Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7.
Jaehyun dan Shihan keluar dan bertemu dengan dua pemuda lain yang duduk di sofa dengan ekspresi tegang. Saat Shihan memanggil nama keduanya, Jaehyun jelas melihat sesuatu yang sangat kuat.
“Apa itu?”
“Aura…kematiannya begitu kuat dan kental. Bagaimana bisa?!”
“Ini jelas tidak normal. Sebelumnya milih Shihan yang sekarang saja sudah cukup buruk, tapi yang ini lebih buruk lagi.”
“Apa yang terjadi?”
Kedua orang yang duduk di sofa menengok ke arah Shihan dan mereka langsung berdiri menghampiri Jaehyun.
“Jae!”
“Jaehyun, kau sudah baikan?”
Jaehyun berusaha bersikap normal seolah mengenal mereka dengan baik, “Aku ketiduran dan baru saja bangun sebelum Shihan-hyung. Maaf sudah membuat kalian khawatir, Hyung.”
Keduanya tersenyum, “Tidak masalah.”
“Kau bisa tidur artinya sudah lebih baik. Kau lapar? Shihan-hyung sudah membuatkan makanan untukmu tapi karena kau tidur jadi–”
Jaehyun memainkan perannya sebagai adik kecil manja yang manis, “Um, aku sedikit lapar. Hyung, apa aku bisa makan sekarang?”
“Ahahah, tentu saja. Asal jangan terlalu banyak karena kita harus menjaga berat badan kita. Aku akan memanaskannya dulu ya,” jawab Shihan sambil bercanda.
“Baiklah.”
Kedua pemuda itu mengajak Jaehyun duduk di meja makan. Mereka bertanya soal kejadian saat Jaehyun terjatuh. Tentu saja orang yang ditanya pun tidak tau karena jiwanya bukanlah Lee Jaehyun yang asli.
Namun dia menjawab sebisanya seperti “Tidak ingat,” atau “Aku tidak tau,” kemudian dilanjutkan dengan jawaban “Aku sudah tidak apa-apa, hyung tidak perlu khawatir.”
Kira-kira begitulah jawabannya.
Tentu saja keduanya percaya, “Syukurlah kalau begitu,” ucap salah satu dari mereka. Jaehyun memperhatikannya. Itu adalah sosok Baek Yuno, Jaehyun mengingatnya. Kemudian yang duduk di sebelahnya adalah Sagan Suga.
Sagan sendiri mengusap-usap kepala Jaehyun, “Kau jangan membuat para hyung-mu khawatir, mengerti? Adik kecil harus bersikap baik. Jangan pernah masuk rumah sakit lagi atau hyung akan sedih, Jae.”
“Ahaha, aku mengerti Sagan-hyung.”
Sekarang Jaehyun memerankan perannya sebagai Munyeo Naja. Hal yang harus dilakukan adalah mencari tau dengan bertanya pada objek atau orang yang hendak diobati, tentu saja kali ini dia sengaja melakukannya atas inisiatifnya sendiri.
Semacam introgasi ringan, tapi setiap pertanyaan yang dilontarkan pada target akan dideteksi oleh Munyeo Naja. Ada sebuah teknik yang dimiliki oleh Jaehyun.
거짓 없는 말거짓 없는 말 (kata-kata tanpa kebohongan)
Kalimat yang diucapkan dengan sangat pelan oleh Jaehyun, mirip seperti bisikan atau gumaman namun objek yang menjadi targetnya akan mendengarnya seakan kalimat itu dikatakan oleh Jaehyun dengan sangat jelas.
“Kebohongan apa itu, Jaehyun?” tanya Sagan.
“Ah, hyung, apa akhir-akhir ini kalian sedang mendapatkan masalah?”
“Masalah? Apa yang–”
“Sesuatu yang mengerikan mungkin? Apakah hyung tidak merasakannya?”
Siiing
Fokus Sagan tiba-tiba saja sedikit menghilang. Tidak, ini seperti dia terkena hipnotis namun dalam keadaan sadar. Dia tidak ragu mengatakannya pada Jaehyun.
“Sebenarnya baru-baru ini aku sedikit merasa gelisah.”
