang tamu. Kalau tidak biasa bangun pagi, ya jangan buat janjian pagi-pagi." Ibu berlalu begitu saja setelah mengucapkan kalimatnya.

Lolita penasaran siapa tamu yang pagi-pagi sudah berada di rumahnya. Lolita melirik jam dinding yang ada di ruang keluarga. Jam menunjukan masih pukul enam pagi kurang. Lolita masih sedikit semboyongan akibat kantuknya. Ia sampai di ruang tamu dan melihat Eric yang sudah duduk rapih di sofa. Lolita berlari terbirit-birit setelah mata mereka saling bertemu.

"Sial! Kenapa mesti lupa sih kalau ada janjian sama Dia," umpatnya.

Lolita bergegas mandi dan siap-siap untuk menemui Eric setelah berdandan rapih. Lolita dan Eric berpamitan ke ibu Lolita. Mereka sudah di depan mobil. Lolita merasa tidak enak terhadap Eric karena sudah menunggu terlalu lama. "Ric, maaf ya. Aku beneran lupa," ujar Lolita ragu dan canggung.

"kali ini Aku maafkan," jawabnya dengan nada dingin.

"lagian Kamu enggak kasih kabar dulu kalau mau ke sini."

"Sudah salah, malah nyalahin oranglain," ujarnya ketus.

Eric masuk ke dalam mobil diikuti oleh Lolita. Lolita masih diam di dalam mobil. Ia takut kalau Eric benar-benar marah kepadanya. Sikap Eric membuat Lolita berpikir ulang untuk menerima ajakan menikah dengannya. Lolita takut sikap Eric yang tidak bisa ditebaknya itu membuat Lolita tidak nyaman. Soal pekerjaan Eric memang sudah mapan, tapi sifat Eric yang aneh membuat Lolita harus berpikir ulang.

Selama di perjalanan mereka hanya terdiam. Lolita yang biasanya cerewet kini hanya membisu di hadapan Eric. Lolita sesekali hanya mengedarkan matanya ke jalanan untuk mengobati rasa bosannya di dalam mobil. Perjalanan ini memakan waktu yang lumayan lama, setelah setengah jam lebih baru sampai di rumah Eric. Tidak terbayang dengan Eric yang sampai rumah Lolita pukul enam kurang dan kini harus balik lagi ke rumah orangtuanya. Belum lagi Eric harus menunggu Lolita mandi dan berdandan yang memakan waktu lama sampai membuatnya dirinya sedikit marah.

Eric pantas marah ke Lolita, tapi kali ini Lolita benar-benar lupa akan agenda hari minggunya. Tadinya Lolita berpikir kalau Eric tidak niat untuk mengajaknya ke rumah neneknya, jadi Lolita tidak lagi memikirkan pertemuannya di hari minggu ini sampai ia benar-benar lupa. Mobil Eric sudah terpakir di halaman rumahnya yang cukup besar. Rumahnya dari luar memang terlihat mewah dan besar. Lolita dari dulu sudah tahu kalau Eric adalah anak orang kaya. Buktinya saja sekarang Eric sudah memegang perusahaan sendiri, walaupun itu warisan dari ayahnya.

Lolita mengekori langkah Eric yang masih membisu. Sebelum mereka sampai di dalam rumah, Eric menggandeng tangan Lolita di depan pintu rumahnya. Lolita dibuatnya kaget karena perlakuan Eric. Ia menelan salivanya cepat karena sangat gugup. Lolita tidak pernah merasakan jantungnya berdebar kencang seperti ini, meskipun dia sudah sering berpacaran. sedangkan, Eric masih diam tanpa mengatakan sesuatu apapun. Mereka melangkah bersama ke dalam rumah mewah milik orangtua Eric.

Mereka menuju ke ruang makan tempat berkumpulnya mama dan papa Eric. Lolita dan Eric masih bergandengan mesra di depan hadapan orangtua Eric. Lolita berusaha melepaskan gandengan itu karena risih dilihat oleh orangtua Eric. Namun, Eric masih menahannya erat.

