Sequel DIA HANTU
Yoona ingin menemukan ayahnya sejak kecil. Akhirnya, ketika dewasa, Yoona memulai perjalanan panjang untuk menemukan ayahnya.
Tapi entah kenapa, Yoona malah terjerat oleh pria asing.
Ke mana pun dia pergi, pria itu ada di sana. Yoona tidak dapat melarikan diri.
Teknik membaca pikiran yang dibanggakan oleh Yoona juga tidak berhasil untuk pria itu!
Yoona melarikan diri dengan segala cara yang mungkin namun hanya untuk tersudut oleh perangkap pria itu lagi. Pria itu menatapnya dengan muram, "Jangan lari!"
Yoona menghela nafas dalam-dalam, karena dia tidak dapat melarikan diri, itu adalah takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"MUNGKINKAH AKU MENCINTAIMU?"
Aku benar-benar tidak memukan keberadaan gadis itu. Kalau begini, aku harus menggunakan kekuatanku untuk merasakan keberadaannya.
Aku pun menggunakan kekuatanku. Aku bisa merasakan keberadaannya. Dia berada dibelakang mansion.
Tak lama berpikir, aku langsung bergegas menghampirinya.
Kulihat dia duduk ditepi kolam dengan kedua kaki diselonjorkan ke air. Aku pun duduk disampingnya. Dia terkejut dengan kedatanganku.
Tapi dia bisa menetralisir ketakutannya. Sekarang dia memakai jaket hitam menutupi tubuh indahnya. Padahal aku masih ingin melihatnya. Oh lupakan pikiran mesum ku.
"Gerakan mu bagus" kataku memulai pembicaraan karena aku yakin dengan kondisinya dia tidak akan memulai pembicaraan.
"Aku tahu" katanya terdengar ketus. Aku tersenyum tipis mendengar jawaban itu.
"Maaf" kataku.
"Lupakan" katanya.
"Sebenarnya aku tidak biasa menerkam wanita saat berpakaian" kataku.
Seketika dia menatap horor padaku. "Kau.. Kau pernah atau sering melakukan.. Emm itu.. Dengan wanita? " tanyanya.
Aku benar-benar ingin tertawa melihat ekspresinya itu. Manis sekali.
"Memangnya kenapa? "
Dia terlihat makin takut dan menggeser tubuhnya semakin jauh denganku.
"Ayahku juga seperti itu. Dia brengsek, sebelum menikah sering melakukannya dengan Bianca bahkan beberapa wanita lain" kataku jujur.
Entah kenapa setiap aku membahas keluarga, dia selalu terlihat sedih mungkin karena orang tua nya kejam. Atau ada hal lain.
"Kau tahu itu salah? " tanyanya tiba-tiba.
Aku menoleh kearahnya. Mata kami bertemu. Terlihat raut kesakitan disana. Apa mungkin.. Dia korban..
"Lupakan " katanya lagi. Aku tidak mengerti dengan pikirannya yang selalu berkata tidak jelas dan tidak mau menjelaskannya.
Dia benar-benar wanita yang berbeda. Biasanya jika aku mengatakan yang sejujurnya, mereka ingin mencobanya. Aku memang sering melakukannya dengan wanita pilihanku. Paman Refano saja yang kolot tidak melarangku.
"Ya sudah aku mau pergi " katanya kemudian berlalu.
"Emm tunggu.. Shi.. Shiray " kataku berusaha memanggil namanya yang aneh itu.
Langkahnya terhenti dan menoleh padaku.
"Apa kau memaafkanku? " tanyaku memastikan.
Dia tersenyum kemudian mengangguk. Sungguh senyuman yang manis. Dia melanjutkan langkahnya.
End Alexander POV
Shiray tersenyum geli mendengar Alex menyebutkan namanya dengan benar kali ini.
Jantungnya berdebar kencang mengingat kejadian -kejadian intim tadi diruang latihan.
♡♥♡♥♡♥♡
Sore ini Yoona kembali dari kampus. Dia semangat sekali dan langsung memasuki toko bunga. Ada Refano yang melayani pembeli.
Senyuman geli tercetak dibibir manisnya. Refano menyadari ekspresi kejahilan keponakannya itu.
"Kenapa tersenyum seperti itu manis? " tanya Refano.