Deg
Yuno langsung melihat ke arah Sagan dengan wajah syok. Dia tidak pernah menyangka akan mendengar hal itu dari mulutnya.
“Sagan, kau–”
“Yuno-hyung juga merasakannya? Perasaan gelisah seperti yang dimiliki Sagan-hyung?” tanya Jaehyun.
Reaksi yang sama juga diberikan oleh Yuno. seperti terkena hipnotis namun dia dalam kondisi sadar, semua penjelasan keluar dari mulutnya.
“Kau mungkin lupa karena kami tidak ingin membuatmu takut, Jae. Tapi sebenarnya beberapa hari terakhir, ada hal aneh di studio.”
“Aneh?” akhirnya Jaehyun mendengar sebuah kalimat yang bagus keluar dari mulut keduanya. “Tolong diteruskan, hyung. Aneh yang bagaimana?”
“Beberapa waktu lalu…tidak, mungkin lebih tepatnya sudah berlangsung sejak kami memenangkan penghargaan terakhir kali, ada hal aneh di studio.”
“Ingat soal manager kita yang sebelumnya? Dia berkata kalau menerima pesan aneh dan saat pergi ke toilet ketika pemotretan MYTH, dia mendengar suara mengerikan.”
“Katanya itu adalah suara anak perempuan. Tapi tidak ada siapapun di toilet. Selain itu, toilet itu adalah toilet laki-laki, tidak mungkin ada perempuan, kan?”
“Kemudian dia berjalan di lorong dan ternyata dia melihat jejak darah. Saat dia mencoba menyentuhnya, dia berkata ada seseorang yang ikut berlutut di depannya dan…”
“Dan apa?” tanya Jaehyun.
“Orang yang di hadapannya adalah seorang wanita mengerikan dengan senyum lebar dan mengenakan gaun merah penuh darah.”
“...!” Jaehyun tidak pernah menyangka bahwa dia bisa mendengar penjelasan yang sangat tidak diduga. “Sialan, benar kan dugaanku. Ujung-ujungnya roh juga. Haduh~”
Shihan yang sudah selesai menghangatkan makanan tidak sengaja mendengar cerita itu. Dia kaget dan jelas menghentikan keduanya untuk bercerita pada Jaehyun.
“Kalian berdua kenapa?! Jangan ceritakan hal itu malam-malam pada Jaehyun!”
Sagan dan Yuno tidak terlihat terkejut karena mereka sedang dalam pengaruh mantra Jaehyun. Justru Shihan yang terkejut karena keduanya tampak biasa-biasa saja. Shihan duduk dan berkata pada Jaehyun, “Tolong jangan pikirkan kata-kata mereka, Jae. Tidak ada yang salah. Itu hanya–”
“Shihan-hyung juga berpikir demikian, kan?”
“Apa?”
“Hyung juga mengalami hal yang sama dengan Sagan-hyung dan Yuno-hyung kan?”
Siing
Seketika, pandangan Shihan pun berubah. Sama seperti kedua temannya, dia juga memberikan penjelasan pada Jaehyun.
“Sebenarnya sejak kita memenangkan penghargaan, selalu ada hal aneh di studio. Entah ada staff yang sakit sampai beberapa ruangan yang tiba-tiba hancur tanpa sebab.”
“Selain itu, manager terakhir kita, Seokyung-hyung juga mengalami hal mengerikan.”
“Katanya di malam sebelum dia mengundurkan diri, dia sedang menunggumu dan Sagan rekaman. Kemudian saat dia hendak mengambil barang-barang kalian, dia bertemu dengan seorang wanita yang mengerikan.”
“Wanita dengan gaun merah, di lantai terlihat banyak darah dan wanita itu mengatakan kalau dia harus mati. Kemudian Seokyung-hyung mencoba mencari bantuan namun katanya tidak ada yang menolong.”
“Bahkan tidak ada satupun yang mendengarnya sampai akhirnya dia menghubungi Chief Han dan Han-ssi kembali untuk menjemput Seokyung-hyung.”
“Tetapi saat Chief Han tiba di tempat Seokyung-hyung, hyung terlihat begitu syok dengan keringat yang banyak, bahkan dia sampai nyaris pingsan.”
