Di latar belakangi suasana awal terbentuknya penduduk Nusantara. Di mana terjadi konflik kepentingan antara kaum pendatang dari utara dengan penduduk yang telah terlebih dahulu tinggal di wilayah kepulauan Hindia.
Tidak sampai di situ, persaingan dan intrik meraih kekuasaan mewarnai kehidupan masyarakat Nusantara ketika itu, terutama sejak Raja mereka Hyang Parikesit mengangkat Petruk menjadi Perdana Menteri.
Banyak pejabat dan cendikiawan yang mempertanyakan kebijakan Sang Raja. Mereka menganggap penunjukkan Petruk menjadi Perdana Menteri melanggar aturan, karena tidak melalui kompromi terlebih dahulu.
Terlebih lagi, selama menjadi Perdana Menteri, Petruk terkadang membuat peraturan yang dianggap aneh. Akibatnya penentangan terhadap penunjukkan dirinya, semakin menjadi-jadi.
Konflik antar pendukung semakin meruncing disertai adu siasat untuk menghancurkan lawan membuat suasana bertambah ruyam.
Apakah Petruk dapat mempertahankan jabatannya? Mari kita ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rimau Melayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manusia Bunian (Alien)
Penunjukkan Ki Sabdo Alam sebagai pemimpin pasukan yang bertugas membereskan kelompok Pemberontak di Jawadwipa sangat tepat. Mantan anak buah Ki Sabdo Alam diberitakan banyak yang memisahkan diri dari kelompok Ki Kerto.
Fenomena ini membuat ketar-ketir Ki Kerto yang mengklaim dirinya sebagai Raja Jawadwipa. Ki Kerto merayu mantan pengikut Ki Sabdo Alam dengan limpahan harta, namun rayuan itu sepertinya tidak mempan.
Dikabarkan Ki Kerto minggat dari Hutan Kanwa yang selama ini dijadikan sebagai markas besarnya. Dengan membawa 7 kapal yang penuh dengan harta, Ki Kerto bersama keluarga berangkat menuju ke arah timur dari Jawadwipa. Banyak yang menduga, Ki Kerto mengungsi ke Pulau Sumbawa, yang merupakan kampung halaman isterinya.
Keberhasilan Ki Sabdo Alam untuk mempengaruhi mantan anak buahnya ini mendapat apresiasi dari Hyang Parikesit. Jabatan Wali Negeri bagian Jawadwipa dikembalikan kepadanya, sementara Ki Gareng yang sempat beberapa waktu menjadi pemimpin di Jawadwipa diberikan jabatan baru sebagai Wali Negeri bagian Nusantara yang sudah lama lowong.
Kehidupan masyarakat Jawadwipa kembali normal seperti biasa. Rakyat sudah terbebas dari kekhawatiran akan terjadi perang saudara di wilayahnya.
Kebahagiaan Pangeran Hyang Jayanaga akan kembali normalnya Jawadwipa sedikit terganggu dengan berita yang berasal dari Padepokan Punakawan. Terbetik kabar, Mpu Salya menikah lagi dengan salah seorang wanita pengungsi Suku Utara.
Tindakan Mpu Salya ini sepertinya tidak disukai anak tunggalnya Putri Raras. Dikabarkan Putri Raras minggat dari rumah saat acara pernikahan ayahnya berlangsung.
Minggatnya Putri Raras membuat repot semua penghuni padepokan, semua murid diperintahkan mencari Putri Raras, bahkan Ki Sabdo Alam ikut membantu mencari cucu Gurunya tersebut. Namun semua upaya tidak menemui hasil.
Dalam situasi panik, Hyang Ismaya mencoba mencari cucunya dengan cara supernatural. Setelah 2 hari berdiam diri di kamarnya, Hyang Ismaya mendapatkan pemberitahuan gaib bahwa cucunya sekarang berada di lereng Gunung Kelud yang merupakan kediaman Nyai Buyut Melur.
Nyai Buyut Melur tidak lain adalah ibunda Hyang Ismaya yang usianya diperkirakan sudah hampir satu abad. Nyai Buyut Melur tidak lain adalah selir Tuan Raja Hyang Antasena kakek dari Hyang Parikesit.
Berdasarkan silsilah Kerajaan, Tuan Raja Hyang Antasena memiliki 2 orang isteri yakni Nyai Melur ibunda Hyang Ismaya, kemudian Sang Permaisuri Nyai Rahayu yang merupakan ibunda dari Tuan Raja Hyang Abimayu (ayah Tuan Raja Hyang Parikesit) dan Putri Delima (ibu Datuk Kumbang Hitam).
Untuk meredakan kegusarannya, Pangeran Hyang Jayanaga memanggil pimpinan Pasukan Bhayangkara Ki Jayalaga yang merupakan putra dari Ki Sabdo Alam.
"Apa benar, Padepokan Punakawan sekarang lagi gegeran?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga memulai pembicaraan.
"Benar Gusti Pangeran" jawab Ki Jayalaga dengan singkat.
"Patik mendengar, Mpu Salya menikah lagi, dan anaknya Putri Raras minggat dari rumah" ujar Ki Jayalaga menambahkan.
"Ada kabar, Putri Raras sekarang berada di lereng Kelud tempat kediaman Nyai Buyut Melur, apa benar demikian?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga memastikan info yang dia dengar.
"iya Gusti Pangeran, patik juga dengar demikian" jawab Ki Jayalaga.