"Kau lucu sekali, oh ya ibu masih di rumah sakit? " jawab Yoona diakhiri pertanyaan.
"Iya" jawab Refano.
"Begini paman, aku kan baru pulang dari kampus, aku lelah, jadi tidak bisa membantumu, boleh aku main? " tanya Yoona dengan puppy eyes nya.
Tentu saja Refano tidak tahan dengan ekspresi menggemaskan keponakannya itu.
"Iya.. Iya jangan menatapku seperti itu " kata Refano. Yoona tertawa kemudian memeluk pamannya.
"Aku sayang paman Refano " kata Yoona kemudian berlalu keluar.
Baru saja dia akan menyetop taxi, terlihat Ryuga melambaikan tangannya dari toko kuenya.
Yoona mendengus kesal baru saja dia akan pergi main. Namun dia pun terpaksa pergi ke toko kue itu dan menghampiri Ryuga.
"Ada apa? " tanya Yoona ketus.
Ryuga dengan celemek hitamnya mengajak Yoona mengobrol.
"Bagaimana ini? " batin Ryuga.
Yoona mengerutkan dahinya. "Apanya yang bagaimana?" tanya Yoona.
Ryuga terkejut kemudian menoleh. "Aku belum mengatakan apapun " kata Ryuga.
Ya ampun, Yoona keceplosan. Yoona melihat ada mobil sport merah yang terparkir di garasi toko.
"Sejak kapan mobil itu disana? Apa ada orang? " tanya Yoona.
"Itu mobil kakakku" jawab Ryuga.
"Oh iya, aku lupa, kau kan CEO" kata Yoona sinis.
"Aku tahu dia marah karena berbohong" batin Ryuga.
Yoona mendengarnya. Dia menghela napas berat. "Maaf, aku tidak bermaksud menyinggungmu" kata Yoona.
"Ah, tidak apa-apa " kata Ryuga sambil tersenyum manis membuat Yoona terpesona. Akui saja Yoona kau menyukainya juga kan.
"Katanya mau mengatakan sesuatu? " tanya Yoona.
"Eh iya"
"Ryuga " Yoona dan Ryuga menoleh saat mendengar suara bariton memanggil nama Ryuga.
Terlihat pria tampan dengan mata setajam elang berdiri disana.
"Kakak" kata Ryuga.
"Hai, siapa gadis itu? Temanmu? Atau... " pria yang tak lain adalah kakaknya itu menggoda Ryuga.
"Saya temannya Tn. " kata Yoona sambil membungkukan badannya.
"Tidak perlu formal, panggil saja aku Ryujin "kata pria yang bernama Ryujin itu.
"Eh? Iya Kak Ryujin " kata Yoona.
Ryujin tersenyum ramah. "Ryuga, main sana, toko ini biar aku yang menjaga"
"Tidak kak, itu tidak perlu" kata Ryuga kemudian berlalu menuju meja kasir.
Ryujin duduk bersebelahan dengan Yoona. "Ryuga memang anak yang nekat, sebenarnya dia meninggalkan perusahaan untuk toko peninggalan nenek ini, anak yang keras kepala" kata Ryujin.
Yoona hanya diam karena tidak tahu harus bilang apa.
"Sebenarnya dia menyukaimu" kata Ryujin.
"Aku tahu" batin Yoona.
"Makanya dia meninggalkan tugasnya sebagai CEO itu untuk mendekatimu" kata Ryujin.
"Yang itu aku tidak tahu" batin Yoona.
"Ma.. Maaf" kata Yoona pelan. Ryujin menoleh pada Yoona.
"Ini bukan salahmu, aku tidak marah, hanya saja aku memberitahumu kalau dia begitu mencintaimu " kata Ryujin.
Yoona menatap Ryuga yang tengah melayani pembeli. Hatinya luluh juga mendengar ucapan Ryujin.
"Ah, maaf suasana hatimu pasti terganggu.. Kita bahas yang lain saja" kata Ryujin.
Yoona mengangguk sambil berusaha tersenyum.
"Kau mengenal Shiray ?" tanya Ryujin.
Deg
Yoona baru ingat kalau kakaknya Ryuga adalah orang yang dijodohkan dengan Shiray. Kemudian Yoona menatap Ryujin.