“Kami mengantarnya ke rumah sakit dan di sana hyung menceritakan semua yang dialaminya. Kemudian…”
Jaehyun bisa menebaknya, “Seokyung-hyung mengundurkan diri dari posisinya sebagai manager MYTH, kan?”
Shihan mengangguk, “Seokyung-hyung bukan yang pertama. Sudah ada 3 manager resmi dan sisanya adalah trainee yang ditugaskan sementara menjadi pengganti manager MYTH.”
“Tetapi hasilnya sama. Paling lama, mereka hanya bertahan satu minggu. Karena Chief Han khawatir akan rumor yang menyebar, dia memutuskan untuk tidak mencari manager lain dan bertindak sebagai manager pengganti kami.”
Hal ini jelas tidak normal. Jaehyun mulai menemukan titik masalahnya meskipun hal itu belum pasti. Dia kembali bertanya, “Tempat dimana hantu wanita itu muncul apakah selalu sama atau berbeda?”
“Sejauh ini selalu di studio lantai 5. Kami tidak ingat ada laporan dari mantan manager kami kalau sosok itu muncul di tempat lain,” jawab Yuno.
“Kalau begitu, aku ingin tau. Apakah hari ini Chief Han yang mengantar Sagan-hyung dan Yuno-hyung pulang baru mengalami hal itu di tempat yang sama?”
“Iya,” jawab Sagan, “Kami baru pulang dari pemotretan di studio lantai 5 ANTHEM RECORD MUSIC.”
Jaehyun bertanya pada mereka, “Chief Han itu memegang posisi apa di jajaran MYTH?”
“Dia menyebut dirinya Chief dan kalian sendiri memanggilnya begitu kan?”
Sagan menjawab, “Chief Han adalah produser MYTH.”
“Produser?”
“Dia dan direktur agensi merupakan teman dekat dan selama ini Chief Han yang berjuang mempertahankan MYTH sejak debut sampai sekarang.”
“Begitu. Dengan kata lain, dia orang baik kan?”
“Benar.”
Jaehyun tersenyum, “Syukurlah. Siapa nama aslinya?”
“Yeon,” jawab Yuno.
“Han Yeon ya. Baiklah. Terima kasih banyak. Aku rasa ini sudah cukup. Sebaiknya kalian bertiga tidur. Aku akan menghabiskan makananku.”
“Saat kalian bangun, tidak akan ada yang kalian ingat. Selamat malam, hyung.”
Ketiganya berdiri, bagaikan tidak terjadi apapun, ketiganya berjalan sambil mengucapkan selamat malam pada Jaehyun.
Jaehyun melihat ketiganya masuk ke kamarnya masing-masing. Saat semua tenang, Jaehyun hanya melihat makan malamnya dan berpikir seorang diri.
“Menarik. Sejak memenangkan penghargaan katanya. Artinya grup idol ini diguna-guna, kan? Tapi aku tidak bisa menyimpulkan hal itu.”
“Ada hal yang harus aku pastikan lagi.”
Pagi hari tiba dan para anggota MYTH terbangun tanpa mengingat hal yang terjadi. Saat ini mereka sedang dalam perjalan menuju studio.
“Aku sama sekali tidak ingat kapan aku tidur,” gerutu Yuno.
“Bukan hanya kau, aku juga sama sekali tidak ingat,” lanjut Sagan. Dia melihat Jaehyun yang duduk tenang. “Jae, kau sudah lebih baik?”
“Sudah hyung. Aku sedang melihat ini. Aku ingat meletakkan handphone milikku di laci belajar di kamar dan sepertinya banyak sekali berita soal kita.”
“Yup, itulah kepopuleran kita sekarang, adik kecil. Kau harus sehat, mengerti?”
Jaehyun tersenyum mendengar ucapan itu. Saat ini, yang menyetir mobil mereka adalah Chief Han dan dia terdiam sepanjang jalan.
Para anggota lain sama sekali tidak berhenti mengajak Jaehyun mengobrol, tapi ada maksud di balik semua itu. Mereka berpikir bahwa Jaehyun memang tidak perlu tau apa yang dibicarakan oleh mereka semalam.
Meskipun sebenarnya Jaehyun sudah mengulik semuanya sendirian.
Setelah tiba di studio, mereka turun dan Jaehyun terlihat aneh.
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/