Elda Setya Ningrum adalah gadis asal salah satu kota kecil di jawa tengah "Kebumen"
Elda saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di bandung, elda mendapat beasiswa melalu jalur prestasi.
Ayah elda sudah meninggal saat elda berumur 4tahun, dan ibunya hanya seorang buruh cuci.
Elda bahkan harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya.
Disaat kesulitan yang elda lalui, elda bertemu dengan Ardian Fernand Prakaza, kakak tingkat elda yang terkenal playboy dan angkuh.
Ardian adalah anak konglomerat di kota bandung, Ardian hampir memiliki kisah hidup sama seperti elda,bedanya ardian tidak memiliki ibu, dan hubungan dengan ayahnya tidak terlalu baik.
Bagaimana kisah elda dan ardian selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Yang Panjang
Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian yang tercipta di antara elda dan ardi. Ketika di rasa mobil ardi sudah dekat dengan gang tempat kosnya elda, elda pun meminta ardi untuk menghentikan laju mobilnya. Seketika itu ardi menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah gang kecil yang tak jauh dari kampusnya itu. Setelah mengucapkan terimakasih elda berjalan memasuki gang sempit itu tanpa menoleh ke belakang, sedangkan ardi masih diam di tempat, melihat punggung elda yang semakin menjauh memasuki gang sempit, entah mengapa ardi enggan pergi sampai benar benar elda sampai dengan selamat.
Diam diam ardi turun dari mobilnya untuk mengawasi pergerakan elda, ardi hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali, dari kejauhan ardi terus mengikuti dan memantau langkah demi langkah elda.
Merasa ada yang mengikuti akhirnya elda memberanikan diri menoleh ke belakang, namun ardi dengan cepat bersembunyi di balik dinding.
Merasa takut akhirnya elda mempercepat laju kakinya, dan dengan setengah berlari elda memasuki gerbang kosannya. Setelah melihat elda sampai di kosannya dengan selamat, ardi memutar langkah kakinya untuk menuju mobilnya yang terparkir di ujung gang sana.
Ardi memandang sekeliling gang kosan elda "Benar benar gadis kampung" batin ardi.
Ardi berjalan dan membuka pintu mobil dan menyalakan mesin mobilnya, lalu menjalankan mobilnya menuju apartemennya yang terletak di pusat kota bandung, ardi memang sudah tak tinggal bersama ayahnya semenjak kematian ibunya ardi memutuskan untuk keluar dari rumahnya.
Butuh waktu kurang lebih dari 45menit mobil yang ardi kendarai sudah memasuki basement apartemen.
Ardi memarkirkan mobilnya,lalu berjalan keluar dan menuju lift, menekan tombol 7, karena memang kamar yang ardi tempati berada di lantai tujuh. Setelah sampai dilantai tujuh, ardi berjalan memasuki kamarnya dan langsung melemparkan tubuhnya di atas kasur, hari ini ardi merasa sangat lelah sekali, ardi memejamkan matanya dan tangannya meraba raba nencari sesuatu di kasurnya, ardi mencari dimana letak remote ac kamarnya, tangan ardi beralih ke arah meja nakas samping tempat tidurnya, akhirnya benda yang dia cari di temukan juga, ardi menaikkan suhu ruangan kamarnya, pasalnya ardi sangat merasa gerah sekali.
Tiba tiba ardi sangat merindukan bundanya, sudah 2tahun sepeninggal bundanya ardi selalu merasa kesepian, ayahnya menang tak pernah lupa memenuhi kebutuhan bulanan ardi, bahkan apartemen yang ardi tempati sekarang adalah pemberian ayahnya, tapu ardi berjanji akan mengembalikannya jika usaha karaoke yang dia bangun bersama dengan ketiga sahabatnya itu sudah sukses.
Bagi ardi hubungan dengan ayahnya tak lain hanya terikat dalam dokumen catatan sipil saja.
Pasalnya kasih sayang yang hangat dalam keluarga sudah tak bisa di rasakan lagi oleh ardi sejak ardi bisa memahami apa yang terjadi di dalam keluarganya. Ayahnya yang hingga saat ini masih terus mengingat dan mencari mantan kekasihnya. Bundanya mempertahankan hubungan rumah tangganya hanya karna bundanya ingin memberi ardi keluarga yang utuh.
Ardi meraih foto bundanya yang terletak diatas meja nakas samping tempat tidur.
Ardi memandangi foto mendiang bundanya. Ardi sangat merindukan bundanya, tanpa di sadari bulir air mata kerinduan tak bisa di tahan lagi dari pelupuk mata ardi. Ardi mendekap erat foto bundanya. Cukup lama ardi memeluk foto bundanya lalu mengecupnya dengan mesra, akhirnya ardi meletakkan foto mendiang ibunya kembali pada tempat semula.
Tiba tiba ponsel yang berada di saku jaketnya bergetar, di layar muncul nama riyan yang sedang menghubunginya.
Ardi hanya mengambilnya dari saku jasnya kemudian dia melemparkan ke atas kasur, dan ardi berjalan menuju kamar mandi untuk mandi, badannya sudah terasa sangat lengket sekali akibat dua kali melakukan olahraga tadi sore.
Di sisi lain, elda juga baru saja selesai mandi dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah yaitu sholat isya.
Elda merebahkan tubuhnya ke atas kasur, bayang bayang kejadian tadi siang terus saja mengiang di atas kepalanya, elda benar benar merasa takut sekali. Lagi lagi elda ingin keluar dari pekerjaannya, namun itu hanya niatan saja, kebutuhan yang menghimpitnya membuat elda harus terus bertahan.
Toh sepertinya bosnya sudah mengganti peraturan seragam kerja dari rok mini menjadi celana panjang. Itu sedikit membuat elda lega, walaupun tadi sore elda juga mengenakan celana panjang saat bekerja namun manajernya sudah menegur dan meminta elda mengenakan rok, dan syukurnya bosnya sudah mengganti peraturan tersebut. Jadi elda sedikit bisa bernafas dengan lega.
Elda memejamkan matanya, meskipun perutnya terasa lapar, tapi elda enggan untuk makan, rasanya selera makannya sudah hilang semenjak kejadian tadi sore.
Mata elda terpejam cukup lama namun bayang kejadian itu terus berputar di kepalanya, elda bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin saking takutnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Selamat tahun baru buat para pembaca setia karya receh srayu, semoga yang belum tercapai di tahun lalu bisa tercapai di tahun sekarang, dan semoga kalian semua di berkati oleh Tuhan🙏 Kebahagiaan selalu menyertai kalian😘
Yang lagi liburan hatihati dan tetap jaga kesehatan😘
Salam sayang _srayu😘*