"Halo? " Ryujin mengibaskan tangannya didepan wajah Yoona. Yoona mengerjap. "I.. Iya " jawab Yoona.
Ryuga yang selesai melayani pembeli menoleh pada kakaknya dan Yoona.
"Aku tahu dia disini dan menginap di mansion besarmu itu. Apa aku boleh menemuinya? " tanya Ryujin.
Yoona makin bingung. Shiray bilang, Ryujin punya banyak mata-mata, Yoona harus menetralisir mentalnya.
"Yoona, bagaimana kalau kita jalan-jalan" kata Ryuga yang tiba-tiba menghampiri mereka.
Ryujin mendelik adiknya itu. Yoona menatap Ryuga kemudian mengangguk.
"Baiklah kak, kami mau jalan dulu ya.. Yoona, kau dandan dulu aku juga" kata Ryuga.
Yoona mengangguk kemudian membungkukkan badannya pada Ryujin lalu berlalu ke mansionnya.
Ryuga melangkahkan kakinya. "Kenapa kau menghalangi jalanku? " tanya Ryujin.
Langkah Ryuga terhenti. Kemudian dia membalikkan badannya menatap sang kakak. "Kan kakak menyuruh kami jalan-jalan" kata Ryuga.
"Terserah, padahal jika kau mau, aku bisa memiliki Shiray dan kau bisa memiliki Yoona " kata Ryujin kemudian berlalu.
♡♥♡♥♡♥♡
Terdengar suara klakson mobil memekakkan telinga. Yoona segera keluar dari toko bunga dengan sweater putihnya dan hot pants nya.
Yoona terkejut melihat Ryuga yang mengenakan kemeja putih berdasi dan kaca mata hitamnya. Tidak ada celemek yang biasa menemani hari-harinya. Dia juga mengendarai mobil sport kakaknya yang berwarna merah itu.
"Masuklah Nn. " kata Ryuga sambil membukakan pintu mobilnya dari dalam. Yoona pun menurut.
♡♥♡♥♡♥♡
Kini mereka berada di restoran ternama. Yoona merasa malu dengan pakaiannya. Dia tidak tahu kalau Ryuga akan membawanya ke tempat berkelas ini.
Yoona menggigit garpu karena gugup. "Kenapa? " tanya Ryuga. Seketika Yoona berhenti menggigit garpu dan menoleh pada Ryuga. Ryuga ingin tertawa melihat ekspresi menggemaskan Yoona.
"Aku hanya.. Hanya gugup karena memakai pakaian ini" kata Yoona.
"Tidak masalah, kita akan ke kantorku 2 jam lagi" kata Ryuga.
"Apa? "
"Aku mau memperkenalkanmu pada orang tuaku" kata Ryuga.
"Memangnya kau mau bilang apa pada mereka. Nanti mereka mengira kita.. " kata-kata Yoona tidak dilanjutkan karena Ryuga malah meminum kopinya dengan santai. Kemudian memejamkan matanya
"Ok, aku akan bilang kau pacarku" kata Ryuga.
"Apa? "
"Sebenarnya aku ingin mengatakan ini dari tadi "
Yoona terkejut, jantungnya berdebar-debar.
"Aku mencintaimu sejak kita di JHS dulu " kata Ryuga.
Yoona tertunduk. Dia tidak tahu apakah dia mencintai Ryuga atau tidak. Sepertinya jantungnya memihak pada Ryuga.
"Tapi, apa tidak masalah? " tanya Yoona.
"Tidak, apa kau mencintaiku? " tanya Ryuga.
Yoona merasa perjuangan Ryuga meninggalkan tugasnya itu demi dirinya terlalu berlebihan. Tapi bagaimana pun dia harus menghargai perjuangannya.
"Aku tidak yakin Ryuga " kata Yoona.
"Hmm.. Ya sudah " Ryuga menunduk.
"Tapi aku akan berusaha mencintaimu "
Ryuga mendongkak menatap Yoona. Kemudian tersenyum bahagia.
"Terimakasih Yoona "
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
jd enak di bacanya
semangat thor💪💪💪🙏
aq juga mau klau punya kk seperti Alex🤭🙏
semoga bgus ceritanya🙏💪💪💪