"Saya pernah dengar, Nyai Buyut Melur adalah seorang pendekar yang berilmu tinggi, benarkah demikian?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga lagi.
"Iya Gusti Pangeran, Nyai Buyut Melur sangat sakti karena merupakan Putri Penguasa Jabalkat dari Negeri Bunian" jawab Ki Jayalaga.
Mendengar info dari Ki Jayalaga, Pangeran Hyang Jayanaga tersentak kaget. Baru kali ini dia tahu kalau Nyai Buyut Melur berasal dari Negeri Jabalkat.
Negeri Jabalkat merupakan tempat yang dihuni manusia bunian, kalau di wilayah Arab disebut bangsa Jin. Manusia Bunian ini pada awalnya anak keturunan Maha Guru Nuwun yang memisahkan diri.
Dengan pengetahuan yang dimiliki manusia bunian membangun kota-kota di seluruh pelosok bumi, namun kota itu tidak dapat dilihat oleh manusia kebanyakan. Manusia bunian yang saat sekarang disebut alien, dikabarkan memiliki pengetahun dan teknologi yang sangat tinggi.
Info Ki Jayalaga tentu cukup akurat, karena ayahnya Ki Sabdo Alam merupakan anak murid Hyang Ismaya.
"Kalau begitu, Hyang Ismaya setengah manusia setengah bunian, benarkah?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga ingin memastikan.
"Bukan hanya Hyang Ismaya Gusti Pangeran, Ki Petruk dan Ki Gareng juga memiliki nenek dari bangsa Bunian" jawab Ki Jayalaga.
"Ki Petruk adalah cucu dari Nyai Kemala dan Ki Gareng cucu dari Nyai Saras, baik Nyai Kemala dan Nyai Saras adalah dayang Nyai Buyut Melur yang berasal dari Jabalkat" ujar Ki Jayalaga menambahkan.
Ucapan dari Ki Jayalaga ini merupakan informasi baru bagi Pangeran Hyang Jayalaga, ternyata Hyang Ismaya atau Ki Semar, Ki Petruk, Ki Gareng dan Mpu Salya atau Ki Bagong adalah manusia keturunan bangsa bunian.
"Pada saat sekarang, baik Nyai Buyut Melur, Nyai Kemala dan Nyai Saras masih hidup, mereka memang dianugerahi umur yang panjang" kata Ki Jayalaga menambahkan.
"Apakah ketiga nyai ini masih melakukan kontak dengan bangsa Bunian?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga menyelidiki.
"Gusti Pangeran, menurut informasi dari ayahanda, setidaknya setengah tahun sekali ada utusan Bangsa Bunian menemui Nyai Buyut Melur" jawab Ki Jayalaga.
"Bahkan kabarnya, kedua orang tua Nyai Buyut Melur masih hidup dan selalu menjaga anak keturunannya" kata Ki Jayalaga menambahkan.
"Yang membuat saya heran, mengapa tidak dikirim utusan dari Padepokan untuk menjemput Putri Raras" kata Pangeran Hyang Jayanaga.
"Bukankah lokasi keberadaan Putri Raras sudah diketahui" ujar Pangeran Hyang Jayalaga lagi.
"Kalau menurut informasi ayah, tidak bisa sembarang orang masuk kediaman Nyai Buyut Melur karena ada pagar gaibnya, demikian Gusti Pangeran" jawab Ki Jayalaga.
"Yang dapat masuk wilayah itu hanya keturunan dari ketiga Nyai, selain itu Penguasa Jabalkat juga mengirim beberapa dayang dan prajurit menjaga daerah tersebut" kata Ki Jayalaga lagi.
"Tapi bisa juga Nyai Buyut Melur belum mengijinkan Putri Raras dijemput, mungkin Nyai Buyut Melur ada rencana lain" jawab Ki Jayalaga menambahkan.
"Ada rencana lain? Maksudnya?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga tidak mengerti.
"Iya Gusti Pangeran, bisa saja Nyai Buyut Melur mau menurunkan ilmu yang ia miliki kepada Putri Raras, terutama ilmu pengobatan yang ia miliki" kata Ki Jayalaga menerangkan.
Analisa Ki Jayalaga ada benarnya. Nyai Buyut Melur memang dikenal sangat ahli dalam ilmu pengobatan. Pernah dimasa Tuan Raja Hyang Abimayu terjadi wabah penyakit yang sangat mengerikan. Dan atas upaya Nyai Buyut Melur dibantu kedua dayangnya, wabah penyakit tersebut bisa diatasi.
Rakyat Mayapada sangat mengenang jasa Nyai Buyut Melur, namun sayangnya Nyai Buyut Melur tidak mengajarkan ilmu pengobatannya kepada masyarakat umum.
Dengan adanya kemungkinan Putri Raras menjadi pewaris ilmu pengobatan Nyai Buyut Melur, tentu suatu hal yang patut disyukuri demi kebaikan negeri Mayapada di masa mendatang.
d tunggu novel selanjutnya kak
Ini Cerita kisah nyata bukan sejarah..
BTW author suka nonton wayang y:)
taunya datuk maringgi..
mereka saudaraan y..atau nama Marga y
dilanjut lagi ya kak, tetap semangat nulisnya.
aku udah kasih jempolnya, ya🙏
mampir dicerita aku
hati yang terluka sama aku menikahi pacar sahabat ku
jngan lupa mampir