18+ SESUAIKAN BACAAN DENGAN USIA!
Disaat tuntutan hidup terus mendesaknya, Alana memutuskan untuk menukar dirinya dengan harta. diatas pernikahan kontrak Alana berhasil merubah hidupnya dalam sekejap.
"Kau boleh melakukan apapun, selama aku menjadi istrimu dan kau terus memanjakanku dengan kekayaan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Alana mengerjap, semburat senyumnya terlihat begitu sempurna. Mata indah kecoklatan itupun terus menatap lekat sang pria yang tepat berada dibawah tubuhnya. ya, semalam mereka terlalu asik bercengkrama sampai pada akhirnya Alana terlelap didekapan tubuh suaminya. Pertama kalinya seumur hidup, Alana bahkan ingat betul jika semalam dirinya bertingkah nakal dan sangat berani menggoda Nathan. Tentu hal itu ia lakukan untuk memulihkan mood sang suami yang sedikit kecewa akibat datang bulannya.
Cup... Alana mengecuo bibir Nathan sambil mengelus wajah tampannya perlahan, "Kecupan selamat pagi. Melihat ketampananmu sungguh membuatku ingin selalu berinisiatif," Batin Alana penuh kekaguman.
Gerakan tubuh Alana yang menempel diatas kulit Nathan membuat pria itu tersadar. Nathan mengerjap, dan semakin mengeratkan dekapannya pada Alana hingga sukses membuat gadis itu memiringkan senyum kemenangan.
"Jangan bergerak! bagaimana kau akan bertanggung jawab jika sesuatu dari tubuhku menginginkan hal lebih dari ini," Ucap Nathan dengan suara parau.
"Kau terlalu mudah aku taklukan. aku hanya melakukan hal kecil dan kau langsung tidak bisa lepas dariku," Celetuk Alana meledek.
Nathan menatap intes gadis tersebut. Perlahan ia menyingkirkan rambut halus yang menutupi wajah cantik Alana kemudian berkata, "Sikapku tergantung bagaimana kau melayaniku!"
"Jadi apa yang telah aku lakukan semalam dan barusan itu baik? Kau menyukainya?"
"Ya, aku menyukai wanita yang berinisiatif. Dilihat dari cara kau memperlakukanku, sepertinya aku ragu akan dirimu."
Alana mengerutkan dahinya dengan bibir yang merapat, "Apa kau sedang meragukanku?"
"Entahlah, aku sudah tidak sabar. Seliar apa kau jika sudah diatas ranjang!"
Alana membisu, ia menggigit bibir bawahnya dengan bola mata yang memutar. Oh ayolah! Kenapa Alana terlihat sangat cantik dan menggoda. bibir tipis berwarna merah alami tanpa balutan lipstik, ditambah dengan keadaannya yang cukup basah sungguh membuat Nathan ingin sekali meraupnya
"Em..." sejenak Alana berpikir, "Bagaimana jika aku benar-benar tidak bisa memuaskanmu?" tanya Alana mengerucutkan bibir.
"Tergantung!"
"Maksudmu?"
"Jika kau memang masih gadis aku akan memakluminya."
Alana mengembangkan senyumnya. ia langsung menempelkan wajahnya tepat diatas dada Nathan dengan tangan yang mengelus area tersebut. "Bailah, aku tidak akan mengecewakanmu!"
Merasa gairahnya semakin terpancing, Nathan pun merasa kesal pada dirinya sendiri. "Bodoh, kenapa aku jadi mudah berereksi saat bersama gadis ini!" batin Nathan, sejenak ia menghela nafasnya kemudia meraih punggung Alana dan berkata, "Bisa kau menyingkir? Aku tidak masalah jika kau bersedia memanjakannya dengan cara lain!"
Alana beranjak. Ia melepaskan dirinya dari Nathan tanpa mengalihkan pandangan. "Cara lain? Apa itu?"
Nathan berdecih, pria itu mendirikan tubuhnya kemudian berlalu meninggalkan Alana tanpa mengatakan apapun.
"Hey... Kenapa diam? Cara lain apa? Jika itu memungkinkan aku tidak maslalah!" Pekik Alana.
Nathan tetap tidak menggubris sang istri. Entah untuk kali ini Alana benar-benar polos atau hanya berpura-pura. Nathan sendiri sampai heran, tidak butuh waktu lama gadis akan menjadi wanita agresif layaknya seorang jal*ang dan beberapa saat kemudian Alana akan terlihat seperti seorang wanita yang tidak mengerti apapun.
"Bagaimana ini? Ibuku terus mengirim pesan dan bertanya perihal audisi yang aku katakan padanya!" Alana terus memijat pelipisnya, entah apa yang harus ia lakukan. Bawasaanya sejauh ini ia belum berani untuk mengajukan beberapa permintaan pada sang suami. Sebab Alana sendiri belum menyerahkan apa yang sudah ia janjikan terhadap Nathan.
Sedari kemarin Alana terus mengabaikan pesan-pesan yang Ibu dan sodara tirinya kirimkan. jika waktunya tepat, ia akan mengatakan bahwa di asrama yang ia tinggali benar-benar dijatuhi aturan yang ketat.
jangan lupa mampir di loser man ya semuanya. 🔥🔥🔥🔥 panas dan bikin merinding sih tapi ceritanya juga bagus. yuk cuss mampir di karya mak . makasih semua
kenapa eh kenapa berjud itu haram??
eh malah nyanyi lagu pak aji rhoma pulak wkwkkwk
satu pesan untuk kalian berdua...Nathan n Alana...kalau cinta jangan gengsi...perjanjian kontrak hanya antara klen berdua tohh???udindut alias udaaah langgar tabrak libas gelinding ajaaaaa.....ciyus dehh dengerin kaya uwekkkk