"Mah, lihat Eric bawa gandengan." Papa Eric heboh.

Mama Eric datang dari arah dapur dengan membawa lauk-pauk untuk sarapan. Mama Eric tidak kalah hebohnya dengan sang suami. Ia menaruh piring yang berisi ayam goreng ke meja makan dan menghampiri calon menantunya itu. Mama Eric memberikan pelukan erat ke Lolita. Eric terpaksa melepaskan gandengan tangannya karena Lolita sudah diambil alih oleh sang mama. Lolita menyalami mama Eric setelah beliau melepaskan pelukannya. Ia juga menyalami papa Eric yang masih duduk di meja makan.

"Om, Tante maaf ya telat. Lolita lupa kalau ada janji sama Eric." Lolita merasa tidak enak dengan kedua orangtua Eric.

"Tidak masalah sayang, Papa senang kok kamu datang." Papa Eric menerima sepiring nasi dari mama Eric.

"Mama lebih senang dari Papa karena Kamu datang. Kamu wanita pertama yang dikenalkan Eric ke Kita." Mata mama Eric mengarah ke Papa Eric jahil.

"Kalian ketemu dimana?" tanya mama Eric.

"Kita teman SMA dulu, kebetulan selama tiga tahun selalu satu kelas sama Eric." jawab Lolita sopan.

"Papa sampai lupa menanyakan nama Kamu."

"Saya Lolita, Om dan Tante." Lolita memperkenalkan diri dengan ramah.

"Panggil Papa dan Mama saja, bentar lagikan jadi menantu," ujar papa Eric yang membuat Lolita tersipu.

"Kalian, mau nikah kapan?"

1
Iges Satria
Eric sengaja ini, biasanya dia yg dicuekin skrg balas lolita...biar tau perasaan lolita sebenarnya gimana
Iges Satria
gercep ya ric, langsung lamar
Iges Satria
modus mah si Eric
Iges Satria
keren nih ceritanya /Good/ eric : aku sebenarnya menunggu kamu lolita /Heart/
iYind Dewi
sa ae erik becandanya
iem
.
Amsya
sedih banget mana cinta pertama lahi
Amsya
iya itulah orang yg ga tau malu sdh ditolong mlah ngejebak
iem
.
Widya Aza
sebenarnya aq bingung...klo liat d cover nya ko episode nya g muncul di NT & MT 🤔🤔🤔🤔 apa cm aq yg merasa gini ya ..
novita setya
aaciieee cieee yg udah dpt lampu ijo segede bagong
novita setya
laaaah..
Huda
tau banget perasaan bagas 😥
Ulfa Riady
ahir ceritanya ternyata sangat menyakitkan buat Eric....diliuar prediksi readers semuanya....😭😭😭😭...makasih sudah memberikan karyamu untuk para readers disini...sukses selalu buat author nya💪💪🤗😍❤
Ulfa Riady
duuuh jangan salah Loli...orang diem itu beuuuuh romantis banget aslinya...baik banyak ngalah juga( kayak suami aku hehehe)✌✌✌✌
Ulfa Riady
langsung favorite aja deh...😍😍😍
Jasmine Dwielfiza
😓😓😓😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Astina Syafitri
d.3.3 .3 dd 4 x .d 3 .3 . .4 .3d .d.4 .4.3 sd.4 d.3 .4 d.3 .. .4.4 4xdd.3 3 d 3 4. d.3 .3 .3 .4 .3 ...3 d.3..3 d.33
Yusnidar Ritonga Yusnidaridar
hadir
GelsanuSahra: Nongkrong yuk di Pergi Dan Cinta
total 1 replies
Amirah iz
thor kok lolita di isdetin sih nyeneng nyeengin kita kek ya alloh kasian amat erik br nikah dah jd duren😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!