Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RESMI
"ehm calon mantuku mana? Kok gak keliatan? " tanya bunda sembari menengok kanan kiri mencari keberadaan vina.
" masih dikamar Lin,, maklum cewek kan dandannya lama. Apalagi mau ketemu calon " jawab ibuku ngeledek.
" sudah gak sabar lo ini,, pengen ketemu mantu" kata bunda lagi.
Ibu beranjak dari kursinya lalu berjalan menuju kamarku.
" sayang', keluarga om Dika sudah datang, keluar yuk " suara ibuku dibalik pintu.
" ya bu" jawabku sambil membuka pintu
" duh cantiknya putri ibu,," puji ibuku.
" senyumnya mana? "
Aku pun tersenyum, ya walaupun dipaksa sih.
Yang q rasain sekarang, degdegan, takut, malu,, campur jadi satu hingga membuat tanganku dingin.
Ibu berjalan disampingku, keluar menuntunku menuju ruang tamu.
Aku menundukkan kepalaku, rasanya berat untuk menatap mereka semua.
Pelan pelan ku buka mataku, kulihat semua mata tertuju padaku, termasuk Rey yang menatapku tajam.
" wah cantiknya putrimu Tar? " sanjung bunda, kemudian mencium pipi kanan dan kiriku.
" calon mantu kita bu" ucap om Dika lantang.
Kata 'mantu' yang diucapkan Om dika cukup membuatku tertegun.
Dalam situasi seperti ini rasanya mulutku ingin protes, ingin teriak, kalau aku menolak perjodohan ini, tapi lagi lagi semua hanya harapan, karena perjodohan ini sudah ada di depan mata.
..........
(Disisi Rey)
Sambutan hangat terasa dari keluarga om Pras ( ayah vina). Bunda dan ayah juga terlihat bahagia bertemu teman lama mereka.
" kok aku degdegan gini yah" suara batin Rey merasakan jantungnya berdegup kencang.
Rey mencoba merilexskan badan dan fikirannya agar tak merusak suasana
......... ............
" tuh tuan putrinya mau keluar" goda Alin sembari berbisik ditelinga kakaknya.
"sssssstttt" suara rey dengan telunjuk menutup bibirnya.
Alin hanya cekikikan melihat gelagat kakanya itu.
Akhirnya Vina datang bersama ibunya. Hari ini entah apa yang membuat mata Rey tak bisa berpaling dari sosok yang berdiri di hadapannya.
" cantiknya" satu kata yang keluar begitu saja dari mulut Rey.
Seperti terhipnotis akan kecantikan Vina malam ini.
..............
Back to vina
Vina paling gak tahan kalau harus menjadi pusat perhatian, dia terus menundukkan kepalanya sambil menahan air mata yang akan jatuh. Entah itu air mata bahagia, ataukah air mata kecewa, yang dia rasa hanya sesak di dadanya.
" Langsung saja ya Pras, maksud kedatangan kami kemari, adalah ingin melamar nak Vina untuk anakku Reyhan" kata om Dika memulai pembicaraan.
"Saya terima maksud dan tujuan baiknya tapi semua keputusan ada di tangan Vinanya langsung, apakah ditolak ataukah diterima lamaran ini. " jawab ayahku.
" bagaimana nak Vina? "
" apakah bersedia menerima lamaran Rey anak Om ? " sambung om Dika lagi.
Drama,,,, aku seperti terjebak dalam sebuah drama yang sudah disetting oleh sutradara.
Hatiku ingin sekali menolak, tapi mulutku tak kuasa melakukannya.
" iya om, saya bersedia" suaraku gemetar, air mata pun akhirnya jatuh
Ibu memelukku, dengan air mata bahagianya.
"alhamdulillah,, " ucap syukur ayahku yang juga ikut memelukku.
.............
Rey memasangkan cicin di jari manisku. Setelah itu akupun memasangkan cicin di jarinya. Tangan rey terasa sangat dingin, mungkin dia merasakan hal q rasain sekarang.
Aku masih menundukkan kepalaku, rasanya tak ingin melihat sosok yang kelak akan menjadi suamiku.
......................
Acara berjalan lancar dan sesuai harapan orang tuaku.
Ayah, ibu dan keluarga rey tengah berbincang diruang makan. Bosan rasanya mendengarkan percakapan mereka.
" Om pras, boleh saya mengajak Vina ke taman depan? " ucap rey tiba tiba.
" tentu boleh, " jawab ayahku dengan senyum lebarnya.
" wah ada yang gak sabar pengen berduaan nih? " timpal om Dika.
Rey hanya tersenyum sambil mengisyaratkanku untuk ikut keluar dengannya. Aku pun menuruti pasrah. Disisi lain para orang tua kami tampak tertawa bahagia.
" ada apa kak?" tanyaku penasaran
" apa kamu bahagia?" jawab rey spontan
" q bahagia karna orang tuaku menginginkannya." suaraku lemah
" terima kasih sudah mau menerima lamaran ini" kata rey lagi
"boleh aku minta tiga permintaan? ."ucapku sambil menatap rey tajam
" katakanlah" jawab rey cepat
" pertama, aku gak mau sampai teman temanku tau kalau kita akan menikah. Kedua aku ingin sekolah seperti biasa dan kemudian kuliah, yang terakhir q harap kakak tidak menuntut lebih karena aku belum siap melakukan kewajiban sebagai istri untuk urusan di ranjang. " jawabku panjang lebar
Rey terdiam sesaat, kemudian berkata " baik lah, tapi aku juga minta 1 permintaan"
" apa itu?," jawabku tegas
" tolong jaga hatimu hanya untukku, apapun akan aku lakukan, asal kamu mau menutup hatimu untuk orang lain. " tegas kak rey.
" iya akan aku lakukan". Cepat ku jawab, karena memang aku belum pernah membuka hati untuk siapapun sampai sekarang.
Teman priaku cukup banyak, tapi mereka hanya sebatas teman gak pernah kuanggap lebih.
Kak rey kembali menatapku dalam dalam, hampir saja aku terlena akan tatapannya. Tetapi aku kembali tersadar bahwa aku masih anak SMA yang memiliki banyak target di masa depan.
" jadi sekarang kita berteman kan? " ucap kak rey sambil menjabatkan tangannya.
" ya kak" ku sambut dengan lembut.
Malam ini menjadi saksi, kesepakatan antara aku dan kak Rey.
Tanggal pernikahan kami juga sudah ditetapkan.
Aku sudah mulai ikhlas menerima keputusan ini, karena kesepakatan yang ku buat dengan kak Rey.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak